
Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.
satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.
***
***
Reinar melihat hampir seribu binatang buas yang datang mendekat ke arahnya, dan tak ada dari mereka yang kekuatannya berada di bawah tingkat Abadi Bumi.
“Jumlah mereka sangat mengerikan, dan lagi ada lima binatang buas tingkat Dewa Rendah Puncak diantara mereka.” Kata Ling Zhe menatap lima rajawali perak yang terbang di langit.
“Pasukan binatang buas, julukan itu sangat cocok diberikan kepada mereka.” Batin Ling Feng.
“Apa-apaan mereka ini, apa mereka ingin menghancurkan sebuah Kekaisaran?.” Tanya Reinar takjub akan kekuatan binatang buas yang semakin dekat ke arahnya.
“Kalian tenang saja, mereka semua adalah bawahanku, dan untuk binatang buas yang telah kalian bunuh, mereka adalah binatang buas liar yang susah aku jinakkan.” Kata Ling Long membanggakan dirinya.
“Bukannya selama ini kakek buyut hanya tidur, lalu bagaimana bisa kakek buyut menjinakkan mereka?.” Tanya Reinar penasaran.
“Itu mudah, aku hanya menggunakan auraku selama ini untuk menekan mereka, dan dengan sendirinya mereka mengakui ku sebagai pemimpin mereka, kecuali untuk lima rajawali perak. Mereka berlima adalah lima binatang buas yang sudah menemaniku sejak aku menjadi Kaisar di Kekaisaran Ling.” Kata Ling Long menjawab pertanyaan Reinar.
Reinar menganggukkan kepalanya lalu dia melihat lima rajawali perak yang mendarat di dekat Ling Long dan langsung menundukkan kepalanya.
“Kekuatan mereka bahkan bisa di setarakan dengan kekuatan Sekte terkuat di Benua Zhongjian. Dengan sepuluh dari mereka menjaga Kekaisaran Ling, aku yakin Han Liong itu tak akan lagi berani mengusik Kekaisaran Ling.” Kata Ling Zhe.
Ling Feng mengangguk mendengar apa yang dikatakan Ling Zhe, tapi dia terap diam tak bersuara.
“Kakek buyut, berapa banyak sebenarnya jumlah mereka?.” Tanya Reinar pada Ling Long.
“Mereka ada 985, dan sebagian besar dari mereka kekuatannya berada di puncak tingkat Abadi Bumi, yang sewaktu-waktu bisa naik ke tingkat Abadi Langit. Untuk mereka berlima, setidaknya butuh satu sampai dua tahun lagi untuk mencapai tingkat Dewa Bumi.” Kata Ling Long.
Jumlah itu sangat mengerikan jika di lihat dari kekuatan yang mereka miliki. Dengan seluruh kekuatannya sekalipun, Reinar tak akan mampu mengalahkan mereka.
“Mulai saat ini mereka akan menjadi bawahan tuan....” Kata Ling Long.
Reinar senang dengan apa yang dikatakan Ling Long, tapi dia merasa tidak benar jika Ling Long memanggilnya tuan. “Kakek buyut, kenapa kamu masih memanggilku tuan, bukannya aku sudah melarangnya?.” Kata Reinar bertanya kepada Ling Long.
“Biarpun tuan memanggilku kakek buyut, aku tetaplah pengikut tuan, dan selamanya aku akan tetap memanggilmu tuan.” Kata Ling Long keras kepala.
Sifat keras kepala Ling Long membuat Reinar teringat pada kedelapan istrinya yang tengah mengandung anaknya. “Bagaimana kabar mereka?. Mungkin tujuh hari dari sekarang aku akan mengunjungi mereka.” Batin Reinar.
“Lakukan apa yang ingin kamu lakukan.” Kata Reinar pada Ling Long lalu dia berjalan mendekati binatang buas yang terdiri dari berbagai macam jenis binatang.
Ular berkepala lima, singa ekor api, gorila bulu perak, Serigala salju, elang hitam, dan terakhir ada binatang buas paling kecil yang sangat pandai dalam hal menyusup, tikus neraka.
Reinar berdiri di depan mereka semua dengan Ling Long, Ling Feng, dan Ling Zhe berdiri di belakangnya.
“Kakek buyut, apa mereka sudah bisa berbicara?.” Tanya Reinar.
“Mereka belum bisa berbicara layaknya manusia sebelum mencapai tingkat Dewa Rendah, dan mereka akan bisa merubah wujud menjadi manusia setelah mencapai tingkat Dewa Bumi.” Ujar Ling Long.
Reinar tak banyak berkata, dia hanya menatap seluruh binatang buas di depannya sambil menandai mereka dengan teknik pengikat jiwa yang baru beberapa saat yang lalu dia pelajari setelah mendapatkan petunjuk dari Lilia.
“Kalian adalah saudaraku. Mulai sekarang kalian akan ada untuk membantuku, dan aku akan ada untuk membantu kalian.” Kata Reinar.
Rooaaaarrrrr...
Rooaaaarrrrr...
ROOAAAARRRRR...
Seluruh binatang buas berteriak dengan suara lantang mereka, dan mampu menggetarkan tanah serta langit.
“Tuan, mereka tengah menunggu perintah pertama dari tuan barunya.” Kata Ling Long.
“Kakek buyut, suruh mereka kembali ke tempat mereka tinggal untuk meningkatkan kekuatannya. Sampaikan juga pada mereka kalau aku pasti memanggil mereka saat butuh bantuan, dan sebaliknya, mereka bisa memanggil ku saat mereka membutuhkan bantuan.” Perintah pertama Reinar pada Ling Long, dan selurub binatang buas pengikutnya.
Ling Long mengangguk dan langsung melakukan apa yang di perintahkan Reinar.
“Kalian berlima pergilah ke perbatasan Kekaisaran Ling, dan bantu prajurit yang berjaga di sana.” Perintah Reinar pada kelima rajawali perak yang langsung pergi begitu mendapat perintah dari Reinar.
[Tuan, kota Daun tengah di serang Kekaisaran Han, apa kita akan pergi ke sana?.]
Reinar mendengar suara Lilia. “Lima rajawali perak yang aku kirim sudah lebih dari cukup untuk membantu di sana, dan aku juga sudah memberitahukan kedatangan mereka pada Kaisar Ling Mou.”
“Aku masih punya sedikit urusan di Kekaisaran Han, terutama dengan Kaisar Han Liong, dan Sekte Gagak Merah. Setidaknya aku ingin melihat kehancuran mereka sebelum pergi meninggalkan Kekaisaran ini.”
[Aku juga ingin melihat kehancuran mereka, terutama kehancuran Sekte Gagak Merah yang telah menghancurkan masa depan ratusan ribu wanita.]
Reinar mengangguk, dan dia tak lagi melanjutkan pembicaraan dengan Lilia karena tak ingin membuat orang-orang curiga akan tingkah anehnya saat berbicara dengan Lilia.
“Hari mulai gelap, lebih baik kita istirahat!.” Kata Reinar lalu dia mengeluarkan sebuah artefak tingkat Kaisar berbentuk rumah.
“Kalian para pria silahkan membersihkan diri, biarkan aku menyiapkan makanan untuk kalian.” Kata Ling Zhe yang langsung melesat kearah dapur.
“Kakek buyut, di dekat kamar kakak ipar masih ada satu kamar kosong. Kalau ingin istirahat, kakek buyut bisa menggunakannya.” Kata Reinar lalu di masuk ke kamarnya dengan teknik teleportasi.
“Dia sangat mirip dengan Ayahnya.” Batin Ling Long. “Ling Feng, mari kita masuk.” Kata Ling Long pada cicitnya. Sedangkan di sisi lainnya, dia sangat kagum akan artefak berbentuk rumah milik Reinar.
***
Kota Daun.
Benteng Kekaisarannya Ling yang ada di kota Daun kembali di serang pasukan Kekaisaran Han.
Ling Pou dan seribu orang prajurit khusus keluarga Ling dibuat kerepotan oleh prajurit Kekaisaran Han yang kini datang bersama puluhan ribu prajurit khusus dengan kekuatan berada di tingkat Raja Bumi, bahkan ada yang berada di tingkat Raja Langit.
Selain pasukan khusus Kekaisaran Han, ada juga tiga tetua Sekte Gagak Merah di tingkat Kaisar Langit yang ikut dalam penyerangan kali ini.
“Ini buruk, jumlah dan kekuatan mereka jauh lebih besar dari yang sebelumnya.” Kata Ling Pou.
“Tetua, sisi kiri dan kanan hampir tertembus.” Kata salah satu Jenderal penjaga yang bertugas mengawasi jalur informasi dari semua sisi benteng.
Wajah Ling Pou terlihat semakin buruk setelah mendengar kabar buruk dari sisi kiri dan kanan benteng yang tengah dia jaga.
“Katakan, berapa lama lagi pasukan bantuan datang?.” Tanya Ling Pou pada Jenderal yang masih berlutut di depannya.
“Itu, mereka akan...
BOOMMM...
BOOMMM...
BOOMMM...
Rooaaaarrrrr....
“Apa itu?.” Ling Pou melihat lima rajawali perak mengahancurkan formasi serangan pasukan Kekaisaran Han dengan sangat mudah.
Wusshh... Seekor rajawali perak tiba-tiba terbang mendekat dan mendarat di bagian benteng yang sangat dekat tempat Ling Pou, tapi rajawali perak itu sama sekali tidak menyerang prajurit di sekitarnya yang merupakan prajurit Kekaisaran Ling.
Tak lama Ling Pou mendapatkan pesan dari Ling Mou, dan seketika wajah buruknya menghilang berganti dengan wajah cerah penuh harapan.
“Lima binatang buas tingkat Dewa Rendah, bukankah mereka bala bantuan yang bisa menghancurkan seluruh musuh yang ada?.” Gumam Ling Pou dengan senyuman lebar menghiasi bibirnya.
Istana Kekaisaran Han.
Di saat benteng Kekaisaran Ling terselamatkan berkat bantuan lima binatang buas tingkat Dewa Rendah Puncak berwujud rajawali perak, di Istana Kekaisaran Han, Han Liong sama sekali tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat mendengar kabar dari salah satu Jenderalnya yang ada di perbatasan.
“Lima binatang buas tingkat Dewa Rendah Puncak?. Bagaimana mereka bisa memiliki binatang buas di tingkat itu?. Sialan, aku benar-benar buta akan kekuatan mereka. Tak ada jalan lain, aku harus meminta bantuan pada para leluhur keluarga Han.” Gumam Han Liong yang langsung pergi ke wilayah terlarang keluarga Han yang tak jauh dari istananya.
Baru juga sampai, lima orang leluhur keluarga Han telah menyambut kedatangan Han Liong dengan ekspresi wajah yang tidak enak di lihat setelah mereka menerima laporan tentang apa yang terjadi di wilayah perbatasan.
Baammm...
Tamparan mendarat ke pipi Han Liong dan membuatnya terlempar belasan meter.
“Apa kau ingin Kekaisaran ini hancur dengan menyerang Kekaisaran Ling?. Kami sudah sering mengingatkanmu, jangan mengusik mereka, karena kekuatan mereka tak seperti apa yang terlihat.” Kata Leluhur tertua.
“Beberapa hari yang lalu mereka menunjukkan kekuatan seorang Abadi Bumi, dan hari ini mereka menunjukkan kekuatan lima binatang buas tingkat Dewa Rendah yang menjaga Kekaisaran mereka. Apa kamu ingin memancing keluar leluhur keluarga Ling yang konon katanya sudah berada di puncak tingkat Dewa Bumi?.” Leluhur tertua menatap tajam Kaisar Han Liong yang juga menjabat sebagai kepala keluarga Han.
“Tarik mundur pasukanmu sebelum semuanya terlambat.” Kata leluhur tua tegas, lalu dia pergi bersama empat leluhur yang lain.
Wajah Han Liong menghitam setelah mendapat ceramah dari leluhur tertua di keluarganya. “Tidak ada yang namanya tingkat Dewa Bumi di benua ini. Kalian lihat saja, dengan bantu saudaraku, aku pasti menguasai Kekaisaran Ling, dan jika hari itu tiba, aku tak akan membagi apapun pada kalian.” Teriak Han Liong, lalu dia pergi meninggalkan wilayah terlarang milik keluarga Han.
***
Bersambung...