
“Berani sekali kamu mengganggu rencanaku?...” Amarah Diablo meledak bersamaan dengan keluarnya aura kuat dari dalam tubuhnya. Ras Malaikat Jatuh bukanlah seorang kultivator, karena itulah Diablo menggunakan aura elemen kegelapan nya untuk menyerang balik aura yang dikeluarkan Reinar.
Putra Mahkota dan para Pangeran Kerajaan Tang melompat mundur menjauhi Diablo yang auranya terasa semakin menakutkan. Di mata mereka, hanya orang bod*h lah yang berani memancing kemarahan Diablo. Kekuatan Diablo sendiri sudah di tingkat Saint Magus tahap awal, atau setara dengan kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap awal. Kekuatan Diablo bisa di setarakan dengan sepuluh orang terkuat yang ada di Benua Selatan.
Sementara itu, Reinar yang menjadi sasaran amukan aura kekuatan Diablo, dia sama sekaki tidak terkejut dengan kekuatan Diablo, bahkan dia sedikit pun tidak terpengaruh oleh aura itu. Dia dapat merasakan tanah yang bergetar karena aura kekuatan Diablo, tapi itu sama sekali tidak bisa menggoyahkan posisi berdirinya.
Wilayah Sekte Mawar Putih hanya sepersepuluh luas Kota Bulu Angsa, karena tak sebegitu luas, hampir seluruh orang yang berada di wilayah Sekte Mawar Putih dapat merasakan aura kekuatan Diablo, dan tak sedikit dari mereka yang telah jatuh pingsan karena tak kuat menahan aura Diablo.
Kamar Yang Yifei berada di tengah-tengah wilayah Sekte Mawar Putih, dan itu juga yang membuat banyak orang dapat merasakan aura kekuatan Diablo yang terasa mencekik leher mereka.
Dengan senyum di wajahnya, Reinar mengeluarkan aura Kaisar Naga Penguasa untuk menghapuskan aura kekuatan elemen kegelapan milik Diablo yang berdampak buruk pada banyak orang. Dalam beberapa detik, aura kekuatan Diablo kembali menghilang dan digantikan oleh aura Agung yang menenangkan bagi kebanyakan orang, kecuali bagi Diablo dan orang-orangnya.
Diablo merasa tertekan oleh aura yang dikeluarkan Reinar, begitu juga dengan Putra Mahkota Tang Yu dan para Pangeran Kerajaan Tang. Diablo sebenarnya tahu kalau lawannya bukanlah orang yang lemah, tetapi dia tidak menyangka kalau lawannya memiliki kekuatan di luar perkiraannya.
Tak dapat di pungkiri kalau dia tidak memiliki terlalu banyak kesempatan untuk menang, tetapi dia masih yakin kalau kemenangan hanya akan menjadi miliknya.
Tak lama Diablo melihat kedatangan seorang wanita yang berhenti dan berdiri sejajar dengan Reinar, selain itu dia juga melihat dua wanita lainnya yang kini tengah membantu Yang Zi dan Yang Mi terlepas dari rantai yang mengekang kekuatan mereka.
Reinar tersenyum lembut melihat kedatangan Qinyu, bahkan dia lebih memilih memperhatikan Qinyu daripada memperhatikan Diablo yang tengah menganggap dirinya sebagai musuh.
Diablo memperhatikan Qinyu, Jasmin dan Rose, lalu secara tiba-tiba dia menyeringai dan berkata dengan lantang. “Ras Qilin dan dua Ras Malaikat, hahaha.... Ini adalah hari keberuntungan ku...” Muncul sepasang sayap berwarna hitam di punggung Diablo, dan kemunculan sayapnya, sedikit meningkatkan kekuatan yang dia miliki.
Qinyu menatap kasihan kearah Diablo, lalu dia beralih menatap suaminya dengan senyum yang begitu tulus. “Bunuh makhluk terkutuk itu sebagai kado untuk istri barumu!... Lagipula dia memang pantas mati karena dia memiliki niat buruk pada saudari ke sebelas...”
Diablo merasakan sesuatu yang buruk akan menimpanya saat dia mendengar apa yang dikatakan Qinyu. Kalau saja dia tahu akan berada di situasi seperti ini, mungkin dia akan mengajak beberapa saudaranya untuk menyerang langsung Sekte Mawar Putih.
Reinar menganggukkan kepalanya lalu menatap tajam kearah Diablo. “Kau tentu sudah tahu apa kesalahan mu, dan disini aku hanya bertugas mewakili Dewa Kematian untuk mengambil nyawa mu!...”
Diablo membalas tatapan mata Reinar. “Berani membunuhku, tentunya kau sudah tahu konsekwensinya. Seluruh saudaraku dari Ras Malaikat Jatuh pasti datang ketempat ini untuk menuntut balas, dan saat itulah kalian semua akan mati bersamaan dengan musnahnya Sekte yang kalian banggakan...”
Mendengar ancaman Diablo, Reinar tetap menunjukkan sikap santainya dan senyuman masih menghiasi wajahnya. “Saat saudara mu datang, saat itulah akan menjadi akhir dari Ras mu di Benua ini!...”
Diablo tersenyum sinis. “Dua saudaraku lebih kuat dariku, dan mereka punya ribuan pasukan di belakangnya. Kau hanya akan mati mengenaskan kalau melawan mereka...”
Reinar tidak membalas, dia hanya diam karena bosan berdebat dengan orang lemah yang selalu mengancam dengan kekuatan yang tidak dia miliki.
Putra Mahkota Tang Yu dan para Pangeran Kerajaan Tang yang berdiri jauh dibelakang Diablo hanya diam sambil mengamati pertarungan yang akan segera terjadi. Tetapi Putra Mahkota Tang Yu merasa kalau Diablo akan kalah dari pemuda yang menjadi lawannya.
Diablo menganggap diamnya Reinar karena dia tengah ketakutan. “Wajar kalau kau takut, dan mungkin sekarang kau sudah mengerti seberapa jauh perbedaan kekuatan kita?... Hancurkan kultivasi mu dan bersujud di depanku, lakukan dua hal itu kalau kamu masih ingin hidup!...”
Reinar masih terdiam lalu tak lama dia menoleh melihat Qinyu yang ada di sampingnya. “Kematian seperti apa yang ingin kamu lihat?... Kamu ingin aku menyiksa dia atau langsung membunuhnya?...”
Qinyu memasang wajah jahatnya lalu dia menjawab pertanyaan Reinar. “Buat dia meminta kematiannya sendiri!...”
Mendengar itu Reinar langsung menghilang dari tempatnya, dan tiba-tiba muncul di dekat Diablo dengan tangan kanan mencengkeram erat wajah Diablo yang belum sempat beraksi setelah kemunculan Reinar. “Siapa yang takut dengan ancaman mu?... Lagipula kau hanyalah hama, dan hama seperti mu wajib untuk di musnahkan!...”
Reinar membanting wajah Diablo ke arah lantai dan seketika membuat hancur lantai yang berbenturan dengan wajah Diablo. Adapun setelah membanting wajah Diablo ke lantai, Reinar langsung menendangi tubuh Diablo sambil menahan kedua lengannya supaya tubuhnya tidak terlempar ke segala arah.
BOOMMM...
Tubuh Diablo terpental dan menghantam dinding pagar di kediaman Yang Yifei setelah Reinar menendang tubuhnya bersamaan dengan dia melepaskan cengkraman pada lengan Diablo.
Dengan luka lebam di tubuhnya, Diablo mencoba bangkit dan kembali menatap Reinar yang masih menunjukkan senyum di wajahnya. “Kau memilih bersinggungan dengan ku, maka aku tidak segan untuk menghancurkan mu...” Diablo mengangkat tangannya ke depan, dan dari kelima ujung jarinya muncul lima bola berwarna hitam yang langsung melesat kearah Reinar.
Bukannya menghindar, Reinar hanya diam di tempatnya dan menerima serangan yang mengarah padanya.
BOOMMM... BOOMMM... BOOMMM...
Serangan terus mengarah pada Reinar bersamaan dengan ledakan yang terus menerus terjadi dan dapat didengar oleh semua orang. Qinyu hanya tersenyum melihat serangan Diablo yang terlihat sangat lemah, sementara Diablo juga menunjukkan senyum karena dia mengira telah berhasil mengalahkan Reinar.
Saat Diablo menghentikan serangannya setelah mengira Reinar telah musnah, dia dibuat tercengang saat melihat Reinar masih berdiri tegak di tempatnya, dan dia terlihat baik-baik saja tanpa ada sedikitpun luka di tubuhnya. Jangankan luka, pakaian yang dia gunakan bahkan tidak mengalami kerusakan setelah terkena serangan Diablo.
“I... Ini, Kenapa dia masih terlihat baik-baik saja?... Sekuat apa sebenarnya orang itu?...” Ujar Diablo yang sulit percaya dengan apa yang dia lihat.
Di sisi lain, Qinyu hanya tersenyum melihat ekspresi wajah Diablo yang terlihat seperti orang bod*h. Dengan kekuatan yang setara dengan kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap awal, Diablo akan dengan mudah mengalahkan kultivator di tingkat Dewa Penguasa tahap puncak, tetapi itu tidak berlaku saat dia berhadapan dengan Reinar.
Dengan mengombinasikan kedua kekuatannya, setidaknya butuh kekuatan setara dengan tingkat Dewa Surgawi tahap puncak untuk membuat Reinar kerepotan, dan kemungkinan ada kesempatan untuk mengalahkannya.
Di tempat Yang Zi dan Yang Mi, mereka ikut prihatin dengan nasib Diablo yang mungkin akan segera mendapatkan siksaan yang akan membuatnya memilih mati daripada tetap hidup.
“Apa kau sudah selesai?... Kalau begitu, sekarang giliran ku kembali untuk menyerang mu...” Kata Reinar sambil membuat sebuah belati berwarna merah dengan menggunakan skill penciptaan miliknya.
Dengan sebuah belati di tangannya, Reinar melesat kearah Diablo dengan aura Kaisar Naga Penguasa yang menyelimuti tubuhnya. Hanya dalam satu kedipan mata, Reinar telah muncul di depan Diablo dan dia langsung mengayunkan belatinya ke bagian tubuh Diablo yang mana bagian itu adalah tempat dimana seorang penyihir biasanya menyimpan mana yang mereka miliki.
Dalam hitungan detik, aliran mana di tubuh Diablo mengalami gangguan, dan tak lama dia terjatuh tanpa tenaga setelah mana yang dia miliki menguap keluar dari bekas luka yang dibuat Reinar.
Diablo yang sudah jatuh, dia mendongakkan kepalanya untuk menatap Reinar. “Ka...kau, apa yang kau lakukan padaku?...”
“Aargh...” Diablo meraung kesakitan saat kehilangan kedua tangannya, tetapi suaranya tak lagi terdengar saat lidahnya dipotong oleh Reinar yang merasa terganggu dengan suaranya.
“Kau ingin mati atau ingin hidup?...” Tanya Reinar sambil menginjak kaki Diablo yang langsung membuatnya menjerit tanpa suara.
Tulang kaki Diablo patah dan membuatnya bengkok ke arah yang tak seharusnya. “Jawab pertanyaan ku!... Kau ingin hidup atau ingin mati?...” Teriak Reinar sambil mencengkeram rahang Diablo.
“Bu...bu...nuh a...ak...ku....” Suara Diablo tidak terdengar jelas karena dia tengah menahan sakit dan lagi dia juga telah kehilangan setengah bagian lidahnya.
Bukannya langsung membunuhnya, Reinar justru diam di tempatnya sambil mengarahkan belati di tangannya ke arah ************ Diablo. “Kau memiliki niat buruk pada banyak wanita. Sebelum mati, izinkan aku memberi hukuman tersendiri pada benda kesayangan mu...” Reinar menusukkan belatinya dan anehnya para wanita merasa ngilu saat melihat apa yang dilakukan Reinar.
Sementara itu, Putra Mahkota Tang Yu dan para Pangeran, mereka bersamaan memegang milik mereka saat melihat betapa tersiksanya Diablo saat Reinar menusukkan belati tepat ke arah milik Diablo.
Qinyu menggelengkan kepalanya melihat kekejaman suaminya. “Suamiku, kamu harus segera melakukan prosesi pernikahan, jadi segera beri dia kematian yang layak!...”
Kepala Diablo seketika terpisah dari tubuhnya tak lama setelah Reinar mendengar perintah dari Qinyu. Dengan menggunakan kekuatan fisiknya, Reinar menendang kepala Diablo ke arah Putra Mahkota Tang Yu.
“Bawa pergi tubuh makhluk terkutuk ini sebelum kalian mengalami apa yang dia alami!...” Kata Reinar lalu dia menendang tubuh Diablo sampai menghantam para Pangeran Kerajaan Tang.
°°°
Tingkatan Penyihir :
- Grand Mage
- Wizard
- Grand Wizard
- Sorcerer
- Grand Sorcerer
- Magus
- Grand Magus
- Saint Magus
Tingkatan Kultivator Dunia Immortal [Di Atas Tingkat Raja Dewa] :
- Kaisar Dewa
- Dewa Penguasa
- Dewa Surgawi
Tingkatan Kultivator Dunia Surgawi :
- Dewa Sejati
- Dewa Pencipta
Tiap Tingkat Terbagi Menjadi Empat Tahapan :
- Setengah Langkah
- Awal
- Menengah
- Puncak
Beast penghuni Dunia Immortal :
- Demons Beast
- Spirit Beast
- Magical Beast
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya...