The World Emperor System

The World Emperor System
Lima Pemuda Pengganggu



Penampilan Reinar sedikit mengalami perubahan dari sebelumnya. Selain wajahnya yang semakin tampan, aura yang Reinar keluarkan jauh lebih kuat dari sebelumnya.


ROOAAAARRRRR...


Terdengar teriakan duan naga yang memekakkan telinga. Terlihat jelas jika kedua naga itu masih ingin bertarung, dan mereka segera terbang ke dua arah yang berbeda.


“Sekte Racun Hati dan Sekte Kura-kura Hitam, mereka akan lenyap dari benua ini...” Reinar membatin saat tahu kemana perginya Ling Long dan Ling Feng.


Keadaan di Istana Kekaisaran Ling telah sepenuhnya di kuasai oleh pasukan Kekaisaran Ling, dan sekarang pasukan Kekaisaran Ling tengah mengumpulkan para korban perang yang berasal dari pihak Kekaisaran Ling untuk dimakamkan secara layak.


“Haah... Seandainya aku tidak telat datang, pasti tak akan jatuh korban sebanyak ini...” Reinar menghela nafas sambil membatin, dia kecewa dengan dirinya yang tak bisa datang tepat waktu, bahkan dia harus melihat istri-istrinya yang terluka setelah berjuang melindungi Istana Kekaisaran Ling.


Wusshh... Freya muncul di samping Reinar dengan penampilan jauh lebih baik daripada penampilannya saat dia sedang berperang.


“Jangan terlalu merasa bersalah, dan yakinlah tak ada satu orangpun yang merasa kecewa dengan mu...” Kata Freya pelan tapi suaranya terdengar jelas di telinga Reinar.


Reinar lalu menoleh dan menatap Freya dengan penuh kelembutan. Freya segera jatuh ke pelukan Reinar saat melihat ketenangan di wajah suaminya. Reinar membalas pelukan Freya, dan perlahan dia mengusap kepala Freya yang menenggelamkan wajahnya di dada bidang miliknya.


Dalam diamnya Reinar tahu jika Freya sangat merindukannya, bukan hanya Freya, istrinya yang lain pasti juga tengah merindukan kehadiran. Reinar juga merindukan para istrinya, apalagi dia tahu jika mereka semua tengah mengandung calon anaknya.


“Lebih baik kita kembali!... Aku takut mereka akan marah karena aku hanya memelukmu...” Kata Reinar dengan suara yang menenangkan, lalu dengan gerakan perlahan mereka pergi menuju kediaman khusus yang disediakan Kaisar Ling Mou khusus untuk Reinar dan para istrinya.


Kaisar Ling Mou yang melihat Reinar telah berhasil membunuh orang-orang kuat yang menyerang Kekaisarannya, dia segera memerintahkan beberapa pelayan untuk pergi ke kediaman Reinar dan melayani semua keperluan Reinar dan para istrinya.


Di tempat lain...


Ling Feng telah sampai di wilayah Sekte Kura-kura Hitam.


ROOAAAARRRRR...


Suara keras Ling Feng yang dalam wujud naganya membuat seluruh penghuni Sekte Kura-kura Hitam berlari keluar dari kediaman mereka, tetapi tak lama suara jeritan terdengar saat Ling Feng menyemburkan api kearah mereka.


“Kalian semua akan mati, dan salahkan lah orang kuat di Sekte kalian atas nasib buruk yang akan menimpa kalian...” Kata Ling Feng dalam wujud naganya.


“Hanya seekor naga ingin menghancurkan Sekte ku, kau lah yang akan mati dan daging mu akan menjadi santapan yang lezat untuk seluruh murid Sekte Kura-kura Hitam...” Kata salah satu tetua yang memimpin pasukan keamanan Sekte Kura-kura Hitam.


SWOOOOSSSHH....


“Biarkan api ku memanggang kalian, dan setelah itu kalian akan menjadi menu makan siang lezat untuk ku...” Kata Ling Feng yang terus mengeluarkan nafas apinya untuk membakar orang-orang yang berada di wilayah Sekte Kura-kura Hitam.


Setelah terus menerus mengeluarkan nafas apinya, Ling Feng melihat ribuan manusia yang telah berubah menjadi abu.


“Hanya manusia rendahan tapi berani menggertak ku, pada akhirnya kalian lah yang mati di tangan ku..” Kata Ling Feng sambil mengepakkan sayapnya dan dia pergi meninggalkan wilayah Sekte Kura-kura Hitam yang seluruh bangunannya telah rata dengan tanah.


“Apa kau sudah selesai?...” Tanya Ling Long yang tiba-tiba muncul di depan Ling Feng yang tengah terbang untuk kembali ke wilayah Kekaisaran Ling.


“Salam Leluhur Ling Long...” Kata Ling Feng sedikit menundukkan kepalanya lalu dia menjawab apa yang ditanyakan Leluhur Ling Long padanya. “Sekte Kura-kura Hitam telah lenyap dari daratan Benua Zhongjian, dan mereka hanya akan ada dalam catatan sejarah kelam Benua Zhongjian...”


“Begitu juga dengan Sekte Racun Hati, setidaknya di Benua Zhongjian tak lagi ada keberadaan Sekte Racun Hati, tapi kekuatan kedua sekte itu ada di alam immortal, dan mungkin kita akan diburu oleh mereka saat naik ke alam immortal...”


Ling Feng dengan santai menanggapi apa yang di katakan Ling Long tentang keberadaan Sekte Racun Hati dan Sekte Kura-kura Hitam di alam immortal.


“Selama ada adik ipar, mereka hanya akan mendapat kesialan saat berurusan dengan kita sekalipun itu terjadi di alam immortal...” Kata Ling Feng dengan nada suara santainya.


“Adik ipar mu sepertinya tak sesederhana seperti yang aku lihat. Dari aura kekuatannya, dia setidaknya lebih kuat dariku walau aku dalam wujud naga...” Kata Ling Long yang sempat merasakan aura Reinar setelah dia naik tingkat.


Ling Feng hanya menganggukkan kepalanya dan tak lama mereka telah sampai di Istana Kekaisaran Ling yang terlihat cukup berantakan. Di bawah mereka banyak prajurit Kekaisaran yang tengah membersihkan reruntuhan bangunan benteng Istana Kekaisaran, dan ada juga ribuan prajurit yang sedang mengumpulkan mayat korban perang.


Swusshh... Swusshh...


Ling Feng dan Ling Long kembali ke wujud manusianya dan mereka ikut membantu prajurit Kekaisaran yang terlihat membutuhkan bantuan mereka.


Satu hari telah berlalu.


Reinar melihat istri-istrinya yang tengah bersiap untuk menghadiri jamuan besar di aula Istana Kekaisaran Ling.


Kaisar Ling Mou secara pribadi mengundang Reinar dan seluruh istrinya untuk datang di acara penjamuan besar di aula Istananya. Di penjamuan kali ini Kaisar Ling Mou mengumpulkan seluruh orang berpengaruh di Kekaisarannya, termasuk para penguasa kota yang ada di wilayah Kekaisaran Ling.


Reinar dan kesembilan istrinya datang di saat seluruh tamu undangan telah datang. Kaisar Ling Mou segera menyambut kedatangan Reinar dan mengarahkan Reinar dan kesembilan istrinya ke tempat khusus yang sengaja di persiapkan utuk mereka.


Setelah Reinar dan kesembilan istrinya duduk, banyak tuan muda dari kota-kota besar yang mencuri pandang kearah para istri Reinar, bahkan ada beberapa tuan muda yang terang-terangan menatap keindahan tubuh para istri Reinar.


Mereka sangat iri dengan Reinar yang berhasil memiliki sembilan keindahan yang sulit mencari tandingannya. Beberapa tuan muda mulai menyusun rencana, dan jelas mereka berniat mengambil salah para istri Reinar untuk menjadi milik mereka. Tapi sayangnya tuan muda dari kota-kota besar itu tak tahu sedang berurusan dengan siapa. Seandainya mereka tahu, mungkin mereka saat ini tak akan ada yang berani melirik ke arah istri-istri Reinar.


Jamuan makan dimulai dengan meriah dan lancar, namun di tengah jamuan makan tiba-tiba lima pemuda mendekati meja Reinar dengan niat ingin mempermalukan Reinar.


“Aku ingi bertanya, teknik apa yang kamu gunakan untuk mengikat para wanita itu sampai mereka mau menjadi istri pria jelek seperti mu?...” Kata salah satu pemuda yang berdiri di depan Reinar.


Reinar menghela nafas kesal di balik topeng yang dia gunakan. “Pergilah, aku tahu apa yang ada di pikiran kalian...”


“Jangan mengalihkan pembicaraan, dan lebih baik kamu menjawab pertanyaan kami dengan kejujuran...”


Reinar mengacuhkan lima pemuda yang ada di depan tempatnya, dan dia lebih menikmati waktu bersama dengan para istrinya.


“Kamu pura-pura tuli atau tak bisa menjawab pertanyaan ku?... Kalau kau menggunakan teknik terlarang untuk menjerat kesembilan wanita si sisimu, lebih baik kamu segera mencabut teknik mu dan membiarkan mereka pergi bersama kami. Di lihat dari manapun, mereka lebih cocok bersama kami daripada bersama pria jelek seperti mu...”


Reinar tersenyum sinis di balik topengnya, lalu dia kembali mengacuhkan keberadaan lima pemuda yang semakin kesal melihat tingkah Reinar.


Braak...


Pemuda yang terus menerus bertanya pada Reinar menggebrak meja yang berada tepat di depan Reinar, dan dia membuat segelas cangkir teh jatuh dan membasahi pakaian yang digunakan Reinar.


Acara penjamuan yang meriah seketika menjadi hening setelah terdengar gebrakan meja dari satu arah.


“Pemuda sialan, biarpun kamu tamu penting Kaisar Ling Mou, seharusnya kamu menghormati ku, bagaimanapun juga aku adalah putra dari salah satu penguasa kota di wilayah Kekaisaran Ling...” Teriak pemuda di depan Reinar.


Semua orang tahu siapa pemuda itu, tapi mereka yang tahu siapa Reinar, mereka hanya bisa kasihan akan nasib kelima pemuda yang mengganggu Reinar dan para istrinya.


“Apa mereka sudah bosan hidup?...” Bisik Ling Zhe yang duduk bersebelahan dengan kakaknya, Ling Feng.


“Mereka hanya mencari kesengsaraan...” Balas Ling Feng sambil menikmati arak yang tersaji di atas mejanya.


Reinar benar-benar acuh, dia sama sekali tidak mempedulikan apa yang terjadi di sekitarnya, tapi karena pakaiannya basah, dia mengajak semua istrinya untuk kembali ke kediaman khusus yang mereka miliki.


Baru juga Reinar ingin pergi, seseorang dengan begitu berani mendekati Luna dan ingin memegang tangannya.


“Aku sudah cukup sabar dengan kalian...” Kata Reinar begitu lirih tapi semua orang dapat mendengarnya karena Reinar menggunakan Qi untuk memperjelas suara yang keluar dari mulutnya.


Bersama dengan terdengarnya suara Reinar, pemuda yang ingin memegang tangan Luna tiba-tiba mati dengan tubuh terpotong menjadi ribuan potongan kecil.


“Kaisar Ling Mou, tolong didik bawahan mu agar tidak mengganggu kesenangan orang lain.. ” Kata Reinar dengan suara tegas dan setelahnya dia beserta para istrinya menghilang dari aula Istana Kekaisaran Ling.


Kaisar Ling Mou menggelengkan kepalanya dan dia benar-benar kecewa dengan kebodohan beberapa bawahannya. “Jika kalian tak ingin menjadi daging giling, lebih baik kalian menjaga sikap di depan keponakan ku. Jujur saja, sekalipun dia membunuh kalian yang ada di sini, aku tak bisa melakukan apa-apa padanya. Dia kuat, bahkan seluruh kekuatan Kekaisaran Ling akan musnah jika berurusan dengannya...” Kata Kaisar Ling Mou yang seketika membuat para tuan muda segera membuang jauh-jauh niatan mereka untuk merebut salah satu istri Reinar.


Apalagi setelah mereka melihat potongan tubuh seorang tuan muda yang berasal dari salah satu keluarga bangsawan, mereka akan tak lagi akan membuat masalah di hadapan Reinar.


***


Bersambung...