The World Emperor System

The World Emperor System
Kaisar Tang Hui Gila



Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.


Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author.... Terimakasih....


***


Reinar dan Sally meninggalkan penginapan saat menjelang tengah malam. Wajah Sally masih terlihat memerah setelah dia berkali-kali dibuat takluk oleh keperkasaan Reinar.


“Suamiku, sebelum kembali ke Kekaisaran Ling, kamu harus membuatku hamil!...” Kata Sally yang saat ini berada di pelukan Reinar.


“Aku akan selalu berusaha, tapi kamu jangan kecewa kalau saat kita kembali kamu belum juga hamil. Kita masih mempunyai banyak waktu, jdi jangan kecewa kalau keinginan kita belum bisa terwujud...” Kata Reinar.


Setelah obrolan singkat yang membuat tenang hati Sally, Reinar membawa Sally terbang menuju rumah kosong yang ada di luar Ibukota Kekaisaran Tang. Malam ini Reinar akan memulai rencananya, dan dia berharap rencananya kali ini benar-benar menjadi pukulan telak bagi mental Kaisar Tang Hui.


Sambil terbang menuju rumah kosong di luar Ibukota Kekaisaran Tang, Reinar melihat keadaan Ibukota Kekaisaran Tang di malam hari.


“Penjagaan yang cukup ketat, tapi sayangnya mereka kurang disiplin. Banyak prajurit yang bersenang-senang dengan membawa wanita penghibur keatas benteng kota di saat mereka tengah melakukan penjagaan...” Kata Reinar membatin.


Dari atas, Reinar juga melihat jalanan Ibukota Kekaisaran Tang yang masih ramai walau malam semakin larut. Terus bergerak menuju tempat yang dia tuju, Reinar melihat Ling Feng dan yang lainnya terbang tak jauh darinya.


Tepat waktu di tengah malam, Reinar dan Sally sampai di rumah kosong yang menjadi tujuan mereka. Ling Feng yang baru datang langsung menyambut kedatangan Reinar dan Sally. Tak ada yang terkejut melihat keberadaan Sally, bagaimanapun juga Reinar memiliki teknik teleportasi, dan dia bisa pergi ke tempat yang jauh hanya dalam satu kedipan mata.


Sampai di rumah kosong Reinar langsung menghilangkan tubuh bayangan buatannya yang menjaga para tetua Sekte Racun Hati. “Kalian akan aku pertemukan dengan Kaisar Tang Hui, dan semoga Kaisar senang dengan kedatangan kalian...” Kata Reinar lalu dia menyeret Tetua Agung, sedangkan Ling Feng dan yang lainnya masing-masing menyeret satu tetua di tangan kanan mereka.


Sally hanya tersenyum melihat tingkah Suami dan rekannya, tetapi dia sedikit iba dengan nasib lima orang yang di seret dan dibawa terbang dengan kondisi kepala berada di bawah.


“Aku tidak tahu apa yang sudah mereka lakukan, tapi aku rasa mereka bukan orang baik...” Batin Sally yang terbang di samping Reinar.


Setelah beberapa saat terbang, Reinar dan yang lainnya akhirnya tiba di atas bangunan Istana Kekaisaran Tang.


Kondisi Istana terlihat begitu sepi di tengah malam yang sedikit mendung. Hanya terlihat beberapa prajurit penjaga yang berpatroli di atas benteng Istana.


“Adik ipar, sekarang apa yang harus kita lakukan dengan mereka?...” Tanya Ling Feng.


Reinar menunjuk halaman depan kediaman Kaisar Tang Hui. “Kita taruh mereka di sana, dan jangan lupa untuk mengikat kaki dan tangan mereka!...” Jawab Reinar sambil tersenyum.


Ling Feng dan yang lainnya juga tersenyum setelah melihat tempat yang Reinar tunjuk. “Sebuah rencana yang sempurna...” Ungkap Ling Feng.


“Suamiku, selanjutnya apa yang akan kita lakukan?... Akan sangat membosankan jika kita menunggu pagi dan melihat Kaisar Tang Hui menemukan keberadaan mereka...” Sally bertanya sambil menatap Reinar yang dari tadi terus mengawasi kediaman lainnya yang berada di samping kediaman Kaisar Tang Hui.


Setelah cukup lama mengawasi, akhirnya Reinar yakin jika kunci keberhasilan rencananya tengah tertidur di dalam kamarnya, lalu dengan cepat Reinar masuk ke kediaman yang dia awasi, dan dia begitu saja masuk kedalamnya setelah melumpuhkan empat penjaga yang berjaga.


Seorang wanita yang tengah tertidur dia buat pingsan, dan selanjutnya dia membawa wanita itu pergi ke tempat dia meletakkan para tetua Sekte Racun Hati.


Di depan kediaman Kaisar Tang Hui.


Sally dan yang lainnya sangat penasaran dengan wanita yang dibawa Reinar, dan mereka semakin penasaran saat melihat Reinar menaruh wanita itu di tengah-tengah tetua Sekte Racun Hati.


“Suamiku, siapa wanita itu?... Lalu kenapa kamu meletakkan wanita itu diantara mereka?...” Sally bertanya sambil melayang mendekati Reinar.


“Dia Permaisuri Kekaisaran Tang, tapi penduduk Kekaisaran menyebut dia sebagai iblis bermuka manis. Di balik sikap lemah lembutnya, Permaisuri sudah banyak membunuh para gadis di Kekaisaran Tang yang menurutnya akan membuat Kaisar Tang Hui tertarik pada mereka. Selain di bunuh, Permaisuri juga banyak menculik gadis yang masih suci untuk dia jual ke para bangsawan yang menggilai kenikmatan dari seorang gadis yang masih suci...”


Sally ingin sekali membunuh wanita di depannya setelah mendengar jawaban Reinar, tapi dia di cegah oleh Reinar.


“Suamiku, kenapa kamu melarang ku untuk membunuhnya?...”


“Aku tidak ingin tangan bersih mu di kotori oleh darah kotor wanita ini. Aku punya rencana, dan wanita ini akan mati di tangan orang yang tepat...”


Reinar lalu membawa Sally kembali ke tempat yang berdekatan dengan empat orang yang masih melayang di udara.


“Kakak Feng, dan Argust, aku minta tolong untuk menyingkirkan prajurit yang ada di kediaman Kaisar Tang Hui, dan saudari Ling Zhe dan Alice, tolong singkirkan seluruh pelayan kediaman Kaisar Tang Hui!...”


“Apa cuma itu?...” Tanya Ling Feng.


Reinar tersenyum lalu mengangguk. “Lakukan saja, lebih cepat lebih baik...”


“Suamiku, lalu apa yang harus aku lakukan?...”


“Kamu cukup diam menemaniku di tempat ini, dan menjadi saksi pertunjukkan indah yang akan segera terjadi...”


Sally tersenyum. “Aku tidak sabar untuk melihatnya...”


“Yakin lah, kamu tidak akan kecewa...” Kata Reinar, lalu dengan skill penciptaan miliknya, Reinar mulai membuat hujan debu halus berwarna merah muda di atas tubuh Permaisuri yang berada di tengah para tetua Sekte Racun Hati.


“Hirup bubuk perangsang yang menghujani kalian, dan berikan aku pertunjukkan yang menyenangkan...” Reinar membatin sambil menghilangkan rantai yang melilit tubuh para tetua Sekte Racun Hati.


Dalah hitungan sepuluh tarikan nafas, bubuk perangsang mulai menunjukkan efeknya. Para tetua Sekte Racun Hati mulai mencumbu mesra tubuh Permaisuri yang begitu sempurna untuk ukuran seorang wanita.


Dengan sepuluh tangan yang begitu terampil, para tetua mulai melucuti pakaian yang digunakan Permaisuri Kekaisaran Tang. Belum juga melihat tubuh polos Permaisuri, Sally sudah menyeret Reinar pergi agak menjauh, dan dari tempatnya Reinar hanya bisa mendengar rintihan dan desahan Permaisuri.


Wusshh... Wusshh... Ling Zhe dan Alice tiba-tiba muncul sambil menarik dua telinga pria yang sepertinya mengintip kegiatan intim Permaisuri dan para tetua Sekte Racun Hati.


Reinar hanya tersenyum melihat telinga Ling Feng dan Argust yang memerah. “Rencana ku berhasil dan sepertinya kalian terkena imbasnya...” Kata Reinar sambil menahan tawanya.


Sally hanya bisa tersenyum melihat kekonyolan suaminya, tapi dia mungkin juga akan menarik telinga suaminya kalau saja tadi Reinar sempat melihat tubuh polos Permaisuri.


Suara rintihan, jeritan, dan desahan semakin jelas terdengar. Di ujung kediaman Kaisar Tang Hui suara itu masih terdengar sangat jelas dan menggoda. Tapi tiba-tiba ada suara lain yang muncul setelah terdengar suara pintu terbuka.


“Hehehe... Pemeran utama kita akhirnya muncul...” Kata Reinar setelah mendengar suara Kaisar Tang Hui yang baru keluar dari kamarnya.


“Dasar penghianat, kalian harus mati...” Teriak Kaisar Tang Hui menggema ke seluruh tempat di Kediamannya.


Tak lama terdengar suara pedang dan beberapa kali terdengar suara benda jatuh, lalu setelahnya susana menjadi hening.


Merasakan Rencananya telah berhasil, Reinar mengajak Sally dan yang lainnya keluar dan melihat apa yang telah terjadi.


Setelah keluar dari tempat persembunyiannya, Reinar, Sally, dan yang lainnya akhirnya melihat apa yang telah terjadi di halaman kediaman Kaisar Tang Hui.


Reinar, Sally dan yang lainnya tersenyum saat melihat Kaisar Tang Hui menangis tersedu-sedu. Tetapi mereka sedikit merasa iba melihat tumpukan enam tubuh manusia yang mati di saat mereka berada di puncak kesenangan.


“Tak ada kematian yang sia-sia. Setidaknya mereka mati dan membuat jatuh mental Kaisar Tang Hui...” Kata Reinar.


“Kamu benar suamiku, kematian mereka setidaknya lebih berguna dibandingkan dengan mereka tetap hidup...” Balas Sally yang tengah memeluk lengan Reinar.


“Adik ipar, apa tidak sebaiknya kita langsung membunuhnya?... Lihatlah, dia sudah sangat terlihat seperti orang gila!...” Ling Feng menunjuk Kaisar Tang Hui yang sebentar menangis, sebentar tertawa, dan sebentar marah.


“Biarkan saja dia menjadi gila, itu lebih baik daripada dia mati dengan mudah...” Kata Reinar.


“Lalu bagaimana dengan peperangan antar dua Kekaisaran?...” Tanya Ling Feng.


“Bagaimana perang bisa terjadi kalau Kaisar mereka telah menjadi orang gila?... Daripada memikirkan Kekaisaran Tang, lebih baik kita memikirkan bagaimana cara menghancurkan dua sekte yang telah berani ikut campur dalam peperangan atar Kekaisaran...”


“Kenapa kita harua memikirkan banyak cara?... Lebih baik kita langsung menyerang dan meratakan Sekte mereka...” Kata Ling Feng.


Reinar menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Ling Feng. “Aku merasakan ada kekuatan besar yang melindungi salah satu dari mereka, dan setidaknya kita akan sangat kerepotan dengan kekuatan itu. Lebih baik kita amati mereka sambil kita terus meningkatkan kekuatan.” Kata Reinar memberi penjelasan.


Kelima orang di sekitar Reinar faham akan perasaan yang di rasakan Reinar. Penjelasan Reinar juga menyadarkan mereka dari kesombongan yang sempat menyelimuti pikiran mereka, mereka sempat lupa jika masih ada langit di atas langit, mereka memang kuat, tapi tetap saja ada yang lebih kuat dari mereka.


“Aku sudah terlalu sombong sampai lupa jika aku masih sangat lemah...” Ungkap Ling Feng dengan rasa penyesalannya.


“Itulah kelemahan terbesar kita, kesombongan. Di saat kamu sombong, kalian akan melupakan segalanya, dan saat itu juga kalian akan menjadi orang yang tak berguna...”


Sally dan yang lainnya mengangguk, dan mereka bertekad untuk meningkatkan kekuatannya. Setidaknya mereka ingin berada di tingkat yang sama dengan Reinar di saat mereka menyerang dua Sekte yang diam-diam membantu Kekaisaran Tang Hui.


***


Bersambung...