
“Bugh....” Seluruh petinggi Kekaisaran Dewa Langit yang menghambat perjalanan Reinar terjatuh dengan memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya, begitu mereka merasakan tekanan dari aura kekuatan Reinar.
“Sial seberapa kuat orang itu?.... Tekanan aura kekuatannya saja sudah sanggup melukaiku dengan cukup parah....” Gumam lirih salah satu petinggi Kekaisaran yang mencoba memulihkan dirinya setelah Reinar masuk kedalam aula Kekaisaran.
Para petinggi Kekaisaran yang terluka tengah memulihkan luka mereka di depan pintu masuk aula Kekaisaran. Terlihat beberapa dari mereka mengalami kesulitan memulihkan luka mereka yang cukup parah. “Sekarang kita semua terluka hanya dengan tekanan aura kekuatannya. Ini membuktikan kalau orang itu sangat kuat, dan kemungkinan dia bisa dengan mudah membunuh kita semua....” Kata salah satu petinggi Kekaisaran yang telah berhasil menyembuhkan seluruh luka dalam yang dia alami.
Para petinggi Kekaisaran yang sebelumnya menghambat perjalanan Reinar, seketika mereka merasakan ketakutan akan kematian yang sewaktu-waktu akan menghampiri mereka. Saat ini mereka semua sadar kalau mereka telah menyinggung orang yang salah.
Salah satu petinggi Kekaisaran yang tak benar-benar tidak ingin kehilangan nyawanya, dengan cepat dia menghancurkan batu giok berwarna merah yang sebelumnya tersimpan di dalam lengan pakaiannya. “Orang itu tidak akan bisa berbuat apa-apa di saat tuan kita datang....” Kata salah satu petinggi Kekaisaran sambil menunjukkan pecahan batu giok berwarna merah yang ada di telapak tangannya.
Petinggi Kekaisaran yang lain tersenyum melihat apa yang baru dilakukan oleh salah satu dari mereka, lalu setelah mereka semua selesai memulihkan diri, mereka mulai memasuki aula Kekaisaran secara bersamaan.
“Akhirnya mereka masuk, dan aku merasakan ada seseorang yang tengah mengawasi tempat ini dari kejauhan....” Kata Reinar dalam hatinya.
Tanpa sepengetahuan orang lain, Reinar langsung membuat aray yang membuat aula Kekaisaran Dewa Langit terlindung dari sosok yang tengah mengawasi dari kejauhan. “Aku mau lihat, apa yang akan dilakukan oleh sosok itu setelah dia tak dapat melihat apa yang terjadi di tempat ini....” Gumam lirih Reinar yang hanya dapat di dengar oleh Lilia yang ada di sampingnya.
Reinar kemudian mengeluarkan beberapa orang yang dia simpan di cincin penyimpanannya, beserta sebuah kristal memori yang akan menunjukkan bukti orang-orang yang berusaha membebaskan keenam Raja yang saat ini berada di penjara Kekaisaran.
“Tuan, siapa mereka?...., dan apa yang sudah terjadi kepada mereka?....” Tanya Wei Kong yang bangkit dari tempat duduknya begitu melihat Reinar mengeluarkan beberapa mayat dari cincin penyimpanannya.
“Mereka adalah orang-orang yang mencoba membebaskan keenam Raja pengkhianat dari penjara, dan apa yang terjadi pada mereka kalian dapat melihatnya di kristal ini....” Jawab Reinar sambil melemparkan kristal memori di tangannya ke arah Wei Kong.
Wei Kong melihat kristal memori yang ada di tangannya kemudian dia mengalirkan Qi kedalam kristal memori untuk melihat kejadian apa yang tersimpan di dalam kristal memori. “Teknik berpedang dan teknik tombak yang mereka gunakan, entah kenapa aku merasa tidak asing dengan teknik-teknik yang mereka gunakan!....” Ujar Wei Kong saat melihat kejadian yang tersimpan di kristal memori.
“Bukannya itu teknik pedang keluarga An dan teknik tombak keluarga Li!.... Aku sering melihat kedua teknik itu saat berkunjung ke area latihan kedua kelurga Itu....” Bisikan Wei Jian yang berada di sebelah Wei Kong dan dia juga melihat apa yang di lihat oleh Wei Kong.
Bukan hanya Wei Kong dan Wei Jian yang melihat, tetapi seluruh orang di aula Kekaisaran melihat apa yang mereka lihat, dan para petinggi Kekaisaran yang menjadi orang kepercayaan Wei Jian menyakini kalau teknik pedang dan tombak itu memang milik dua keluarga yang selama ini menentang kekuasaan Wei Jian.
Sementara itu Li Cheng dan An Qire, wajah kedua orang itu mulai memucat saat melihat kejadian di kristal memori yang masih terus berlangsung. “Sial, bagaimana bisa ada alat seperti itu di dunia ini....“ Gumam Li Cheng yang duduk bersebelahan dengan An Qire.
“Apa kita akan ketahuan?....” Bisik An Qire yang terlihat cemas.
“Lebih baik kau diam!.... Sekalipun mereka tahu teknik itu dari keluarga kita, tapi mereka tidak punya bukti yang bisa mereka gunakan untuk mengungkap keterlibatan keluarga kita dalam rencana membebaskan keenam Raja....” Kata Li Cheng dengan suara lirih nya.
An Qire menganggukkan kepalanya. “Semoga saja apa yang kamu katakan benar adanya!.... Orang itu sangat mengerikan, aku khawatir dia telah menemukan bukti yang dapat mengungkap keterlibatan keluarga kita....” Ujar An Qire dengan sudut mata melirik kearah Reinar.
“Tuan benar, mereka benar-benar bodoh!.... Di saat tuan telah memiliki semua bukti, mereka justru mengira tuan tak memiliki bukti yang menunjukkan keterlibatan mereka....” Ujar Lilia yang masih senan tiasa berdiri di sebelah Reinar.
Di tempat Wei Kong, dia telah berhenti mengalirkan energi Qi nya ke kristal memori begitu seluruh kejadian yang tersimpan di dalam kristal memori telah dia lihat. Setelah melihat kejadian yang tersimpan di kristal memori, Wei Kong dan semua orang beralih menatap kedua mayat yang tergeletak di tengah-tengah aula Kekaisaran.
Kedua mayat itu masih menggunakan pakaian yang sama dengan apa yang diperlihatkan kristal memori. Dari darah segar yang masih terlihat di kedua mayat, tidak di ragukan kalau Reinar menyimpan kedua mayat itu tak lama setelah keduanya mati, dan kemungkinan besar kedua mayat itu belum diperiksa oleh Reinar.
“Cucuku, lebih baik kita memeriksa kedua mayat itu!..., dan untuk kalian semua, jangan ada satupun dari kalian yang meninggalkan tempat ini selama kami memeriksa kedua mayat itu!....” Kata Wei Kong tegas dengan sorot mata tajam menatap seluruh petinggi Kekaisaran yang berada di aula Kekaisaran.
“Kalian tidak perlu memeriksa mereka karena aku punya bukti yang kalian cari!....” Kata Reinar sambil melangkah maju mendekati Wei Jian lalu dia menyerahkan dua buah gulungan kertas kepadanya.
Segera saja Wei Jian membuka gulungan kertas yang baru diberikan Reinar kepadanya. Dia membaca isi dari kedua gulungan kertas itu secara bergantian. Terlihat wajah Wei Jian menggelap begitu dia selesai membaca isi dari dua gulungan kertas yang diberikan oleh Reinar.
Keringat dingin mulai membasahi tubuh Li Cheng dan An Qire begitu mereka melihat ekspresi wajah Wei Jian. Keduanya merasakan firasat buruk saat aura kekuatan yang berasal dari tubuh Wei Jian mengarah kepada mereka.
Sampai akhirnya firasat buruk keduanya terjawab saat suara berat Wei Jian terdengar di seluruh aula Kekaisaran. “Aku tidak menyangka akan ada orang yang diam-diam ingin menjatuhkan Kekaisaran ini!....”
Segera aura kuat yang keluar dari tubuh Wei Jian menyelimuti aula Kekaisaran, dan aura kekuatan itu langsung mengarah kepada Li Cheng dan An Qire. Kedua orang itu segera mengeluarkan aura kekuatan mereka untuk menahan aura kekuatan Wei Jian yang mencoba menekan tubuh mereka.
Selain kedua orang itu, ada beberapa petinggi Kekaisaran Dewa Langit yang juga mengeluarkan aura kekuatan mereka untuk menekan balik aura kekuatan yang dikeluarkan oleh Wei Jian, seolah menunjukkan kalau mereka berada di sisi yang bersebelahan dengan Wei Jian.
Wei Jian tersenyum melihat lebih dari separuh petinggi Kekaisarannya yang bukan menggunakan aura kekuatan mereka untuk bertahan, tetapi para petingi Kekaisarannya itu justru menggunakan aura kekuatan mereka untuk melawannya.
“Aku baru tahu kalau kalian saling bekerjasama dengan keenam Raja itu untuk menjatuhkan Kekaisaran ini. Aku penasaran, apa yang sebenarnya menjadi keinginan kalian sampai kalian ingin menjatuhkan Kekaisaran ini?....” Kata Wei Jian sambil meningkatkan aura kekuatan yang keluar dari tubuhnya.
Semua petinggi Kekaisaran yang berseberangan dengan Wei Jian sejenak terdiam, tetapi tak lama mereka tersenyum dengan tatapan remeh yang mereka tujukan kepada Wei Jian dan orang-orang nya. “Siapa juga di Dunia ini yang ingin di pimpin oleh Kaisar lemah sepertimu?....” Balas Li Cheng yang terlihat arogan setelah dia merasakan aura tuannya mendekati tempatnya.
Reinar tiba-tiba mengangkat tangannya saat Wei Jian ingin mengatakan sesuatusesuatu kepada Li Cheng. “Kau lebih baik keluar daripada aku yang memaksa mu keluar!....” Kata Reinar dan tak lama muncul sosok pria berjubah merah tepat di hadapan Li Cheng.
Pria berjubah merah tersenyum saat bertatap muka dengan Reinar. “Kamu cukup hebat dapat mengetahui keberadaan ku, tetapi kamu tak akan selamat dari kematian setelah bertemu denganku....“ Ujarnya.
°°°
Jangan lupa like, vote, serta komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....