The World Emperor System

The World Emperor System
Kekaisaran Caracal



Perbatasan hutan kematian dengan Kekaisaran Caracal.


“Mereka cuma cari mati.” Kata Freya sinis melihat ribuan prajurit Kekaisaran Caracal memasuki wilayah hutan kematian.


“Mereka bukan mencari mati, tapi mereka datang mengantarkan nyawa mereka.” Balas Helena.


Saat mereka sedang asik bicara, dua anak panah melesat kearah mereka, tapi dengan santai Freya menangkap kedua anak panah itu.


“Hanya mainan anak kecil.” Freya mematahkan anak panah yang terbuat dari besi tanpa menggunakan tenaga.


“Kalian yang bersembunyi keluarlah!. Aku tahu kalian mungkin sudah terluka oleh anak panahku.” Teriak seorang pria berdiri tak jauh dari tempat Freya dan Helena bersembunyi.


“Cih....” Freya berdecih dan melemparkan ujung anak panah kearah pria yang mengatakan jika anak panah itu miliknya.


Kecepatan ujung anak panah yang di lempar Freya 10 kali lebih cepat dari anak panah yang di lepaskan si pria.


Jleb... Jleb...


Dua ujung tajam anak panah menancap di kening dan dada pria yang begitu sombongnya mengatakan anak panahnya telah melukai target yang dia bidik.


Brugh.... Pria itu terjatuh, dan membuat prajurit yang dia pimpin terkejut akan kematian yang begitu cepat dari Jenderal mereka.


“Sangat lemah....” Kata Freya yang muncul di depan prajurit Kekaisaran Caracal, sedangkan Helena dia melayang-layang dengan anggun di atas ribuan prajurit Kekaisaran yang ketakutan dengan kemunculan dua wanita.


Biarpun Freya dan Helena memiliki paras yang cantik, tetapi mereka semua merasakan aura yang tidak bersahabat dari mereka berdua, dan mereka yakin jika salah satu dari mereka adalah orang yang membunuh sang Jenderal.


“Kembali, atau mati!.” Kata Freya tegas.


Prajurit Kekaisaran yang telah kehilangan pemimpin, mereka memilih kembali dan tak menyinggung dua wanita misterius yang mencegat mereka.


“Pilihan yang tepat, dan berusahalah untuk tidak kembali jika masih sayang dengan nyawa kalian.” Kata Freya yang kemudian menghilang bersama Helena yang lebih dulu pergi menghilang.


***


Istana Kekaisaran Caracal.


Aula pertemuan Kekaisaran Caracal.


Salah seorang prajurit mewakili ribuan prajurit Kekaisaran Caracal yang baru kembali dari hutan kematian.


Selain melaporkan kematian Jenderal yang memimpin mereka, dia juga melaporkan kemunculan dua wanita misterius yang dengan aura keduanya, mereka sudah bisa memberi tekanan pada ribuan prajurit yang tengah berada di kawasan hutan kematian.


Cleo, Kaisar Kekaisaran Caracal mengerutkan keningnya mendengar laporan prajurit yang baru dari wilayah hutan kematian. Kematian salah satu Jenderalnya, serta kemunculan wanita misterius dengan kekuatan yang sama misteriusnya, justru membuat sang Kaisar penasaran.


“Apa kedua wanita itu cantik?.” Tanya Kaisar Cleo yang sangat jauh dari perkiraan prajurit pemberi laporan.


“Yang Mulia, kedua wanita itu memiliki paras yang sangat cantik, bahkan tidak ada wanita cantik di Kekaisaran ini yang setara dengan kecantikan mereka.” Balas si prajurit.


Kaisar Cleo tersenyum, dan dapat terlihat di wajahnya jika dia sangat tertarik dengan dua wanita misterius yang ada di hutan kematian. “Jenderal Ken, dan Jenderal Dasa. Bawa sepuluh ribu prajurit Kekaisaran, dan bawa dua wanita yang ada di hutan kematian hidup-hidup ke hadapanku!.” Perintah Kaisar Cleo.


Kedua Jenderal yang di tunjuk mengangguk dan pergi meninggalkan aula pertemuan.


“Aku tidak akan melepaskan wanita cantik yang bahkan lebih cantik dari dari semua wanita di Kekaisaran ini. Mereka akan menjadi milikku seorang dan harus bisa menghangatkan ranjang ku sampai aku bosan dengan mereka.” Kaisar tertawa di hadapan banyak petinggi Kekaisaran tapi tak ada yang berani menegurnya.


Saat Kaisar Cleo berhenti tertawa, seorang Menteri berbicara padanya. “Yang Mulia, bagaimana dengan ribuan ras manusia setengah iblis yang melarikan diri masuk ke wilayah hutan kematian?.”


Sejenak Kaisar Cleo terdiam, dan setelahnya dia menjawab dengan jawaban yang di sukai seluruh petinggi yang tak menyukai keberadaan ras manusia setengah iblis ada di Kekaisarannya. “Aku akan tetap memburu mereka, dan akan membuat mereka benar-benar lenyap dari dunia ini.” Jawaban Kaisar Cleo yang membuat banyak orang menyunggingkan senyum.


***


Istana kota Sky Dragon


“Tuan, bukannya mereka berniat buruk pada orang-orang yang ada di kota ini, lalu kenapa tuan justru menyambut kedatangan mereka?.” Tanya Ling Feng penasaran.


Reinar menggelengkan kepalanya, lalu berkata. “Kita memang akan menyambut mereka, tapi kita akan sambut mereka dengan kekejaman yang akan membuat mereka serasa di neraka.” Jawab Reinar menjelaskan maksud dari kata menyambut orang-orang Kekaisaran Caracal.


Swusshh....


Swusshh....


Freya dan Helena kembali ke istana kota Sky Dragon, setelah tugas mereka digantikan Ling Yue dan Rhea.


Reinar yang melihat kedatangan mereka berdua, dia menyambut kedatangan mereka dengan sebuah senyuman yang tulus.


“Tuan....” Kata Freya dan Helena bersamaan.


Reinar mengangguk-anggukkan kepalanya. “Istirahatlah, aku yakin kalian lelah setelah beberapa hari berada di dalam hutan.”


“Kami tidak merasa lelah, asalkan tetap berada di dekat tuan.” Kata Freya yang di angguki Helena.


Melihat kebersamaan Reinar dengan kedua wanita yang baru datang, Ling Feng pamit undur diri untuk melihat keadaan penduduk kota Sky Dragon.


“Tuan masih juga seperti dulu, selalu di kelilingi banyak wanita. Ling Yue, semoga tuan segera mengingat tentang siapa dirimu.” Kata Ling Feng pergi meninggalkan Reinar dengan Freya dan Helena.


Setelah Ling Feng pergi, Reinar mengajak Freya dan Helena menuju ruang makan, karena mereka datang tepat waktunya makan siang.


Ketiga orang duduk di kursi mereka masing-masing dan menikmati makan siang mereka tanpa banyak menimbulkan suara, dan barulah ada percakapan diantara mereka setelah acara makan siang selesai.


“Tuan, sepertinya Kekaisaran Caracal akan mengusik ketentraman kota ini, dan kemungkinan mereka akan memulainya dengan membuat kegaduhan di hutan kematian.” Ungkap Freya.


“Jika mereka memulainya, maka kita akan mengakhirinya. Kekuatan Kekaisaran Caracal tak menyentuh setengah kekuatan Kekaisaran Arkana, jadi mereka benar-benar bukanlah ancaman.” Kata Reinar penuh keyakinan.


“Tapi, bukannya Kaisar mereka kuat, dan pastinya akan ada juga orang kuat yang melindungi Kaisar.” Ujar Helena.


“Siapa yang mengatakan Kaisar mereka kuat?.” Tanya Reinar sambil menatap Freya dan Helena bergantian.


Bukannya langsung menjawab, Freya dan Helena justru saling beradu pandang dan akhirnya Freya memutuskan untuk menjawab pertanyaan Reinar.


“Kami cuma mendengar dari obrolan penduduk kota.” Jawab Freya.


Reinar mengangguk dan berkata. “Kaisar mereka memang kuat, tapi kekuatannya hanya berfungsi di atas ranjang, dan asal kalian tahu, Kaisar itu sudah merusak masa depan dari ribuan wanita di Kekaisarannya, dan sudah banyak yang dia bunuh setelah bosan.” Kata Reinar yang seketika memancing api amarah Freya dan Helena.


Aura menyeramkan keluar dari tubuh Freya dan Helena. Tapi bukannya takut dengan aura mereka, Reinar justru tertawa dalam hatinya. “Aku benar-benar prihatin akan nasib Kaisar Cleo andai bertemu dengan mereka.” Kata Reinar membatin.


[Bukannya tuan terlalu kejam?.]


“Ayolah Lilia, kamu itu akhir-akhir ini jarang bersuara, tapi sekali bersuara kamu hanya membuat jelek mood ku.” Kata Reinar dalam pikirannya.


[Aku diam karena tuan jarang mengajakku berbicara.]


“Maaf kan aku Lilia, akhir-akhir ini aku terlalu sibuk.”


Reinar ingin melanjutkan mengobrol dengan Lilia, tapi dia segera di kejutkan dengan kepergian dua wanita tanpa pamit lebih dulu padanya.


“Mereka benar-benar bersemangat. Kaisar Cleo, semoga anda senang dengan kedatangan dua wanita itu.” Reinar menyeringai lebar membayangkan penderitaan Kaisar Cleo.


***


***Bersambung...***


Jangan lupa tinggalkan Like dan komentar walaupun hanya satu kata 😊😊....