
Reinar dan kelompoknya telah sampai di ibukota Kekaisaran Tang. Sampai di ibukota Reinar langsung memisahkan diri dengan kelompoknya, dan mereka berpencar menjadi tiga kelompok. Di sepanjang jalan yang di lalui nya, Reinar terus mencari informasi terbaru tentang situasi Kekaisaran Tang.
Setelah sepanjang hari berkeliling ibukota Kekaisaran Tang akhirnya Reinar menemukan banyak informasi, salah satunya tentang Kekaisaran Tang yang akan menyerang Kekaisaran Ling dengan bantuan dua Sekte besar yang berdiri di sisi Kekaisaran Tang.
“Kaisar Tang Hui benar-benar ingin menyerang Kekaisaran Ling. Bantuan dari dua Sekte besar sepertinya membuatnya lupa akan kekuatan Kekaisaran Ling, dan dia juga lupa akan Kekaisaran Han yang kini menjadi sekutu utama Kekaisaran Ling.” Reinar turut prihatin akan masa depan Kekaisaran Tang yang dipimpin oleh Kaisar yang begitu bod*h.
Setelah merasa cukup banyak mengumpulkan informasi, Reinar memutuskan untuk mencari keberadaan anggota kelompoknya.
Wusshh... Bagai angin malam yang bertiup kencang, Reinar bergerak melompat dari atap bangunan yang satu ke atap bangunan lainnya untuk menemukan keberadaan anggota kelompoknya.
“Tuan, akhirnya aku menemukanmu...” Kata Argust yang lebih dulu menemukan keberadaan Reinar. Di sisi Argust ada Ling Zhe yang terlihat bahagia setelah menghabiskan banyak waktu bersama Argust.
“Kita cari Ling Feng dan Alice...” Reinar lupa memberi mereka kristal komunikasi, jadi dia sendiri sekarang yang kerepotan mencari keberadaan orang-orangnya.
“Kakak ipar kita tidak perlu mencari mereka, aku merasakan aura kakak Feng tengah mendekat ke tempat kita...” Kata Ling Zhe dan benar saja, tak lama kemudian Ling Feng dan Alice datang ketempat mereka.
“Sepertinya semua orang telah mendapatkan informasi yang sama...” Kata Ling Feng yang baru datang.
Reinar menganggukkan kepalanya begitu juga dengan Argust dan Ling Zhe.
Semua orang telah mendapatkan informasi yang sama, tapi informasi yang di dapat Reinar lebih lengkap dari yang di dapatkan kelompoknya karena dia berhasil menyerap ingatan dari salah satu prajurit Kekaisaran Tang. “Sekte Racun Hati dan Sekte Kura-kura Hitam berada di balik keberanian Kaisar Tang menyatakan perang terbuka dengan Kekaisaran Ling...” Reinar mengatakan sebuah informasi penting yang tidak di dapatkan anggota kelompoknya.
Mendengar informasi baru dari Reinar, keempat anggota kelompok Reinar sekarang tahu alasan keberanian Kaisar Tang yang dengan penuh kepercayaan diri menyatakan perang terbuka dengan Kekaisaran Ling.
“Hanya dua sekte lemah berani ikut campur dalam urusan Kekaisaran!...” Ling Zhe mendengus kesal.
“Pasukan dari kedua Sekte tengah memulai perjalanan, dan mereka butuh beberapa hari untuk sampai ke ibukota Kekaisaran Tang. Pasukan Sekte Kura-kura hitam, mereka akan menjadi target pertama yang akan kita musnahkan..." Reinar meminta pada Lilia untuk menyiapkan seribu unit bom waktu. Rencananya Reinar akan memasang bom itu di jalan yang akan dilalui pasukan Sekte Kura-kura Hitam.
Dengan memasang jebakan berupa bom waktu, setidaknya Sekte Kura-kura Hitam akan kehilangan separuh pasukannya, dan saat itulah giliran Reinar serta kelompoknya untuk menghancurkan sisa-sisa pasukan Sekte Kura-kura Hitam.
Setelah menjelaskan rencananya, Reinar membagikan 200 unit bom peledak pada masing-masing anggota kelompoknya, lalu dengan teknik gerbang teleportasi miliknya, Reinar membawa kelompoknya ke jalan yang keesokan paginya akan dilalui pasukan yang berasal dari Sekte Kura-kura Hitam.
“Kalian semua, letakkan di tempat tersembunyi peledak yang tadi telah aku berikan pada kalian!...” Reinar dan kelompoknya segera menyebar ke berbagai tempat untuk meletakkan bom waktu yang ada di tangan mereka.
Suasana malam yang gelap tak sedikitpun menghambat apa yang tengah Reinar dan yang lainnya lakukan, dan berkat bantuan Lilia yang dapat dengan tepat memprediksi kapan pasukan Sekte Kura-kura Hitam lewat di jalan yang mereka pasangi bom waktu, Reinar merasa yakin bom waktunya akan meledak di waktu yang tepat.
“Kakak Feng, lebih baik kita istirahat tak jauh dari tempat ini sambil menunggu kedatangan mereka...”
“Mengapa kita tidak langsung mengawasi mereka, kenapa juga kita harus istirahat?.”
“Kita butuh istirahat dan memulihkan kekuatan. Setidaknya besok ada ratusan ribu prajurit yang akan menjadi lawan kita...”
“Adik ipar, aku sama sekali tidak merasakan kelelahan. Sekalipun mereka ada ratusan ribu, dengan seluruh kekuatanku, aku yakin dapat mengalahkan mereka semua...”
“Kakak ipar, apa kamu tidak pernah mendengar cerita tetang orang kuat yang kalah oleh sekumpulan orang-orang lemah?. Orang kuat itu terlalu sombong dan menganggap remeh musuhnya, tapi pada akhirnya dia kalah dan mati secara mengenaskan. Kakak ipar tahu apa penyebab kematiannya?.”
“Karena kesombongannya dia mati...” Balas Ling Feng.
“Maaf kan aku karena melupakan hal sekecil itu yang akan berdampak buruk padaku...” Ling Feng mulai menyadari kesalahannya.
“Kita masih mempunyai banyak waktu, lebih baik kakak dan yang lainnya istirahat!...” Reinar melihat tiga orang lainnya yang dia yakini telah mendengar cerita singkatnya.
Ling Feng dan tiga orang lainnya segera menjauh dan mencari tempat untuk beristirahat. Sementara mereka istirahat, Reinar menyuruh empat tubuh bayangannya yang ada di istana Kekaisaran Tang untuk membuat kehebohan.
“Caraku memang licik, tapi mereka memang pantas menerimanya...” Reinar membatin sambil melihat jebakan yang telah dia persiapkan.
***
Istana Kekaisaran Tang.
Suasana malam di istana Kekaisaran Tang terasa begitu sunyi dan tenang. Kaisar Tang Hui yang baru bermain dengan Permaisuri nya juga telah tertidur dengan sang Permaisuri yang masih berada di atas tubuhnya.
Tapi di beberapa kamar para selir masih terdengar suara rintihan dan desahan halus para selir yang tengah menikmati pelayanan dari prajurit yang menjaga kediaman mereka. Terlihat beberapa selir Kekaisaran yang begitu liar membiarkan tubuhnya di jamah dua prajurit Kekaisaran yang seharusnya menjaga kediaman mereka.
Kaisar Tang Hui tak mengetahui apa yang di lakukan para selirnya yang berjumlah puluhan, dan tak setiap malam juga dia melayani para selirnya karena dia lebih tertarik pada Permaisurinya.
Putra Mahkota Tang Yuan bahkan sering menikmati tubuh beberapa selir Kaisar Tang Hui tanpa sepengetahuannya.
“Para selir yang sangat menjijikkan...” Salah satu tubuh bayangan Reinar melihat kelakuan salah selir Kekaisaran Tang saat dia mendatangi kediaman salah satu selir.
Dia melihat si selir yang tengah melayani dua prajurit Kekaisaran. Permainan mereka sangat panas, sampai mereka tak menyadari datangnya sosok bertopeng yang berdiri tak jauh dari mereka.
Saat mereka bertiga sudah menyelesaikan permainan yang begitu panas, terlihat mereka begitu kelelahan sampai langsung tertidur di atas ranjang milik si selir.
“Pertunjukkan yang menarik, tapi kalian harus mati!...” Tubuh bayangan Reinar langsung mengayunkan belati di tangannya dan dia langsung membunuh tiga orang yang ada di atas ranjang.
Kepala ketiga orang di atas ranjang terpisah dari tubuhnya, dan setelah itu tubuh bayangan Reinar pindah ke kediaman lainnya.
Tubuh bayangan Reinar yang lainnya juga melihat hal yang sama di kediaman para selir yang mereka datangi. Salah satu tubuh bayangan Reinar bahkan melihat adegan yang begitu menjijikkan saat dia melihat seorang selir yang di gilir empat orang prajurit Kekaisaran, dan anehnya selir itu menikmati apa yang dilakukan para prajurit padanya.
Namun kenikmatan yang mereka rasakan harus di bayar dengan nyawa saat tubuh bayangan Reinar mulai membunuh mereka satu persatu, dan malam itu juga Kaisar Tang Hui harus kehilangan para selirnya.
“Apa semuanya sudah selesai?.” Tanya salah tubuh bayangan Reinar pada tubuh bayangan lainnya.
Tiga tubuh bayangan Reinar mengangguk secara bersamaan, lalu mereka berempat segera pergi meninggalkan wilayah istana Kekaisaran Tang untuk membuat kerusuhan di tempat yang lainnya.
Di tempat lain Reinar tersenyum setelah mendapatkan laporan dari tubuh bayangannya. “Sungguh malam yang kelam bagi Kekaisaran Tang. Kehilangan para selir setidaknya akan membuat hancur mental Kaisar Tang Hui...” Ungkap Reinar yang masih setia menunggu kedatangan pasukan Sekte Kura-kura Hitam.
***
Bersambung...