
Reinar telah membunuh lima ekor Spirit Beast berwujud Serigala dengan ukuran tinggi tubuh mencapai 3 meter. Spirit Beast yang baru Reinar kalahkan berada di tingkat Dewa Bumi puncak, dan berkat bantuan Jasmin dan Rose, mereka akhirnya berhasil mendapatkan lima kristal Spirit Beast.
Reinar menaruh satu kristal Spirit Beast tingkat Dewa Bumi puncak di toko sistem, dan setelahnya, setiap satu hari dia akan bisa membeli 100.000 kristal Spirit Beast tingkat Dewa Bumi puncak dari toko sistem.
Yang Zi dan Yang Mi masih mengikuti kelompok Reinar secara diam-diam. Mereka merasa takjub saat melihat Reinar yang dengan mudah membunuh lima Spirit Beast tingkat Dewa Bumi puncak hanya dengan satu kali ayunan pedang.
Spirit Beast berwujud Serigala memiliki keunggulan dalam kecepatan, tetapi kecepatan mereka tak ada artinya saat berhadapan dengan Reinar yang memiliki teknik teleportasi.
“Dia cukup kuat untuk ukuran seorang ahli di tingkat Kaisar Dewa puncak, tetapi aku merasa kalau dia bukan hanya mengolah energi Qi. Dari tubuhnya, samar-samar aku dapat merasakan adanya energi mana yang mengalir kedalam tubuhnya...” Ujar Yang Mi.
“Maksud mu, dia bukan hanya seorang kultivator, tetapi dia juga seorang penyihir sama halnya dengan kekuatan Patriak Yang Yifei...” Kata Yang Zi yang mendapat balasan anggukan kepala dari Yang Mi.
Mereka berdua terus membicarakan persamaan antara Reinar dengan Patriak Sekte mereka, dan sejauh ini mereka menemukan begitu banyak persamaan diantara mereka. Banyaknya persamaan yang mereka temukan, semakin membuat mereka yakin kalau pria yang mereka lihat adalah sosok yang berasal dari Ras yang sama dengan Patriak Sekte mereka.
Reinar dan tiga wanita yang mengikutinya kembali melanjutkan perjalanannya. Tanpa menurunkan kewaspadaan yang mereka miliki, mereka terus menerobos masuk ke dalam Hutan Roh.
Reinar beberapa kali membunuh Spirit Beast yang mendekat ke arah kelompoknya. Terus berjalan, membuat Reinar dan yang lainnya lupa waktu, dan tanpa terasa hari sudah mulai gelap.
Dia mengajak Qinyu dan dua wanita lainnya untuk beristirahat sambil memulihkan tenaga. Saat tengah beristirahat, Reinar memberikan masing-masing sepuluh kristal Spirit Beast tingkat Dewa Bumi puncak pada Jasmin dan Rose. Sedangkan untuk Qinyu dan dirinya, dia telah menyiapkan masing-masing lima kristal Spirit Beast tingkat Dewa Langit puncak untuk diserap kekuatannya.
“Setidaknya kristal-kristal ini dapat memulihkan kekuatanku...” Kata Reinar membatin sambil membuat empat tubuh bayangan untuk berjaga di sekitar tempatnya beristirahat.
°°°
Reinar dan tiga orang lainnya mulai berburu saat matahari kembali menunjukkan wujudnya. Mereka terus membunuh Spirit Beast untuk meningkatkan kekuatan yang mereka miliki.
Ketika tengah menghadapi puluhan Spirit Beast tingkat Dewa Langit puncak, tiba-tiba saja muncul belasan Harimau Berbulu Hitam yang merupakan Spirit Beast tingkat Raja Dewa puncak. Belasan harimau terlihat marah saat wilayah kekuasaan mereka dimasuki sosok asing, tetapi kemarahan mereka justru menjadi kabar baik bagi Reinar.
“Tanpa aku cari, kalian justru yang datang menemui ku. Dengan adanya kalian, aku akan segera memiliki stok kristal Spirit Beast tingkat Raja Dewa puncak di toko siatem ku...” Kata Reinar dalam hati.
“Kami berdua akan langsung mati kalau mereka menyerang secara bersamaan!...” Kata Rose yang kekuatannya saat ini baru mencapai tingkat Dewa Langit awal.
“Hanya sekumpulan kucing yang tidak berbahaya, lalu apa yang kalian takutkan dari mereka?... Jangan takut pada musuh yang datang, sekuat apapun mereka, pasti mereka memiliki kelemahan. Mereka cukup lambat, karena itu gunakan kecepatan kalian untuk melukai mata mereka. Tanpa indera penglihatan, mereka akan sangat mudah untuk dikalahkan...” Ujar Reinar memberi petunjuk bagaimana cara menghadapi Harimau Berbulu Hitam yang mengepung mereka.
Perlahan keduanya mengerti dan mereka mulai menyerang Harimau Berbulu Hitam yang berada di dekat mereka. Usaha pertama gagal dan justru mereka yang terkena luka cakaran, tetapi usaha kedua mereka berhasil melukai mata salah satu Harimau Berbulu Hitam.
Segera saja mereka berdua menyerang Harimau Berbulu Hitam lainnya dengan kerjasama yang semakin sempurna. Tak ingin kalah, Reinar dan Qinyu juga mulai membunuh kawanan Harimau Berbulu Hitam yang mencoba menerkam tubuh mereka.
Reinar dengan cepat membunuh lima ekor Harimau Berbulu Hitam, dan dia menyisakan sisanya pada tiga wanita yang terlihat menyukai bertarung dengan Spirit Beast tingkat Raja Dewa puncak yang seharusnya ditakuti cukup banyak orang. Tetapi di hadapan mereka bertiga, Spirit Beast tingkat Raja Dewa puncak terlihat seperti mainan yang bebas mereka tendang, ataupun mereka pukul.
Yang Zi dan Yang Mi tanpa ragu memberikan label wanita kejam pada Qinyu, Jasmin, dan Rose. “Sifat ketiga wanita itu bahkan sama dengan sifat Patrik saat berhadapan dengan musuh. Suka bermain-main, menyiksa musuh, tetapi pada akhirnya dia akan tetap membunuhnya...” Ujar Yang Zi dengan kedua mata terus melihat apa yang dilakukan Qinyu dan dua wanita lainnya.
Sebagai murid langsung dari Yang Yifei, mereka berdua tentunya sering melihat Yang Yifei bertarung. Melihat tiga wanita yang bermain-main dengan Spirit Beast tingkat Raja Dewa puncak, membuat mereka teringat akan sifat Yang Yifei yang saat ini dalam keadaan kritis setelah terkena sebuah racun yang penawarnya sangat sulit untuk didapatkan.
Yang Yifei sudah berada di tingkat Dewa Surgawi awal. Dengan kekuatannya seharusnya dia bisa menjinakkan berbagai jenis racun, tapi jenis racun ular giok hitam bukanlah jenis racun sembarangan. Bahkan di masa lalu ada seorang ahli di tingkat Dewa Surgawi menengah yang mati saat terkena racun ular giok hitam.
Penawar racun ular giok hitam adalah darah dari ular giok hijau yang tinggal di wilayah Hutan Roh. Ular giok hijau sendiri adalah Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi menengah yang menjadi penguasa wilayah barat Hutan Roh, dan tentunya akan sangat sulit untuk mendapatkan darahnya walau hanya setetes.
Sedangkan untuk ular giok hitam, dia bukanlah salah satu penguasa di wilayah Hutan Roh, dan dia hanyalah seekor Spirit Beast tingkat Raja Dewa puncak yang mengandalkan racun mematikan untuk membunuh musuhnya.
Qinyu hanya tersenyum melihat ekspresi semangat yang ditunjukkan suaminya. Ini pertama kalinya dia melihat suaminya menunjukkan ekspresi semangatnya, tetapi dia yakin suaminya saat ini tengah bersemangat dengan adanya dua sosok kuat yang mendekat ke arahnya. “Dia terlalu bersemangat...”
Yang Zi dan Yang Mi melihat perubahan pada ekspresi wajah Reinar, dan mereka juga merasakan adanya dua Spirit Beast tingkat setengah langkah menuju tingkat Dewa Penguasa yang bergerak mendekat ke arah Reinar. “Kalau dia bisa mengalahkan dua Spirit Beast itu, aku baru akam yakin 100% kalai dia adalah sosok yang memiliki garis keturunan yang sama dengan Patriak Yang Yifei...” Kata Yang Zi.
Yang Mi melirik kakaknya lalu mengangguk. “Kalau itu benar, kita tidak memerlukan darah ular giok hijau sebagai penawar, yang kita butuhkan hanyalah pemuda itu...” Kata Yang Mi lalu dia kembali mengamati apa yang akan dilakukan Reinar.
Dua Spirit Beast yang merupakan sepasang Gorila berbulu putih datang mendekati Reinar, dan mereka langsung melakukan serangan mematikan yang mengarah ke tubuh Reinar.
Tak ingin meremehkan lawannya, Reinar menggunakan kekuatan penuhnya untuk menghadapi dua Spirit Beast yang menjadi lawannya. Setelah berhasil menghindari serangan mereka, dengan gerakan yang sangat cepat Reinar memukul balik kedua lawannya.
Dengan cepat Reinar mendaratkan pukulan dan tendangan secara bergantian pada Spirit Beast yang menjadi lawannya. Dengan tubuh besar layaknya raksasa, membuat dua Spirit Beast yang menjadi lawannya kewalahan menghadapi serangan cepatnya.
Qinyu tersenyum melihat kekuatan suaminya. “Dia belum terlalu serius, tetapi dia dapat membuat kewalahan dua Spirit Beast yang kekuatannya satu tingkat di atasnya...” Kata Qinyu setelah mengeluarkan kristal Spirit Beast dari Harimau Berbulu Hitam yang baru dia bunuh.
Ketika Reinar berhasil menjatuhkan kedua lawannya, dia dapat melihat dua sosok yang diam-diam terus mengawasinya. Tetapi karena tidak merasakan niat buruk dari mereka, Reinar membiarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan.
Kedua Spirit Beast yang dijatuhkan Reinar kembali bangkit dan mereka kembali menyerang Reinar dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki. Aroma kelezatan yang keluar dari tubuh Reinar membuat mereka menggila, mereka sangat ingin memakan tubuh Reinar untuk memuaskan rasa lapar yang tengah mereka rasakan.
Reinar melepaskan pukulan yang membuat salah satu Spirit Beast yang menjadi lawannya terpental ke arah Qinyu. “Akhiri kehidupan makhluk itu, dan setelahnya ambil kristal Spirit Beast yang ada di dalam tubuhnya!...” Kata Reinar kepada Qinyu.
Qinyu menganggukkan kepalanya lalu dia menciptakan sebuah tombak dari elemen petirnya. “Suamiku, kamu tenang saja, makluk ini akan mati dengan cepat di tanganku...” Balas Qinyu sambil melemparkan tombak petirnya kearah Spirit Beast yang sudah dalam keadaan terluka.
Reinar memukul sampai hancur kepala Spirit Beast yang menjadi lawannya sambil melihat Qinyu yang juga telah membunuh Spirit Beast satunya. Jasmin dan Rose sangat terpukau dengan kekuatan tuan mereka, dan mereka merasa tidak salah setelah bersumpah akan menjadi pelayan mereka.
“Bukankah ini terlalu mudah!...” Kata Reinar sambil mengeluarkan kristal Spirit Beast yang ada di dalam Spirit Beast yang baru dia bunuh.
“Bukannya terlalu mudah, tetapi itu karena suamiku yang terlalu kuat untuk mereka...” Kata Qinyu sambil berjalan mendekati Reinar.
“Tuan, ini semua kristal Spirit Beast yang baru kita dapatkan...” Kata Jasmin menunjukkan tumpukan kristal Spirit Beast yang dia bawa bersama dengan Rose.
Ada lebih dari seratus kristal Spirit Beast yang hari ini berhasil mereka kumpulkan, dan dengan ringannya Reinar memberikan seluruh kristal itu untuk Jasmin dan Rose supaya mereka cepat menerobos ke tingkat Raja Dewa. Reinar dan Qinyu sendiri hanya mengambil dua kristal dari dua Spirit Beast terkuat yang hari ini berhasil mereka kalahkan.
[Dalam sehari toko sistem hanya bisa menyediakan 1000 kristal Spirit Beast tingkat Setengah Langkah menuju tingkat Dewa Penguasa...]
Reinar tersenyum lebar setelah mendapatkan informasi dari Lilia.
Sedangkan di sisi lain, Jasmin dan Rose semakin bertekad untuk segera menjadi kuat supaya mereka mampu melindungi tuan dan nona mereka. Dengan kekuatan yang saat ini mereka miliki, sebenarnya mereka akan diterima saat kembali ke wilayah kekuasaan Ras Malaikat, tetapi mereka tak akan kembali karena saat ini mereka telah menemukan sosok yang tepat untuk mereka ikuti.
Reinar yang melihat ekspresi wajah Jasmin dan Rose sebenarnya dia tahu kalau mereka berdua ingin kembali ke wilayah kekuasaan Ras Malaikat, tetapi dia juga merasa kalau mereka hanya sekedar ingin melihat tempat itu untum terakhir kalinya.
Ketika Qinyu kembali memeluk lengan tangannya, Reinar dengan santai mengatakan sesuatu kepadanya. “Aku tidak tega melihat mereka, mungkin setelah mengambil semua yang ada di hutan ini, mungkin kita akan pergi ke wilayah kekuasaan Ras Malaikat...”
Qinyu tidak keberatan dengan apa yang diinginkan oleh suaminya. “Tidak ada salahnya kita menjelajahi seluruh wilayah yang ada di Dunia Immortal, dan siapa tau di satu wilayah tertentu kita dapat bertemu dengan seorang wanita dari Ras Immortal...” Kata Qinyu yang seketika membuat bibir Reinar berkedut.
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya 😊😊😊