
Waktu kembali berlalu, dan tanpa terasa sudah lima hari Reinar melakukan perjalanan dan akhirnya dia sampai di kota Diamond, Ibukota Kekaisaran Arkana.
Seperti namanya, Diamond yang artinya berlian, kemegahan dan kemewahan kota Diamond tak bisa di bandingkan dengan apa yang ada di kota Babylon. Setidaknya butuh seribu kota Babylon untuk menyamai kemegahan dan kemewahan kota Diamond.
“Akhirnya kita sampai.” Kata Reinar.
Dia senang akhirnya sampai di kota yang menjadi tujuannya, dan lagi dia sudah bosan bermalam di hutan. Setidaknya sudah empat malam Reinar tidak merasakan tidur diatas kasur yang empuk.
Reinar dan Rhea ikut mengantre di gerbang masuk kota. Hamoir satu jam mengantre, Reinar dan Rhea akhirnya bisa memasuki kota setelah membayar pajak memasuki kota sebanyak 10 koin emas tiap orang.
Reinar yang ingin sedikit mengistirahatkan tubuhnya, dia segera menuju ke pusat kota untuk mencari penginapan.
“Lilia, apa kamu bisa mencarikan ku penginapan terbaik di kota ini?.” Tanya Reinar pada sistem.
[Tuan lurus saja ikuti jalan utama yang banyak orang lalui. Lima ratus meter dari tempat ini tuan akan menemukan sebuah penginapan.]
Reinar menuruti apa yang dikatakan Lilia. Beberapa menit berjalan, akhirnya Reinar menemukan penginapan tiga lantai yang cukup mewah. “Akhirnya aku menemukan sebuah penginapan.” Kata Reinar sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam penginapan dengan Rhea yang mengikuti di belakangnya.
“Penginapan yang sangat mewah, berbeda dengan bagian luarnya.” Kata lirih Reinar.
Reinar dan Rhea sudah berada di dalam penginapan. Reinar cukup mengagumi keindahan penginapan yang dia kunjungi, sedangkan Rhea, dia justru lebih kagum dengan wajah rupawan Reinar.
Berjalan menuju tempat resepsionis, banyak pasang mata menatap kearah Reinar dan Rhea. Pemuda tampat yang masih begitu muda berjalan di ikuti wanita dewasa yang begitu cantik.
Banyak yang iri dengan apa yang mereka lihat, dan tak sedikit pemuda yang berniat merebut Rhea dari sisi Reinar.
“Hanya pemuda lemah, beraninya dia berjalan dengan wanita yang begitu cantik. Mereka sungguh tidak serasi.” Kata seorang pria dewasa dengan pakaian mewah yang dia kenakan.
Reinar tidak peduli akan hinaan yang dia terima. Dirinya merasa jika hinaan seperti itu sudah terlalu sering dia terima.
“Nona!.” Reinar memanggil salah satu resepsionis penginapan.
“Ya tuan, selamat datang di penginapan kami. Apa ada yang bisa saya bantu?.” Tanya resepsionis dengan sopan.
“Aku ingin menyewa kamar terbaik di tempat ini, apa masih ada?.” Balas Reinar.
“Kami masih memiliki satu kamar terbaik yang belum di sewa. Tapi biayanya lebih mahal dari kamar yang lainnya.” Ungkap resepsionis mencoba menjelaskan.
“Aku akan menyewa kamar itu untuk sepuluh hari.” Kata Reinar.
“Satu koin platinum untuk biaya sewa selama sepuluh hari.” Ujar resepsionis yang sejak tadi melayani Reinar.
Tanpa ragu Reinar menyerahkan satu koin platinum pada resepsionis.
“Baiklah, tuan sekarang bisa mengikuti saya.” Kata resepsionis yang akan mengantarkan Reinar menuju kamar yang dia sewa.
Reinar mengajak Rhea mengikuti resepsionis yang akan mengantarkan Reinar menuju kamarnya. Tiap langkah Reinar selalu di ikuti tatapan iri banyak orang, dan tiba-tiba muncul pemuda menghadang langkah kaki Reinar.
“Lebih baik kamu segera pergi meninggalkan penginapan ini, dan serahkan wanita yang bersamamu padaku. Pemuda lemah sepertimu sangat tidak layak berada di tempat ini, apa lagi di temani seorang wanita cantik sepertinya.” Pemuda itu menatap Rhea dengan penuh nafsu.
Semua pria dewasa maupun pemuda di tempat itu menyetujui apa yang di katakan pemuda yang menghadang perjalanan Reinar, tapi mereka semua benar-benar tidak tahu jika sedang berurusan dengan orang yang salah.
Reinar yang semula tenang dan mengabaikan mereka, sedikit demi sedikit emosinya mulai tak lagi bisa di tahan. Dengan tatapan mata yang begitu tajam, Reinar menatap pemuda yang ada di depannya. Satu bola api berwarna putih sebesar kelereng telah terbentuk sempurna di ujung jari Reinar tanpa ada yang mengetahuinya.
WUSHHH....
BOOMMM....
Tanpa sempat berteriak, tubuh pemuda di depan Reinar meledak dan menjadi butiran debu yang segera hilang saat tersapu angin.
Orang-orang yang melihat kejadian di depan mata mereka, seketika mereka terdiam dan tak beranjak dari tempat mereka berada. Kejadian di depan mata mereka benar-benar cepat dan mengerikan.
“Tu Tuan muda Luke terbunuh, ini akan menjadi kabar buruk bagi Duke Thomas.” Kata seseorang yang tahu identitas pemuda yang baru Reinar bunuh.
“Hanya seorang anak Duke tapi sudah begitu sombong dan ternyata dia hanya pandai mengatakan omong kosong. Jika masih ada orang bod*h seperti dia, silahkan saja berdiri di depanku.” Kata Reinar.
Semua orang kembali terdiam, dan tak satupun yang berani menghadang perjalanan Reinar.
Reinar menatap acuh pada semua orang, dan berlalu begitu saja mengikuti resepsionis yang berjalan di depannya.
Lima orang prajurit yang mengawal Luke, mereka segera pergi meninggalkan penginapan begitu Reinar sudah berada di lantai dua. Dengan langkah cepat mereka berjalan menuju kediaman sang Duke untuk mengabarkan kematian putranya.
“Tuan, saya akan segera menyuruh pelayan mengantarkan makanan spesial ke kamar tuan sebagai salah satu pelayanan untuk tuan yang menyewa kamar terbaik di penginapan ini.” Kata resepsionis ramah, dan dia pergi meninggalkan kamar yang Reinar sewa.
...*****...
Selain kemegahan dan kemewahannya, kota Diamond juga terkenal dengan kota yang sangat luas. Luas kota Diamond hampir 100 kali luas kota Babylon, dan istana Kekaisaran Arkana berada tepat di tengah-tengah kota Diamond.
Di kota Diamond cukup mudah menjumpai orang-orang dengan level kekuatan diatas 2000, bahkan tak sedikit ada orang-orang kuat yang levelnya melebihi angka 3000.
Bahkan di Istana Kekaisaran Arkana yang berada di tengah-tengah kota Diamond, akan sangat mudah menemukan prajurit penjaga dengan level diatas 4000. Kaisar
Kaisar Kekaisaran Arkana sendiri saat ini memiliki level 7.205, dan dia adalah Kaisar terkuat di seluruh benua Nebula. Selain Kaisar yang kuat, di Kekaisaran ada dua sosok yang lebih kuat dari Kaisar, dan setidaknya mereka berdua memiliki level diatas 9.000, tapi belum mencapai angka sepuluh ribu.
Di istana Kekaisaran Arkana, saat ini sedang diakankan persiapan untuk mengumumkan kematian pangeran kedua.
“Tuanku, seluruh persiapan telah selesai. Besok tuan bisa mengumumkan pada penduduk kota tentang kematian Pangeran kedua.” Kata salah satu Jenderal Kekaisaran Arkana, yang merupakan tangan kanan Kaisar.
“Jenderal Piter, kerjamu tidak pernah membuatku kecewa.” Kata Kaisar.
“Tuanku, apa perlu saya mengundang Permaisuri dan Kaisar terdahulu untuk hadir di acara yang telah tuan siapkan?.” Tanya Jenderal Piter.
“Undang saja mereka, karena aku ingin melihat kesedihan mereka dengan pengumuman kematian anak tidak berguna yang terlalu mereka manja.” Jawab Kaisar.
“Kalau begitu saya undur diri untuk memberikan undangan pada Permaisuri dan Kaisar terdahulu.” Jenderal Piter pergi keluar dari ruang kerja Kaisar.
Di tinggalkan sendirian, Kaisar sejenak terdiam.
“Kalaupun dia belum mati, setidaknya dia tak lagi membuat kotor istana ku.” Kata Kaisar dan tak lama terdengar tawa keras dari ruang kerja Kaisar.
...*****...
Di penginapan yang Reinar tempati. Setelah makan dan membersihkan diri, Reinar istirahat sejenak, sedangkan Rhea, wanita itu cukup senang melihat keramaian kota dari balkon yang ada di kamar.
Reinar tersenyum melihat apa yang di lakukan Rhea, tapi tak lama mata Reinar terpejam begitu merasakan nyamannya tempat tidur yang dia tempati.
...*****...
Pagi hari di kota Diamond.
Setelah semalaman istirahan, Reinar merasa tubuhnya sudah kembali segar. Rhea semalam juga tertidur, tapi dia tidur di sebuah kursi panjang karena tidak ingin mengganggu tuannya.
“Rhea, lain kali tidur saja di sampingku daripada menyiksa diri tidur di kursi.” Kata Reinar lalu mengajak Rhea keluar kamar.
“Kota ini benar-benar indah.” Puji Reinar yang sedang jalan bersama Rhea mengelilingi kota Diamond.
Setelah berjalan beberapa lama, Reinar dan Rhea sampai di sebuah pasar yang menjual berbagai barang. Ada senjata, armor, obat-obatan, serta ada banyak penjual makanan.
Reinar tak tertarik dengan senjata maupun armor. Untuk obat-obatan, Reinar tahu di sistemnya banyak menjual obat-obatan, dan tentunya kualitasnya jauh lebih baik dari obat-obatan yang dijual di pasar.
Dia justru lebih tertarik dengan berbagai makanan yang dijual di pasar. Reinar mengajak Rhea mencicipi satu persatu makanan yang menurutnya menarik. Mereka baru berhenti makan saat perut mereka sudah penuh dan tak lagi mampu menampung makanan.
Menjelang siang, Reinar dan Rhea kembali ke penginapan, tetapi di depan penginapan sudah ada yang menghadang jalan mereka.
Ada 20 orang yang menghadang mereka. 19 orang dengan level 2.200, dan satu orang dengan level 3.426.
“Duke Thomas pasti ingin membalas atas kematian putranya.” Kata salah satu prajurit penjaga penginapan yang kemarin melihat kejadian menghebohkan di dalam penginapan.
“Siapa dari kalian berdua yang telah membunuh putraku.” Teriak Duke Thomas dengan kedua mata menatap tajam Reinar.
“Putramu?. Aku tidak mengenal putramu.” Kata Reinar dengan santainya.
“Kurang ajar, kau jangan bermain-main denganku. Cepat jawab yang aku tanya, atau aku akan membunuh mu beserta wanita yang bersamamu.” Teriak Duke Thomas penuh kemarahan saat melihat Reinar yang masih begitu santai.
“Kau terlalu berisik. Jika mampu, silahkan maju dan berusahalah untuk membunuhku.” Balas Reinar yang masih terlihat santai menghadapi kemarahan Duke Thomas.
“Kau berani tidak menuruti apa yang aku katakan, maka kau lebih baik mati.” Kata Duke Thomas dengan kemarahan yang tak lagi bisa dikendalikan.
...*****...
...*Tbc*...