The World Emperor System

The World Emperor System
Kerjasama



Reinar istirahat di salah satu kamar yang berada di kediaman Walikota kota Avalon. Damian, Walikota kota Avalon menyambut baik Reinar yang telah menyelamatkan kotanya.


Damian sendiri merasakan kecocokan saat dia membahas yang berhubungan dengan cara memajukan kota bersama Reinar. Damian yang jauh lebih dewasa dibanding dengan Reinar, dia merasa pengetahuannya jauh di bawah Reinar.


Jika saja dia tahu kalau Reinar adalah pemilik dari kota yang saat ini jauh lebih maju dari kota Avalon, kemungkinan besar Damian akan menjadikan Reinar sebagai mentor, atau bahkan di jadikan seorang guru.


Reinar yang sepanjang hari dan malam istirahat. Di hari kedua dia tinggal di kediaman Walikota, tepat di pagi hari dia membuka mata dan bersiap pergi meninggalkan kediaman Walikota.


“Tuan, anda sudah di tunggu tuan Damian di ruang makan.” Kata seorang pelayan menyambut Reinar yang baru keluar dari kamarnya.


“Hah baiklah, kamu tunjukkan jalannya padaku.” Kata Reinar.


Sesaat berjalan, Reinar sampai di ruang makan dan langsung di sambut Damian dan Rina, istri sang Walikota.


“Setelah sehari semalam istirahat, aku yakin tuan Reinar pasti lapar. Semua hidangan ini di siapkan khusus untuk tuan Reinar.” Kata Damian membuka suara.


Reinar melihat makanan menggunung di depannya. Dari daging, sayur, dan buah-buahan, semua tersaji dalam porsi besar.


Karena sudah di persilahkan, tanpa sungkan Reinar mengambil makanan dan minuman secukupnya lalu dia menghabiskan semua yang dia ambil tanpa ada yang tersisa.


Selesai menyantap hidangan, Damian mengajak Reinar berjalan-jalan di sekitaran kediamannya. Kerumunan penduduk di halaman kediaman Walikota sudah tiada. Penduduk yang semula berkerumun, mereka dengan tertib membubarkan diri begitu tahu penyelamat mereka tengah istirahat, dan akhirnya kediaman Walikota mendapatkan ketenangannya kembali.


Melihat ketenangan Reinar saat berjalan dengannya, Damian merasa jika identitas Reinar tidaklah sesederhana penampilannya. Setidaknya dia punya keyakinan jika Reinar adalah orang penting dari salah satu Kekaisaran.


“Tuan, jika aku boleh tahu, sebenarnya dari mana asal tuan, dan apa yang sedang tuan lakukan di kota kecil ku ini?.” Tanya Damian.


Reinar yang sudah sejak tadi menunggu pertanyaan itu keluar, dia segera menyunggingkan senyuman. “Aku berasal dari kota yang tak jauh dari kota ini, dan sebenarnya tujuanku ke kota ini tidak lain untuk menjalin hubungan yang saling menguntungkan antara kota Avalon dengan kota yang aku pimpin.” Kata Reinar.


Damian terkejut mendengar apa yang di katakan Reinar, tapi segera dia menetralkan rasa terkejutnya. “Aku benar-benar tidak menyangka jika tuan juga merupakan pemimpin sebuah kota.” Kata Damian yang segera Reinar bantah.


“Bukan sebuah kota, tapi aku merupakan pemimpin dari dua kota.” Balas Reinar yang semakin membuat Damian terkejut.


“Bukannya tuan susah setara dengan seorang Duke?. Lalu, di Kekaisaran mana tuan mengabdi?.” Tanya Damian penasaran.


Reinar sedikit mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Damian. “Tuan Damian mungkin salah sangka. Aku memang memiliki dua kota, tapi aku tidak mengabdi pada Kekaisaran manapun, karena sebenarnya aku ingin membangun sebuah Kekaisaran sendiri.” Balas Reinar.


Damian lebih dan lebih terkejut lagi mendengar tujuan Reinar, jika saja dia punya penyakit jantung, mungkin dia sudah 3 kali mengalami serangan jantung.


“Apa tuan serius ingin membangun sebuah Kekaisaran?. Bukannya tuan harus memiliki 10 kota besar sebagai pendukung jika ingin mendirikan sebuah Kekaisaran.” Ujar Damian.


“Tentu aku serius.” Balas Reinar sambil mengeluarkan aura seorang Kaisar yang dia dapatkan dari Kaisar naga kegelapan.


“Aura seorang Kaisar.” Kata Damian dalam hati. “Bahkan Kaisar di benua ini tidak ada yang memiliki aura Kaisar. Siapa sebenarnya tuan Reinar?.” Batin Damian begitu penasaran.


Reinar kembali tersenyum melihat Damian terdiam. “Apa sekarang kamu percaya akan keseriusanku?.” Tanya Reinar begitu tenang.


“Tuan, izinkan aku menjadi pengikut tuan, dan kota ini akan mendukung Kekaisaran tuan.” Jawab Damian sambil berlutut di hadapan Reinar.


“Seseorang dengan aura Kaisar yang bahkan seorang Kaisar pun belum tentu memilikinya. Kelak di masa depan, aku yakin tuan akan menjadi orang besar di benua ini.” Batin Damian.


“Bangunlah, aku paling tidak menyukai orang berlutut padaku, dan jika kamu ingin menjadi pengikut ku jangan pernah berlutut di depanku!.” Kata Reinar tegas tak terbantahkan.


Damian segera bangkit dan saat itu juga timbul rasa kagum pada Reinar.


“Mulai saat ini kau menjadi bawahanku, tapi aku akan menganggap mu sebagai salah satu rekanku.” Kata Reinar sambil memukul ringan punggung Damian.


Damian yang mendengar yang mendengar apa yang Reinar katakan, dia merasa beruntung telah memutuskan untuk menjadi pengikut Reinar.


“Sekarang aku ingin membahas kerjasama yang akan membuat untung kota ini, dan tentu aku juga akan mendapatkan untung.” Kata Reinar


Reinar mengangguk-anggukkan kepalanya. “Justru itu keunggulan kota yang tak aku miliki.” Kata Reinar. “Kirim pemuda-pemuda mu ke kotaku, dan aku akan mengirim beberapa prajurit kuat dari kotaku untuk membantu keamanan kota ini. Jika kau setuju, kita bisa memulai kerjasama mulai saat ini juga.” Lanjut Reinar.


“Aku akan segera menyiapkan mereka dan mengirim mereka ke kota tuan, tapi aku belum tahu apa nama kota tuan, dan di mana letaknya?.” Tanya Damian.


Reinar menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat sadar jika dia belum memberitahukan nama dan letak kotanya pada Damian.


“Pergilah ke arah utara. Jika dengan kecepatan sedang, setidaknya butuh satu minggu untuk mencapai kotaku, kota Banylon.” Ujar Reinar.


Damian menganggu kecil begitu tahu letak dan nama kota Reinar. “Baiklah tuan, aku akan segera mengirim mereka kesana.” Balas Damian.


“Soal keamanan pemuda kota mu yang kamu kirim, kamu tidak perlu khawatir, aku akan lebih dulu sampai ke kotaku, dan aku akan mengirim beberapa orang untuk mengawal para pemuda yang kamu kirim.” Kata Reinar.


Belum juga bertanya, Reinar sudah menjawab apa yang ingin Damian tanyakan, dan itu membuatnya merasa tenang.


...*****...


Selesai membuat perjanjian dengan Walikota kota Avalon, Reinar tak langsung kembali ke kota Babylon atau pun pergi ke kota selanjutnya.


Saat ini Reinar sedang menikmati kota Avalon yang dua kali lebih ramai dari kota Babylon, dan Reinar juga bisa melihat kota Avalon yang memiliki luas setara dengan kota besar Kekaisaran.


“Kota besar yang selalu menjadi sasaran penyerangan binatang buas. Pantas saja tidak ada Kerajaan atau Kekaisaran yang ingin menjadikan kota ini menjadi bagian dari mereka.” Gumam Reinar.


Kota Avalon yang menurut Kerajaan atau Kekaisaran hanyalah kota yang akan membuat mereka repot, di mata Reinar kota ini justru merupakan tempat yang cocok untuk meningkatkan kekuatan prajuritnya.


Banyaknya binatang buas dengan level tinggi, menjadikan hutan-hutan di sekitar kota Avalon menjadi tempat yang lebih baik untuk meningkatkan level dibandingkan dengan kota Babylon.


“Dalam satu tahun, aku pasti akan mempunyai puluhan ribu prajurit dengan level diatas 4.000 dengan menaruh mereka di kota ini, dan tentunya dengan banyaknya prajurit kuat, kota ini akan aman dari ancaman binatang buas.” Kata Reinar.


[Tuan, apa tuan tidak ingin memiliki seorang pendamping hidup?.]


Sebuah pertanyaan yang secara tiba-tiba Lilia lontarkan, seketika membuat alis Reinar berkedut.


“Aku masih terlalu muda untuk memikirkan hal seperti itu, dan lagi, bukannya wanita itu sangat merepotkan?.” Ujar Reinar.


[Apa tuan ingin sedikit mengetahui takdir tuan di masa depan, terutama tentang pendamping hidup?.]


Reinar yang mendengar pertanyaan Lilia, dia merasa bimbang. Tapi akhirnya dia memutuskan untuk sedikit mengetahui takdir pasangan hidupnya di masa depan. “Beritahu apa yang ingin kami kasih tahu.” Kata Reinar.


[Aku cuma ingin memberitahu jika kelak tuan akan memiliki pendamping dari semua ras yang ada di dunia ini.]


Expresi wajah Reinar seketika menjadi jelek saat mendengar apa yang Lilia katakan.


Lilia yang melihat ekspresi wajah Reinar, dia hanya bisa tertawa dalam diam. “Apa jadinya jika tuan tahu seberapa banyak ras di dunia ini, pasti ekspresinya lebih buruk dari yang sekarang.” Kata Lilia yang tentu tak bisa di dengar Reinar.


...*****...


....*Tbc*....


...* Jangan lupa kasih 👍...


...* Rate ⭐ 5...


...* Vote / Kado seikhlasnya 😊...


...Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!......


...Terimakasih.....😊😊...