
Reinar hanya bisa tersenyum sambil berpasrah diri saat Qinyu mengizinkannya menolong Yang Yifei, guru dari Yang Zi dan Yang Mi. Bisa dikatakan bahwa Qinyu justru sangat senang karena dia akan kembali memiliki saudari baru.
Sebenarnya Qinyu sangat senang saat berkumpul dengan kesembilan saudarinya yang saat ini ada di Dunia bawah. Tetapi karena dia selalu ingin berada di dekat sang suami, dia memutuskan untuk pergi bersamanya, dan saat dia mendengar seorang wanita dari Ras Immortal, tentunya dia semakin senang karena dia tahu kalau wanita itu akan segera menjadi saudarinya.
Reinar kembali menatap Yang Zi dan Yang Mi, menatap mereka dengan tatapan lembut lalu dia berkata. “Aku masih ingin meningkatkan kekuatan ku dengan menjelajahi seluruh wilayah Hutan Roh. Setidaknya beri aku waktu sampai kekuatan ku meningkat ke tingkat Dewa Penguasa puncak, barulah setelah itu aku akan pergi melihat guru kalian...”
Yang Zi dan Yang Mi tersenyum senang mendengar apa yang dikatakan oleh Reinar, walau mereka akan membiarkan seorang pria merenggut kesucian sang guru, tetapi mereka tetap harus melakukan itu karena hanya dengan itu guru mereka akan sembuh.
Yang Zi dan Yang Mi segera berlutut di hadapan Reinar untuk mengungkapkan rasa terimakasih mereka. “Tuan, guru kami setidaknya masih memiliki kesempatan hidup untuk satu sampai dua bulan kedepan. Kami berharap tuan dapat pergi bersama kami sebelum guru kehabisan waktu...” Kata Yang Mi menjelaskan keadaan Yang Yifei.
Mendengar itu Reinar hanya bisa menganggukkan kepalanya, lalu dia berjanji akan ikut dengan mereka melihat guru mereka kurang dari satu bulan terhitung dari sekarang. Bukan tanpa alasan dia ingin meningkatkan kekuatannya terlebih dahulu sebelum pergi menemui guru dari Yang Zi dan Yang Mi.
Pengobatan yang akan dia lakukan pada guru mereka adalah pengobatan yang akan membuatnya memiliki ikatan dengan Guru mereka. Melihat racun yang menggerogoti tubuh guru mereka, Reinar berkesimpulan bahwa wanita itu memiliki musuh, dan karena kedepannya dia akan memiliki hubungan dengan wanita itu, tentunya dia harus menjadi sosok yang kuat supaya mampu melindungi wanita itu dari semua orang yang mempunyai niat buruk padanya.
“Baiklah sekarang lebih baik kalian ikut berburu dengan kami untuk meningkatkan kekuatan!...” Kata Reinar dengan senyum ramah yang menghiasi wajahnya.
Yang Zi dan Yang Mi tentu tidak menolak ajakan Reinar. Mereka berdua sangat takjub akan perkembangan kekuatan Reinar dan orang-orang yang bersamanya, dan karena itu mereka dengan senang hati akan ikut berburu bersama kelompok yang dipimpin Reinar.
Mereka berdua pergi mengikuti Reinar dan Qinyu yang sudah lebih dulu bergerak meninggalkan mereka dan kedua wanita lainnya.
Setelah berada di dekat Reinar, Yang Zi dan Yang Mi segera menyiapkan senjata untuk membunuh Spirit Beast yang akan menjadi buruan mereka.
“Dengan adanya bantuan kekuatan kalian yang sudah berada di tingkat puncak Dewa Penguasa, aku yakin perburuan hari ini akan jauh lebih mudah dari hari-hari sebelumnya!...” Ujar Reinar yang berada di depan Yang Zi dan Yang Mi.
Mereka berdua tidak terkejut dengan Reinar yang tahu tingkat kekuatan milik mereka, dan mereka juga tak akan terkejut kalau sejak awal Reinar telah mengetahui keberadaan mereka yang diam-diam selalu mengawasi pergerakannya. “Kami tidak sekuat itu. Tingkat kekuatan kami hanya akan terlihat seperti lelucon saat dibandingkan dengan kekuatan tuan...” Kata Yang Zi.
Reinar tersenyum dan tidak membantah apa yang dikatakan Yang Zi. Dia lebih berfokus membawa rombongannya pergi ketempat yang dihuni banyak Spirit Beast tingkat Raja Dewa sampai dengan tingkat Kaisar Dewa.
°°°
Di Sekte Gagak Perak.
Beberapa murid Sekte Gagak Perak menghadap pada Huang Dan yang merupakan Tetua Agung Sekte Gagak Perak. Kekuatan Huang Dan saat ini berada di tingkat Dewa Penguasa puncak, dan karena kekuatannya itulah Patrik Sekte Gagak Perak mengangkat Huang Dan menjadi Tetua Agung di Sekte Gagak Perak.
“Guru, kami sudah menyisir berbagai Kota dan hutan tetapi kami masih belum menemukan keberadaan mereka berdua, kami justru menemukan enam murid lainnya yang sudah mati saat kami menyusuri hutan yang mengarah ke wilayah Hutan Roh...” Kata salah satu murid Sekte Gagak Perak yang merupakan murid langsung dari Huang Dan.
Huang Dan perlahan menganggukkan kepalanya saat mendengar perkataan salah satu muridnya. Seharusnya menangkap kedua wanita itu bukanlah sesuatu yang sulit asalkan tahu dimana letak keberadaan mereka, tetapi selama ini dia dan para muridnya hanya mencari tanpa tahu titik terang keberadaan mereka.
Tetapi dengan ditemukannya enam mayat muridnya di hutan yang mengarah ke Hutan Roh, Huang Dan yakin kalau kedua wanita yang dia cari saat ini mungkin tengah bersembunyi di kedalaman Hutan Roh dengan mempertaruhkan nyawa mereka.
“Dasar dua wanita bod*h, apa dengan bersembunyi di wilayah Hutan Roh mereka berpikir bisa menghentikan ku mencari keberadaan mereka?... Benar-benar pemikiran yang bod*h!...”
Huang Dan menjentikkan jarinya lalu muncul delapan sosok berjubah merah dengan kekuatan yang sedikit lebih lemah darinya, tetapi kuatnya aura mereka sanggup membuat bergetar lantai yang mereka pijak.
Tidak terdengar jawaban dari delapan sosok berjubah merah, tetapi tak butuh waktu lama mereka telah menghilang dari tempatnya untuk melakukan tugas yang diberikan Huang Dan.
Belum lama setelah kepergian delapan sosok berjubah merah dari ruangan Huang Dan, salah satu muridnya memasuki ruangan tempat kerja Huang Dan bersama dengan seorang pemuda yang memiliki raut wajah mirip dengan wajah Huang Dan.
“Huang Chen memberi hormat pada Kakek!...”
Huang Chen memberikan hormat pada Huang Dan setelah sosok murid yang mengantarnya pergi meninggalkan ruang kerja Huang Dan. Huang Chen adalah cucu kesayangan Huang Dan, dan tentunya dengan perasaan senang dia menyambut kedatangan Huang Chen.
“Cucuku, apa yang membawamu ke tempat ini di saat aku masih mengurus pekerjaan?... Lalu dimana Ayahmu, kenapa dia tidak ikut menemanimu?...” Kata Huang Dan yang tak melihat keberadaan Huang Kiang.
“Kakek, ada orang yang telah membunuh Ayah, dan kedatangan ku adalah untuk meminta bantuan dari Kakek untuk menangkap orang itu!...”
Perkataan Huang Chen membuat Huang Dan sejenak tertegun, dan tak lama hawa membunuh yang kuat keluar dari tubuh Huang Dan. “Katakan, siapa orang yang berani membunuh putraku?...”
Huang Chen kemudian menjelaskan apa yang sudah terjadi di Kota Sungai Bambu tempat Ayahnya berkuasa, tetapi dia sedikit mengarang cerita yang intinya dia meletakkan semua kesalahan pada sepasang suami istri yang tak lain adalah Reinar dan Qinyu. “Mereka membunuh Ayah di saat Ayah tak menganggap mereka sebagai musuh!...” Kata Huang Chen mengakhiri penjelasannya lalu dia menyerahkan sketsa wajah Reinar dan Qinyu kepada Huang Dan.
Huang Dan dengan sangat jelas melihat sketsa wajah yang ada di tangannya. Dia cukup tertarik dengan si wanita dalam sketsa, tetapi sebagai seorang Ayah, tentu saja dia tidak terima dengan kematian putranya, dan tentunya dia akan pergi untuk menuntut balas.
Huang Dan menyuruh Huang Chen untuk istirahat di kamar yang sering dia tempati saat berkunjung. Setelah Huang Chen meninggalkan ruangannya, Huang Dan memanggil 10 sosok berjubah hitam yang merupakan sekumpulan ahli di tingkat Kaisar Dewa puncak.
“Cari dan tangkap kedua orang yang ada di sketsa ini!... Bunuh prianya, dan bawa padaku wanita yang bersamanya!...”
Sepuluh sosok berjubah hitam menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan ruangan Huang Dan.
°°°
Di wilayah dalam Hutan Roh.
Reinar, dan lima wanita yang bersamanya tengah menikmati makan siang setelah membunuh ratusan Spirit Beast tingkat Raja Dewa sampai tingkat Kaisar Dewa. Ratusan kristal Spirit Beast juga telah mereka kumpulkan, tetapi kristal-kristal itu hanya akan bermanfaat saat digunakan Jasmin dan Rose yang tingkat kekuatannya masih berada di tingkat Raja Dewa.
Reinar terus menikmati makan siangnya dengan santai sampai suara Lilia membuatnya merasakan waspada, ia dengan cepat menghabiskan makanannya dan mengedarkan kesadarannya untuk memastikan kebenaran dari informasi yang dikatakan Lilia.
“Kenapa wajah mu terlihat begitu serius?... Apa ada sesuatu yang...” Belum sempat Qinyu menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba dia diam saat merasakan dua makhluk dengan kekuatan di tingkat Dewa Surgawi awal bergerak mendekat ke tempatnya.
Dengan persepsi yang dimilikinya, Qinyu dapat memperkirakan kapan kedua makhluk itu akan sampai di tempatnya. “Ini sangat buruk, bukankah lebih baik kita segera pergi meninggalkan tempat ini?...” Kata Qinyu sambil menatap Reinar.
Reinar menggelengkan kepalanya dan jari telunjuknya menunjuk kearah keributan yang semakin mendekat kearah mereka. “Sudah terlambat untuk pergi, lebih baik kita lawan mereka sekaligus menguji seberapa jauh perbedaan kekuatan kita dengan mereka...”
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya 😊😊😊...