The World Emperor System

The World Emperor System
Berakhirnya Kekacauan Di Kekaisaran Dewa Langit



Kekacauan di Kekaisaran Dewa Langit berakhir saat Reinar menyeret enam Raja yang menjadi dalang dari kekacauan ke hadapan Pangeran Wei Jian. Setelah melemparkan keenam Raja ke hadapan Pangeran Wei Jian, tanpa memberi penghormatan kepada sosok Pangeran Kekaisaran Dewa Langit, Reinar begitu saja duduk di kursi yang tersedia untuknya.


Ada beberapa petinggi Kekaisaran yang tidak menyukai apa yang dilakukan Reinar, bahkan ada beberapa orang yang terang-terangan mengeluarkan aura kekuatan mereka untuk memberi tekanan kepada Reinar. Namun mereka hanya bisa berdecak kesal saat aura mereka tak berpengaruh kepada Reinar.


Bukan hanya tak berpengaruh, mereka yang mengarahkan aura kekuatan mereka kepada Reinar, mereka justru merasakan adanya kekuatan besar yang mengancam kehidupan mereka. Kekuatan itu sangat besar, bahkan tubuh mereka sampai menggigil ketakutan saat merasakan kekuatan itu.


Wei Jian hanya bisa menghela nafas melihat apa yang dilakukan beberapa petinggi Kekaisarannya. Dia tidak menyangka kalau masih saja ada orang bodoh yang berani menyinggung sosok yang telah menyelamatkan Kekaisarannya. Walau terlihat tak memiliki aura kekuatan, Wei Jian dapat merasakan adanya kekuatan besar yang dimiliki Reinar.


Reinar yang semula diam, tiba-tiba dia menatap ke arah sekumpulan orang yang semula mengerahkan aura kekuatan mereka untuk menekannya. “Apa kalian tahu?.... Dengan kekuatan yang aku miliki, aku bisa dengan mudah menghancurkan Kekaisaran ini, tetapi sayangnya aku sudah memiliki kerjasama dengan Kakek Wei Kong, jadi aku mengurungkan niat ku untuk menghancurkan Kekaisaran ini....”


Dengan wajah penuh penyesalan akibat ulah beberapa petinggi Kekaisaran Dewa Langit, Wei Jian membalas perkataan Reinar. “Tuan, sebagai Pangeran dari Kekaisaran ini, aku meminta maaf atas kesalahan mereka. Aku harap tuan dapat memaafkan kesalahan mereka, dan membiarkan kami yang memberi hukuman untuk mereka....”


Banyak petinggi Kekaisaran yang tidak percaya saat mendengar Pangeran mereka meminta maaf pada seseorang yang kedudukannya lebih rendah darinya. Apa Kekaisaran Dewa Langit milik mereka saat ini telah menjadi Kekaisaran yang sangat lemah sampai Pangeran mereka harus meminta maaf pada seseorang yang identitasnya tidak di ketahui?....


“Tuanku Pangeran, anda saat ini adalah satu-satunya penerus Kaisar Kekaisaran Dewa Langit, jadi hamba harap tuanku Pangeran tidak meminta maaf kepada orang rendahan sepertinya!....” Kata seorang petinggi Kekaisaran dengan tatapan meremehkan yang dia tujukan kepada Reinar.


“Apa yang baru kamu katakan?.... Apa kau barusan berani menilai rendah kepada orang yang bahkan sangat aku hormati?.... Aku bahkan rela bersujud kepadanya demi meminta maaf untuk semua kesalahan kalian, dan kau dengan begitu mudahnya mengatakan yang tak sepantasnya kau katakan....” Teriak Wei Jian dengan sorot mata tajam menatap ke arah salah satu petinggi Kekaisarannya.


Petinggi kekaisaran yang semula menatap remeh Reinar seketika dia terdiam begitu mendengar teriakan Wei Jian. “Sial, bagaimana bisa Pangeran lemah itu justru lebih memilih membela orang asing daripada membela petinggi Kekaisarannya?....” Gumam petinggi Kekaisaran dengan menahan amarahnya.


“Tuan, apa yang harus aku lakukan kepada keenam Raja ini?.... Apa perlu aku langsung menghukum mati mereka?....” Tanya Wei Jian begitu suasana kembali tenang, dan lagi Reinar tak lagi tertarik untuk menghukum para petinggi Kekaisaran Dewa Langit yang telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepadanya.


Dengan tenang Reinar menjawab pertanyaan Wei Jian. “Kamu bisa memenjarakan mereka terlebih dahulu!.... Lalu untuk hukuman mereka yang sebenarnya, kita akan lakukan itu setelah aku berhasil membunuh tuan mereka....”


Wei Jian mengerutkan keningnya begitu mendengar jawaban Reinar. “Tuan, saat ini Kekaisaran Dewa Langit belum sepenuhnya pulih. Jujur saja, aku tidak punya kekuatan lebih untuk menjaga keberadaan mereka saat dipenjara....” Kata Wei Jian.


“Kamu tenang saja, selama mereka di penjara biar orang-orang ku yang menjaga mereka, dan sekalian aku mau melihat apa kira-kira ada orang yang secara diam-diam ingin membebaskan mereka!....” Balas Reinar dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


“Aku akan sangat terbantu kalau tuan mau melakukan itu, dan aku sendiri sebenarnya belum punya keinginan untuk menghukum mereka sebelum menyetabilkan keadaan di Kekaisaran ini. Jadi memasukkan mereka kepenjara dengan penjagaan yang ketat adalah keputusan yang terbaik untuk saat ini....”


Reinar mengangguk pelan saat mendengar balasan dari Wei Jian, dan setelah itu hanya dengan melambaikan tangannya, muncul enam sosok prajurit miliknya yang akan menyeret keenam Raja menuju penjara dengan seorang kasim yang akan menunjukkan jalan untuk mereka.


Pangeran Wei Jian membubarkan para petinggi Kekaisarannya, begitu keenam Raja yang menjadi dalang kekacauan di Kekaisaran Dewa Langit telah di seret menuju penjara Kekaisarannya. Dengan perginya para petinggi Kekaisarannya, Pangeran Wei Jian saat ini dapat dengan tenang membicarakan banyak hal dengan tamu kehormatannya.


Wei Jian berjalan mendekati tempat duduk Reinar. Berjalan mendekati Reinar, membuatnya dapat melihat sebuah ketenangan yang selama ini belum pernah dia lihat. Dirinya termasuk orang yang bisa tenang dalam situasi apapun, tetapi dia harus mengakui kalau ketenangan yang dimiliki Reinar jauh lebih sempurna dari ketenangan miliknya.


Setelah berada di jarak yang cukup dekat dengan Reinar, Wei Jian menghentikan langkah kakinya lalu dia mulai membuka suara. “Kekaisaran ini seharusnya telah menjadi reruntuhan seandainya tuan tidak datang dan membantu kami. Aku tidak tahu apa yang sudah dijanjikan kakek untuk tuan, tetapi aku berharap apapun itu, itu semua tidak akan merugikan penduduk Kekaisaran ini yang sudah sekian lama hidup dalam penderitaan....” Ujar Wei Jian.


Reinar yang mendengar itu kemudian tersenyum lalu dia membalasnya. “Kamu tenang saja, apa yang aku rencanakan dengan kakek Wei Kong tidak akan membuat rugi penduduk Kekaisaran mu. Justru sebaliknya, rencana itu akan menguntungkan kedua belah pihak, terutama penduduk Kerajaan ku dan penduduk Kekaisaran mu....”


Wei Jian sejenak menghela nafas kemudian dia kembali berkata. “Kalau itu memang sangat menguntungkan dan lagi kakek sudah menyetujuinya, tidak ada alasan bagiku untuk menentang apa yang sudah tuan dan kakek rencanakan....“ Ujar Wei Jian. “Semoga rencana itu benar-benar berdampak baik pada penduduk Kekaisaran ini!....” Kata Wei Jian dalam hati.


Reinar yang tahu kalau Wei Jian belum sepenuhnya percaya dengan rencana yang sudah dia susun bersama kakek Wei Kong, dia hanya bisa tersenyum sambil menatap wajah Wei Jian yang masih terlihat kurang enak dipandang. “Aku tidak butuh kepercayaan mu, tapi aku dan kakek Wei Kong akan membuktikan padamu, dan setelah itu aku yakin kalau kamu akan dengan sendirinya mempercayai kami....”


Wei Jian tersenyum kecut begitu mendengar perkataan Reinar yang dengan tepat menebak akan dirinya yang belum terlalu percaya akan rencananya. “Karena tuan ingin membuktikannya, dengan senang hati aku akan menunggu bukti yang akan tuan tunjukkan. Dan kalau bukti itu tidak ada, aku harap tuan secepatnya menghentikan apa yang nantinya tuan lakukan!....” Kata Wei Jian yang benar-benar tidak ingin penduduk Kekaisarannya hidup dalam penderitaan.


Reinar hanya tersenyum dan sedikitpun dia tidak marah dengan perkataan Wei Jian yang terkesan meremehkan kemampuan nya. “Singkirkan jauh-jauh rasa tidak percaya mu begitu bukti itu ada di depan kedua matamu!....”


Tanpa melanjutkan perkataannya, Reinar menghilang dari tempat duduknya dengan selembar kertas bertuliskan beberapa kalimat yang sengaja dia tinggalkan di atas kursi yang semula dia dudukin.


Wei Jian mengambil kertas itu lalu membacanya, namun begitu selesai membaca, dia segera meremas kertas itu. “Wanita itu ternyata telah menyeret beberapa orang ku menjadi bagian darinya!....” Gumam Wei Jian begitu membaca tulisan di selembar kertas yang ditinggalkan oleh Reinar.


°°°


Di sebuah ruangan, seorang pria berjubah merah menatap dua sosok makhluk berkulit merah yang ada di hadapannya. Tatapan pria itu begitu tajam, dan lagi ada aura yang mengerikan perlahan mulai keluar dari dalam tubuhnya. Wajahnya menunjukkan ekspresi geram saat dia mendengar kegagalan dari rencana yang telah dia susun.


Dua sosok makhluk di depan pria itu sebenarnya tengah mengalami luka yang cukup parah setelah mereka bertarung dengan sosok pria bertopeng hitam. “Yang Mulia, kekuatan mereka setidaknya berada di tingkatan yang berbeda dengan kami, dan lagi pemimpin mereka telihat jauh lebih kuat dari sosok pria bertopeng hitam yang menjadi lawan kami. Sosok enam Raja yang telah mendapatkan kekuatan dari tuan bahkan tak dapat berkutik di hadapan pemimpin mereka. Beruntung mereka tak menemukan kami di tempat persembunyian yang telah kami buat....”


Aura kekuatan berwarna merah kehitaman menyelimuti tubuh pria berjubah merah yang menandakan kalau dia tengah dilanda kemarahan begitu mendengar apa yang dikatakan oleh dua sosok makhluk berkulit merah. “Pulihkan diri kalian dan setelah itu bawa beberapa bawahan kalian untuk membawa enam orang tidak berguna itu ke hadapan ku!.....” Kata pria berjubah merah yang tahu akan kondisi enam Raja yang telah menerima berkah dari kekuatannya.


Kedua sosok makhluk berkulit merah menganggukkan kepalanya lalu mereka menghilang tanpa jejak, dan meninggalkan sosok pria berjubah merah yang memejamkan matanya begitu dia hanya seorang diri di ruangan yang dia tempati.


°°°


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....