
Ribuan orang memasuki wilayah hutan kematian yang berada di dalam kubah perlindungan.
Tak lama setelah memasuki wilayah yang berada di dalam kubah perlindungan, semua orang melihat kota besar di depan mereka, dan tak ada satupun dari mereka yang tidak merasakan kagum dengan apa yang mereka lihat.
“Tuan Ling, apa benar kita boleh masuk ke kota yang ada di depan?.” Tanya seorang pemuda yang berjalan di dekat Ling Feng.
“Jangankan masuk, tuanku bahkan mengizinkan kalian tinggal di kotanya.”
“Kota itu sangat besar dan megah, kami merasa tidak pantas tinggal di dalamnya. Lebih baik kami membangun tenda di sekitaran kota, dan tinggal di sana.”
“Kalian akan membuatku kecewa jika melakukan itu.” Kata Reinar yang muncul di atas mereka.
Reinar menggunakan skill fly, skill yang bisa membuatnya terbang dan melayang di udara dengan sedikit mana.
Ling Feng menunduk memberikan hormat pada Reinar. Melihat apa yang di lakukan Ling Feng, ribuan orang lainnya ikut melakukan apa yang Ling Feng lakukan. Bukan hanya menunduk, tapi mereka bersujud di hadapan Reinar.
“Apa yang kalian lakukan?. Bangunlah dan segera masuk ke kota.” Kata Reinar. “Saudara Ling, bawa mereka masuk dan tunjukkan rumah yang akan mereka tinggali.” Lanjut Reinar yang setelahnya dia menghilang begitu saja.
Ling Feng kembali bangkit dan meminta semua orang segera memasuki kota.
Dengan di pimpin Ling Feng, ribuan penduduk yang merupakan pengungsi dari Kekaisaran Caracal mulai memasuki kota. Setelah melewati gerbang masuk kota, Ling Feng membawa mereka menuju area perumahan yang akan di tempati ribuan orang yang mengikutinya.
Para penduduk mulai memisahkan diri bersama keluarga mereka masing-masing, dan Ling Feng menyuruh mereka tinggal di perumahan sementara yang akan mereka tempati.
Selesai mengatur tempat tinggal untuk semua penduduk, Ling Feng menyuruh beberapa pemuda untuk menjaga ketertiban di tempat yang mereka tempati, sementara Ling Feng akan pergi menyiapkan makanan untuk para penduduk.
***
Di istana kota.
Reinar, Freya, Helena dan Rhea mereka sedang membicarakan tentang penamaan kota yang sekarang mereka tempati.
Ling Feng dan Ling Yue tidak ikut dalam pembicaraan penamaan kota, karena mereka sedang mengawasi orang-orang baru yang tinggal di kota mereka.
Saat mereka sedang serius membicarakan penamaan kota, sepasang naga langit terbang di atas kota mengeluarkan suara yang sangat enak untuk di dengar.
[Tuan, para naga betina yang sudah memiliki pasangan saat ini sedang merayakan kelahiran anak-anak mereka, dan bagaimana jika kota ini mengambil nama dari nama mereka.]
Reinar tersenyum mendengar ide Lilia. Sedangkan tiga wanita lainnya merasa heran dengan Reinar yang tiba-tiba tersenyum.
“Tuan, ada apa?.” Tanya Freya keheranan.
“Aku sudah punya nama yang tepat untuk menamai kota ini.” Kata Reinar menjawab pertanyaan Freya.
“Apa tuan sudah yakin dengan nama yang akan tuan berikan pada kota ini?.” Tanya Rhea yanh penasaran dengan nama yang akan Reinar berikan.
Reinar mengangguk pasti. “Kota Sky Dragon, nama ini akan mewakili kota ini sekaligus makhluk agung yang melindunginya.” Kata Reinar yang membuat diam tiga wanita di dekatnya.
Ketiga wanita di dekat Reinar sejak tadi mengusulkan banyak nama untuk kota yang akan mereka tempati, tapi mereka seketika sadar jika nama yang di ambil Reinar adalah nama yang lebih baik dari banyak nama yang mereka usulkan.
“Kalian semua kenapa diam?.” Tanya Reinar sambil menatap bergantian tiga orang wanita di dekatnya.
“Ah, tidak.... Kami hanya merasa puas dengan nama yang tuan berikan.” Jawab Freya sambil menatap dua wanita lainnya.
“Kapan tuan akan menggunakan nama itu untuk menamai kota ini?.” Tanya Helena.
“Kita akan lebih dulu menunggu saudara Ling Feng dan saudari Ling Yue. Bagaimanapun mereka berdua adalah penjaga kota ini.” Jawab Reinar memberi penjelasan.
Ketiga wanita hanya bisa mengangguk menyetujui keinginan Reinar. Mereka tahu jika dua orang yang Reinar maksud adalah penjaga kota ini, dan mereka berhak menjadi saksi penamaan kota yang telah mereka jaga selama ribuan tahun.
Wushhh....
Wushhh....
Dua orang yang sedang di tunggu akhirnya datang dan langsung memberikan penghormatan pada Reinar.
“Kalian tidak perlu memberikan penghormatan karena kita semua adalah rekan, dan juga keluarga. Duduklah di tempat kalian, dan jadilah saksi dari apa yang akan aku sampaikan kepada kalian semua.” Perintah Reinar yanh langsung di lakukan Ling Feng dan Ling Yue.
“Mulai hari ini kota ini akan bernama Sky Dragon City, dan naga langit akan menjadi lambang kota ini.” Kata Reinar.
Freya dan dua wanita di dekatnya hanya tersenyum dan mengangguk, sedangkan dua saudara Ling, mereka tersenyum lebar dan merasa bahagia. Naga langit adalah teman-teman mereka selama menjaga kota yang sekarang bernama kota Sky Dragon. Saat nama teman mereka di jadikan nama kota yang mereka jaga, tentu mereka merasa bahagia.
“Tuan, apa benar nama itu akan di gunakan untuk menamai kota ini?.” Tanya Ling Feng memastikan.
“Tentu itu adalah sebuah kebenaran.” Kata Reinar.
“Tuan....” Ling Feng dan Ling Yue berlutut di hadapan Reinar.
“Apa yang kalian lakukan?. Cepatlah bangun!.” Kata Reinar kebingungan melihat tingkah dua saudara Ling.
“Terimakasih karena tuan telah menganggap keberadaan teman kami.” Kata Ling Feng dan Ling Yue bersamaan.
“Sudahlah, mereka juga menjaga kota ini, jadi itu semua adalah suatu yang layak untuk jasa mereka. Istana ini mungkin akan aku beri nama istana Ling untuk menghargai jasa kalian berdua.” Balas Reinar sambil menatap dua saudara Ling.
“Baik tuan, tapi untuk nama istana ini tidak perlu menggunakan nama kami, karena kami sudah merasa senang dengan kembali menjadi pengikut tuan.” Kata Ling Feng mewakili Ling Yue.
“Kalau itu keinginan kalian, aku hanya bisa menurutinya.” Kata Reinar. “Istana ini memang belum saatnya memiliki nama.” Lanjut Reinar dalam hati.
“Tuan, sebenarnya aku ingin mengusulkan istana ini menjadi istana Kekaisaran yang akan tuan dirikan.” Kata Freya sambil menatap Reinar yang tiba-tiba terdiam memikirkan apa yang baru di katakan Freya.
Hampir lima menit Reinar terdiam sampai akhirnya dia tersenyum dan menatap semua orang yanh ada di depannya.
“Belum saatnya mendirikan sebuah Kekaisaran, karena kita masih sangat lemah. Setidaknya aku ingin memiliki ratusan ribu prajurit, dan ribuan naga di sisiku baru akau akan mendirikan Kekaisaran yang aku impikan.” Kata Reinar tersenyum menatap semua orang.
***
Istana Kekaisaran Arkana.
Ruang kerja Kaisar.
“Ayahanda, utusan kita yang kita kirim ke kota Touloun beberapa hari yang lalu telah kembali dan membawa kabar buruk.” Kata seorang pemuda yang semua orang mengenalnya sebagai Putra Mahkota Kekaisaran Arkana.
Kaisar Denis yang mengerutkan keningnya mendengar laporan dari putranya. “Kabar buruk?. Apa maksudmu, putraku?.” Tanya Kaisar.
“Walikota baru kota Touloun mengusir utusan yang kita kirim untuk mengambil alih kepemimpinan kota itu, bahkan mereka juga menolak untuk tunduk dan menjadi bagian dari Kekaisaran kita.” Kata Putra Mahkota menyampaikan apa yang disampaikan utusan yang telah kembali dari kota Touloun.
Kaisar yang tengah duduk di kursi kerjanya bangkit berdiri dengan kemarahannya. Dia tidak percaya jika ada yang berani menolak keinginannya, bahkan mereka terang-terangan tidak mau tunduk pada kekuatan Kekaisarannya.
Apalagi itu hanyalah kota kecil yang mendekati kehancuran. Dengan sepuluh orang prajurit Kekaisaran, dia bisa pastikan jika kota itu akan rata dengan tanah.
“Hanya kota kecil yang akan segera hancur tapi mereka begitu sombong. Kirim seorang Jenderal dan seribu prajurit Kekaisaran. Aku ingin kota itu lenyap, dan sisakan orang-orang yang bisa kita perbudak. Terutama kumpulkan gadis-gadis cantik yang bisa kita tukar dengan ribuan koin emas.” Kata Kaisar dengan memamerkan seringaian liciknya.
Mendengar yang di katakan Ayahandanya, Putra Mahkota sangatlah senang, bahkan dia berencana akan memimpin sendiri penyerangan itu dan mengambil beberapa gadis cantik untuk memenuhi istananya.
“Baik Ayahanda, aku akan pastikan sendiri kita meraih banyak keuntungan dari hancurnya kota itu.” Kata Putra Mahkota yang tak bisa menyembunyikan kesenangannya.
Putra Mahkota meninggalkan ruang kerja Ayahandanya dan dia segera menyiapkan prajurit yang akan dia bawa untuk menyerang kota Touloun.
Setelah beberapa saat menyiapkan prajurit yang akan dia bawa, dengan di temani seorang Jenderal dan tiga orang yang pernah berkunjung ke kota Touloun, Putra Mahkota berangkat menuju kota Touloun dengan seribu prajurit yang mengikuti di belakangnya.
Di saat Putra Mahkota sangat yakin dapat menghancurkan kota Touloun dan mendapatkan banyak keuntungan. Di kota Touloun sendiri saat ini sedang menerima kunjungan ribuan prajurit dari kota Babylon yang untuk beberapa hari akan tinggal di kota Touloun, karena mereka sedang melakukan perburuan di hutan sekitaran kota Touloun yang akhir-akhir ini banyak bermunculan binatang buas level tinggi.
Dengan dipimpin Takai dan Matoi, sikembar dari kota Babylon yang terkenal sadis dan suka menyiksa musuh-musuhnya, prajurit kota Babylon membuat tenda di bagian belakang benteng kota Touloun, dan memburu semua binatang buas yang datang ketempat mereka.
“Aku merasakan akan adanya pertempuran di sekitar kota ini tak lama lagi.” Ungkap Takai yang sedang menikmati udara siang di atas sebuah pohon.
Matoi tersenyum. “Firasat mu tidak pernah salah. Kalau boleh tahu, siapa yang akan menang?.” Tanya Matoi yang duduk di dekat Takai.
Takai hanya menyeringai dan setelahnya mereka tertawa bersama.
***
***Bersambung...***