The World Emperor System

The World Emperor System
Kemunculan Ras Mermaid



Pagi hari di kota Border.


“Kita akan berangkat sekarang.” Kata Reinar memimpin rombongannya yang semakin membengkak dengan hadirnya dua elf dan seorang Ratu Kekaisaran Demones.


“Kita masih memiliki banyak waktu, jadi tidak perlu terburu-buru.” Balas Marco yang berada di barisan belakang untuk mengamankan area belakang rombongan.


Di bagian tengah ada empat wanita yang sudah semakin akrab, sedangkan Reinar ada di bagian depan dan mulai bergerak memimpin rombongannya.


“Karena kita masih memiliki banyak waktu, bagaimana kalau kita pergi ke tempat-tempat indah di sekitar sini?.” Usul Vexia berjalan sejajar dengan Reinar.


Tak banyak berpikir, Reinar langsung menyetujui usulan Vexia. “Aku rasa kita memang butuh liburan setelah masalah yang timbul di kota Border.” Kata Reinar.


“Aku dan Rhea akan ikut kemanapun tuan pergi.” Kata Freya dengan lebih dulu mendapat persetujuan Rhea.


Bella dan Marco juga setuju dengan usul Vexia. Setelah berpetualang untuk mencari keberadaan pria yang sudah mencuri hatinya, Bella berpikir kini saatnya dia untuk berlibur, dan menikmati waktu bersama pria yang dia cintai.


Saat menjelang sore, Reinar dan Marco berburu binatang di hutan untuk diolah menjadi makanan, sedangkan para wanita, mereka sedang menikmati mandi di sebuah aliran sungai yang airnya sangat jernih.


“Sungguh keindahan yang pantas aku miliki.” Kata sosok bayangan hitam yang bersembunyi di balik pohon, dan tiba-tiba bayangan itu menghilang saat dia merasa ada sepasang mata tengah mengamatinya.


“Menarik, ternyata para wanita itu juga kuat, bahkan ada yang bisa menemukan keberadaan ku.” Kata sosok bayangan yang kini telah kembali ke wujud sosok seorang elf tampan yang cukup untuk membuat banyak wanita terpikat. “Mereka semua akan aku dapatkan.” Imbuhnya dan kembali dia menghilang.


“Hanya seekor tikus berani mengintip kami dengan niatan buruk. Biarkan kematian yang akan menemui mu.” Batin Freya dan dia kembali melanjutkan mandinya.


Pada malam harinya, mereka semua menikmati olahan makan malam yang dimasak langsung oleh Reinar.


Setelah kenyang, mereka beristirahat dengan beralaskan matras yang Reinar beli dari sistem, tak lupa Reinar juga menyebar beberapa bola api ke berbagai sudut tempat sebagai penerangan, sekaligus untuk mengamankan tempat mereka dari gangguan binatang penghuni hutan.


Para wanita menikmati tidur malamnya, sedangkan Reinar dan Marco, mereka berdua saling bergantian berjaga untuk memberikan keamanan yang lebih untuk semua orang.


Menjelang matahari terbit, Reinar dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan. Kelompok Reinar tidak berjalan sendirian, melainkan ada kelompok lebih besar yang diam-diam mengikuti mereka.


“Tuanku, apa kita akan membiarkan mereka terus mengikuti kita?.” Tanya Freya yang terlihat sangat tidak menyukai keberadaan kelompok lain yang tengah membuntutinya.


“Biarkan saja mereka selama tidak mengganggu perjalanan kita, tapi kalau mereka mencari masalah, kita tinggal membereskan masalah itu.” Jawab Reinar begitu tenang.


Tiba-tiba muncul puluhan orang mencegat Reinar dan kelompoknya. “Kalian para pria tinggalkan tempat ini, dan kalian para wanita ikutlah denganku dan kalian akan mendapatkan kesenangan yang tak ternilai harganya.” Kata seorang pria elf dengan sombong dan arogan.


Semua orang di kelompok Reinar hanya diam di tempat, seolah sedang menonton sebuah pertunjukan.


“Apa tidak ada sesuatu yang lebih menghibur daripada sekelompok semut bernyanyi yang membuat sakit telinga.” Kata Freya menatap jijik orang-orang yang mengganggu perjalanannya.


Reinar dan yang lainnya tertawa mendengar apa yang Freya katakan. “Mungkin mereka sekelompok penghibur yang dikirim seseorang untuk menghibur kita.” Kata Reinar di sela tawanya.


“Tapi mereka benar-benar buruk untuk sekelompok penghibur, bahkan aku ingin sekali memenggal mereka satu-persatu.” Ungkap Bella.


Semua wanita mengangguk setuju dengan Bella, sedangkan orang-orang yang mereka jelek-jelek kan saat ini wajah mereka telah sepenuhnya memerah karena amarah yang semakin tak terbendung.


“Kalian para wanita bermulut kotor, aku pastikan kalian akan mati secara mengenaskan setelah aku menghancurkan apa yang ada di tubuh kalian.” Teriak pria elf pemimpin puluhan orang yang menghadang perjalanan Reinar dan kelompoknya.


“Apa kau mampu melakukan itu?.” Tanya Rhea yang tiba-tiba muncul di hadapan pria elf yang seketika membuatnya melompat menjauhi Rhea.


“Pengecut.” Teriak Rhea mulai menyerang orang-orang berpakaian putih yang ada di dekatnya.


BOOMMM...


Lima orang terpental saat terkena serangan Rhea yang hanya menggunakan 10 persen kekuatannya.


Tak butuh waktu lama, puluhan orang ikut terpental dan menghantam pepohonan setelah serangan Rhea mengenai mereka.


“Hanya Pangeran ketiga Kekaisaran Utara beraninya kamu mengganggu perjalananku, bahkan kamu berani mengintip saat kami tengah mandi!.” Kata Bella yang tentu terdengar oleh telinga Reinar.


Mendengar kata-kata Bella, tiba-tiba tubuh Reinar memanas dan dia langsung melesat kearah pria elf yang ternyata merupakan seorang Pangeran. “Aku menginginkan bola matamu!.” Teriak Reinar yang langsung mencongkel kedua bola mata milik si Pangeran hanya dengan menggunakan kedua tangannya.


Aarrghh....


Pangeran Kekaisaran Utara meraung kesakitan saat kedua bola matanya diambil Reinar, dan darah segar mengalir keluar dari lubang tempat bola mata yang kini ada di tangan Reinar.


Semua pengikut Pangeran mencoba menyerang Reinar, tapi mereka selalu dibuat terpental menjauh oleh Rhea dan Bella. Freya, Vexia dan Marco, mereka bertiga hanya menikmati pertunjukan indah yang tengah terjadi.


“Tuanku, apa kita akan membunuhnya?.” Tanya Rhea melihat pria elf yang terlihat begitu menyedihkan.


Reinar menggelengkan kepalanya. “Tinggalkan saja dia di tempat ini. Kalaupun dia tidak mati dengan sendirinya di tempat ini, setidaknya dia akan kembali dan menjadi kado terindah untuk orangtuanya.” Kata Reinar. “Lebih baik bunuh seluruh pengikutnya, dan jangan sisakan satupun dari mereka.” Imbuh Reinar dengan tegas.


Selesai membantai para pengikut Pangeran Kekaisaran Utara yang jatuh pingsan tak kuat menahan sakit, Reinar dan rombongannya pergi dari tempat yang kini dipenuhi bau amis darah. “Di barat tempat ini ada sebuah danau, lebih baik kita ketempat itu terlebih dahulu untuk membersihkan tubuh kalian.” Kata Vexia.


Reinar mengangguk, begitu juga dengan Rhea dan Bella yang bajunya terkena banyak cipratan darah.


“Baiklah, kita terlebih dahulu akan ke danau itu.” Kata Reinar dan dia meminta Vexia untuk menunjukkan jalan ke lokasi danau yang dia maksud.


Mereka lalu melesat pergi dengan Vexia berdiri di samping Reinar.


Tak butuh waktu lama, mereka akhirnya sampai di sebuah dana yang Vexia maksud. Perlahan mereka berjalan di pinggiran danau untuk memastikan keamanan di tempat itu.


“Kalian bisa pergi membersihkan diri, dan Kakak ipar akan menjaga kalian dari kejauhan. Aku akan berkeliling danau untuk memastikan keamanan tempat ini.” Kata Reinar yang kemudian melesat ke sisi lain danau.


Mengelilingi danau, Reinar tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan ataupun yang berbahaya. Di sekitar danau, dia hanya melihat beberapa binatang yang sesekali datang mendekati danau untuk minum.


“Ikan apa itu, kenapa memiliki wujud layaknya manusia, tapi memiliki ekor selayaknya ikan?.” Tanya Reinar saat melihat makhluk aneh yang tinggal di pulau kecil tepat di tengah-tengah danau.


Ada empat makhluk aneh menatap kearah Reinar yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka.


“Sepertinya aku datang ditempat yang salah.” Kata Reinar melihat makhluk dengan wujud setengah manusia, dan setengah ikan, dan lagi mereka semua adalah wanita.


“Kau manusia, bagaimana mungkin kau bisa memasuki wilayah kami para mermaid?.” Kata salah satu sosok manusia setengah ikan yang mengaku sebagai seorang mermaid.


[Tuan, mereka adalah ras mermaid, suatu ras yang biasanya hidup di tempat yang sangat-sangat tersembunyi.]


Terdengar suara Lilia di dalam kepala Reinar. “Apa mereka berbahaya?.”


[Mereka sama sekali tidak berbahaya, tapi tuan jangan berpikir untuk menjadikan salah satu dari mereka menjadi istri tuan. Mereka akan langsung mati saat menerima benih dari ras selain ras mereka.]


“Hei, aku sudah memiliki delapan, dan aku tidak ingin menambah jumlah itu.” Kata Reinar.


[Aku juga setuju dengan jumlah itu.]


Kata terakhir dari Lilia sebelum dia kembali terdiam.


Reinar mengalihkan perhatiannya pada sosok mermaid yang barusan memberinya pertanyaan.


Dengan cepat Reinar memejamkan mata saat melihat mermaid yang bertanya padanya. “Astaga, apa mereka tidak mempunyai pakaian untuk menutupi bagian atas mereka yang begitu besar?.” Batin Reinar.


“Ehm itu, apa kamu tidak memiliki pakaian seperti teman kamu yang lainnya?.” Tanya Reinar masih memejamkan matanya.


Ketiga mermaid lainnya tertawa mendengar pertanyaan Reinar. “Ratu, bukannya sudah aku katakan, manusia ini berbeda dari yang lainnya. Aku pastikan dia tak akan tergoda dengan tubuh Ratu.” Kata mermaid yang lain.


“Huf, aku sudah berpakaian. Cepat buka matamu dan jawab pertanyaan ku bagaimana kamu bisa memasuki tempat ini, sedangkan ada segel pelindung yang aku buat di tempat ini?.” Tanya mermaid yang dipanggil Ratu oleh mermaid lainnya.


Reinar perlahan membuka matanya, dan dia bernafas lega saat melihat wanita setengah ikan yang ada di depannya.


“Maaf jika kedatanganku mengganggu kalian, tapi aku tidak tahu alasan kenapa aku bisa masuk ke tempat ini, yang jelas aku tidak melihat atau merasakan sesuatu yang menghambat ku saat mendatangi tempat ini.” Kata Reinar lalu dia bersiap pergi meninggalkan pulau tempat para mermaid tinggal.


Reinar bisa merasakan jika ada ribuan mermaid lainnya di pulau itu.


Sang Ratu mengangguk dan tersenyum mendengar apa yang Reinar katakan. Dalam mimpi pun dia tak menyangka akan bertemu dengan satu-satunya ras yang bisa menembus segel pelindung yang dia buat.


“Ras Imortal, apakah anda benar bagian dari ras yang begitu agung?.” Tanya sang Ratu yang mengejutkan Reinar.


“Ah emh iya, kau benar, tapi bagaimana kau bisa mengetahuinya?.” Tanya Reinar.


Bukannya jawaban yang Reinar dapat, dia justru melihat sang Ratu dan tiga mermaid lainnya berubah menjadi bentuk manusia seutuhnya dan mereka bersujud di hadapan Reinar.


“Apa yang kalian lakukan?.” Tanya Reinar.


“Yang Mulia, selamat datang di istana kami.” Kata sang Ratu dengan hormat. Tak lama muncullah ratusan manusia setengah ikan lainnya dan mereka melakukan apa yang Ratu mereka lakukan.


“Selamat datang kembali Yang Mulia.” Kata semua manusia setengah ikan tanpa terkecuali, dan seketika Reinar terdiam kehabisan kata-kata.


***


***Bersambung...***


Maaf kemarin gak up dan jarang up, mulai hari ini up akan kembali normal.


Tak lupa, selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin 😊😊🙏🙏🙏🙏🎉🎉🎉🎉🎉