
Kekaisaran Utara.
Kediaman Kaisar Utara.
“Sialan, pemuda itu sangat kuat!.” Teriak Kaisar Utara geram melihat pemuda yang ingin dia singkirkan ternyata jauh lebih kuat darinya.
“Kamu terlalu malas berlatih, karena itu kamu tidak mengalami peningkatan kekuatan.” Kata pria berjubah menatap Kaisar Utara.
Kaisar Utara mengangguk mendengar perkataan pria berjubah hitam. Selama ini dia mulai malas berlatih karena menganggap tak ada yang mampu mengalahkannya, karena itu kekuatannya tak sedikitpun mengalami peningkatan.
“Asal kamu tahu, tubuh bayangan pemuda itu bahkan dapat mengalahkan mu dengan mudah.” Kata pria berjubah hitam serius.
Wajah Kaisar Utara seketika menggelap mendengar perkataan pria berjubah hitam. Kalau tubuh bayangan pemuda itu bisa mengalahkannya dengab mudah, artinya dia bukan apa-apa di hadapan pemuda yang ingin dia singkirkan.
“Aku yakin kamu tidak merasakannya. Pemuda itu jelas-jelas bisa langsung mendatangi tempat ini untuk membunuhmu, tapi dia tidak melakukan itu karena dia ingin sebuah kematian yang layak untuk mu.” Ungkap pria berjubah hitam memberi penjelasan.
Biarpun pria berjubah hitam tak melihat Reinar secara langsung, dia dapat merasakan kekuatan besar Reinar dari tubuh bayangan Kaisar Utara yang sempat berhadapan dengan Reinar.
Kaisar Utara mendengar penjelasan pria berjubah hitam. Bukannya merasa takut, dia justru menunjukkan senyuman yang terlihat begitu meremehkan.
“Aku tidak akan mati di tangannya, tapi dia sendiri yang akan mati di tanganku. Dengan gabungan seluruh kekuatan Kekaisaran elf, aku yakin bisa melenyapkan pemuda itu.” Kata Kaisar Utara percaya diri.
Pria berjubah hitam menggelengkan kepalanya. “Aku tahu batasan kekuatan gabungan kedua Kekaisaran elf yang dulu bahkan mampu menggulingkan kekuatan Kekaisaran lama, tapi aku pastikan kekuatan kalian bukan tandingan pemuda itu. Sekalipun kalian di bantu Kekaisaran Dark Demones, ingatlah di sisi pemuda itu ada Kekaisaran Demones dan Kekaisaran misterius, Kekaisaran Roh. Kekuatan kedua Kekaisaran itu jauh lebih kuat dari kekuatan Kekaisaran Dark Demones, dan ingat, kita tidak tahu seberapa kuat Kekaisaran pemuda itu.” Kata pria berjubah hitam.
“Aku tahu tentang mereka, tapi aku sama sekali tidak khawatir. Aku dan saudara ku akan menaklukkan mereka semua.” Kata Kaisar Utara arogan.
Dulu Kaisar Utara dan Kaisar Selatan berhasil merebut wilayah Kekaisaran utama ras elf, dan membagi rata wilayah yang mereka rebut menjadi dua bagian. Saat itu kekuatan mereka masih sangat lemah, dan tak akan sebanding dengan kekuatan mereka yang sekarang. Percaya diri akan kekuatannya, Kaisar Utara yakin bisa menaklukkan seluruh daratan Benua Nebula.
Tapi sayangnya di Benua Nebula sudah muncul kekuatan yang begitu misterius, dengan dipimpin langsung oleh sosok Kaisar yang baru menduduki singgasananya.
“Ada banyak hal yang tidak bisa kamu taklukkan dengan kekuatan, di benua ini juga banyak kekuatan yang lebih besar dari apa yang kamu miliki. Kamu hanya menyombongkan kekuatan kecil yang bahkan tak mampu menggores kulit seorang pemuda. Ingatlah, kesombongan mu akan mempercepat kematian mu.” Kata pria berjubah hitam.
Mendengar itu Kaisar Utara sesama sekali tidak peduli, dia bahkan menatap sinis pria berjubah hitam yang mencoba mengingatkannya.
“Pergilah orang tidak berguna, dan aku akan menunjukkan padamu betapa mudahnya aku menguasai benua ini.” Ungkap Kaisar Utara lalu dia pergi meninggalkan pria berjubah hitam yang mengasihani kesombongan Kaisar Utara.
“Nasib Kekaisaran ini tak akan jauh beda dengan nasib Kekaisaran Dark Demones.” Gumam pria berjubah hitam sebelum dia pergi menghilang.
***
Kota Eregion.
Reinar dan yang lainnya telah kembali ke kota Eregion, tapi baru melewati gerbang kota, Reinar tersenyum dan tanpa ada yang tahu dia telah membuat satu tubuh bayangan dan menyuruh tubuh bayangannya untuk mengikuti seseorang yang terus mengikuti kelompok Reinar.
Di atas bangunan kota, sosok bayangan terus mengikuti pergerakan kelompok Reinar.
Zero yang telah menemukan orang yang dia cari, secara diam-diam dia mengikutinya, tapi tanpa dia ketahui, ada sosok lain yang selalu mengawasi pergerakannya.
Zero linglung melihat sosok di sampingnya. “Bagaimana dia bisa berubah menjadi dua?.” Batin Zero melihat ada dua sosok Reinar. “Apa kau tubuh bayangan pemuda yang ada di sana?.” Tanya Zero.
Reinar tak menjawab, tapi tiba-tiba dia dan Zero telah berpindah tempat dan kini mereka berdua muncul di dalam kamar tempat Reinar dan yang lainnya menginap.
“Katakan, apa tujuanmu mengikuti kami?.” Tanya Reinar lagi kepada Zero.
Zero menunduk dan menjawab pertanyaan Reinar. “Hamba Zero, assasin yang diutus walikota untuk menjaga putri dan pangeran.” Kata Zero.
“Oh, orang suruhan walikota, kalau begitu, sekarang kita akan menemui tuan mu itu.” Kata Reinar dan dia membawa semua orang pergi ke kediaman walikota dengan menggunakan skill teleportasi nya.
“Hmm, ternyata kau lumayan juga karena telah mengetahui kedatangan kami.” Kata Reinar melihat sang walikota yang langsung menyambut kedatangannya.
“Walikota rendahan ini memberi hormat pada Yang Mulia Kaisar Naga.” Kata walikota lalu dia dan prajurit di sekitarnya berlutut di hadapan Reinar.
“Bangunlah, dan jangan melakukan itu lagi.” Kata Reinar yang tak menyukai orang-orang yang berlutut di hadapannya.
Zero masih diam di tempatnya melihat tuannya yang sempat berlutut di hadapan Reinar. “Eh, Kaisar Naga?.” Gumam Zero yang baru sadar akan perkataan walikota.
“Salam Kaisar Naga.” Kata Zero berlutut.
Reinar tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Bangunlah, aku sangat tidak menyukai orang-orang yang berlutut di hadapan ku, jadi setelah ini jangan ada yang melakukan itu jika kalian masih ingin kepala dan tubuh kalian tetap berada di tempat yang semestinya.” Balas Reinar.
Para wanita Reinar tersenyum melihat calon suami mereka yang tidak gila akan hormat, dan dia jauh dari sifat arogan untuk seseorang yang sangat kuat.
“Terimakasih Yang Mulia.” Kata Zero dengan hormat setelah dia bangun dari posisi berlutut.
“Walikota, apa sebenarnya yang kamu inginkan?.” Tanya Reinar dengan sorot mata tajam mengarah pada walikota.
Dengan tegas walikota menjawab pertanyaan Reinar dengan sebuah penjelasan. Dia mengatakan jika dia adalah salah satu orang kepercayaan Kaisar terdahulu, dan saat ini dia tengah menyiapkan ratusan ribu prajurit untuk memusnahkan seluruh Kekaisaran ras elf.
Dia menyuruh Zero mengawasi putri Bella dan Pangeran Marco karena dia khawatir akan keselamatan mereka, setelah dia mendengar kabar akan putri mahkota Kekaisaran Utara yang akan datang ke kotanya, dan dia takut jika putri mahkota adalah mata-mata Kaisar Utara.
Nina yang statusnya di ungkit, dia hanya diam dan tak mempedulikan perkataan walikota. Sangat wajar baginya jika keberadaannya di curigai oleh pihak yang merupakan musuh dari Kekaisaran Utara.
Walikota lalu menjelaskan jika prajuritnya sudah siap, tapi dia masih belum yakin akan kekuatan yang dia miliki.
“Aku akan membantu kalian, kalau perlu, kalian cukup melihat apa yang akan aku lakukan pada Kaisar yang begitu arogan dengan kekuatan kecil yang dimilikinya.” Kata Reinar yang langsung disambut senyum bahagia walikota.
“Dan lagi tuan putri kalian adalah calon istriku, jadi wajar jika aku membantu membalaskan dendam nya.” Ungkap Reinar menatap lembut Bella yang tersipu malu saat ditatap Reinar.
***
***Bersambung...***