The World Emperor System

The World Emperor System
Kota Yang Terabaikan



Reinar dan Rose segera memasuki Kota Sawah Hijau untuk menemui pemimpin Kota setelah membunuh seluruh Iblis yang berada di luar Kota.


Untuk seluruh prajurit Reinar, saat ini mereka tengah membantu prajurit Kota Sawah Hijau membereskan mayat para Iblis yang berserakan di luar dinding Kota.


Pemimpin Kota Sawah Hijau menyambut kedatangan Reinar dan Rose dengan perasaan senang. Ada dorongan pada tubuh pemimpin Kota untuk berlutut di hadapan Reinar, di saat dia melihat kharisma yang dimiliki oleh Reinar, tetapi dorongan itu menghilang saat dia melihat senyum dan gelengan kepala Reinar.


Pemimpin Kota tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu dia mempersilahkan Reinar dan Rose masuk kedalam ruang penjamuan.


Berbagai hidangan telah disiapkan oleh juru masak kediaman pemimpin Kota untuk menyambut kedatangan dua sosok yang telah berhasil membantai seluruh Iblis yang menyerang Kota Sawah Hijau. Keduanya diperlakukan selayaknya seorang pahlawan saat seluruh keluarga pemimpin Kota menyambut kedatangan mereka.


Ceng Liong, pemimpin Kota Sawah hijau mempersilahkan Reinar dan Rose untuk duduk di kursi kehormatan. “Tuang, kami mohon maaf karena hanya ini yang dapat kami sajikan di situasi seperti ini!...”


Reinar dan Rose hanya tersenyum saat mendengar perkataan Ceng Liong. “Pemimpin Kota, anda tidak perlu berkecil hati!.., apa yang anda sajikan sudah lebih dari cukup untuk memuaskan dahaga kami, dan lagi anda seharusnya tidak perlu repot-repot menyiapkan semua ini untuk kami!...”


Rose yang semua diam, perlahan menganggukkan kepalanya menyetujui apa yang baru di katakan oleh tuannya. Dia berpikir lebih baik pemimpin kota mengutamakan kepentingan penduduk Kota nya daripada menyiapkan acara jamuan untuk mereka.


Mendengar perkataan Reinar, Ceng Liong mengerti kalau apa yang dia lakukan ini kurang tepat dilakukan di saat situasi perang baru berakhir, tetapi dia punya alasan yang membuatnya harus melakukan ini. “Tuan, Kota Sawah Hijau dari dulu selalu terabaikan. Bahkan Kerajaan Tang yang dulu pernah menjadi tuan kami, mereka mengabaikan kami sekalipun waktu itu Kota kami ini dalam keadaan hampir hancur...


Namun hari ini lain ceritanya, tuan datang membantu kami walau kami baru menyatakan diri menjadi Kota dibawah perlindungan Kota Bulu Angsa. Tuan datang membantu dan melindungi kami, akan terasa ada yang kurang kalau kami tidak sedikitpun memberi tuan hadiah setelah apa yang tuan lakukan untuk kami...”


Seluruh keluarga Ceng Liong ikut mengiyakan apa yang dikatakan oleh kepala keluarga mereka. Selama ini mereka selalu di abaikan oleh tuan yang mereka ikuti, namun kini mereka senang karena merasa telah menemukan sosok tuan yang tepat.


Reinar akhirnya mengerti alasan mereka menyiapkan acara jamuan untuk dirinya dan Rose. “Kalau begitu, aku tidak akan segan menikmati apa yang sudah kalian siapkan..” Ujarnya sambil mulai mencicipi makanan yang ada di atas meja.


Ceng Liong tersenyum melihat dua sosok penyelamat Kota nya menikmati apa yang sudah dia persiapkan. “Kalau kami boleh tahu, apa tuan dan nona ini berasal dari Sekte Mawar Putih?...” Tanya Ceng Liong setelah Reinar dan Rose selesai menghabiskan seluruh makanan yang mereka ambil.


Rose tersenyum lalu dia menjawab pertanyaan Ceng Liong mewakili tuannya. “Tuan, saya Rose, wakil pemimpin Akademi Surgawi, dan beliau adalah tuan Reinar, Pemimpin Akademi Surgawi sekaligus Tetua Agung Sekte Mawar Putih...” Jawabnya singkat dan cukup jelas.


Ceng Liong dan seluruh keluarganya yang mendengar jawaban Rose tidak bisa untuk tidak segera berlutut di hadapan Reinar. Lalu dengan sedikit ragu, Ceng Liong mulai berkata kepada Reinar. “Tuan, maafkan kami yang tidak tahu setinggi apa kedudukan orang yang berada di hadapan kami. Dengan begitu lancang sebelumnya kami merasa hanya sedikit lebih rendah daripada anda...” Kata Ceng Liong yang tentu sudah tahu sekuat apa sosok Tetua Agung Sekte Mawar Putih.


Setelah peperangan besar melawan gabungan murid dari tiga Sekte, siapa yang tidak mengenal sosok Tetua Agung Sekte Mawar Putih yang dapat mengalahkan seorang kultivator di tahap Setengah Langkah tingkat Dewa Sejati?... Semua orang di wilayah timur Benua Selatan telah mengetahui kekuatan Tetua Agung Sekte Mawar Putih, tapi bagi Ceng Liong dan keluarganya, ini adalah kali pertama mereka melihat sosok yang namanya telah tersebar ke seluruh wilayah timur Benua Selatan.


Reinar menatap tidak suka dengan apa yang dilakukan Ceng Liong dan keluarganya. “Apa yang kalian lakukan?... Cepat bangun dan jangan melakukan itu lagi!... Kalian berlututlah kepada orang yang layak, jangan berlutut di depan orang biasa seperti ku!..." Katanya.


Ceng Liong merasa kalo Reinar marah pada mereka karena dia dan keluarganya sejak awal tidak menyadari kedudukannya, tetapi setelah mendengar suara lembut Rose, Ceng Liong dan keluarganya segera merasa lega.


“Tuan dan Nyonya, tuan ku tidak pernah menyukai orang yang berlutut padanya, karena itu kalian jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama!...” Kata Rose dengan suara lembutnya.


Ceng Liong menganggukkan kepalanya mengerti, dan dia serta keluarganya semakin merasa beruntung setelah melihat sifat dari sosok yang bisa dikatakan dia adalah sosok tuan baru mereka.


Reinar tersenyum saat melihat Ceng Liong dan keluarganya tak lagi berlutut. “Untuk kalian semua, terimakasih atas jamuan yang telah kalian berikan kepada kami, tapi maaf kami tidak bisa berlama-lama di tempat ini, karena kami masih harus pergi ke tempat lainnya untuk memusnahkan pasukan Ras Iblis dan pasukan Ras Malaikat Jatuh...”


Ceng Liong ingin mengatakan sesuatu, tetapi belum sempat mengatakan apa yang ingin dia katakan, Reinar dan Rose sudah menghilang dari tempatnya. “Semoga saja tuan dan nona dapat mengalahkan mereka!...” Kata Ceng Liong dalam hati.


°°°


Situasi wilayah timur Benua Selatan perlahan semakin kondusif setelah ratusan ribu prajurit Ras Iblis dan Ras Malaikat Jatuh mundur dari medan perang, dan menghilangkan di balik kegelapan hutan yang menjadi wilayah kekuasaan mereka.


Berbanding terbalik dengan keadaan di sebagian besar wilayah timur Benua Selatan, wilayah kekuasaan Ras Iblis dan Ras Malaikat Jatuh tengah dilanda krisis setelah mereka mengalami kekalahan telak dalam perang yang berlangsung hanya dalam sepuluh hari.


Selain kekalahan di berbagai Kota, mereka juga kehilangan banyak prajurit dari kedua Ras, dan kini mereka hanya memiliki sisa kurang dari dua juta prajurit. Jumlah yang cukup banyak, tetapi jumlah itu tak akan membuat mereka mampu menguasai seluruh daratan Benua Selatan.


“Yang Mulia Ratu, kita tidak bisa terus berdiam diri dan menerima kekalahan ini!... Setidaknya kita harus membalas dan mengambil kembali Kota yang pernah kita kuasai...” Salah satu Jenderal Ras Iblis yang duduk diatas kursi yang berada di aula Istana Kerajaan Iblis mengungkapkan apa yang ingin dia katakan.


Selama ini yang memimpin prajurit Ras Iblis hanyalah Jenderal tingkat rendah yang kekuatannya hanya setara dengan kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap awal. Para Jenderal tingkat tinggi merasa kalau kekalahan mereka selama ini karena lemahnya sosok pemimpin yang yang di kirim oleh pihak Kerajaan, dan karena itu mereka ingin turun tangan langsung memimpin prajurit yang mereka miliki.


Tetapi Mei Lin sebagai Ratu mereka memiliki pemikiran lain karena dia mengingat seberapa kuat orang-orang yang berasal dari Sekte Mawar Putih, terutama kekuatan sosok pria yang dia akui saat itu jauh lebih kuat darinya. Dia merasa kekalahan yang selama ini dialaminya ada hubungannya dengan keberadaan Sekte Mawar Putih, dan sosok pria yang sempat dia takuti itu tentunya berada di sisi Sekte Mawar Putih.


“Jangan buru-buru, ingat kita tidak tahu sekuat apa musuh yang kita hadapi!... Sekalipun kalian para Jenderal tingkat tinggi turun tangan, aku masih belum memiliki keyakinan kalau kalian dapat memenangkan perang. Lebih baik kita kembali mengirim mata-mata untuk memata-matai kekuatan musuh!...”


Setelah berpikir cukup lama para petinggi Kerajaan dan para Jenderal setuju untuk mengirim mata-mata ke wilayah musuh, dan kini yang menjadi fokus mereka adalah memata-matai kekuatan yang dimiliki Sekte Mawar Putih.


Sekte Mawar Putih dikatakan oleh Mei Lin sebagai momok yang harus lebih dulu di singkirkan sebelum dia kembali menggerakkan prajuritnya untuk menyerang Kota atau Kerajaan yang ada di wilayah timur Benua Selatan.


Berselang beberapa saat setelah seluruh petinggi dan para Jenderal setuju untuk mengirimkan mata-mata, puluhan mata-mata terbaik yang di miliki Ras Iblis mulai pergi ke Kota Bulu Angsa, dan ada lima mata-mata yang akan mencoba langsung masuk ke wilayah Sekte Mawar Putih.


Oscar yang masih dipercaya sebagai pemimpin tertinggi Ras Malaikat Jatuh juga mengerahkan belasan mata-mata untuk mengamati kota-kota yang ada di sekitar Kota Bulu Angsa. “Jangan pernah membuat keributan karena tugas kalian hanya melakukan pengamatan!... Gunakan seluruh kekuatan kalian untuk melarikan diri saat identitas diri kalian terungkap...”


Belasan mata-mata Ras Malaikat Jatuh menganggukkan kepalanya setelah mendengar perkataan Oscar. “Kami akan selalu mengingat pesan tuan...” Kata mereka serentak lalu pergi dari hadapan Oscar.


Oscar segera menghampiri Mei Lin setelah orang-orangnya pergi, dan kini hanya tersisa mereka berdua di aula Istana Kerajaan Iblis. “Aku tidak menyangka kalau ada kekuatan besar yang dapat mengganggu rencana besar kita!...”


Mei Lin yang duduk di tempat duduknya bangkit berdiri lalu dia menyuruh Oscar untuk menduduki tempat duduknya. Saat Oscar sudah duduk, dengan gerakan yang begitu anggun Mei Lin duduk di atas pangkuan Oscar. “Kita cuma harus menghancurkan Kota Bulu Angsa dan juga Sekte Mawar Putih. Setelah kedua tempat itu hancur, kita pasti dapat menguasai wilayah timur Benua Selatan...”


Mendengar itu Oscar hanya menganggukkan kepalanya, perkataan kekasihnya membuatnya yakin kalau suatu saat nanti dia pasti bisa menjadi satu-satunya penguasa di Benua Selatan.


“Cih, dasar pria lemah!... Kalau saja aku tidak membutuhkan kekuatan Ras mu, sudah sejak lama aku menyingkirkan keberadaan mu!...” Kata Mei Lin dalam hati.


Saat Oscar ingin menyentuh benda kenyal di dada Mei Lin, tiba-tiba seorang prajurit penjaga masuk ke dalam aula dan menghampiri keduanya. “Yang Mulia Ratu, puluhan ribu kultivator tingkat Dewa Surgawi bergerak memasuki wilayah kekuasaan Kerajaan kita...”


Mata Mei Lin terbuka sempurna mendengar laporan dari prajurit penjaga. “Pu... Puluhan ribu kultivator tingkat Dewa Surgawi?... Bagaimana bisa ada kekuatan sebesar itu di wilayah timur Benua Selatan?...”


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...