The World Emperor System

The World Emperor System
Penguasa Baru Dunia Immortal



Seribu prajurit Reinar melesat maju menyerang ribuan kultivator tingkat Dewa Surgawi yang dimiliki Kekaisaran Dong Ma. Sementara itu, empat bawahan Reinar yang belum menunjukkan kekuatan aslinya, mereka mulai menyerang seratus kultivator tingkat Dewa Sejati yang menjaga ketat keberadaan Kaisar Dong Tao.


Saat kedua kekuatan saling beradu, banyak tamu undangan semakin menjauhi tempat pertempuran karena mereka tidak kuat menahan aura kekuatan di sekitar tempat pertempuran. Bisa dikatakan saat ini hanya ada Reinar beserta kedua istrinya yang terlihat tenang saat melihat pertempuran besar di depan mata mereka.


Kaisar Dong Tao sendiri terlihat ketakutan melihat satu persatu orang-orangnya dibantai oleh prajurit dan bawahan Reinar. Wajah Kaisar Dong Tao semakin memucat, saat dia melihat lebih dari lima puluh kultivator tingkat Dewa Sejati yang dimilikinya telah terbujur kaku bersimbah darah di atas tanah.


“I.. ini, kenapa bisa menjadi seperti ini?... Siapa sebenarnya pemuda itu, dan bagaimana bisa dia memiliki banyak orang kuat di sisinya?...” Berkali-kali Kaisar Dong Tao terus menanyakan hal yang sama, tetapi dia tetap tidak mendapatkan jawabannya.


Dan pada akhirnya Kaisar Dong Tao hanya bisa terdiam melihat pembantaian terhadap orang-orangnya yang terjadi tepat di depan kedua matanya.


BOOMM... BOOMM...


Suara ledakan terdengar saat prajurit penjaga Istana Kekaisaran, dan beberapa Jenderal bergabung dalam pertempuran.


AAARGHH...


Sura rintihan prajurit Kekaisaran yang merenggang nyawa silih berganti terdengar. Dari ratusan, kini sudah ribuan prajurit Kekaisaran yang terbujur kaku di atas tanah.


Kedua mata Kaisar Dong Tao terbuka lebar melihat pemandangan mengerikan di depannya. Dia tidak pernah menyangka, kekuatan besar yang selama ini dia banggakan, dapat dihancurkan oleh segelintir orang yang sebelumnya telah dia remehkan.


“Berhenti membunuh orang-orang ku!... Kalau kau berani, maju hadapi diriku!...” Kata Kaisar Dong Tao menantang Reinar dalan pertarungan satu lawan satu.


Reinar memicingkan matanya, dan mencoba memastikan kebenaran dari apa yang baru dia dengar. “Kalau itu kemauan Yang Mulia Kaisar, dengan senang hati aku akan melakukannya...” Balas Reinar setelah dia melihat Kaisar Dong Tao telah mengeluarkan sebuah pedang dari cincin penyimpanannya.


“Lebih baik kau mengerahkan seluruh kekuatan mu!... Aku tidak ingin terlalu cepat saat bertarung dengan mu...” Kata Kaisar Dong Tao yang menganggap Reinar jauh lebih lemah dari bawahannya, dan hanya teknik teleportasi miliknya lah yang membuatnya terlihat kuat.


Mendengar itu, kedua istri Reinar ingin mencaci dan menertawakan kebod*han Kaisar Dong Tao. Keduanya sama-sama mempunyai pemikiran kalau Kaisar Dong Tao lah yang akan mati dengan cepat saat berhadapan dengan suami mereka.


“Baiklah, aku akan menggunakan seluruh kekuatan ku, dan aku berharap kalau kamu masih dapat bertahan dari aura kekuatanku!...” Kata Reinar lalu dia memejamkan mata, dan saat dia membuka mata, aura kekuatan yang sangat mengerikan perlahan mulai keluar dari tubuhnya.


SWUSSHH... BOOMM...


Ledakan aura kuat yang sangat kuat keluar dari tubuh Reinar, bahkan aura kekuatan itu mampu mengguncang seluruh wilayah Istana Kekaisaran Dong Tao yang sangatlah luas.


“Pemuda itu?... Sepertinya dia bukan sosok yang berada dari dunia ini!...” Kata tamu undangan khusus yang berasal dari Benua Tengah saat dia tak dapat melihat tingkat kekuatan Reinar, tetapi dia merasakan tekanan kuat dari aura kekuatan yang dikeluarkan Reinar.


Di saat tamu yang berasal dari Benua Tengah memilih menjauh saat merasakan aura kekuatan Reinar yang sangatlah mengerikan. Kondisi Kaisar Dong Tao yang berhadapan langsung dengan aura kekuatan Reinar, dia terlihat sangat memprihatinkan.


“Aku sebenarnya berharap kamu dapat bertahan dari aura kekuatanku, tetapi kamu memang terlalu lemah untuk menahannya, dan itu cukup membuatku kecewa dengan sosok mu yang biasanya senantiasa terlihat kuat dan mendominasi...” Kata Reinar sambil berjalan mendekat ke arah Kaisar Dong Tao yang sudah terbaring di atas tanah.


“Aku hanya mengeluarkan seperempat aura kekuatanku dan kamu sudah terlihat seperti sekarang!... Kamu ternyata memang sangat lemah, dan gelar Kaisar Benua tidak pantas disandang oleh sosok lemah sepertimu!...” Ujar Reinar saat dia sudah berdiri tepat di samping Kaisar Dong Tao yang telah kehilangan kesadarannya.


Sebelumnya dia berharap kalau Kaisar Dong Tao bisa memberinya sedikit hiburan. Tetapi apa yang terjadi tak sesuai dengan harapannya. Kaisar Dong Tao telah kehilangan kesadarannya, dan kondisinya sangatlah parah setelah seluruh organ dalamnya mengalami luka setelah terkena dampak dari aura kekuatan yang dikeluarkan Reinar.


Tetapi Reinar tak kehabisan ide. Dia menyembuhkan seluruh luka di tubuh Kaisar Dong Tao. Saat Kaisar Dong Tao telah pulih, dia kembali membuatnya kritis, dan dia terus melakukan itu sampai merasa bosan.


“Aku sebenarnya ingin mengakhiri hidup mu, tetapi akan lebih menyenangkan kalau kamu sendirilah yang melakukannya...” Ujar Reinar lalu dia membiarkan Kaisar Dong Tao untuk mengakhiri sendiri hidupnya.


Reinar berjalan mendekati tubuh Kaisar Dong Tao lalu dia mencabut pedang yang menancap di dada sang Kaisar yang telah mengakhiri hidupnya. Dia menaruh pedang milik sang Kaisar tepat di sisinya, dan itu dia lakukan semata-mata sebagai penghormatan terakhir yang dia berikan kepada musuhnya.


“Di masa hidup mu yang baru berakhir, kamu terlalu dibutakan oleh kekuasaan dan keserakahan. Aku berharap di kehidupan yang akan datang, kamu bisa terlahir kembali dengan perilaku yang jauh lebih baik...” Ujar Reinar.


Awalnya Reinar tidak memiliki keinginan untuk membunuh Kaisar Dong Tao, tetapi karena sikap sang Kaisar yang sudah keterlaluan, membuatnya tak memiliki pilihan lain selain membunuhnya, dan kini Kekaisaran Dong Ma telah kehilangan sosok Kaisar mereka.


Kekosongan kursi Kaisar tentu akan membuat Kekaisaran Dong Ma dilanda kekacauan, tetapi itu adalah masalah internal Kekaisaran Dong Ma, dan Reinar tak akan ikut campur. Baginya permasalahan dengan Kekaisaran Dong Ma telah berakhir dengan kematian Kaisar Dong Tao beserta orang-orangnya.


“Saat ini permasalahan ku dengan Kekaisaran ini telah berakhir, tetapi kalau di masa depan Kekaisaran ini masih mengganggu kehidupan ku, aku berjanji akan menghancurkannya!...” Kata Reinar.


“Yakinlah, di Benua ini tak akan ada lagi orang yang ingin bersinggungan dengan kita, kecuali orang itu memang sangat menginginkan kematiannya...” Kata Yang Yifei.


“Aku setuju dengan apa yang di katakan adik Feifei...” Ujar Qinyu yang sependapat dengan Yang Yifei.


Reinar tersenyum mendengar perkataan kedua istrinya, tetapi dia akan tetap bekerja keras untuk meningkatkan kekuatan demi melindungi seluruh orang yang dia sayangi.


°°°


Sementara itu di sebuah istana megah yang ada di Benua Tengah, seorang wanita paruh baya yang terlihat masih sangat cantik tengah mendengar laporan dari bawahannya yang dia utus untuk menghadiri pertemuan tahunan di istana Kekaisaran Dong Ma.


“Seribu kultivator tingkat Dewa Sejati tahap puncak, dan empat sosok bertopeng yang tingkat kekuatannya tidak bisa kamu ukur?... Apa mungkin mereka adalah pasukan Dewa yang turun dari Dunia Surgawi?...”


Pria yang berada di sisi seberang juga memiliki pertanyaan yang sama seperti pertanyaan yang ditanyakan oleh si wanita paruh baya. “Yang Mulia, hamba sendiri juga terpikirkan tentang mereka yang merupakan pasukan Dewa dari Dunia Surgawi. Tetapi hamba ragu akan itu setelah melihat mereka begitu menghormati seorang pemuda yang jauh lebih lemah dari mereka...”


Dia mulai menceritakan tentang sosok pemuda yang tingkat kultivasinya berada di tingkat Dewa Surgawi tahap menengah, tetapi anehnya pemuda lemah itu sangat dihormati oleh pasukan yang sempat dia kira merupakan pasukan Dewa yang berasal dari Dunia Surgawi, dan dia juga menceritakan tentang kematian Kaisar Dong Tao di tangan si pemuda yang dia maksud.


Namun pria itu tidak menceritakan aura kekuatan mengerikan yang dimiliki oleh sosok si pemuda, karena dia mengira kalau aura itu berasal dari artefak yang di miliki oleh pemuda itu.


“Apa kau bodoh?... Bagaimana mungkin Kaisar Dong Tao yang seorang kultivator tingkat Dewa Sejati tahap menengah kalah dari seorang pemuda dengan tingkat kultivasi di tingkat Dewa Surgawi?... Sepertinya kamu kurang cermat dalam melakukan pengamatan!...”


Mendengar yang dikatakan oleh wanita paruh baya, membuat si pria tersentak terkejut dan dia menyadari akan satu hal yang sebelumnya tidak terpikirkan olehnya. “Aura kekuatan pemuda itu bukanlah berasal dari artefak, tetapi itu adalah murni aura kekuatannya, dan lagi aura itu lebih mengerikan dari aura kekuatan empat sosok yang tingkat kekuatannya tak bisa aku ukur...”


“Jelaskan dengan jelas apa maksud dari perkataan mu barusan?...” Tanya wanita paruh baya penasaran.


“Yang Mulia, sepertinya hamba sudah menemukan sosok yang tepat untuk menjadi penguasa baru Dunia Immortal...” Balas pria itu yang membuat terdiam wanita paruh baya yang menjadi lawan bicaranya.


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...



Author mengucapkan terimakasih atas dukungan teman-teman semuanya yang membuat novel ini cukup layak untuk mendapatkan peringkat 3...