The World Emperor System

The World Emperor System
Menantang Naga Bumi



Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.


satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.


***


***


Satu minggu sudah Reinar menutup diri di dalam kamarnya untuk menyerap energi dari 8 kristal jiwa yang dia dapatkan setelah menghabisi delapan ekor serigala angin.


Dalam satu minggu Reinar mengalami beberapa kali peningkatan kekuatan, lalu di hari ketujuh aura yang luar biasa keluar dari tubuh Reinar dan membuat seorang Ling Feng yang berada di tingkatan Abadi Langit puncak tertekan hanya dengan merasakan aura Reinar.


Ling Zhe sendiri saat ini tengah berburu binatang iblis tingkat Kaisar Bumi setelah dia berhasil meningkatkan kekuatannya sampai ke tingkat Kaisar Bumi menengah. Dari tempatnya, Ling Zhe cuma merasakan aura samar yang berasal dari rumah yang beberapa hari ini dia tempati.


“Melesat ke tingkat Abadi Bumi menengah hanya dalam waktu tujuh hari!. Ras immortal memang tak bisa disamakan dengan ras yang lainnya.” Gumam Ling Feng melihat Reinar keluar dari kamarnya dan dia kembali terkejut saat melihat pondasi kekuatan Reinar yang sudah stabil.


“Adik ipar, kau sungguh luar biasa.” Kata Ling Feng lalu dia berjalan mendekati Reinar.


“Hahaha.... Kakak ipar, ini sungguh diluar perkiraan ku.” Kata Reinar merasakan kekuatan barunya yang sangat luar biasa. Dengan kekuatannya saat ini, dia merasa bisa bisa mengalahkan 100 serigala angin tingkat Abadi Bumi tanpa kesusahan.


“Aku sendiri merasa akan kalah dalam satu kali pukulan kalau memaksa bertarung dengan mu.” Ujar Ling Feng.


Tak lama Ling Zhe datang dengan wajah yang begitu cerah, tapi seketika dia tertegun saat melihat perubahan wajah dan tubuh Reinar yang terlihat semakin sempurna, bahkan dia merasa jika Reinar adalah kesempurnaan pria nomor satu di Benua Zhongjian.


Saat Ling Feng melihat tingkah adik kecilnya, dia hanya bisa menggelengkan kepala lalu dia menegurnya.


“Apa kau ingin bersaing dengan saudari Ling Yue?.” Tanya Ling Feng membuat Ling Zhe terkejut.


Ling Zhe menggelengkan kepalanya. “Aku hanya tertarik dengan keindahan kakak ipar, tapi hatiku sudah nyaman menganggap dia sebagai kakakku sendiri.” Jawab Ling Zhe yang membuat Reinar dan Ling Feng tersenyum saat mendengarnya.


Ling Feng sebenarnya tidak keberatan jika adiknya ingin menjadi salah satu wanita Reinar, tapi dia merasa adik kecilnya akan minder setelah melihat para wanita Reinar yang lain. Ling Zhe memang cantik dan tak kalah cantik dengan Ling Yue, tapi tubuh Ling Zhe tak sesempurna kakaknya itu, dan dia akan terlihat kecil dan mungil saat bersanding dengan delapan wanita Reinar.


“Kakak Feng, dan adik Zhe, apa kita akan langsung berburu di wilayah terdalam hutan kabut?.” Tanya Reinar yang sudah tak sabar untuk mencoba kekuatan barunya.


Ling Feng mengangguk. “Aku ingin memburu beberapa binatang buas tingkat Abadi Bumi untuk menaikkan tingkat kekuatan ku.” kata Ling Feng.


“Ehm, aku ikut dengan kalian, tapi kalian jangan meninggalkan ku!.” Ujar Ling Zhe.


Biarpun masih berada di tingkat Kaisar Bumi menengah, Ling Zhe setidaknya mampu menahan imbang kekuatan binatang buas tingkat Kaisar Langit awal.


“Adik ipar tenang saja, satu tubuh bayanganku akan membantumu berburu binatang buas tingkat Kaisar Langit, kalau perlu kalian bisa memburu binatang buas tingkat Abadi Bumi awal.” Kata Reinar membuat Ling Zhe merasa tenang.


“Kalau begitu, mari kita berburu dan mengumpulkan kristal jiwa sebanyak mungkin.” Kata Ling Zhe bersemangat.


***


Kota Daun.


Kota Daun, kota kecil di wilayah terluar Kekaisaran Ling yang berbatasan langsung dengan wilayah kekuasaan Kekaisaran Han.


Swusshh... Swusshh...


Ling Pou, tetua ke tiga keluarga Ling muncul di benteng perbatasan yang ada di kota Daun bersama 1000 pasukan khusus keluarga Ling yang dibawah kepemimpinannya.


Ling Mou geram saat mendengar kabar ratusan ribu prajurit Kekaisaran Han mengepung benteng Kekaisarannya yang ada di kota Daun, karena itu, dia meminta pada Ling Duan untuk mengirim salah satu tetua keluar Ling menuju kota Daun dan membantu menjaga keamanan kota.


“Hanya sekumpulan semut beraninya mereka membuat keributan di wilayah Kekaisaran Ling.” Kata Ling Pou melihat ratusan ribu prajurit Kekaisaran Han menyerang benteng Kekaisaran Ling yang hanya dijaga lima jenderal bersama lima puluh ribu prajurit mereka.


BOOMMM...


Ling Pou mengeluarkan aura kekuatannya yang baru meningkat ke tingkat awal seorang Abadi Bumi. Aura kuat yang Ling Pou keluarkan, semua di arahkan ke arah para prajirit Kekaisaran Han, dan itu sudah lebih dari cukup untuk memberi tekanan pada mereka yang rata-rata kekuatannya masih berada di tingkat Penguatan Jiwa.


“Ini, aura ini, seorang di tingkat Abadi Bumi!.” Kata salah satu Jenderal Kekaisaran Han terkejut dengan aura kuat yang dikeluarkan lawannya.


“Seorang di tingkat Abadi ada di benteng itu!. Kita akan kalah kalau memaksa bertarung. Tarik mundur pasukan garis depan dan informasikan kabar ini pada Yang Mulia Kaisar Han Liong.” Kata Jenderal tertinggi yang dikirim ke perbatasan oleh Kaisar Han Liong.


Jenderal yang lain hanya diam tanpa berkomentar. Bagi mereka yang hanya berada di tingkat Kaisar Bumi, hanya kematian yang akan mereka dapatkan jika memaksa bertarung dengan seseorang yang telah mencapai tingkatan Abadi Bumi.


Istana Kekaisaran Han.


Han Liong menghancurkan alat komuni kasi jarak jauhnya setelah dia mendengar adanya seorang di tingkat Abadi Bumi yang menjaga benteng pertahanan Kekaisaran Ling yang ada di kota Daun.


“Mereka benar-benar menyembunyikan kekuatannya selama ini. Ling Mou, dasar kau bajing*n tua sialan, kau harus mati di tanganku.” Teriak Han Liong penuh amarah.


***


BOOMMM...


BOOMMM...


Dua ekor beruang mata merah terpental dan menghantam pepohonan saat terkena serangan Reinar.


Kedua Beruang mata merah merupakan binatang buas tingkat Abadi Bumi puncak, tapi mereka sama sekali bukan tandingan Reinar yang berada satu tingkat dibawah mereka.


“Kalian akan melengkapi 100 kristal jiwa yang hari ini telah aku kumpulkan.” Kata Reinar yang terus bertarung tanpa henti setelah sampai di wilayah terdalam hutan kabut.


Dua beruang mata merah bangkit dan mencoba lari, tapi Reinar tidak membiarkannya karena dua beruang itu tadi dengan sombong mendatanginya dan menantangnya bertarung.


“Jangan harap pergi dariku setelah kalian mendatangiku.” Kata Reinar.


Dia kembali menyerang dua beruang mata merah dengan teknik pukulan dan tendangan. Melihat itu, dua beruang mata merah tak tinggal diam, mereka mencoba menghindari serangan Reinar dan berusaha memberikan serangan balik.


BOOMMM...


BOOMMM...


Reinar kembali memenangi pertempuran dengan mengandalkan kecepatannya yang lebih unggul dari lawannya.


Dalam beberapa kesempatan Reinar bahkan berhasil membuat luka dalam serius yang membuat kedua lawannya kini terjatuh, dan tak lagi sanggup melanjutkan pertarungan.


Reinar tersenyum melihat dua beruang mata merah yang sudah jatuh tak berdaya. “ Matilah dalam damai.” Kata Reinar lalu dia memukul tubuh kedua lawannya, dan membuatnya hancur.


Reinar mengambil kristal jiwa mereka, dan setelahnya dia duduk untuk memulihkan energi Qi nya yang banyak terkuras setelah dia terus bertarung tanpa henti sejak sampai di wilayah terdalam hutan kabut.


Tak jauh dari tempat Reinar istirahat.


Seekor binatang buas dengan tinggi lebih dari 50 meter terbangun dari tidur panjangnya setelah mendengar suara keributan di dekat sarangnya.


Terlihat jika dia angkatlah marah karena harus bangun sebelum waktunya dia terbangun. Binatang buas dengan sayap lebarnya terbang ke udara dan menatap ke arah sumber keributan yang dia dengar.


“Siapapun yang menggangguku, dia harus mati!.”


Rooaaaarrrrr....


Teriak sosok besar yang terbang di udara dan dia pergi kearah Reinar.


Sosok binatang buas itu adalah sosok terkuat penghuni wilayah terdalam hutan kabut, sosok itu tak lain adalah sang Naga Bumi yang perkasa, binatang buas tingkat Dewa Bumi yang keberadaannya cukup untuk menggetarkan seluruh wilayah Benua Zhongjian.


“Aura ini?. Akhirnya dia menunjukkan dirinya.” Gumam Reinar merasakan aura terkuat di hutan kabut bergerak mendekat ke arahnya.


Rooaaaarrrrr....


Naga berwarna coklat terbang di atas Reinar dengan tatapan mata tajam mengarah ke sosok mahkluk kecil yang ada di bawahnya.


Reinar tetap tenang melihat keberadaan sosok Naga Bumi yang mengintimidasinya dengan kuatnya aura yang di keluarkan nya.


Tak lama, sosok Naga Bumi mendarat di dekat Reinar dan mengarahkan seluruh auranya kearah Reinar.


“Hanya makhluk rendahan, beraninya kamu mengganggu tidur panjang ku!.” Teriak Naga Bumi.


Reinar hanya tersenyum melihat Naga Bumi yang tengah dalam kondisi marah. “Hei naga jelek, aku menantang mu, dan percayalah, kau akan takluk dengan kekuatan ku.” Balas Reinar lalu dia mengeluarkan aura terkuatnya dan berbalik memberi tekanan pada sosok Naga Bumi.


Kekuatan Reinar cukup membuat Naga Bumi terkejut, dan tak lagi meremehkannya. “Anak ini, bagaimana auranya bisa sekuat ini.” Batin Naga Bumi. “Hahahaha... Kekuatanmu cukup membuatku tertarik, aku harap kau bisa menghibur ku.” Kata sosok Naga Bumi.


“Jangan mencuri kata-kata ku, karena kaulah yang harus bekerja keras untuk menghiburku!.” Teriak Reinar lalu dia berteleportasi dan muncul di samping sosok Naga Bumi dengan tinju yang sudah dia lapisi dengan energi Qi dan elemen petir nya.


“Tanah akan lemah terhadap petir, dan itu berlaku untukmu.” Kata Reinar mengayunkan tinjunya kearah wajah Naga Bumi.


BOOMMM....


***


Bersambung...