The World Emperor System

The World Emperor System
Amarah Binatang Buas



Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.


satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.


***


***


Hutan kabut.


Wilayah terdalam hutan kabut.


Reinar terus menghindari serangan serigala angin yang terus memburu ke arahnya. Dengan kekuatan penuhnya, Reinar hanya mampu menghindar dan terus bertahan dari serangan yang mengarah padanya.


BOOMMM...


Sebuah pukulan serigala angin membuat reinar terpental dan ada luka sayatan di dadanya walau tak begitu dalam.


Luka di dadanya dengan cepat menghilang saat dia menggunakan skill recovery, tapi Reinar masih bisa merasakan rasa sakit di dadanya efek dari serangan serigala angin.


Reinar mencoba mengatur nafasnya saat serigala angin hanya mengamatinya dari kejauhan. Kekuatan serigala angin hanyalah kekuatan sementara, dan sedikit demi sedikit tubuhnya akan merasakan efek dari kekuatan yang dia paksa keluar, dan terakhir dia akan mati setelah efek dari kekuatannya menggerogoti seluruh tubuhnya.


“Binatang buas tingkat Dewa sangat kuat seperti namanya, dan kekuatannya memang tak bisa di remehkan.” Kata Reinar yang baru pertama kali bertemu dengan lawan kuat yang berhasil membuatnya terluka dan merasakan sakit.


“Grrrrr...” Serigala angin mengeram dan kembali dia menyerang Reinar.


Dengan mata menyala merah, serigala angin itu menyerang Reinar dengan niat membunuh yang begitu kentara. Setidaknya dia ingin membawa Reinar mati bersamanya setelah pertempuran mereka berakhir.


“Kau ingin membunuhku?. Dalam mimpi sekalipun kamu tak akan mampu untuk membunuhku.” Kata Reinar yang terus menghindari serangan serigala angin sambil mecari celah untuk melakukan serangan balik.


BOOMMM...


BOOMMM...


Reinar berhasil menendang kepala serigala angin, tapi di saat bersamaan dia juga terkena tendangan kaki milik serigala angin.


Melihat gerakan serigala angin yang semakin melambat, tanpa ragu Reinar melesat kearah serigala angin, lalu dia menggunakan teknik pedangnya untuk menyerang lawan yang paling tangguh selama dia berpetualang di dua benua yang ada di dunia barunya.


“Kau terlalu cepat kehabisan tenaga.” Kata Reinar lalu dia mengayunkan pedangnya menyerang serigala angin yang tak lagi berada di kekuatan puncaknya.


Rooaaaarrrrr....


Serigala angin berteriak saat pedang Reinar berhasil melukainya, dan membuat darah berwarna ungu mengalir deras keluar dari tubuh besarnya.


Tidak berhenti sampai di situ, Reinar kembali menyerang serigala angin yang sudah kehilangan separuh kekuatannya. Pukulan dan tendangan Reinar terus menghujam ke tubuh serigala angin tanpa bisa dia hindari.


BOOMMM...


BOOMMM...


Tubuh serigala angin terpental sejauh puluhan meter dan di terlihat kesulitan untuk bangkit kembali. Sementara itu di sisi lainnya, Reinar masih berdiri biarpun dia harus bertumpu pada pedang di genggaman tangannya.


“Sial, simpanan mana dan Qi ku hampir habis hanya dengan melawan binatang buas tingkat Abadi Langit yang sesaat kekuatannya bisa meningkat ke tingkat Dewa awal.” Gumam Reinar yang perlahan memulihkan energi Qi nya dengan menyerap energi Qi yang ada di bumi dan langit.


Di sisi lain hutan tempat pertempuran Reinar yang melawan serigala angin tingkat Abadi Langit, dua orang melihat dengan kagum kekuatan yang di tunjukkan Reinar.


“Seorang di tingkat Kaisar Bumi mampu membuat binatang buas tingkat Abadi Langit puncak terluka parah, bahkan hampir membunuhnya.” Kata Ling Zhe terkejut dengan apa yang ditunjukkan Reinar. Dia benar-benar tak menyangka jika kekuatan Reinar bisa sekuat itu. “Kekuatan reinkarnasi seorang Kaisar Dua Benua memang luar biasa.” Batin Ling Zhe.


“Serigala angin itu sangat kuat, bahkan sesaat kekuatannya bisa menyamai kekuatan tingkat Dewa awal. Selama ini lawan adik ipar tak ada yang sekuat dirinya, tapi serigala angin itu sangat tepat dijadikan lawan latihannya.” Kata Ling Feng lalu dia menatap pertarungan di tempat lain yang baru selesai, dan dia melihat empat tubuh bayangan Reinar menghilang.


Di tempat Reina berdiri.


Setelah beberapa saat membiarkan tubuhnya menyerap energi Qi bumi dan langit, dantian Reinar telah kembali terisi energi Qi, biarpun tidak sampai 10 persennya.


“Dengan ini sudah lebih dari cukup untuk membunuhnya, apalagi pertarungan di tempat lain telah selesai, dan mana ku tak akan lagi terkuras oleh tubuh bayangan ku.” Gumam Reinar.


“Fiuhh...” Reinar menghembuskan nafasnya secara perlahan, lalu dia memasang kuda-kuda dan bersiap melakukan serangan terakhir ke serigala angin yang dalam posisi berdiri dengan seluruh anggota tubuh yang tak lagi bisa di gerakkan.


“Aaauuwwww....” Lolongan serigala angin terdengar untuk terakhir kalinya sebelum Reinar tiba-tiba muncul tepat di sebelahnya.


“Matilah dengan tenang.”


Sreekk....


Tubuh serigala angin terpental terkena tendangan Reinar, sedangkan kepalanya sudah lebih dulu terpisah dari badan setelah lebih dulu dipenggal oleh Reinar.


“Uhuk... Uhuk...” Reinar terjatuh dan memuntahkan darah setelah memaksakan kekuatan tubuhnya, dan membuatnya mengalami luka dalam yang sulit untuk di sembuhkan walau dia sudah menggunakan skill recovery pada dirinya sendiri.


“Hah... Ini kah rasanya sakit?. Susah terlalu lama aku tidak merasakannya.” Kata Reinar lalu dia membaringkan tubuhnya di atas rerumputan bersebelahan dengan kepala serigala angin yang baru dia penggal.


“Bahkan mereka yang tingkat kekuatannya berada jauh di atasmu, dengan begitu mudah mereka mati di tanganmu.” Kata Ling Feng yang datang dengan membawa empat kristal jiwa milik empat serigala angin yang dikalahkan tubuh bayangan Reinar.


Tak lama Ling Zhe datang menyeret tubuh serigala angin tingkat Abadi Langit yang tubuhnya bisa dijadikan olahan makanan yang sangat bisa menggugah selera.


“Bukannya membantu, kalian ini justru datang untuk menonton pertarungan ku.” Kata Reinar yang perlahan mulai memulihkan diri berkat skill recovery dan dia terbantu dengan melimpahkan energi Qi bumi dan langit di tempatnya berada.


“Bukannya kamu tidak memerlukan bantuan kami?. Seharusnya kamu melihat sendiri betapa lebar senyummu saat melawan serigala angin yang cukup membuat mu kerepotan.” Kata Ling Feng lalu dia membantu Reinar untuk duduk.


“Itu memang sangat menyenangkan, dan asal kalian tahu, hari ini akhirnya aku kembali merasakan sakit berkat serigala angin yang menjadi lawan ku.” Kata Reinar mengelus bekas luka di dadanya yang telah menghilang.


Ling Feng dan Ling Zhe ingin sekali memukul kepala Reinar begitu mendengar dia sangat senang dengan rasa sakit yang baru saja dia rasakan. “Apa dia tidak tahu jika ada yang mengkhawatirkannya?.” Tanya Ling Zhe membatin.


“Kalau para wanitanya tahu dia terluka, pasti aku yang akan mereka salahkan, dan aku juga yang akan menerima hukuman dari para monster berwajah cantik itu.” Batin Ling Feng.


“Dengan enam kristal jiwa milik binatang buas tingkat Abadi Bumi dan dua kristal jiwa milik binatang buas tingkat Abadi Langit, mungkin aku bisa meningkatkan kekuatan sampai tingkat Kaisar Langit puncak.” Kata Reinar, lalu dia menyimpan kristal jiwa yang diberikan Ling Feng, dan dia menyuruh Ling Zhe untuk mengambilkan untuknya dua kristal jiwa yang belum dia ambil.


“Hehehehe... Lihatlah, berkat pertarungan mu dan serigala angin, banyak binatang buas tingkat Kaisar Bumi dan Kaisar Langit mati karena aura yang kalian keluarkan.” Kata Ling Zhe menunjukkan pada Reinar puluhan kristal jiwa yang dia kumpulkan.


“Ambil saja itu untuk dirimu, dan gunakan untuk meningkatkan kekuatanmu. Dengan seluruh kristal jiwa itu, setidaknya kamu bisa mencapai tingkat Kaisar dalam beberapa hari kedepan.” Kata Reinar melihat Ling Zhe yang tinggal sedikit lagi akan mencapai tingkat Raja Langit, dan kemungkinan dia bisa menerobos ke tingkat Kaisar Bumi dengan kristal jiwa yang di kumpulkan nya.


“Lebih baik kalian segera meningkatkan kekuatan, karena lawan yang kita hadapi akan lebih kuat dari yang sebelumnya.” Ungkap Ling Feng melihat kearah depan dimana di sana dia merasakan keberadaan kekuatan yang jauh di atas kekuatannya yang telah mencapai puncak Abadi Langit.


Reinar mengangguk dan segera membawa Ling Feng serta Ling Zhe berteleportasi ke rumah yang dia gunakan untuk istirahat selama berburu binatang buas di hutan kabut.


Reinar dan dua orang yang bersamanya telah sampai di depan rumah yang merupakan sebuah artefak. Reinar segera masuk ke kamarnya lalu dia membersihkan diri di kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.


Melihat Reinar sudah masuk kedalam kamar, Ling Zhe dan Ling Feng juga masuk ke kamar mereka masing-masing karena hari juga mulai gelap.


Di dalam kamar setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian baru yang dia beli dari sistem, Reinar telah mengambil posisi kultivasi dan di sekelilingnya dia menebar kristal jiwa milik serigala angin yang telah dia kalahkan.


“Lilia, apa dengan ini aku bisa meningkatkan kekuatanku sampai ke tingkat Kaisar Langit puncak?.” Tanya Reinar.


[Dengan membiarkan tubuh tuan menyerap kekuatan jiwa dan aura yang tersisa di kristal jiwa, kemungkinan tuan akan bisa meningkatkan kekuatan sampai ke tingkat Kaisar Langit puncak, tapi dengan padatnya energi Qi bumi dan langit di tempat ini, tidak mustahil tuan bisa mencapai tingkat Abadi Bumi awal.]


Reinar tersenyum mendengar jawaban Lilia. “Lalu bagaimana dengan pondasi kekuatan ku?. Bukannya kekuatan yang besar memerlukan pondasi yang kuat!.”


[Pondasi tuan sudah berada di tingkat tertinggi saat tuan berevolusi menjadi ras immortal, jadi tuan tidak perlu khawatir akan pondasi kekuatan tuan. Seberapa besar peningkatan kekuatan tuan, tubuh immortal yang tuan miliki akan dengan mudah menstabilkannya.]


Senyum Reinar semakin lebar setelah mendengar jawaban Lilia.


“Kalau begitu, sekarang saatnya mencoba meningkatkan kekuatanku.” Kata Reinar lalu dia menutup mata.


Tak lama tubuhnya mulai menyerap semua energi yang ada di dalam kristal jiwa yang ada di sekitarnya secara perlahan, di sisi lain, lubang hitam muncul diatas kepala Reinar dan menyedot energi Qi bumi dan langit yang ada di sekitarnya.


Di dalam kamarnya, Reinar sudah berada di titik fokus tertinggi. Tubuhnya dapat mengolah banyak energi Qi yang masuk dengan sangat mudah. Energi Qi itu kemudian dirubah menjadi energi Qi yang lebih murni, lalu energi murni itu masuk ke dantian Reinar, dan membuatnya semakin melebar.


***


Halaman istana Kekaisaran Han


Sudah banyak prajurit yang berkumpul di halaman istana Kekaisaran Han. Selain prajirit, ada juga belasan Jenderal Kekaisaran yang akan memimpin prajurit yang berada di bawah kepemimpinan mereka.


Kaisar Han Liong sengaja menyiapkan ratusan ribu prajurit Kekaisarannya untuk membuat keributan di perbatasan wilayah Kekaisarannya dengan Kekaisaran Ling. Han Liong ingin melihat seberapa cepat Kekaisaran Ling mengatasi keributan yang dia buat sebelum perang besar yang akan dia lakukan beberapa minggu ke depan.


“Berangkatlah, dan tunjukkan seberapa kuat kekuatan Kekaisaran kita.” Teriak Han Liong.


“Baik Yang Mulia.” Balas para Jenderal lalu mereka memimpin prajirit Kekaisaran Han menuju wilayah perbatasan.


Han Liong tersenyum sinis melihat ratusan ribu prajurit Kekaisarannya yang keluar meninggalkan istana kekaisaran. “Kalian hanya prajurit lemah dan tak berguna. Biarpun kalian semua nantinya mati di medan perang, aku tak akan menangis untuk sekumpulan sampah seperti kalian.” Gumam Han Liong lalu dia masuk kedalam istananya.


***


Bersambung....