
Wajah Shen Li Quan terlihat jelek saat mendengar bagaimana cara Reinar memanggilnya.
Dirinya adalah penguasa dari tiga Dunia. Sebagai eksistensinya penguasa tiga Dunia, dirinya selalu dihormati, dan dipandang tinggi di manapun dia berada. Tetapi di depan putranya, jangankan sebuah penghormatan, bahkan putranya sendiri justru memandang rendah kearah dirinya.
Sosok yang ditakuti seluruh penghuni Dunia Surgawi, kini terlihat seperti sampah masyarakat di depan putranya. Kekuatan yang selalu membuatnya terlihat arogan, sama sekali tak di anggap saat dia di hadapkan dengan putranya yang jauh lebih arogan dari dirinya.
Putranya memang jauh lebih lemah darinya, tetapi dia tidak tidak punya niatan untuk memancing keributan dengan putranya sendiri. Dengan hanya lambaian tangannya, dia bisa saja membuat putranya terluka parah, tetapi setelah itu mungkin dirinya tak akan lagi bisa hidup dengan tenang. Hari-harinya akan seperti di dalam neraka, dan mati akan jauh lebih baik baginya daripada hidup.
Shen Li Quan masih terdiam di tempatnya sambil melihat Reinar yang tak jauh darinya. Seharusnya hari ini bukan waktu yang tepat untuknya bertemu dengan Reinar, tetapi gara-gara kedua putri nakalnya dia harus lebih cepat menemui putranya.
Dia hanya bisa menghela nafas panjang saat melihat kedua putri, dan putranya. Jika yang dua memiliki sikap nakal tetapi masih menghormatinya, putranya benar-benar tak menaruh keberadaannya di matanya. Entah apa yang harus dia lakukan untuk membuat putranya sedikit menganggap keberadaannya.
“Sudahlah, tujuanku kemari hanya untuk menyerahkan apa yang seharusnya memang kamu miliki. Untuk banyak hal yang ingin kamu ketahui, biar kedua kakak mu yang memberikan penjelasannya...” Shen Li Quan melemparkan sebuah cincin kepada Reinar, dan setelah itu dia bersiap pergi.
Reinar sebenarnya tidak peduli dengan pemberian Shen Li Quan, tetapi dia tetap menangkap pemberiannya. “Daripada mempedulikan ku, ada orang yang lebih membutuhkan perhatian mu!...” Kata Reinar sebelum Shen Li Quan menghilang dari tempatnya.
Shen Li Quan tahu siapa orang yang di maksud oleh Reinar, tetapi dia belum juga punya keberanian untuk menemui orang itu, walau orang itulah yang selama ini sangat ingin dia temui selain putranya.
Reinar melihat cincin pemberian Ayahnya, lalu dia melihat Chu Zhia dan Chu Zhu untuk meminta penjelasan yang lebih rinci dari mereka. Dia sangat penasaran bagaimana bisa kedua kakaknya ini menjadi prajurit di Kekaisaran Dong Ma, dan tentunya Reinar kini juga tahu, kalau sejak awal pertemuannya dengan kedua kakaknya, dia telah masuk kedalam permainan yang susah mereka berdua persiapkan.
Setelah kepergian Shen Li Quan, Chu Zhia dan Chu Zhu mulai menjelaskan semua yang ingin Reinar ketahui, termasuk bagaimana mereka bisa berada di Kekaisaran Dong Ma, dan alasan mereka menyamarkan diri sebagai prajurit Kekaisaran.
“Kami mendapatkan tugas dari Ibu Chu Hua untuk mencari keberadaan salah satu Jenderal Ras Iblis Kuno, yang kemungkinan menyembunyikan dirinya di Istana Kekaisaran Dong Ma setelah dia membuat kerusuhan di Istana Surgawi. Karena kami tidak ingin membuat keributan di Kekaisaran Dong Ma, terpaksa kami menyamarkan diri sebagai prajurit Kekaisaran, dan akhirnya kami mulai menemukan titik terang dari keberadaan orang yang kami cari...” Ujar Chu Zhia.
Chu Zhu kemudian melanjutkan apa yang belum Chu Zhia selesaikan. “Ibu Chu Hua juga menyuruh kami untuk menemukanmu, tetapi karena kami belum berhasil menangkap orang itu, kami sepakat menunda mencari keberadaan mu..."
“Tetapi siapa yang menyangka, kamu justru lebih dulu bertemu dengan kami, dan maaf kami telah mengerjai mu dan juga dua adik imut kami...” Chu Zhia dan Chu Zhu bergantian mencubit pipi Yang Yifei dan Qinyu yang terlihat begitu imut bagi mereka.
Reinar yang tengah mendengar penjelasan mereka berdua hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah kekanak-kanakan mereka berdua yang tak lain adalah kakaknya. Dia tahu kalau Yang Yifei dan Qinyu sangatlah imut, tetapi tingkah kedua kakaknya yang baru baru mencubit kedua istrinya justru membuat mereka berdua terlihat layaknya anak-anak yang baru mendapatkan mainan baru.
Yang Yifei dan Qinyu bersembunyi di belakang Reinar karena Chu Zhia dan Chu Zhu terus mencubit pipi mereka sampai memerah. “Padahal kalian sendiri juga imut, kenapa juga merasa kalau ada orang lain yang lebih imut dari kalian?...” Kini giliran Reina mencubit kedua pipi kakaknya lalu tak lama semua orang di ruangan itu tertawa kecuali Reinar yang hanya tersenyum.
°°°
Di sebuah kamar seorang pria dengan pupil mata berwarna hitam pekat tengah menikmati kehangatan dari empat wanita yang berlomba memberikan kenikmatan dan kepuasan kepadanya.
Barnard menatap empat wanita yang memiliki tubuh sempurna dengan dada bulat besar yang nyaman untuk dia pegang. Setelah puas bermain dengan bagian atas para wanitanya, dia mulai menyuruh keempat wanita itu memberikan kepuasan yang sebenarnya kepadanya.
“Aku menginginkan milik kalian!... Puaskan aku dan aku berjanji akan memberikan harta yang tak akan pernah habis sampai kematian kalian...” Kata Barnard sambil memegang benda tumpul miliknya, dan setelahnya para wanita mulai mengantre untuk memberikan kenikmatan serta kepuasan kepadanya.
Suara jeritan dan rintihan para wanita silih berganti terdengar dari kamar yang di tempati Barnard, dan suara itu baru berhenti setelah lima jam terus terdengar tanpa henti. Begitu suara jeritan dan rintihan wanita yang merasa terpuaskan terhenti, tak lama kemudian terdengar jeritan yang menyayat hati saat Barnard membunuh empat wanita yang baru memberikan kesucian mereka kepada dirinya.
Barnard menjilat pedangnya yang telah berlumuran darah segar. “Para manusia memang sangatlah bod*h, hanya dengan membantu sedikit menaikkan kekuatan yang mereka miliki, dengan suka rela mereka memberiku para gadis yang masih suci untuk meningkatkan kekuatanku...” Ujar Barnard yang merasa kekuatannya semakin bertambah setelah dia merenggut kesucian wanita.
Barnard kembali memakai jubahnya, dan setelah itu dia memanggil prajurit yang berjaga di luar kamarnya untuk membereskan empat mayat gadis muda yang kini tak lagi layak untuk di lihat oleh orang yang takut akan warna merah darah.
Meninggalkan ruang kamarnya yang tengah di bersihkan, Barnard pergi menuju tempat para Selir Kaisar Kekaisaran Dong Ma, untuk mencari kepuasan lainnya bersama Selir muda yang jarang di sentuh oleh sang Kaisar.
“Tuan, kita telah kehilangan lima orang yang telah kita tanami inti kehidupan Ras kita!...” Kata sosok yang tengah berlutut sambil menundukkan kepalanya di hadapan Barnard.
Kerutan muncul di kening Barnard saat dia mendengar apa yang di katakan oleh sosok yang ada di hadapannya. “Kehilangan?... Apa maksudmu dengan kehilangan beberapa orang?...” Tanya Barnard penasaran.
Sosok di depan Barnard menunjukkan empat bola kristal yang semuanya terbelah menjadi dua bagian. “Seorang kepala prajurit dan empat prajurit bawahannya yang telah di tanami inti kehidupan Ras kita ditemukan mati di tempat yang jauh dari keramaian Kota Danau Biru...” Kata sosok di depan Barnard menyelesaikan laporannya.
Ledakan aura Ras Iblis Kuno merembes keluar dari tubuh Barnard yang tengah dilanda kemarahan, setelah mendengar laporan dari sosok yang ada di hadapannya. Barnard sendiri adalah salah satu Jenderal Ras Iblis Kuno yang selamat setelah mengacau di Istana Surgawi. Walau selamat, dia tak lepas dari luka parah yang hampir merenggut nyawanya.
Beruntung prajurit yang ikut bersamanya berhasil mengobati luka yang dia miliki, lalu bersama-sama dia dan prajuritnya yang selamat pergi ke Dunia Immortal untuk menghindari prajurit Istana Surgawi yang terus mencari keberadaan mereka.
Saat sampai di Dunia Immortal, dia membawa serta seribu inti kehidupan Ras Iblis Kuno yang dia simpan di dalam cincin penyimpanannya. Rencananya dia akan menggunakan inti kehidupan itu untuk membuat pasukan Ras Iblis Kuno yang akan membantunya menjadi penguasa tunggal di Dunia Immortal.
Dengan mengabdikan dirinya sebagai salah satu Jenderal Kekaisaran Dong Ma, membuat Barnard dengan cepat berhasil menemukan seribu sosok manusia yang cocok dia tanami inti kehidupan Ras Iblis Kuno, tetapi kini setelah satu tahun berlalu dia harus kehilangan lima dari mereka, dan itu adalah sebuah kerugian yang tak mungkin dapat ditanggulangi.
“Apa kau sudah menyelidiki siapa sekiranya yang berani membunuh orang-orang yang berada di bawah kepemimpinan ku?..” Tanya Barnard pada sosok yang masih berlutut di hadapannya.
“Tuan, ada saksi mata yang mengatakan kalau kelima orang itu sebelumnya pergi bersama dua orang prajurit wanita tak lama sebelum kita menemukan keberadaan mereka yang sudah menjadi mayat. Orang-orang yang kita miliki telah mengetahui identitas dari kedua wanita itu dan saat ini mereka telah menuju ke kediamannya...”
“Kalau kedua wanita itu memang pelakunya, seret keduanya ke hadapan ku, dan biarkan aku sendiri yang memberikan hukuman kepada mereka!...” Kata Barnard lalu dia meminta sosok yang ada di depannya untuk segera pergi menjalankan perintahnya.
°°°
“Mengganggu saja!...” Kata Reinar setelah membunuh delapan sosok yang mendatangi kediaman kakaknya dengan niatan buruk.
“Kamu bahkan tidak membiarkan kami untuk membunuh salah satu dari mereka!...” Ujar Chu Zhia memprotes Reinar yang tak membiarkan dirinya membunuh satu pun dari delapan sosok yang mencoba menerobos masuk ke dalam kediamannya.
Sambil tersenyum Reinar berkata pada Chu Zhia. “Mereka terlalu lemah untuk menjadi musuh yang bisa dibagi-bagi, tetapi kakak tidak perlu marah, kerena aku menemukan benda ini di dalam tubuh mereka, dan aku yakin benda ini akan membuat mu senang...” Reinar melempar bola kristal berwarna hitam yang sudah terbelah menjadi dua ke arah Chu Zhia.
Dalam sekali melihat, Chu Zhia tahu bola kristal apa yang baru dilemparkan Reinar ke arahnya. “Inti kehidupan Ras Iblis Kuno!... Hohoho... Sepertinya mereka sedang membangun kekuatan baru di Kekaisaran ini, tetapi sayang kekuatan itu tak akan pernah terwujud karena aku akan lebih dulu meniadakan keberadaan mereka!...” Kata Chu Zhia sambil meremas hancur bola kristal yang ada di tangannya.
“Kenapa di hancurkan?... Padahal aku bisa memperbaikinya...” Kata Reinar yang kini hanya memiliki tujuh bola kristal inti jiwa Ras Iblis Kuno yang telah dia simpan kedalam cincin penyimpanannya.
“Memperbaiki inti kehidupan yang sudah rusak?... Apa kamu sedang bercanda?...” Chu Zhia tentu tidak mempercayai apa yang dikatakan Reinar, karena inti jiwa yang sudah rusak atau hancur, tentu akan membuat mati jiwa yang ada di dalamnya, dan tentunya tidak akan bisa di perbaiki.
“Aku tidak sedang bercanda, dan inti jiwa yang sudah rusak memang bisa diperbaiki...” Reinar lalu memberikan satu inti jiwa yang sudah selesai dia perbaiki kepada Chu Zhia.
Mata Chu Zhia membulat sempurna saat melihat inti jiwa yang telah hancur kini telah kembali utuh dan terdapat jiwa di dalamnya. Bukan hanya melihat inti jiwa yang berhasil diperbaiki, tetapi Chu Zhia juga melihat inti jiwa yang selama ini dapat dikatakan telah musnah.
“I.. ini!... Bagaimana bisa?... Bukannya ini inti jiwa Ras Iblis Legendaris yang konon katanya telah musnah dari seluruh jagat raya!...”
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...