
Suara pertarungan Reinar dan Hu Jintao dapat terdengar sampai ke wilayah luar Hutan Roh. Suara pertarungan mereka membuat para kultivator ataupun penyihir yang tengah berburu di wilayah luar Hutan Roh lari tunggang-langgang, karena mereka takut akan munculnya sosok kuat yang keluar dari wilayah Hutan Roh.
Sementara itu pertarungan Reinar dan Hu Jintao sendiri telah memporak-porandakan sebagian kecil wilayah Hutan Roh yang menjadi lokasi pertarungan mereka. Pertarungan mereka masih berjalan imbang, tetapi terlihat jelas kalau Reinar sudah mengalami kelelahan setelah mengerahkan seluruh kekuatannya.
“Kau cukup tangguh, tapi kau akan tetap mati di tanganku!...” Hu Jintao berteriak sambil melakukan serangan yang tertuju pada Reinar, tetapi sekali lagi Reinar dapat menghindarinya dan membuatnya semakin marah. Kemarahan membuat konsentrasi Hu Jintao goyah, dan akibatnya sebuh serangan cepat yang dilakukan Reinar tepat mengenai dadanya.
BOOMMM...
Tubuh Hu Jintao terpental puluhan meter dan baru berhenti setelah menghantam sebuah batang pohon yang sangat keras. Hu Jintao batuk dan memuntahkan darah yang menandakan ada organ dalamnya yang mengalami luka.
Memanfaatkan Hu Jintao yang belum bangkit, Reinar kembali menyerang Hu Jintao dengan semua Skill dan Teknik yang telah dia ciptakan.
BOOMMM...
“Aarghh...” Hu Jintao merintih kesakitan saat tubuhnya dihujani serangan Skill dan Teknik yang dikeluarkan oleh Reinar.
Reinar terus melakukan serangan sampai tanah-tanah lembut beterbangan dan membuatnya tidak bisa melihat sosok Hu Jintao. “Sial, ini tidak akan berakhir dengan mudah...” Kata Reinar sambil melompat mundur saat merasakan peningkatan kekuatan Hu Jintao.
Hanya seper sekian detik setelah Reinar melompat mundur, sosok Hu Jintao dalam wujud Phoenix petir nya muncul dan terbang di langit. Mata putih Hu Jintao menatap tajam kearah Reinar bersamaan dengan hujan petir yang membuat Reinar cukup kewalahan untuk menghindarinya.
Di sisi lain, Qinyu ingin merubah wujudnya dan menerkam Hu Jintao yang telah merubah wujudnya menjadi seekor Phoenix petir. Namun belum sempat Qinyu merubah wujudnya, dua gelang di pergelangan Qinyu bersinar dan melesat ke langit bersamaan dengan dua sosok berwarna hitam yang keluar dari bayangan Reinar.
ROOAAAARRRRR...
ROOAAAARRRRR...
Dua Naga Petir dan dua Naga Kegelapan muncul, keempat Naga itu langsung menyerang Hu Jintao yang hanya fokus menyerang Reinar.
Keempat Naga dengan kekuatan di tingkat Dewa Penguasa awal langsung menyerang Hu Jintao dalam waktu bersamaan. Hu Jintao sendiri tidak mengharapkan akan mendapatkan serangan dari empat makhluk yang tidak dia perhitungkan keberadaannya. “Sekumpulan makhluk lemah seperti kalian ingin menyerang ku?... Aku pastikan kalian akan mati seperti orang yang coba kalian lindungi...” Kata Hu Jintao sambil mencoba menghindari serangan empat Naga yang mengarah padanya, tetapi belum juga sempat menghindar, tubuhnya tiba-tiba tidak bisa digerakkan saat sebuah aura membuatnya tertekan, bahkan tubuh besarnya langsung jatuh menghantam tanah.
Reinar menatap tajam Hu Jintao dengan aura Kaisar Naga Penguasa yang keluar dari dalam tubuhnya. “Jangan melupakan aku, karena akulah yang akan membunuh mu!...” Reinar melesat terbang ke atas, dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, dia mengarahkan serangan terkuatnya menuju dada Hu Jintao tempat kristal Spirit Beast miliknya berada.
Bukan hanya Reinar yang maju menyerang, keempat naga yang berpencar ke berbagai arah, secara bersamaan mereka melesat ke arah Hu Jintao dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki.
Sebagai sosok yang telah hidup selama jutaan tahun, Hu Jintao tahu kalau dia akan kalah, dan sudah sangat terlambat untuk melarikan diri dari semua serangan yang menuju ke arahnya.
Dalam wujud Phoenix Petir, Hu Jintao hanya bisa menunjukkan senyum kecut nya menyadari kebodohannya sendiri yang telah menganggap lemah kekuatan musuhnya.
Dengan di saksikan oleh beberapa sosok yang sejak tadi hanya melihat pertarungan Hu Jintao dengan Reinar dan keempat Naganya, tubub Hu Jintao terbelah menjadi beberapa bagian dan tak lama tubuh yang tak bernyawa itu jatuh menghantam tanah.
Sebenarnya Hu Jintao bisa menang dengan mudah sejak awak andai saja dia tidak meremehkan musuhnya. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, Hu Jintao telah mati di tangan musuh yang sudah dia remehkan.
Selesai pertarungan, Reinar membiarkan keempat Naganya kembali ke tempat mereka dapat melanjutkan menyerap energi yang di Dunia Immortal untuk meningkatkan kekuatan mereka. Kedua Naga Kegelapan kembali masuk ke bayang-bayang Reinar, sementara kedua Naga Petir kembali berubah menjadi gelang yang melingkar di lengan Qinyu.
Qinyu muncul di dekat Reinar setelah keempat naga kembali ke tempat mereka. “Istirahatlah, aku tahu kamu sangat lelah!...”
“Bagaimana aku bisa istirahat dengan tenang di saat aku masih terlalu lemah untuk menjadi pelindung kalian semu?...” Kata Reinar yang merasa dirinya masih terlalu lemah.
Qinyu hanya tersenyum lalu dia membawa Reinar ke tempat yang nyaman untuk istirahat. Di saat yang bersamaan, Jasmin dan Rose tengah memotong tubuh Hu Jintao. Mereka mencari bagian-bagian tertentu dari tubuh Spirit Beast jenis Phoenix yang bisa meningkatkan kekuatan saat di makan.
Reinar dapat melihat tumpukan daging di dekatnya setelah Jasmin dan Rose menyelesaikan apa yang mereka cari. Selain daging, ada juga tulang dan organ dalam yang kini sepenuhnya menjadi milik Jasmin dan Rose.
Reinar dan Qinyu tidak terlalu membutuhkan itu semua, karena itu mereka membiarkan Jasmin dan Rose memiliki semua itu, tetapi mereka harus membaginya sama rata.
Kristal Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi awal telah Reinar letakkan di toko sistem, dan kini setiap satu minggu sekali toko sistem akan menyediakan untuknya sebanyak 20 kristal Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi awal.
Reinar mengambil dua kristal Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi awal dari toko sistem dan memberikannya kepada Qinyu. “Serap energi di kedua kristal ini untuk meningkatkan kekuatanmu!... Dengan kedua kristal ini mungkin kamu bisa menerobos ke tingkat Dewa Penguasa menengah...”
Qinyu tak lagi terkejut saat Reinar dapat mengeluarkan dua kristal Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi awal setelah mengambil kristal Spirit Beast dari tubuh Hu Jintao. Sebelumnya Reinar sudah melakukan itu, dan dia juga menjelaskan kalau itu adalah bagian dari Skill khusus yang hanya dimiliki olehnya.
Jadilah mereka berdua menyerap energi yang ada di dalam kristal Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi awal, sementara itu Jasmin dan Rose juga mulai meningkatkan kekuatannya dengan mengkonsumsi daging Hu Jintao yang terlebih dahulu mereka olah dengan cara membakarnya.
°°°
Di dalam ruangan gua, Qinyu yang dalam keadaan tanpa busana turun dari tubuh Reinar dengan keringat yang masih mengalir deras membasahi tubuhnya. Hal yang sama juga terlihat pada tubuh Reinar yang juga banjir dengan keringat.
Cairan kental berwarna putih mengalir turun dari pangkal paha Qinyu saat dia berdiri. Dengan senyum genitnya dia memegang milik Reinar yang masih saja terlihat siap kembali bertarung walau sudah setengah malam dia memuaskannya. “Sepertinya aku akan meminta Jasmin dan Rose untuk membantuku membuat benda ini tertidur...” Kata Qinyu sambil menggerakkan tangannya.
Reinar tentu menolak rencana Qinyu, dan dia lebih memilih melakukannya lagi dengan satu-satunya istri yang saat ini pergi bersamanya. Dengan senyum menyeramkan Reinar menarik tubub Qinyu lalu menindihnya, dan tak lama dia kembali membuat suara merdu keluar dari mulut Qinyu.
Pergulatan mereka berlangsung hingga tiga jam, dan akhirnya mereka merasa terpuaskan setelah matahari mulai mengintip dari ufuk timur. Sedangkan di ruangan lainnya yang ada di dalam gua yang sama, Jasmin dan Rose wajahnya masih memerah karena sepanjang malam mereka terus mendengar suara Reinar dan Qinyu yang membuat milik mereka basah.
Ketika matahari sudah cukup tinggi, barulah Reinar dan Qinyu keluar dari ruangannya, dan saat mereka keluar, Jasmin dan Rose telah menyambut mereka dengan beberapa makanan yang mereka masak dengan bumbu seadanya yang mereka temukan di sekitaran gua.
Saat Reinar memakan makanan yang di olah Jasmin dan Rose, sebuah pemikiran tiba-tiba melintas di pikirannya, dan dia merasa apa yang dia pikirkan akan menjadi awal dari pondasi mendirikan kekuasaan di Dunia Immortal. “Membuat Sekte atau Akademi akan sangat sulit untuk terwujud, bagaimana kalau kita memulai semuanya dari membangun sebuah usaha yang akan menghasilkan banyak uang?...” Ungkap Reinar.
Qinyu yang penasaran dengan apa yang di rencanakan suaminya hanya bisa diam dan menunggu apa yang akan disampaikan oleh suaminya.
“Restoran, toko baju, toko herbal, tempat pelelangan, kita bisa membuka semua usaha itu untuk mulai meningkatkan pengaruh kekuatan kita di Dunia Immortal. Saat pengaruh kekuatan kita semakin besar, saat itulah kita akan membangun kekuatan yang lebih besar, dan mungkin saja kekuatan yang kita bangun bisa menyamai kekuatan sebuah Kekaisaran. Saat semua itu terwujud, saat itu juga aku akan membawa mereka menuju Dunia ini...” Ujar Reinar menjelaskan apa yang tengah dia pikirkan.
Tak butuh waktu lama, tiga orang yang ada di sekitar Reinar mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Reinar, dan mereka menganggap rencana itu tidak mustahil untuk diwujudkan. Tetapi mereka harus mencari tempat yang tepat untuk memulai rencana itu.
“Tuan, bagaimana kalau kita memulai semuanya dari wilayah Ras Malaikat?... Banyak kota besar di wilayah kekuasaan Ras Malaikat yang letaknya sangat strategis, tetapi karena tidak adanya hal menarik dari kota-kota itu, jarang pengunjung yang betah berlama-lama tinggal di kota...
Mungkin dengan tuan membangun sesuatu yang menarik di salah satu kota, itu akan dengan cepat memancing banyak orang untuk datang, dan bersamaan dengan itu, orang-orang yang datang dengan sendirinya akan membesarkan nama tuan...” Kata Jasmin.
“Kalau perlu, tuan juga bisa membangun tempat pelatihan tersembunyi untuk melatih pasukan bayangan yang nantinya akan bertugas menjaga seluruh usaha yang tuan miliki...” Imbuh Rose.
Reinar terlihat seperti sedang berpikir. “Itu bukan ide yang buruk. Karena kalian berdua berasal dari wilayah Ras Malaikat, aku rasa tak ada salahnya memulainya dari tempat itu...” Kata Reinar lalu dia tersenyum.
Tak lama mereka berempat telah selesai makan dan bersama-sama keluar dari dalam gua. Saat ini kekuatan Reinar dan Qinyu telah meningkat sampai ke tingkat Dewa Penguasa menengah, sedangkan untuk Jasmin dan Rose, kekuatan mereka telah berada di puncak tingkat Raja Dewa.
Dengan kekuatan yang saat ini mereka miliki, menjelajahi Hutan Roh bukan sesuatu yang akan menyulitkan bagi mereka.
Tak lama setelah Reinar dan yang lainnya keluar dari dalam gua, dua orang wanita berpakaian merah muncul di depan Reinar yang sudah lama mengamati gerak-gerik mereka.
“Maaf karena kami mengganggu perjalanan tuan dan nona!... Sebelumnya perkenalkan, saya Yang Zi dan dia adik saya Yang Mi, murid Sekte Mawar Putih...” Kata Yang Zi memperkenalkan dirinya.
Reinar menatap mereka secara bergantian dan setelahnya dia menganggukkan kepalanya. “Apa tujuan kalian muncul di depan kami?...” Tanya Reinar.
Yang Zi dan Yang Mi tiba-tiba bersujud di hadapan Reinar dengan kening mulus mereka menyentuh tanah. “Tuan, kami tahu keistimewaan Ras yang tuan miliki, dan karena itu kami meminta bantuan pada tuan untuk menolong guru kami yang saat ini dalam keadaan kritis!...” Kata Yang Zi yang masih bersujud di hadapan Reinar.
Reinar yang mendengar itu merasa bingung dengan apa yang mereka inginkan. “Jika aku boleh tahu, apa yang telah menimpa guru kalian, dan apa yang bisa aku lakukan untuk membantu kalian?...” Tanya Reinar.
Dalam keadaan masih bersujud Yang Mi menjawab pertanyaan Reinar. “Tuan, guru kami terkena racun dari ular giok hitam, dan kondisinya semakin memburuk. Racun itu dapat dilemahkan dengan darah ular giok hijau, tetapi itu tidak akan menyembuhkan racunnya. Tuan, guru kami adalah satu-satunya Ras Immortal yang tersisa di Dunia Immortal dan kami tahu tuan juga Ras Immortal, karena itu kami mohon untuk tuan dapat membantu guru kami...”
Jasmin dan Rose terkejut saat tahu masih ada wanita dari Ras Immortal di Dunia Immortal. Kalau soal Ras milik Reinar ataupun Qinyu, mereka sudah tahu ras mereka sejak keduanya bersumpah setia menjadi pelayan mereka.
Sementara itu tiba-tiba bibir Reinar berkedut saat mendengar kalimat satu-satunya wanita dari Ras Immortal. Dia merasa permintaan kedua wanita di depannya tak akan ada bedanya dengan permintaan para istrinya, dan tiba-tiba dia merasakan firasat buruk akan kehidupan ranjangnya.
“Baiklah, aku akan membantu guru kalian, tapi sebelum itu kalian bisa lebih dulu bangkit!... Aku tidak suka ada orang yang berlutut di hadapan ku!...”
Yang Zi dan Yang Mi bangkit dengan perasaan senang karena mereka yakin gurunya dapat tertolong, tetapi mereka tahu kalau gurunya tak akan lagi menjadi wanita suci saat dia disembuhkan.
“Sekarang kalian bisa mengatakan apa yang bisa aku lakukan untuk membantu guru kalian?... Jujur saja aku bukan orang yang mengerti tentang obat-obatan...”
Yang Zi sejenak melirik adiknya, setelah melihat Yang Mi menganggukkan kepalanya, barulah Yang Zi menjawab pertanyaan Reinar. “Tuan, racun ular giok hitam membuat suhu tubuh guru menurun menyamai suhu es. Satu-satunya cara mengobati guru hanya dengan itu... Ehm tuan harus berhubungan layaknya suami istri dengan guru...” Kata Yang Zi yang tiba-tiba wajahnya memerah.
Qinyu tersenyum mendengar itu, sedangkan Reinar hanya bisa mengutuk firasat nya yang tak pernah salah. “Dua di sini dan lebih banyak lagi berada di sana. Aku berharap tak ada yang lainnya lagi!...”
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya 😊😊😊...