The World Emperor System

The World Emperor System
Kejutan Yang Menyenangkan



Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.


Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author.... Terimakasih....


***


Setelah memusnahkan pasukan Sekte Racun Hati, Reinar dan yang lainnya pergi ke tempat yang jaraknya kurang lebih sepuluh kilometer dari tempat perkemahan besar pasukan Sekte Racun Hati.


Wusshh... Wusshh... Wusshh... Kelimanya bergerak sambil menyeret salah satu tetua Sekte Racun Hati yang berhasil di tangkap oleh pasukan tubuh bayangan Reinar.


Bugh... Bugh... Bugh... Reinar dan empat orang lainnya melempar tubuh tetua Sekte Racun Hati, termasuk Tetua Agung mereka.


Aargh... Rintih kelima tetua Sekte Racun Hati saat tubuh mereka menghantam tanah, dan saat itu juga mereka tersadar dari pingsannya.


Wusshh... Reinar bergerak mendekat ke arah para tetua Sekte Racun Hati yang tak lagi memiliki sisa tenaga untuk melakukan perlawanan.


“Para tetua sekalian, sekiranya hukuman apa yang pantas aku berikan pada kalian yang ingin menyerang Kekaisaran Ling yang berada di bawah perlindungan ku?... Selain hukuman mati, aku akan mengabulkan semua hukuman yang kalian inginkan...” Kata Reinar sambil meraih tubuh Tetua Agung Sekte Racun Hati lalu menghempaskan tubuh si Tetua Agung sampai menghantam pepohonan yang ada di sekitar mereka.


Braakh... Suara benturan antara tubuh Tetua Agung dan pohon terdengar oleh semua orang. “Jawab pertanyaan ku atau kalian memilih aku yang menentukan siksaan untuk kalian?...”


Bugh... Bugh... Bugh... Seluruh tetua Sekte Racun Hati di buat babak belur oleh Reinar Karen mereka tak menjawab pertanyaan yang diajukan Reinar.


BOOMMM... Ledakan keras terdengar saat Reinar memukul secara bersamaan empat tetua Sekte Racun Hati yang hanya diam membisu.


Wusshh... Wusshh... Wusshh... Reinar mengumpulkan kelima tetua Sekte Racun Hati dalam satu tempat.


“Karena kalian tidak menjawab pertanyaan ku, maka biarkan aku menentukan hukuman yang tepat untuk kalian...” Reinar lalu menghancurkan Dantian seluruh tetua Sekte Racun Hati.


Kelima tetua Sekte Racun Hati berteriak kesakitan setelah Dantian mereka di hancurkan. Hancurnya Dantian adalah sebuah penghinaan dan aib bagi seorang kultivator, dan kebanyakan dari mereka memilih mati daripada hidup dengan menanggung aib.


“Entah kenapa aku menyukai teriakan mereka...” Kata Ling Feng melihat penderitaan kelima tetua Sekte Racun Hati.


Ling Feng dan tiga orang lainnya segera menatap Reinar yang muncul di dekat mereka. “Mereka akan menjadi kado terindah untuk Kaisar Tang Hui, dan dia pasti menyukainya...” Kata Reinar sambil mengeluarkan artefak berbentuk rumah yang dia miliki.


“Sungguh kado itu akan menjadi kejutan yang menyenangkan bagi Kaisar Tang Hui...” Kata Ling Feng sambil membantu Reinar menyeret tetua Sekte Racun Hati masuk kedalam rumah.


“Oh iya kakak ipar, kita akan menaruh mereka dimana?...” Tanya Ling Zhe sambil menyeret kaki salah satu tetua Sekte Racun Hati yang masih berteriak kesakitan.


[DI bagian belakang rumah ada penjara. Tuan bisa menempatkan mereka disana...]


Reinar mendengar suara Lilia lalu tersenyum. “Bawa mereka ke bagian belakang rumah!... Seingat ku di sana ada penjara yang muat di tempati lima orang seperti mereka...” Mengikuti instruksi Reinar, keempat orang anggota kelompoknya segera membawa para tetua ke penjara yang ada di belakang rumah. Ling Feng yang menyeret dua tetua Sekte Racun Hati, dia berada di barisan terdepan dan tiga lainnya mengikuti tepat di belakangnya.


Melihat penjara yang ada di belakang rumah, mereka segera melempar tubuh para tetua Sekte Racun Hati kedalam penjara.


“Sungguh penjara yang sangat kokoh. Aku bahkan tidak yakin bisa keluar jika terkunci di dalamnya...” Kata Ling Feng melihat kekuatan besi penjara yang setidaknya mampu menahan serangan seorang di tingkat Dewa Bumi puncak.


“Jangankan kakak, kita berempat menyatukan kekuatan saja belum tentu bisa menghancurkan penjara ini. Mungkin hanya seseorang di tingkat Dewa Langit yang bisa menghancurkannya...” Ungkap Ling Zhe yang mendapat persetujuan dari semua orang.


Sementara itu di dalam kamar, Reinar mulai menyusun rencana untuk menghancurkan mental Kaisar Tang Hui. Menghancurkan Kekaisaran Tang bukanlah perkara yang sulit bagi Reinar, tapi itu akan membosankan jika dia langsung melakukannya. Lebih baik dia menyiksa Kaisar Tang, sekaligus membuat frustasi seluruh kekuatan yang dimiliki Kekaisaran Tang.


Wajah Reinar seketika menunjukkan sebuah senyuman saat dia telah selesai menyusun rencana yang begitu gila. “Mereka berlima akan menjadi pembuka dari rencana yang sudah aku susun...” Gumam Reinar sambil tersenyum kejam membayangkan apa yang akan terjadi di hari esok.


***


Pagi menyapa Reinar dan yang lainnya, tapi tak satupun dari mereka berlima yang tertidur sejak semalam. Sejak malam sampai waktu berganti menjadi pagi, Reinar dan keempat orang lainnya terus menerus menyerap energi dari kristal jiwa. Selain meningkatkan tingkat kultivasi, mereka menyerap energi dari kristal jiwa juga untuk memperkuat pondasi kultivasi yang mereka miliki.


Mereka baru menghentikan menyerap energi dari kristal jiwa setelah hari sudah beranjak sore. Melihat hari yang beranjak sore, Reinar menyuruh empat orang lainnya untuk bersiap karena mereka akan pergi ke Ibukota Kekaisaran Tang, dan tepat di tengah malam nanti Reinar akan memulai rencana yang telah dia susun.


“Kakak Feng, kita semua akan langsung menuju Ibukota, tetapi sebelumnya kita akan pergi ke rumah kosong di luar ibukota untuk menaruh mereka berlima...”


“Apa pun yang adik ipar katakan kita pasti mengikutinya...” Balas Ling Feng sambil mengeluarkan kelima tetua Sekte Racun Hati dari penjara.


Swusshh... Sebuah portal teleportasi di buat Reinar, dan satu persatu anggota kelompok Reinar mulai memasuki portal sambil menyeret tubuh para tetua Sekte Racun Hati.


Dari kekosongan muncul sebuah portal, dan dari dalam portal mulai muncul anggota kelompok Reinar. Di mulai dari Ling Feng lalu di tutup dengan kemunculan Reinar, dan pada akhirnya mereka sampai di rumah kosong yang ada di luar Ibukota Kekaisaran Tang.


Reinar membuat dua tubuh bayangan untuk menjaga lima tetua Sekte Racun Hati yang akan dia tinggal.


“Kita akan langaung menuju Ibukota...” Kata Reinar sambil menatap Ibukota Kekaisaran Tang yang terlihat di kejauhan.


Wusshh... Wusshh... Wusshh... Hanya dengan satu tarikan nafas Reinar dan yang lainnya telah berada di tengah-tengah Ibukota Kekaisaran Tang.


“Kalian silahkan pergi bersenang-senang, tapi ingat untuk kembali ke rumah kosong sebelum tengah malam...” Kata Reinar lalu dia pergi meninggalkan empat orang anggota kelompoknya yang segera memecahkan diri menjadi dua kelompok dengan beranggotakan masing-masing dua orang.


“Masih banyak waktu, lebih baik aku menjemput Sally dan mengajaknya bersenang-senang. Siapa tahu aku bisa membuahi rahimnya...”


Reinar berteleportasi dan dia muncul di dekat Sally yang tengah melamun.


Reinar tersenyum tapi dia juga sedih saat melihat ekspresi wajah Sally. Dia sangat tahu apa yang membuat istinya yang satu ini melamun, tapi dia sendiri tidak tahu kapan keinginan istrinya bisa terpenuhi.


“Aku mengerti apa yang kamu inginkan, tapi apa kamu akan terus cemberut saat suamimu datang mengunjungi mu?...” Ungkap Reinar sambil memeluk perut langsing Sally dari arah belakang.


Wajah Sally yang cemberut seketika dipenuhi kebahagiaan saat dia merasakan pelukan hangat dari pria yang begitu dia rindukan kehadirannya.


“Mari kita pergi dari sini, dan aku akan berusaha memberikan apa yang sudah aku berikan pada yang lainnya...” Kata Reinar dan tak lama dia menghilang bersama dengan dengan Sally.


Setelah kepergian Reinar muncul delapan wanita di tempat yang sebelumnya digunakan Sally untuk melamun. “Semoga suami kita bisa segera membuat adik kecil kita hamil. Aku sungguh tidak tega melihatnya sedih melihat perut kita yang semakin membesar...” Ungkap Bella yang mendapat persetujuan dari tujuh wanita lainnya.


***


Ibukota Kekaisaran Tang.


Reinar dan Sally tengah menikmati keindahan Ibukota Kekaisaran Tang, tetapi kejadian tak terduga terjadi saat mereka berpapasan dengan rombongan para Jenderal Kekaisaran Tang yang tengah melakukan pengawalan pada Kaisar Tang Hui.


Reinar dan Sally menyamarkan penampilan mereka, karena itu para Jenderal kepercayaan Kaisar Tang Hui tak mengenali mereka walau mereka pernah bertemu di Kekaisaran Ling.


Tetapi saat Reinar dan Sally ingin pergi, tiba-tiba salah satu Jenderal menghentikan mereka.


“Kaisar Tang Hui menginginkan wanitamu untuk menghangatkan ranjangnya. Serahkan wanitamu secara baik-baik, maka kami akan mengampuni mu dan seratus koin emas ini akan menjadi milikmu...”


Reinar melihat Jenderal Kekaisaran Tang yang berbicara di depannya, lalu dia melirik Kaisar Tang Hui yang sedikit menunjukkan wajahnya. Reinar terus melirik Kaisar Tang Hui yang tengah menatap mesum keindahan tubuh Sally.


“Kaisar Tang Hui, kamu sungguh tidak bisa melihat seberapa tingginya langit, dan kamu juga tidak bisa melihat keberadaan langit lainnya yang berada lebih atas dari langit terendah yang bisa kamu lihat. Menginginkan wanitaku?... Dalam mimpi pun kamu akan menemui kematian saat menginginkan wanitaku...” Kata Reinar yang setelahnya menghilang dari tempatnya.


Para Jenderal terkejut dan mulai waspada, tapi mereka sama tidak bisa merasakan hawa keberadaan dua orang yang semula berada di depan mereka.


“Malam ini aku akan melanjutkannya...” Suara halus terdengar di telinga Kaisar Tang Hui sesaat setelah menghilangnya sepasang kekasih yang wanitanya ingin dia ambil sebagai penghangat ranjangnya.


Tubuh Kaisar Tang Hui seketika menegang, dan dia merasakan jika akan terjadi hal buruk lagi di Kekaisarannya. “Mata sialan!... Gara-gara kalian aku telah membuat masalah untuk Kekaisaran ku!...” Kaisar Tang Hui berteriak seperti orang gila lalu dia menyuruh kusir kereta kudanya untuk melanjutkan perjalanan.


“Dia semakin terlihat seperti orang gila...” Kata Reinar yang tengah melayang di langit tepat di atas kereta kuda Kisar Tang Hui.


“Suamiku, punyaku basah...” Bisik Sally setelah Reinar dengan gemas meremas daging lembut dan kenyal di dada Sally.


“Kita masih punya banyak waktu...” Balas Reinar lalu dia mengajak Sally pergi ke salah satu penginapan ada di Ibukota Kekaisaran Tang.


***


Bersambung...