The World Emperor System

The World Emperor System
Wanita Bermuka Tebal



Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.


Satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.


***


***


Kota Lentera Suci, Rumah Lelang Sekte Lentera Dewa.


Hari menjelang sore saat Reinar dan yang lainnya sampai ditempat pelelangan yang di kelola secara langsung oleh Sekte Lentera Dewa. Tak seperti tamu pada umumnya yang masuk melalui pintu utama, Reinar dan orang-orang yang bersamanya justru masuk melalui pintu samping setelah membunuh belasan penjaga yang bertugas menjaga tempat itu.


Reinar di suguhi puluhan penjara dengan teralis besi saat memasuki bagian samping rumah lelang milik Sekte Lentera Dewa. Memeriksa setiap penjara, Reinar dan orang-orang yang ikut bersamanya dapat melihat ratusan ras Dark Elf berada di dalam penjara, dan sebagian besar dari mereka adalah wanita.


“Dengan semua ini, apa masih layak mereka disebut sebagai Sekte aliran putih?.” Kata Ling Zhe lalu dia membuka satu persatu pintu penjara dan membebaskan semua orang yang ada di dalam penjara.


Ling Feng menggelengkan kepalanya mendengar perkataan adiknya. “Aku tidak percaya jika mereka adalah bagian dari Sekte aliran putih. Sekte aliran putih adalah penjaga sekaligus pelindung. Mereka akan bersikap adil pada siapapun, dan yang pasti mereka akan selalu menegakkan kebenaran.” Kata Ling Feng mengingat tujuan di dirikan nya Sekte aliran putih di Benua Zhongjian.


Mendengar itu Ling Zhe mengangguk lalu dia mulai membantu para wanita keluar dari penjara yang digunakan Sekte Lentera Dewa untuk memenjarakan mereka. Di kejauhan Ling Zhe dan Ling Feng melihat Reinar yang juga mulai membuka satu persatu pintu penjara.


Tidak butuh waktu yang terlalu lama, ratusan wanita dari ras Dark Elf berhasil di keluarkan dari penjara, lalu mereka diarahkan menuju gerbang teleportasi yang akan membawa mereka menuju wilayah baru ras Dark Elf di Benua Nebula.


Kemunculan ratusan wanita ras Dark Elf di wilayah hutan yang dalam proses pembangunan langsung di sambut Argust dan puluhan pria dari ras Dark Elf. Sebelumnya Reinar telah menghubungi Argust menggunakan kristal telekomunikasi, karena itu Argust sudah tahu pasti apa yang perlu di lakukan untuk para wanita ras Dark Elf yang baru saja datang.


Di Benua Zhongjian, Reinar dapat bernafas lega setelah seluruh wanita yang di tahan telah bebas dan kini telah berada di tempat yang tepat. “Baiklah, kita tinggalkan tempat ini dan biarkan mereka mencari apa yang tak akan mampu mereka temukan.” Kata Reinar lalu dia berjalan santai keluar dari bangunan rumah lelang milik Sekte Lentera Dewa dengan diikuti lima orang yang selalu bersamanya.


Tak lama setelah kepergian kelompok Reinar, lima orang penjaga mengecek keadaan penjara yang memenjarakan para wanita ras Dark Elf yang akan mereka jual sebagai budak di acara lelang gelap. Baru juga sampai di penjara paling ujung, mereka berlima merasakan firasat buruk saat melihat seluruh pintu penjara terbuka.


Dengan berlari mereka menyebar dan melihat keadaan seluruh penjara, mata mereka melebar mendapati penjara yang kosong, dan tak lama satu dari mereka melihat belasan prajurit penjaga mati dengan anggota tubuh tercerai berai. “Ini buruk!. Siapapun pelakunya, dia tidak akan terhindar dari kemalangan." Kata salah satu penjaga melihat keadaan yang akan menjadi kabar buruk bagi pelelangan Sekte Lentera Dewa.


Di sisi lain, kini Reinar dan kelompok kecilnya sedang berada di sebuah toko perhiasan. Reinar tengah asik memilih perhiasan untu para wanitanya, tak lupa dia juga ingin membelikan perhiasan untuk Ibu dan kedua kakaknya. “Kakak Feng, untuk siapa kalung cantik itu?.” Kata Reinar saat melihat Ling Feng membeli sebuah kalung yang sangat cocok dikenakan oleh seorang wanita.


Para wanita yang tengah asik memilih hiasan kepala, mereka seketika menoleh kearah Ling Feng begitu mendengar yang di katakan Reinar. Sama halnya dengan Reinar, mereka juga penasaran akan sosok yang dibelikan kalung oleh Ling Feng.


Ling Feng tersenyum malu-malu saat semua orang yang bersamanya menatap kearah dirinya. “Aku setidaknya juga ingin memiliki satu wanita.” Kata Ling Feng lalu dia kembali teringat sosok wanita yang akhir-akhir ini selalu terbayang di angan-angannya.


Reinar dan para wanita tersenyum melihat tingkah malu-malu yang di tunjukkan Ling Feng, tapi tiba-tiba ketenangan mereka terganggu saat sekawanan wanita dengan makeup tebal serta memakai pakaian kurang bahan memasuki toko emas yang sama dengan yang sedang di kunjungi Reinar.


Mata para wanita itu tak berkedip sejak pertama kali melihat Reinar, tapi tatapan sinis segera mereka tujukan pada para wanita yang berada di sekitar sosok pria tampan yang membuat basah tubuh mereka. “Pria itu sangat tampan, aku ingin memilikinya!.”


“Jangan bermimpi, dia hanya untuk nona yang cantik ini....”


“Kalian terlalu berisik tapi tak bisa melihat kenyataan. Lihatlah, dia sedang menatap tubuh indah ku tanpa berkedip. Uuh, sepertinya dia ingin segera menerkam ku.”


Para wanita yang baru datang terus membicarakan Reinar dan mereka tak pernah bosan melihat apapun yang dia lakukan.


Bagi Reinar mereka cukup cantik dan tubuh mereka juga tak kalah dengan tubuh istri-istrinya. Tapi dia tidak tertarik dengan mereka, dan mungkin kalau wanita itu mengganggunya, tanpa sungkan Reinar akan memukuli pantat mereka.


Melihat perhiasan di lantai pertama sudah tidak ada yang menarik minatnya, Reinar melangkahkan kaki menuju ke lantai dua dengan di ikuti kelompok kecilnya.


“Tuan muda, apa aku boleh ikut denga mu?.” Tanya sosok wanita yang dengan gerakan cepat berdiri menghadang tepat di depan Reinar.


“Aku bisa saja mengizinkan mu ikut denganku ke lantai dua, tapi aku harus izin pada istriku lebih dulu, dan semua keputusan ada padanya.” Kata Reinar lalu dia menatap Sally yang menunjukkan senyum lembutnya saat Reinar menatap kearahnya.


Sally berjalan ke sisi Reinar dan dengan sengaja dia memeluk erat lengan suaminya. “Apa kamu tidak punya malu ingin mengikuti pria yang sudah beristri?.” Kata Sally menatap sinis wanita yang ada di depannya.


“Setidaknya aku memang lebih cantik dari kalian dan yang jelas aku hanya memberikan kehangatan tubuhku pada suamiku, tak seperti kalian yang tak ada bedanya dengan wanita j*lang. Aku penasaran, sudah berapa pria di dunia ini yang menikmati tubuh kalian?.” Kata Sally lalu dia menarik Reinar untuk berjalan mengikutinya.


“Kau!... Wanita sialan, beraninya kau menghina kami, apa kau tidak tahu kami ini siapa?.” Kata wanita yang kini menatap tajam kearah Sally.


Sally menghentikan langkah kakinya dan menatap wanita yang baru berkata padanya. “Aku tidak peduli kalian itu siapa, yang aku tahu kalian hanyalah sekumpulan wanita bermuka tebal.” Kata Sally yang tak sedikitpun memberi muka pada wanita yang berdebat dengannya.


Mendengar itu seketika membuat kelima wanita yang menghadang Reinar marah dan secara bersamaan mengeluarkan aura membunuh yang mereka arahkan ke Sally.


Aura mereka memang tepat mengenai Sally, tapi itu sama sekali tidak berpengaruh padanya. Sally yang kekuatannya meningkat setelah melewati malam pertama bersama Reinar, dia tak akan pernah bisa di buat berlutut dengan aura kematian karena dia telah membangkitkan sura surgawi yang dapat menetralkan seluruh aura kematian yang tertuju padanya.


Plak...


Plak...


Dengan menggunakan auranya, Sally memberi tamparan lembut pada para wanita yang mengganggunya. Biarpun di katakan tamparan lembut, tetapi tamparan itu membuat kelima wanita jatuh dan beberapa gigi mereka rontok setelah menerima tamparan Sally.


“Pergilah sebelum aku berubah pikiran.” Kata Sally sambil tersenyum menatap kelima wanita yang pergi dengan terburu-buru.


Tapi sebelum meninggalkan toko perhiasan, salah satu dari mereka berteriak kearah Sally. “Kami pasti akan membalas perbuatan mu, dan ingat baik-baik Sekte Lentera Dewa tak akan melepaskan kalian begitu saja.”


“Cih.... Lagi-lagi Sekte itu.” Batin Reinar menatap kepergian wanita yang mengganggu ketenangannya. “Semakin sedikit celah yang bisa aku temukan untu sedikit memberi pengampunan pada Sekte Lentera Dewa” Gumam Reinar sambil melangkahkan kakinya menuju lantai dua toko perhiasan.


Sally semakin erat memeluk Reinar setelah dia mendengar apa yang di gumam kan suaminya. “Karena aku kamu harus terseret masalah ini.” Kata Sally.


Tangan Reinar membelai wajah Sally saat mendengar perkataannya. “Dulu aku membantumu karena kamu sahabat istriku, dan aku juga akan tetap membantu walau saat itu kamu bukan siapa-siapa ku. Tapi kini kamu istriku, dan tentunya sudah tugas suami membantu istrinya, dan tentu tugasmu adalah melayani ku.” Kata Reinar sambil melirik benda kenyal milik Sally yang seketika membuat wajah istrinya itu memerah.


“Yakinlah, malam ini akan terjadi peperangan sebelum perang yang sesungguhnya terjadi.” Kata Sally yang tak malu-malu lagi memeluk suaminya di tempat umum.


“Pergilah ke kamar kalau kalian ingin melakukannya.” Kata Ling Feng lalu berjalan mendahului Reinar dengan tiga wanita yang berjalan mengikutinya.


Reinar dan Sally tertawa lirih melihat tingkah mereka. “Segeralah mencari pasangan supaya ada yang bisa menemani kalian bermesraan seperti kami.” Kata Reinar tanpa rasa bersalah lalu dia mulai memilih perhiasan yang ada di lantai dua.


***


Sekte Lentera Dewa.


Persiapan Sekte Lentera Dewa dalam menyambut kedatangan calon murid baru telah sepenuhnya selesai. Patrik Sekte tersenyum senang melihat betapa sempurnanya acara besar di Sektenya yang hanya terjadi setiap lima tahun sekali.


Namun kesenangan Patrik Sekte tak bertahan lama saat dia mendengar kabar jika ada yang telah berani melukai putra dan putrinya.


“Siapa yang melukai putra dan putriku, mereka harus mati....” Teriak keras Patriak Sekte Lentera Dewa.


BOOMMM...


Aura seorang Dewa Rendah menengah keluar dari tubuhnya dan aura berwarna merah kehitaman mengelilingi tubuh Patriak Sekte Lentera Dewa yang tengah dalam keadaan marah.


“Cari dan seret mereka ke hadapanku dengan cara apapu!.” Kata Patriak Sekte Lentera Dewa menatap lima tetua Sekte yang langsung dia kirim untuk menangkap Reinar dan kelompok kecilnya. “Kalian boleh melukai mereka, tapi hanya tangan ini yang boleh menyabut nyawa mereka.” Lanjut Patriak Sekte Lentera Dewa sambil mengangkat tinju tangannya ke depan wajahnya.


“Baik Patriak....” Balas kelima tetua Sekte Lentera Dewa yang langsung pergi dengan membawa seorang pengawal yang melihat pelaku utama pemukulan terhadap tuan muda Sekte Lentera Dewa.


***


Bersambung...