
Setelah pesta selesai dan seluruh tamu undangan telah istirahat di tempat yang di sediakan pihak Kekaisaran Naga, Reinar mengadakan pertemuan dengan seluruh bawahannya di aula istana Kekaisaran Naga.
“Tuan, apa kita akan berdiam diri dan membiarkan mereka merangsek ke wilayah kita?.” Tanya Argust yang menjabat sebagai Jenderal utama Kekaisaran Naga.
“Mereka mengerahkan kekuatan penuh dan memasuki wilayah Kekuasaan ku, tapi aku belum tahu apa penyebab mereka begitu buru-buru menyerang Kekaisaran ku.” Jawab Reinar kebingungan.
“Sepertinya aku tahu apa yang menyebabkan mereka menyerang Kekaisaran mu.” Kata Vexia yang muncul di aula pertemuan bersamaan dengan kemunculan Luna.
“Ratu Vexia, apa kamu bisa menjelaskan maksud dari apa yang barusan kamu katakan?.” Kata Reinar yang terlebih dahulu mempersilahkan Vexia dan Luna duduk.
“Semua ini ada hubungannya denganku.” Balas Vexia menatap Reinar. “Kaisar Felix sejak dulu menginginkan aku untuk menjadi Permaisurinya, tapi aku selalu menolak keinginannya itu, karena aku tidak menyukainya. Kebetulan akhir-akhir ini hubungan kita terjalin cukup dekat, dan mungkin pria bod*h itu cemburu dan karena itu dia menyerang Kekaisaran mu.” Imbuh Vexia yang masih menatap lurus kearah Reinar.
“Jadi karena itu....” Kata Reinar menganggukkan kepalanya.
“Kamu tenang saja. Kalau pria bid*h itu berbuat macam-macam di wilayah mu, aku pasti akan menbantu untuk menyingkirkan nya.” Kata Vexia yang tak rela pria tercintanya terjun ke medan pertempuran.
“Biarkan kami ikut!.” Kata Freya melihat para wanita lainnya, putri Shania juga ada, karena dia tak ingin berjauhan dengan Reinar.
“Biarlah kami para wanita yang mengurus pria bodoh itu beserta prajurit nya.” Kata Luna dengan tatapan membunuh yang membuat merinding para pria di sekitarnya, termasuk Reinar.
“Lilia, apa kau yakin mereka semua akan menjadi istriku?.” Tanya Reinar di pikirannya.
[Aku memiliki keyakinan sebesar 100 persen, dan aku yakin tuan akan bahagia dengan mereka.]
Bibir Reinar berkedut mendengar balasan Lilia. “Entah kenapa aku memiliki firasat buruk soal itu.” Batin Reinar.
Reinar menatap para wanita yang bersemangat dengan senyum canggungnya. “Huh, apa aku benar-benar tidak boleh ikut berperang?.” Kata Reinar sambil membayangkan kenaikan level yang akan dia dapatkan kalau mengikuti peperangan.
“Baiklah, kami mengizinkan Yang Mulia berperan, tapi biarkan kami yang memberikan pelajaran pada pria bodoh pemimpin mereka.” Kata Freya.
Reinar tersenyum lebar mendengar perkataan Freya. “Lakukan apa yang ingin kalian lakukan pada pria itu.” Ujar Reinar.
Seluruh wanita tersenyum dengan tatapan membunuh yang mereka tunjukkan untuk orang yang akan mereka buat menyesal karena berani menyinggung pria yang mereka cintai.
“Saudariku, lebih baik kamu tetap di istana dan menunggu kabar baik yang akan kami bawa.” Kata Rhea pada Shania.
“Aku akan tetap di istana dan menunggu kabar baik dari kalian.” Balas Shania.
Setelah di putuskan siapa saja yang akan turun ke medan perang, Reinar membubarkan semua orang setelah terlebih dahulu dia menyuruh semua orang bersiap, karena besok pagi mereka akan menyambut kedatangan Kaisar Felix di perbatasan antara Kekaisaran Naga dengan Kekaisaran Dark Demones.
***
Wilayah pinggiran hutan kematian.
Hutan Kematian berbatasan langsung dengan dua Kekaisaran. Di selatan berbatasan dengan Kekaisaran Caracal, dan di sebelah barat berbatasan dengan sebagian wilayah Kekaisaran Dark Demones, dan di tempat itulah Kaisar Felix sedang menghimpun seluruh kekuatannya untuk menyerang Kekaisaran Naga.
“Mereka benar-benar lemah. Kalian lihat, bahkan perbatasan mereka tak ada penjaganya.” Kata Kaisar Felix dengan begitu sombong.
“Tuan, apa kita akan langsung merangsek masuk ke wilayah mereka?.” Kata salah satu Jenderal Kekaisaran Dark Demones sambil menegang erat tongkat yang ada di tangannya.
Baru saja sang Jenderal menyelesaikan perkataannya, enam orang wanita muncul di hadapan mereka bersama dengan dua pria di belangnya, dan tanpa ada yang tahu, seorang pemuda dan pasukan naga nya terbang di atas ratusan ribu prajurit Kekaisaran Dark Demones.
Kedua mata Reinar berbinar, dan dia sudah tidak sabar memanen tumpukan harganya.
“Ratu, kenapa kamu berdiri bersama mereka?.” Kata Kaisar Felix melihat wanita pujaan hatinya berdiri di pihak musuh. “Dan kalian para wanita, lebih baik kalian berdiri di sisiku dan menjadi pelayan di kediaman ku.” Lanjut Kaisar Felix yang mendapat tatapan jijik dari para wanita.
“Lebih baik kau pergi dari sini.” Kata Ratu Vexia menatap sinis Kaisar Felix.
“Yang ingin tetap hidup, kalian boleh pergi!. Bagi siapapun diantara kalian yang masih di tempat ini, artinya kalian akan bernasib sama dengan Kaisar kalian, MATI!.” Kata Rhea mengeluarkan aura kekuatan puncaknya.
Seluruh prajurit Kekaisaran Dark Demones merasa tertekan oleh aura Rhea, dan tak lama Freya juga mengeluarkan auranya yang tak kalah kuat dari aura yang Rhea keluarkan.
Merasakan dua tekanan kekuatan yang sangat besar, puluhan ribu prajurit Kekaisaran Dark Demones jatuh tak sadarkan diri setelah memuntahkan seteguk darah yang menandakan jika mereka mengalami luka dalam yang sangat serius.
Tiba-tiba wajah sombong Kaisar Felix berubah, dan kini terlihat wajah Kaisar Felix yang memucat. “Sialan, mereka jauh lebih kuat dari perkiraan ku.” Kata Kaisar Felix membatin.
Beberapa prajurit Kekaisaran Dark Demones yang masih kuat berdiri perlahan meninggalkan tempat peperangan, dan hanya menyisakan puluhan ribu prajurit dan puluhan Jenderal yang masih yakin dengan kekuatan Kaisar mereka.
“Kalian yang pergi akan menerima kematian setelah aku kembali dari tempat ini.” Kata Kaisar Felix menggertak prajurit yang pergi meninggalkan area peperangan.
Mata merah sang Kaisar iblis menyala terang menatap penuh kebencian prajurit Kekaisaran nya yang pergi meninggalkan area peperangan.
“Apa kau yakin masih bisa kembali dari tempat ini?.” Tanya Luna yang langsung melayangkan tendangan kearah Kaisar Felix.
BOOMMM...
Kaisar Felix di kirim terbang sampai menghantam pepohonan hanya dengan sebuah tendangan yang di lakukan Luna.
“Kau bahkan tidak bisa menghindari tendangan ku, tapi bermimpi meninggalkan tempat ini setelah kami ingin berbuat buruk pada pria ku.” Kata Luna menatap jijik Kaisar Felix yang mencoba kembali bangkit.
“Sepertinya itu masih belum terasa.” Kata Ling Yue, lalu dengan gerakan yang begitu anggun dia menyerang Kaisar Felix menggunakan skill berpedang yang sangat cepat dan mengerikan.
“Sialan....” Teriak Kaisar Felix mencoba menghindari serangan Ling Yue.
“Kamu cukup lumayan karena bisa menghindari yang hanya menggunakan 5 persen kekuatanku.” Kata Ling Yue yang kemudian meningkatkan serangannya dengan menggunakan 20 persen kekuatan yang dia miliki.
Kaisar Felix wajahnya semakin pucat. Dengan lima persen kekuatan Ling Yue, dia sudah cukup kerepotan menghindari kekuatannya, dan kini dia merasakan daya serang Ling Yue meningkat dan benar-benar membuatnya kerepotan. “Ini benar-benar buruk, bahkan wanita ini lebih kuat dariku.” Batin Kaisar Felix yang semakin ketakutan dengan kekuatan Ling Yue.
“Tuanku....” Teriak pria tua dan Jenderal Kekaisaran Dark Demones mencoba menbantu Kaisar Felix, tapi sebelum mereka bergerak, ada tiga bayangan yang menghadang pergerakan mereka.
“Aku yang akan menjadi lawan kalian.” Kata salah satu bayangan yang dibuat Reinar, dan semua bayangan langsung menyerang para Jenderal Kekaisaran Dark Demones.
BOOMMM....
***
***Bersambung...***
Jangan lupa kasih like dan komentarnya walau hanya satu kata 😊😊😊...
Rate ⭐ lima, serta hadiah dan vote seikhlasnya 😊😊😊...