The World Emperor System

The World Emperor System
Kompetisi Kota Glory



* Jangan lupa kasih 👍


* Rate ⭐ 5


* Vote / Kado seikhlasnya 😊


* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...


* Terimakasih.....😊😊


***


Setelah pendaftaran dua hari yang lalu, hari kompetisi di kota Glory akan segera di mulai. Jalanan kota begitu ramai dengan orang-orang yang berasal dari berbagai kota, bahkan ada yang berasal dari Kekaisaran lainnya.


Di tempat diadakannya kompetisi, Ribuan orang sudah duduk di tempat penonton. Kompetisi diadakan di tiga tempat sekaligus di hari yang sama, karena itu ada tiga titik tempat berkerumun nya penduduk kota.


Kompetisi berburu diadakan di hutan yang ada di selatan kota dengan di hadiri para Pangeran. Kompetisi para wanita diadakan di alun-alun kota dengan Permaisuri dan para Selir menjadi juri kompetisi, dan terakhir kompetisi beladiri diadakan di colosseum.


Kaisar dan putri Kekaisaran akan berada di colosseum untuk menyaksikan kompetisi beladiri.


Seluruh peserta kompetisi telah berkumpul di tempatnya masing-masing, termasuk Reinar yang berada di colosseum bersama ratusan peserta lainnya.


Ada tiga ratus peserta yang ikut dalam kompetisi beladiri, dan rata-rata mereka memiliki level diatas 4.000. Cukup kuat, tapi mereka bukan tandingan bagi Reinar.


Wushh...


Wushh...


Wushh...


Tiga orang muncul di tiga arena yang ada di colosseum, dari pakaian nya, semua orang tahu jika mereka adalah tiga Jenderal terkuat Kekaisaran Gloria dengan level kekuatan lebih dari 6.000, dan satu yang paling kuat dengan level 7.200 berdiri di arena tengah.


“Terimakasih karena kalian semua sudi datang ke kota ini, dan ikut meramaikan acara menyambut Kaisar yang akan berulangtahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kompetisi akan diadakan di tiga tempat dan salah satunya di tempat ini. Kalian akan dibagi ke tiga arena, dan tiap arena akan berisikan seratus orang. Dari seratus, kami hanya butuh satu pemenang, dan 3 orang pemenang akan berebut peringkat satu sampai tiga.”


“Tiap arena di bedakan dengan warna. Di selatan panggung berwarna putih, di utara panggung berwarna abu-abu, dan warna coklat untuk panggung yang aku tempati. Untuk kalian para peserta, silahkan mengambil undian yang akan menentukan di mana arena tempat kalian bertarung.” Jelas sang Jenderal panjang lebar.


Para peserta mulai mengambil undian mereka masing-masing. Reinar yang mengambil paling akhir, dia mendapatkan kertas undian bertuliskan coklat, yang artinya dia akan berada di area tengah.


Setelah seluruh peserta mengambil undian mereka, Jenderal yang berada di tengah melirik kearah Kaisar dan mendapatkan anggukan kepala Kaisar.


“Seluruh peserta silahkan naik di arena sesuai undian yang kalian dapatkan.” Kata sang Jenderal tegas.


Mendengar yang di katakan sang Jenderal, Reinar dan peserta lainnya naik ke arena mereka masing-masing.


Di atas arena, Reinar dapat melihat ratusan ribu orang yang melihat kearah arena yang dia tempati, dan itu semakin membuatnya bersemangat.


“Kalian boleh menggunakan segala cara untuk memenangkan pertandingan, cara licik sekalipun kami tidak melarangnya. Keluar arena di nyatakan kalah, jika ingin menyerah kalian tinggal melompat keluar arena. Kami tidak menjamin dan tidak bertanggungjawab atas keselamatan kalian. Kematian kalian di arena, itu bukan tanggung jawab kami.” Kata sang Jenderal.


Peraturan memang kejam dan justru merugikan banyak peserta, tapi peraturan itu sudah ada sejak dulu, dan siapapun yang mengikuti kompetisi, mereka sudah siap dengan resiko yang akan mereka hadapi.


“Kalian semua yang ada di atas arena, kalian bisa memulai kapan saja, dan keluarkan seluruh kekuatan yang kalian miliki.” Ungkap sang Jenderal yang kemudian duduk di kursi kehormatan bersama dua Jenderal lainnya.


***


Area kompetisi seketika menjadi ramai, dan suara pertarungan segera terdengar dari segala penjuru arena.


Reinar yang berdiri di pinggir arena, dia hanya duduk santai karena tidak ada yang mendekat ke arahnya.


Penampilannya sederhana dan tubuh yang terlihat lebih kecil dibandingkan tubuh peserta lainnya yang usianya jauh diatas Reinar, membuat pesert lainnya menganggap Reinar lemah dan bisa mereka singkirkan di akhir pertarungan.


“Teruslah bertarung dan tetap dengan pikiran kalian yang menganggap ku lemah.” Kata Reinar yang selalu mendapat tatapan meremehkan dari peserta lainnya.


Satu persatu peserta mulai tumbang. Di arena yang ada di bagian selatan, ada satu peserta yang sangat mendominasi. Dengan level 6.210, bisa dikatakan dia peserta terkuat di arena yang ditempatinya.


***


Di tempat penonton.


“Pria itu sangat kuat, hanya menggunakan skill penguat tubuh, dia sudah menyingkirkan puluhan orang dari arena yang dia tempati.” Kata salah satu pria tua yang menonton kompetisi.


“Dia memang kuat, tapi kalau dia tak bisa bertahan sampai akhir, dia hanya akan menjadi bulan-bulanan peserta lainnya di akhir kompetisi.” Ujar penonton lainnya.


“Hehehe, kita lihat saja sampai akhir kompetisi.” Balas si pria tua.


***


Arena yang di tempati Reinar juga tak kalah seru. Setidaknya ada tiga orang yang mendominasi pertarungan, tapi dari mereka bertiga ada satu orang yang merasa waspada dengan keberadaan Reinar.


“Pemuda itu terlihat lemah, tapi dia juga terlihat tenang di situasi berbahaya seperti ini. Huh, entah kenapa dia begitu mencurigakan.” Batin peserta yang selalu memperhatikan Reinar.


“Double Fire Strom....”


Teriak salah satu peserta di arena utara, dan muncullah dua badai api yang kekuatannya sampai bisa di rasakan para peserta di area lainnya.


Wushhh...


Wushhh...


Peserta lainnya tak tinggal diam, mereka pun mulai mengeluarkan skill terkuat yang mereka miliki.


“Water barrier...”


“Ice protection...”


Area bergetar saat dua elemen saling beradu. Badai api terkurung dinding-dinding air, dan beberapa peserta berlindung di balik perisai es yang di buat salah satu peserta.


Crack...


Crack...


Crack...


Dinding es mulai retak dan air pun menguap karena kekuatan api yang di tahan terlampau besar.


“Hahahaha.... Menyerah lah sebelum kalian berubah menjadi abu!.” Kata peserta yang memiliki skill ber elemen api yang sangat mengerikan bagi peserta lainnya.


Semua beserta masih mencoba bertahan, tapi perbedaan kekuatan yang begitu besar, membuat satu persatu peserta mulai menyerah, dan akhirnya pertarungan di arena utara di menangkan oleh peserta pemilik elemen api.


***


Berpindah ke area selatan dan tengah, pertarungan di kedua arena yang tersisa juga telah memasuki akhir dari pertarungan.


Area selatan tetaplah di dominasi peserta dengan level tertinggi dari peserta lainnya, bahkan kini hanya menyisakan dua orang yang akan menjadi lawan terakhirnya.


Di arena tengah, Reinar yang semula hanya duduk, dia mulai bangkit dan berjalan ke tengah-tengah arena yang masih menyisakan lima orang peserta.


“Akhirnya dia bergerak juga.” Kata peserta yang segera waspada begitu melihat pergerakan Reinar.


Sedangkan peserta lainnya, mereka sama sekali tidak menganggap keberadaan Reinar.


“Hei kau anak muda, cepat keluar dari arena sebelum wajah cantikmu terluka.” Teriak salah satu penonton yang langsung di sambut gelak tawa penonton lainnya.


Reinar yang tahu jika teriakan penonton barusan di tujukan padanya, dia hanya acuh dan terus berjalan dengan santainya.


Baru beberapa langkah Reinar maju, sebuah serangan ayunan pedang dengan derak petir memenuhi bilah pedangnya meluncur mulus kearah lehernya.


Serangan itu di lakukan oleh salah satu peserta dan semua orang yakin Reinar akan mati dengan satu serangan yang mengarah pada lehernya.


Tapi semua orang terdiam saat tiba-tiba Reinar menghilang beberapa mili sebelum sebuah pedang memenggal kepalanya. Tak hanya menghilang, saat Reinar kembali muncul, kejadian yang mengerikan terjadi saat peserta yang menyerang Reinar jatuh dengan kepala terpenggal.


Semua orang bingung dengan apa yang terjadi, bahkan pertarungan di area tengah sejenak terbenti, sedangkan di area selatan pertarungan telah berakhir dengan di menangkan peserta terkuat yang ada di arena itu.


“Ba Ba Bagaimana mungkin dia melakukan itu?. Apa barusan dia benar-benar menghilang?.” Kata penonton yang tadi meneriaki Reinar.


“Skill teleportasi dan dia sudah begitu mahir menggunakannya, sangat menarik.” Gumam lirih sang Kaisar yang melihat pertarungan di arena tengah.


Setelah sejenak terhenti, seluruh peserta yang tersisa mulai melancarkan serangan, dan serangan mereka semua mengarah pada Reinar.


Tusukan pedang, tebasan bilah-bilah angin, serta serangan petir dan api, semua mengarah pada Reinar, tapi semua serangan hanya mengarah pada tempat kosong karena Reinar dengan cepat menghindari semua serangan yang mengarah padanya.


Semua peserta kini merasa tertipu dengan penampilan Reinar. Orang yang mereka anggap lemah, bisa saja dia adalah yang terkuat diantara mereka.


Reinar hanya tersenyum melihat tatapan kesal sisa peserta yang di tujukan pada dirinya. “Saatnya serangan balasan.” Gumam Reinar.


“Ice Domain....”


Seketika seluruh arena dilapisi lapisan es, dan seluruh peserta tak ada yang bisa menggerakkan tubuh mereka.


“Sialan, kenapa tubuh ku tidak mau bergerak?. Dan apa-apaan dengan area yang tiba-tiba menjadi es!.” Kata salah satu peserta yang terus mencoba menggerakkan tubuhnya.


“Dia benar-benar kuat. Setidaknya skill yang saat ini dia gunakan setara dengab skill tingkat tinggi, atau skill ini memang skill tingkat tinggi.” Gumam lirih peserta yang sejak awal sudah mewaspadai Reinar, dan kewaspadaannya itu kini terbukti jika Reinar benar-benar berbahaya.


“Daripada kalian menjadi patung es, izinkan aku melempar kalian keluar dari arena.” Kata Reinar sambil memukul satu persatu peserta sampai mereka semua terlempar keluar dari arena pertarungan.


Seluruh peserta yang tersisa sudah keluar dari arena, dan hanya menyisakan Reinar yang tentunya dia menjadi pemenang di arena tengah.


***


Begitu di dapatkan pemenang dari tiap arena. Peserta di lerbolehkan istirahat, dan kompetisi akan di lakukan saat matahari sudah lebih condong ke arah barat.


Reinar yang mendengar pengumuman dari penyelenggara kompetisi, dia segera turun dari arena pertempuran dan langsung pergi ke pusat kota untuk mengisi perutnya.


Di sepanjang jalan banyak yang melihat kearahnya setelah mereka melihat pertarungan Reinar, tapi seperti biasa, Reinar mengacuhkan mereka


***


*TBC*