The World Emperor System

The World Emperor System
Assasin Kekaisaran Utara



Kota Eregion.


Setelah memulihkan Marco yang di hajar habis-habisan oleh adiknya, Reinar dan yang lainnya kembali berjalan mengelilingi kota. Pertarungan dan keributan sudah wajar terjadi, karena itu tak ada yang terlalu memperhatikan keributan antara Bella dan kakaknya.


“Kalian semua, lebih baik kita cari penginapan untuk membersihkan diri, baru setelah itu kita melanjutkan jalan-jalan keliling kota.” Kata Reinar saat melihat bangunan penginapan mewah tak jauh dari tempatnya.


“Suamiku, lebih baik kita semua berada dalam satu kamar, dan biarkan pria menyebalkan itu tidur sendiri.” Usul Bella.


Reinar tentu tidak menolak usulan Bella, tidur dengan empat wanita cantik adalah impian banyak pria. Tapi Reinar merasa sedikit kasihan pada Marco yang terlihat seperti orang asing di mata adiknya.


“Aku seolah orang asing yang keberadaannya tak diinginkan oleh mereka.” Keluh Marco membatin.


Reinar tersenyum geli melihat ekspresi wajah Marco yang tak sesuai dengan umurnya. “Entah kenapa aku sedikit menyesal punya kakak ipar yang sedikit menggelikan.” Batin Reinar.


“Suamiku, kapan kita ke penginapannya?. Tubuhku sudah sangat lengket.” Tanya Vexia.


“Di depan ada penginapan yang lumayan besar, kita akan pergi ke sana.” Ungkap Reinar menunjuk penginapan yang dari tadi sudah dia lihat.


Berjalan bersama, Reinar dan yang lainnya pergi ke penginapan dan langsung menemui wanita resepsionis yang bekerja di penginapan.


“Selamat datang di penginapan heavenly pleasures.” Kata resepsionis dengan ramah menyambut kedatangan Reinar dan yang lainnya.


“Nona, apa di penginapan ini ada satu kamar luas yang muat untuk berlima, dan sebuah kamar terbaik untuk satu orang?.” Tanya Reinar.


“Kami memilikinya, tuan cukup membayar 500 koin emas untuk kamar terluas kami, dan 100 koin emas untuk kamar terbaik, yang diperuntukkan hanya untuk satu orang.” Ungkap wanita resepsionis.


Reinar menyerahkan 2500 koin emas. “Aku menyewa kedua kamar itu untuk empat hari ke depan, dan sisanya ambil untukmu.” Kata Reinar.


Mata wanita resepsionis berbinar, dan dia tersenyum lebar. “Kalau begitu, saya sendiri yang akan mengantarkan tuan-tuan dan nona-nona ke kamar kalian.” Kata wanita resepsionis ramah.


Mereka lalu mengikuti wanita resepsionis menuju lantai tiga penginapan. “Tuan, ini kamar terbaik kami yang khusus untuk satu orang. Di lantai empat hanya ada satu kamar terluas yang kami miliki, dan kamar itu yang sudah tuan sewa untuk empat hari ke depan.” Kata wanita resepsionis.


“Terimakasih sudah mengantarkan kami.” Kata Reinar.


“Jika tuan membutuhkan sesuatu, tuan bisa menghubungi saya di tempat resepsionis, dan untuk makanan, biaya sewa yang tuan bayarkan sudah termasuk biaya makan dua kali sehari.” Ungkap wanita resepsionis, lalu dia pergi meninggalkan Reinar dan kelompoknya.


***


Istana kota Eregion.


Walikota dan seluruh penghuni istana kota Eregion tengah dibuat kelabakan setelah mereka mendengarkan kabar jika putri mahkota Kekaisaran Utara akan berkunjung ke kota mereka.


Sebuah kamar khusus telah disiapkan untuk putri mahkota selama dia tinggal di kota Eregion, selain itu perjamuan mewah dan elegan juga sudah disiapkan untuknya.


Melihat semua persiapan telah selesai, walikota mengumpulkan seluruh petinggi kota untuk membahas tujuan kunjungan putri mahkota yang sangat mendadak.


“Tuanku, sepertinya kunjungan putri mahkota yang begitu mendadak ada sangkut pautnya dengan kota kita yang terlambat membayarkan pajak untuk Kekaisaran.” Kata pria tua yang merupakan orang kepercayaan walikota.


“Aku juga merasa ada hubungannya dengan itu, tapi tak biasanya putri mahkota mencampuri urusan perpajakan.” Ungkap walikota.


“Tuanku, apa jangan-jangan Kaisar sengaja mengirim putri mahkota untuk memata-matai kita?.” Tanya salah satu Jenderal yang menjadi salah satu pilar keamanan kota Eregion.


“Putri mahkota adalah wanita anggun di luarnya, tapi sebenarnya dia adalah seorang assasin berdarah dingin, apalagi setelah kepergian tunangan nya, dia terlihat semakin kejam saat bertemu musuh.” Imbuh sang Jenderal.


Semua orang sesaat terdiam memikirkan segala kemungkinan yang menjadi tujuan kedatangan putri mahkota Kekaisaran Utara.


“Jenderal Danial, perketat pengamanan kota dan siapkan sambutan yang meriah untuk menyambut kedatangan putri mahkota. Mengenai tujuan kedatangan putri mahkota, anggap saja dia cuma berkunjung, tapi tetap waspada dan suruh beberapa assasin terbaik untuk mengawasi pergerakan putri mahkota.” Kata walikota tegas.


“Baik tuanku.” Balas Jenderal Danial lalu dia pergi.


“Sembunyikan keberadaan ratusan ribu prajurit pembebasan dari mata dan telinga putri mahkota.” Bisik walikota ke pria tua yang ada di sampingnya.


“Tuanku, bagaimana dengan keberadaan ribuan prajurit pembebasan yang saat ini tengah berbaur dengan penduduk kota?.” Tanya si pria tua.


“Hubungi pemimpin mereka, dan suruh dia membawa pergi prajuritnya sejauh mungkin dari kota ini.” Balas walikota.


“Baik tuanku.” Kata pria tua lalu dia menghilang.


“Zero, beberapa saat yang lalu aku merasakan keberadaan pangeran dan putri di kota ini. Cari dan lindungi mereka.” Kata walikota pada salah satu prajurit bayangan nya.


“Baik tuanku, hamba pasti melindungi pangeran dan putri.” Balas Zero yang tak menunjukkan wujudnya.


“Dendam ini harus terbalaskan, mereka para penghianat harus mendapatkan balasan yang setimpal.” Batin walikota yang masih setia pada Kaisar terdahulu.


***


Penginapan Heavenly Pleasures


Reinar yang paling terakhir membersihkan diri, dia langsung ditarik keatas ranjang oleh empat wanitanya, dan dia tertidur dengan diapit dua wanita di masing-masing sisi.


Vexia dan Rhea merebahkan kepalanya di dada Reinar, sedangkan Bella dan Freya, mereka merebahkan kepala diatas paha Reinar, dan sesekali Reinar merasakan sensasi aneh saat tangan Freya mengelus bagian sensitifnya. Karena ulah Freya juga, Reinar tak bisa istirahat dengan nyenyak sampai keesokan paginya.


Pagi harinya Reinar lebih dulu terbangun saat merasakan kehadiran seseorang di luar kamarnya. Setidaknya ada lima orang cukup kuat tengah mengawasi kamarnya dari dalam dan luar penginapan.


[Di pohon yang ada di samping kamar tuan ada tiga assasin yang tengah bersembunyi dan mengawasi kamar tuan. Sedangkan di dalam penginapan ada dua assasin yang menyamar, dan mereka mengawasi kamar tuan serta kamar calon kakak ipar tuan.]


Reinar menganggukkan kepalanya, dan dia tetap terlihat tenang biarpun ada yang terang-terangan membuatnya risih.


Freya dan Bella yang baru bangun, mereka juga merasakan hal yang sama, tapi saat mereka melihat Reinar dengan tersenyum menatap mereka, Freya dan Bella tahu jika tak ada yang perlu mereka khawatirkan.


Sedangkan di sebuah pohon, tiga orang assasin terus mengawasi kamar Reinar setelah menerima tugas dari pemimpin mereka. “Mereka belum bergerak meninggalkan penginapan padahal hari sudah hampir siang.” Ujar salah satu assasin merasa ada yang aneh dengan orang-orang yang tengah dia awasi.


“Mungkin pemuda itu masih lelah setelah bertempur dengan empat wanita yang bersamanya.” Ungkap assasin yang lain.


“Hari ini dia beruntung menikmati empat wanita yang begitu menggoda, tapi tak lama lagi keempat wanitanya akan menjadi milik tuan, dan setelah tuan bosan mereka akan menjadi milik kita. Barang bekas dari tuan tak pernah mengecewakan.” Kata assasin yang pertamakali melihat rombongan Reinar memasuki kota Eregion.


Mereka bertiga dan dua orang assasin lainnya adalah utusan langsung sang Kaisar Kekaisaran Utara yang selama ini diam-diam sering mengambil wanita cantik untuk memuaskan hasratnya, bahkan tak segan dia mengambil istri orang lain.


Mendengar dari salah satu bawahannya jika ada empat wanita cantik memasuki kota Eregion, tentu sang Kaisar menginginkan nya, dan dia memerintahkan lima assasin untuk membawa keempat wanita itu padanya, sekaligus membunuh dua pria yang pergi bersama dengan empat wanita yang dia inginkan.


***


***Bersambung...***