
* Jangan lupa kasih 👍
* Rate ⭐ 5
* Vote / Kado seikhlasnya 😊
* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...
* Terimakasih.....😊😊
***
Di aula Kekaisaran Gloria tengah di lakukan pemberian hadiah pada seluruh juata kompetisi yang diadakan di kota Glory. Untuk juara kompetisi berburu dan kompetisi para wanita, mereka telah mendapatkan hadiah sesuai yang telah di janjikan pihak Kekaisaran, dan kini giliran tiga orang juara kompetisi beladiri yang akan mendapatkan hadiah.
Saat ini semua pasang mata sedang memperhatikan tiga juara kompetisi beladiri yang ada di depan mereka, terutama perhatian mereka tertuju pada sosok pemuda berambut hitam keperakan yang tak lain ialah Reinar. Para bangsawan ingin menarik ketiga juara untuk berdiri di sisi mereka, tapi tentu pihak Kekaisaran tak akan semudah itu melepaskan orang-orang kuat dari genggaman mereka.
Kaisar Octavius, Kaisar ke tiga puluh Kekaisaran Gloria datang menghampiri ketiga juara kompetisi beladiri dengan di dampingi Jenderal Antonio. “Selamat, kalian bertiga memang pantas menyandang gelar sebagai juara.” Kata Kaisar.
“Terimakasih yang mulia.” Balas dua pria di sebelah Reinar sambil membungkukkan badan, sedangkan Reinar, dia hanya sedikit menundukkan kepalanya.
Para petinggi Kekaisaran yang melihat sikap Reinar, mereka ingin menegurnya, tapi saat melihat Kaisar membiarkan sikapnya, semua orang tak ada yang berani bersuara. Terlihat para petinggi sangat patuh dan takut pada Kaisar. Bagaimanapun juga Kaisar adalah orang terkuat di Kekaisaran Gloria, dan hanya mencari mati jika berani menyinggungnya.
Siapa di Kekaisaran Gloria yang tidak mengetahui sifat Kaisar. Dia adalah Kaisar yang kejam pada musuh, tapi dia juga Kaisar yang selalu merangkul orang-orang yang tidak mencari masalah dengannya.
Setelah sedikit berbasa-basi, Kaisar menyuruh Jenderalnya mengambil hadiah yang akan dia serahkan pada tiga juara kompetisi beladiri.
Kaisar memberikan 20.000 coint emas dan sebuah buku skill tingkat menengah pada juara ketiga. Untuk juara kedua, Kaisar memberikan 30.000 coin emas dan sebuah buku skill tingkat menengah, dan terakhir untuk juara pertama, Kaisar tak langsung memberikan hadiahnya, tapi dia lebih dulu menawarkan sesuatu yang menggiurkan untuk Reinar.
“Anak muda, selain hadiah yang telah di janjikan pihak Kekaisaran, aku akan memberimu satu hadiah lagi, tapi kamu harus memilih salah satu hadiah dari dua pilihan hadiah.” Kata Kaisar.
Mendengar perkataan Kaisar, Reinar sedikit mengerutkan keningnya, dan menatap heran pada sosok Kaisar yang ada di depannya. Dia akan mendapatkan satu hadiah tambahan, tapi dia harus memilih dari dua pilihan hadiah. Padahal sebenarnya dia benar-benar tidak membutuhkan hadiah yang akan di berikan padanya.
“Yang mulia, aku akan memilih salah satu hadiah yang akan engkau berikan, tapi jika hadiah itu tidak menarik, terpaksa hadiah itu aku tolak.”
“Kau bebas menerima atau menolaknya, tapi aku yakin jika kamu akan memilih salah satu dari hadiah yang akan aku berikan.”
Diam-diam, Putri Shania, satu dari sepuluh putri Kaisar tersenyum saat mendengar apa yang di katakan Kausar. Biarpun di jadikan sebuah hadiah layaknya barang, Putri Shania tetaplah senang, karena dia akan selalu dekat dengan pemuda yang telah mencuri perhatiannya sejak pertama kali melihatnya.
Terlihat senyum di bibir mungil gadis itu semakin melebar saat Kaisar menyerahkan dua gulungan kertas hadiah yang salah satunya akan dia pilih.
“Kebetulan, salah satu putriku tertarik padamu, jadi sekalian aku menjadikannya salah satu hadiah yang bisa kamu pilih.” Kaisar menoleh dan menatap putri Shania yang tengah tersenyum kearahnya.
Reinar melirik kearah putri Kaisar yang sedang dia tatap. Merasa sedang di tatap Reinar, putri Shania terlihat malu-malu, tapi setelahnya dia tersenyum kearah Reinar.
“Aku rasa kalian akan menjadi pasangan yang cocok.” Kata Kaisar.
Reinar yang mendengarnya hanya diam tak memberi jawaban, dan dia lebih fokus membuka dua gulungan di tangannya.
Isi gulungan yang pertama sudah Reinar ketahui, tapi saat membaca tulisan di gulungan kedua, Reinar hanya menggelengkan kepalanya. “Aku ingin menjadi seorang Kaisar, mana mungkin aku menerima jabatan sebagai seorang Jenderal.” Batin Reinar menggulung kembali gulungan kertas yang baru selesai dia baca.
Reinar menyerahkan kembali gulungan kertas yang kedua pada Kaisar. “Maaf Yang Mulia, aku rasa jabatan seorang Jenderal belum layak untuk ku. Aku masih terlalu muda untuk mengemban tanggungjawab besar seorang Jenderal Kekaisaran.” Ujar Reinar.
Putri Shania merasa senang melihat Reinar menolak hadiah di gulungan pertama, tapi dia juga masih khawatir dengan keputusan yang akan di ambil Reinar.
“Lalu bagaimana dengan hadiah di gulungan pertama, apa kau menerimanya?.” Tanya Kaisar, dan banyak orang menunggu jawaban dari Reinar.
Kaisar yang sudah melihat sendiri kemampuan Reinar, dia tak ragu menikahkan Reinar dengan salah satu putrinya, apa lagi setelah mengetahui salah satu putrinya tertarik dengan Reinar. Putri Shania adalah kecantikan nomor satu di Kekaisaran Gloria, akan sulit bagi siapapun untuk menolak keindahan sang putri.
“Soal hadiah di gulungan pertama, aku tidak menolak apa yang tertulis di gulungan ini, tapi aku belum ingin menerimanya. Untuk saat ini aku belum menginginkan seorang pendamping hidup. Masih ada impian yang harus aku raih, tapi jika putri sabar menunggu, mungkin suatu hari aku akan datang untuk menjemputnya.” Jawab Reinar beserta alasannya.
Kaisar menganggukkan kepalanya. “Baiklah jika itu keputusanmu, dan setelahnya akan aku serahkan semua keputusan pada kalian berdua.” Kata Kaisar sedikit merasa kecewa.
Putri Shania juga merasa kecewa, tapi selagi ada harapan, dia tak akan mundur. “Aku akan menunggu kedatangan mu sampai kapanpun.” Batin putri Shania.
Akhirnya Reinar hanya menerima hadiah yang sejak awal sudah di janjikan oleh pihak Kekaisaran. 50.000 coin emas, dan sebuah buku skill tingkat tinggi telah Kaisar serahkan pada Reinar.
“Yang Mulia, terimakasih atas hadiahnya.” Kata Reinar dan kedua juara lainnya.
“Aku juga berterimakasih karena kalian benar-benar membuatku terhibur.” Balas Kaisar.
***
Setelah keluar dari aula Kekaisaran, Reinar langsung berpisah dari dua orang lainnya, dan dia segera pergi ke sudut istana yang cukup sepi.
“Keluarlah, aku tahu kau mengikutiku sejak tadi!.” Kata Reinar.
Mendengar itu, sosok orang bertopeng muncul dan menyerahkan sebuah gulungan kertas pada Reibar, dan setelahnya orang bertopeng itu pergi menghilang.
Merasa tak lagi ada yang mengawasinya, Reinar membuka gulungan kertas di tangannya, dan membaca tulisan yang ada di dalamnya.
Senyum Reinar mengembang setelah dia selesai membaca isi gulungan kertas. “Menarik, sepertinya aku bisa memanfaatkannya untuk mengambil alih beberapa kota di Kekaisaran Gloria yang tak terurus.”
***
*** Lanjut....***