
Semilir angin sore menerpa wajah Reinar yang tengah berdiri di sebuah bukit yang tak terlalu jauh dari Istana Kerajaan Yang. Sudah satu minggu ini dia kembali dan menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai seorang Raja, dan selama ini belum ada satupun keluarganya yang tahu akan identitasnya sebagai Penguasa baru Dunia Immortal.
Awan hitam dari arah selatan bergerak ke tempatnya berdiri, menandakan akan datangnya hujan. Bukannya merasakan firasat buruk sebelum datangnya awan hitam, Reinar justru tersenyum lebar melihat awan hitam yang semakin mendekat ke arahnya.
Dengan kedua matanya dia melihat kedatangan awan hitam itu membawa badai dan petir yang ikut menyertainya. Namun bagi Reinar itu justru merupakan pertanda baik bagi Dunia Immortal yang kini berada di bawah kuasanya.
“Awan itu memang terlihat mengerikan, tetapi datangnya awan itu akan menjadi penanda perubahan yang akan segera terjadi di Dunia Immortal....” Gumam Reinar dengan sorot mata tajam menatap ujung awan hitam yang kini telah berada di atas kepalanya.
Reinar merasakan aura yang sangat dia kenal tengah mendekat ke arahnya.
Dia melihat sosok dua orang wanita muncul tak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan menunjukkan senyuman di wajahnya, dia menyambut kedatangan Freya dan Rhea yang terlihat begitu mempesona dengan pakaian berwarna putih yang mereka kenakan. “Apa kalian sudah merindukanku?....” Tanyanya.
“Kami semua selalu merindukanmu, apa lagi setelah kami terlalu lama kamu biarkan tidur dalam dinginnya malam....” Ujar Rhea dengan senyum genit yang menghiasi wajahnya.
Reinar menyunggingkan senyumnya setelah mendengar apa yang dikatakan RheaRhea, dia sendiri selalu merindukan keberadaan para istrinya di saat saling berjauhan. Selain itu dia juga selalu merindukan keberadaan putra putri kecilnya yang selama ini lebih dekat dengan para istrinya.
Sebenarnya Reinar bisa saja membawa para istrinya pergi bersamanya dengan membuat mereka tinggal di kalung dimensi ataupun cincin dimensi miliknya.
“Sayang!....” Panggil Freya sambil memeluk manja lengan tangan kanan Reinar.
Freya dan Rhea sudah mengambil posisi mengapit tubuh Reinar, dan kini masing-masing dari mereka telah memeluk lengan tangan Reinar. “Apa kamu tidan ingin bermain dengan kami di alam terbuka seperti ini?....”
“Tempat ini cukup nyaman, aku bisa membayangkan bagaimana permainan kita di tempat seindah ini....” Rhea mempererat pelukannya dan membuat lengan Reinar terhimpit diantara bukit kembarnya.
Reinar hanya bisa tersenyum sambil menahan gairah saat menghadapi tingkah liar yang ditunjukkan oleh kedua istrinya. Tetapi dia tidak menunjukkan penolakan kalau harus melakukan itu dengan mereka di alam bebas. “Kalau kalian memang menginginkan nya, dengan senang hati aku akan melakukan itu bersama kalian di tempat ini....”
Dengan cepat Reinar membuat aray pelindung yang akan membuat tempatnya tak dapat terlihat oleh orang lain. “Dengan begini kita bebas melakukan apapun di tempat ini....” Kata Reinar yang sudah mendekap erat kedua pinggang ramping kedua istrinya.
“Kali ini biarkan kami yang bekerja, dan suami cukup menikmatinya....” Ujar Freya, lalu bersama dengan Rhea dia mulai memberikan pelayanan maksimal kepada Reinar di tengah-tengah alam terbuka.
°°°
Setelah memuaskan dua istri liarnya, Reinar memutuskan kembali ke kediamannya yang berada di wilayah Istana Kerajaan Yang, dan begitu sampai di kediamannya, dia mulai memanjakan seluruh istri dan anak-anaknya yang selalu butuh dimanja olehnya.
Reinar dan para istrinya berkumpul di sebuah ruangan setelah putra dan putri mereka telah tertidur. Yang Yifei dan Qinyu tidak ikut berkumpul, mereka berdua telah lebih dulu istirahat mengingat kandungan mereka yang semakin membesar.
Kekacau di Benua Selatan telah teratasi berkat keberadaan Kerajaan Yang dan prajurit penjaga Dunia Immortal yang datang membantu. Keadaan Benua Selatan sudah kembali tenang setelah berakhirnya kekacauan yang akhir-akhir ini terjadi hampir di seluruh wilayah Benua Selatan.
Kini Reinar mengumpulkan para istrinya untuk membicarakan tentang dirinya yang telah menjadi seorang Penguasa Dunia Immortal. Sebenarnya dia juga ingin membicarakan itu bersama Ibu dan Kakeknya, tetapi karena kedua orang itu tengah melakukan kultivasi tertutup, Reinar hanya akan membicarakan itu dengan para istrinya.
Reinat mengeluarkan mahkota Penguasanya, begitu mahkota itu dia keluarkan dari cincin penyimpanannya dan di pakainya, para istrinya dapat merasakan sebuah tekanan aura kekuatan yang menekankan mereka.
Aura yang menekan para istri Reinar seketika menghilang saat Reinar menyimpan kembali mahkota Penguasa miliknya. Ketika dia selesai menyimpan mahkota Penguasa miliknya, dia dapat merasakan sentuhan hangat para istrinya yang kini duduk merapat ke arahnya.
“Kami akan selalu mendukung apa yang sudah menjadi takdir suami, dan kami akan membantu kalau bantuan kami memang diperlukan...” Ujar Bella yang mewakili apa yang ingin disampaikan para saudarinya.
°°°
Sebuah Istana megah yang melayang di atas ketinggian dan terus bergerak mengelilingi Dunia Immortal. Terlihat ratusan ribu orang yang menghuni Istana itu tengah berkumpul untuk menyambut kehadiran sang Permaisuri langit.
“Kursi Penguasa Dunia Immortal telah kembali memilih pemiliknya, kini saatnr kita memilih seorang Permaisuri untuk menjadi satu-satunya pendamping sang Penguasa dunia ini....” Ujar pria berjubah putih di hadapan seluruh orang yang tinggal di Istana Langit.
Seorang wanita bergaun mewah dengan warna merah yang sangat mendominasi muncul dari dalam bangunan utama Istana, dan kemunculannya langsung disambut sikap hormat seluruh orang yang tinggal di Istana Langit.
Seluruh orang menundukkan kepalanya saat si wanita membuka cadar yang dipakainya. “Hormat kami kepada Permaisuri langit....” Ujar seluruh penghuni Istana Langit.
Pria berjubah putih yang semula berdiri ikut berlutut dan menundukkan kepalanya saat sosok wanita yang terlihat begitu anggun mulai membuka cadar nya. “Semoga Permaisuri selalu mendapatkan segala kebaikan....” Kata pria berjubah putih.
Wanita itu kembali memakai cadar nya dan setelah itu dia menyuruh seluruh orang yang berlutut untuk kembali bangkit. Tak ada satu orang pun yang tak mengikuti apa yang diperintahkan oleh si wanita.
Begitu semua orang bangkit dari posisi berlutut, si wanita yang merupakan Permaisuri langit penguasa Istana langit yang konon katanya dia adalah wanita yang akan menjadi satu-satunya pendamping Penguasa Dunia Immortal, dia segera naik ke tempat kehormatan untuk menyampaikan sepatah dua patah kata kepada seluruh penghuni Istana langit.
“Setelah penantian yang bagitu lama, akhirnya Penguasa Dunia Immortal telah kembali, dan pada akhirnya kita akan segera mendapatkan pewaris tahta yang akan menduduki singgasana di Istana langit....” Kata si wanita dengan senyum di balik cadar nya.
Pria berjubah putih dan seluruh penghuni Istana langit menganggukkan kepalanya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Permaisuri langit. “Yang mulai, saat ini adalah waktu yang tepat untuk kita menemui sang Penguasa, dan biarkan orang tua ini yang akan menyingkirkan para wanita yang mencoba merebut sang Penguasa dari sisi Yang Mulia Permaisuri langit....”
Dengan tenang wanita itu membalas apa yang baru dikatakan pria berjubah putih. “Untuk apa menyingkirkan para wanita yang dekat denganya sedangkan aku sangat rela berbagi dengan para wanita itu?....”
Kedua mata pria berjubah putih terbuka lebar saat mendengar balasan dari sosok Permaisuri langit. “Yang Mulia, apa benar Yang Mulia rela berbagi pasangan dengan wanita lainnya?.... Bukannya selama ini Yang Mulia hanya ingin memiliki sendiri keberadaan sang Penguasa Dunia Immortal?....”
Sosok Permaisuri langit kembali tersenyum di balik cadar nya. “Kau akan tahu jawaban dari pertanyaan mu di saat kita bertemu dengannya....”
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca.....