
Reinar, Qinyu, dan dua orang lainnya telah berhasil meningkatkan kekuatan setelah semalaman menyerap energi yang ada di dalam kristal Spirit Beast. Mereka berempat langsung meningkat dua tingkat dari kekuatan mereka yang sebelumnya, dan itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa.
Bukan hanya dua tingkat, Jasmin dan Rose bahkan kekuatannya meningkat sampai ke tingkat Raja Dewa menengah hanya dalam satu malam. Jika saja keluarga mereka melihat perkembangan kedua putrinya, mungkin mereka akan menyesal karena telah membuang kedua putri mereka.
Tapi, Jasmin dan Rose terlihat belum merasa puas dengan perkembangan kekuatan yang mereka miliki. Mereka ingin lebih kuat lagi supaya dapat lebih berguna untuk tuan dan nona mereka. Walaupun tidak bisa melebihi kekuatan mereka berdua, Jasmin dan Rose setidaknya berharap bisa cukup kuat untuk membantu mereka.
“Hanya dalam waktu satu malam, mereka berempat dapat meningkatkan kekuatan sampai dua tingkatan, bahkan kedua wanita itu berhasil menerobos sampai ke tingkat Raja Dewa menengah!...” Kata Yang Zi yang tidak akan mempercayai ada seorang kultivator tingkat Kaisar Dewa yang berhasil menerobos dua kali dalam semalam, kalau saja dia tidak melihatnya secara langsung.
Yang Mi juga satu pemikiran dengan kakaknya. “Aku rasa mereka bukanlah manusia biasa, setidaknya mereka bagian daru Ras yang lebih unggul dari Ras Manusia...” Ujar Yang Mi.
Mereka berdua merupakan ahli di tingkat Dewa Penguasa puncak, dan keduanya adalah murid Patriak Sekte Mawar Putih. Selain menjadi Sekte yang mengajar para kultivator, Sekte Mawar Putih juga merupakan nama sebuah Akademi yang mengajar para penyihir.
Sementara itu di tempat Reinar yang tengah mencoba kekuatan barunya, dia dapat merasakan suasana hutan yang lebih ramai dari hari pertama disaat dia untuk pertama kalinya memasuki wilayah Hutan Roh.
Reinar sedikit merasakan kekhawatiran dengan perubahan suasana yang terjadi dengan begitu cepat.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak dia inginkan terjadi, Reinar segera membuat empat tubuh bayangan dan menyuruh mereka pergi mengawasi keadaan hutan.
Tidak jauh dari tempat Reinar, Qinyu yang juga merasakan keanehan pergi menghampirinya dan mengatakan apa yang dia rasakan. Reinar mendengar apa yang dikatakan Qinyu, dan apa yang dikatakan Qinyu sama dengan apa yang tengah dia rasakan.
Reinar lalu menatap Qinyu sambil menunjukkan senyumannya. “Sekarang kamu tenang saja, aku sudah menyebar empat tubuh bayangan ku untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di hutan ini...” Ujar Reinar lalu dia memeluk pinggang Qinyu dari arah samping.
Di sisi lain, Qinyu seketika merasa tenang saat berada di dekat Reinar. “Suamiku, auramu benar-benar membuatku nyaman. Sampai kapanpun aku ingin terus berada di dekatmu...”
Mendengar itu Reinar kembali tersenyum dan sedikit dia mempererat pelukannya. Dia lalu menoleh kearah Qinyu dan sedikit menundukkan kepalanya. “Sampai kapanpun aku juga akan terus bersamamu...”
Qinyu langsung mencium bibir Reinar yang tepat berada di depan bibirnya begitu dia menyelesaikan perkataannya. Mereka hanya saling membalas ciuman tanpa niatan untuk melanjutkan ke adegan yang lebih panas, karena mereka berdua sadar akan keberadaan orang lain di sekitar mereka.
Reinar melepas pelukan di pinggang Qinyu, dan dia kembali melakukan uji coba kekuatan barunya dengan melawan Spirit Beast tingkat Dewa Bumi puncak yang terus berdatangan ke tempatnya.
Dengan sangat mudah, Reinar dapat membunuh setiap Spirit Beast yang datang mendekatinya. “Dengan kekuatanku yang sekarang, aku akan dapat mengalahkan mereka yang ada di tingkat Dewa Penguasa puncak dengan seluruh kekuatan ku...” Kata Reinar lirih sambil memukul Spirit Beast terakhir yang datang ke tempatnya.
Reinar sejenak beristirahat, sejak pagi dia sudah melakukan pertarungan, dan kini dia ingin memulihkan kekuatannya sebelum kembali menjelajahi wilayah Hutan Roh.
Saat Reinar memulihkan kekuatannya, kini giliran Qinyu, Jasmin dan Rose yang menguji kekuatan baru mereka. Mereka bertiga membunuh seluruh Spirit Beast yang datang mendekat. Sebelumnya Jasmin dan Rose sempat ketakutan saat menginjakkan kaki di wilayah Hutan Roh, tetapi kini mereka terlihat sangat menikmati membunuh Spirit Beast yang terus mendatangi mereka.
Mereka mengabaikan keberadaan kristal Spirit Beast yang ada di dalam tubuh Spirit Beast yang mereka bunuh. Ketiganya lebih memilih membunuh sebanyak mungkin Spirit Beast yang datang kearah mereka.
Saat memulihkan kekuatannya, samar-samar Reinar dapat merasakan aura kekuatan dari Spirit Beast yang kekuatannya telah berada di tingkat Dewa Surgawi awal. Sementara itu, Qinyu dan dua orang wanita yang bersamanya, mereka mendekat ke tempat Reinar saat merasakan aura kuat yang cukup untuk membuat tertekan kekuatan yang mereka miliki.
“Jika memang Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi awal, aku tidak akan membunuhnya, dan mungkin aku akan memeliharanya...” Kata Reinar setelah dia selesai memulihkan kekuatannya.
“Tuan, tolong jangan bercanda disaat seperti ini!... Kalau yang datang benar-benar Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi awal, lebih baik kita pergi menjauh dari tempat ini!... Mereka sangat kuat, dan kita bukan lawan sepadan untuk mereka...” Ujar Jasmin.
“Aku tidak mengatakan kalau kita harus melawannya. Daripada melawannya, bukankah lebih baik kita menjinakkannya dan membuat dia menjadi rekan kita!...” Kata Reinar sambil menatap sesuatu yang meluncur jatuh dari langit.
“Hahahaha... Sepertinya kita kedatangan sang Phoenix petir yang agung!...” Kata Qinyu yang wujud aslinya merupakan Qilin petir, atau bisa dikatakan dia cukup bersahabat baik dengan Spirit Beast jenis Phoenix petir.
Di tempat mereka berempat berdiri, keempatnya dapat merasakan tekanan yang dikeluarkan Phoenix petir yang tengah menatap tajam kearah mereka. Kekuatan Phoenix petir hampir meningkat ke tingkat Dewa Surgawi menengah. Dengan menyatukan kekuatan mereka berempat, mereka tetap akan kalah kalau bertarung dengan Phoenix petir.
Namun saat Reinar dan tiga orang lainnya bersikap waspada, Phoenix petir tiba-tiba berubah ke wujud manusianya yang merupakan sosok pria tampan dan terlihat angkuh.
Sejenak Jasmin dan Rose terpukau dengan penampilan wujud manusianya Phoenix petir, tetapi setelah mereka melihat wajah Reinar, mereka segera sadar kalau wajah tuan mereka lebih memukau dari wajah pria yang terlihat begitu angkuh.
Hu Jintao merupakan salah satu penguasa di wilayah Hutan Roh, dengan wujud Phoenix petir, dia sangat ditakuti oleh seluruh musuhnya, tetapi kini dia merasa aneh saat ada empat sosok yang hanya memiliki sedikit aura ketakutan yang ditujukan kepadanya.
“Ba... Bagaimana mungkin?... Ka... Kau adalah Qilin petir, makhluk yang ditakdirkan untuk menjadi jodohku!...” Suara yang terdengar dari mulut Hu Jintao membuat Qinyu seketika merasa jijik kepadanya.
Ras Qilin akan selalu memilih pasangannya, dan tak pernah ada yang mengatakan kalau dirinya adalah jodoh dari seseorang yang berasal dari Ras Qilin. Mendengar perkataan Hu Jintao, Qinyu langsung dapat menyimpulkan jika dia bukanlah sosok yang baik.
Reinar dan tiga wanita yang bersamanya masih terdiam, tapi mereka sudah menempatkan sosok Hu Jintao sebagai musuh mereka.
“Apa kamu bod*h mengaku-ngaku sebagai jodohku sedangkan aku sudah memiliki suami yang sudah di takdir kan untuk ku?...” Kata Qinyu sambil memeluk lengan Reinar.
Wajah Hu Jintao seketika berubah menjadi jelek setelah mendengar perkataan Qinyu. Hawa membunuh segera keluar dari tubuhnya, dan dia mengarahkan sorot mata penuh kebencian kearah Reinar yang terlihat masih sangat santai walau dihadapkan dengan sosok Hu Jintao yang sangat kuat.
Reinar yang awalnya ingin menjadikan Hu Jintao sebagai rekannya, kini dia dengan cepat merubah tujuannya. Dengan membuka segel aliran mana di tubuhnya, Reinar akan menggunakan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan Hu Jintao, dan setelahnya dia akan mengambil kristal Spirit Beast yang ada didalam tubuh Hu Jintao untuk dia taruh di toko sistem.
Melihat musuhnya yang masih bersikap santai, Hu Jintao merasa marah dan dia bersiap untuk menyerang Reinar, dan setelahnya dia akan membawa apa yang diinginkannya. “Kau hanya makhluk rendahan yang sangat lemah. Lebih baik kau menyerah dan menyerahkan dia padaku, mungkin dengan kamu menyerah, aku hanya akan sedikit memberimu pelajaran...”
Reinar dengan santainya membalas perkataan Hu Jintao. “Kau tidak akan bisa mengambil apa yang sudah menjadi milikku, dan kenapa juga aku harus menyerah disaat aku mampu melawan mu. Jangankan melawan, membunuh mu saja aku pasti bisa melakukannya...”
Hu Jintao tersenyum sinis mendengar balasan Reinar. “Membunuhku?... Makhluk rendah dan lemah sepertimu ingin membunuhku?... Dalam mimpi sekalipun aku akan tetap membunuhmu!...” Kata Hu Jintao meremehkan Reinar.
Reinar menatap Hu Jintao lalu tersenyum. “Maka tetaplah bermimpi!...”
Tepat pada saat Reinar menyelesaikan kata-katanya, dia langsung menghilang dari tempatnya dan tiba-tiba muncul di dekat Hu Jintao dengan tinju yang mengarah pada dada Hu Jintao.
BOOMMM...
Tubuh Hu Jintao terhempas mundur beberapa langkah tapi dia tetap kokoh berdiri dan hanya sedikit merasakan sakit di dadanya.
Melihat Hu Jintao sama sekali tidak terluka, tidak sedikitpun membuat Reinar terkejut. Bagaimanapun juga dengan kekuatannya yang sekarang, dia hanya bisa bertarung imbang dengan Hu Jintao, dan itu juga dia tidak bisa berlama-lama menggunakan kekuatannya yang sekarang.
Ketika menggunakan energi mana dan energi Qi di waktu bersamaan akan membuat tubuhnya lebih cepat lelah, dan karena itu dia hanya punya waktu 30 menit untuk menggunakan seluruh kekuatannya secara bersamaan.
Di sisi lain Hu Jintao cukup terkejut dengan kekuatan yang ditunjukkan Reinar. Dia sangat tahu kalau kekuatan Reinar hanyalah di tingkat Dewa Penguasa awal, tetapi dia berhasil membuatnya merasakan sakit hanya dengan sebuah pukulan ringan.
Hu Jintao tersenyum tetapi dia tetap menganggap remeh Reinar yang telah berhasil membuatnya terkejut. “Kau cukup lumayan, tetapi seharusnya kau tahu apa akibatnya setelah menyinggung makhluk Agung seperti diriku. Hanya kematian lah yang akan kamu dapatkan karena berani menyinggung ku!...” Kata Hu Jintao lalu hanya dalam satu kedipan mata dia telah muncul di hadapan Reinar, dan dia melakukan serangan beruntun kearah Reinar.
Dengan kekuatan penuhnya Reinar berhasil menghindari serangan Hu Jintao. “Sangat kuat!...”
Tangan Reinar terasa mati rasa saat menghadang tinju ataupun tendangan Hu Jintao. Kalau bukan karena kuatnya fisik Ras Immortal, mungkin tangannya akan langsung hancur sejak pertama kali dia menghadang serangan Hu Jintao.
Reinar hanya terus menghindar untuk beberapa saat sambil mencari titik lemah yang dimiliki Hu Jintao. “Sial!... Aku sama sekali tidak bisa menemukan titik lemah di tubuhnya. Semua bagian tubuhnya terlindungi, dan akam sangat sulit untuk menembus perlindungannya...” Kata Reinar membatin dengan kedua mata fokus pada dua tempat yang berbeda.
Hu Jintao yang tak sabaran melihat serangannya terus-menerus dapat di hindari, dia marah dan langsung mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyerang Reinar. “Kau telah membuat seorang penguasa marah!... Banggalah karena kamu akan mati dengan kekuatan penuh ku!...” Teriak Hu Jintao dengan aura kekuatan yang membuat Reinar sulit untuk menggerakkan tubuhnya.
BOOMMM...
Tubuh Reinar terpental puluhan meter saat pukulan Hu Jintao mengenai dengan telak.
Reinar hanya sedikit merasakan sakit dan dia segera kembali bangkit, tetapi belum juga sepenuhnya bangkit, Hu Jintao kembali muncul di dekatnya dan langsung menyerangnya.
Reinar berhasil menghindar dengan teknik teleportasi nya, tetapi dia tak sedikitpun mempunyai niatan untuk melarikan diri. “Kau lah yang sesungguhnya lemah!... Lihat, kekuatan penuh mu bahkan belum mampu untuk membunuhku. Sepertinya aku sudah cukup bermain-main, sekarang waktunya untuk serius...”
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya 😊😊😊....