
Semua orang menghentikan makan mereka dan melihat kearah yang ditunjuk oleh Reinar. Dari kejauhan terlihat dua makhluk besar bergerak cepat menuju kearah mereka.
“Dua Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi awal, apa kita bisa mengalahkan mereka?...” Tanya Qinyu sambil melirik kearah Reinar.
Reinar tak langsung menjawab. Dia masih menatap dua Spirit Beast yang semakin mendekat ke arahnya. Tetapi tak lama Reinar menganggukkan kepalanya dengan pelan. “Kita pasti bisa mengalahkan mereka, tetapi aku tidak berniat untuk membunuh mereka...”
Reinar mengeluarkan seluruh kekuatannya dan dia langsung melesat maju menyerang ular giok hijau dan ular berkepala tujuh yang terus bergerak mendekat ke arahnya.
Benturan kekuatan besar terjadi, dan Reinar dikirim mundur sejauh puluhan meter oleh dua Spirit Beast berjenis ular yang ingin dia jinakkan. Ada dua cara untuk menjinakkan Spirit Beast, pertama dengan mengalahkannya, dan kedua dengan menjalin kontrak darah secara paksa. Cara pertama mustahil untuk dilakukan karena perbedaan kekuatan Reinar dan mereka yang cukup jauh, karena itu dia akan menggunakan cara kedua.
Cara kedua sebenarnya juga sulit untuk dilakukan, tetapi dia sangat yakin bisa melakukannya. “Cukup dengan satu tetes darah kalian, aku bisa menjalin kontrak hidup dan mati dengan kalian...” Teriak Reinar lalu dia mulai menggunakan semua elemen yang dia miliki untuk memberikan sedikit luka pada tubuh kedua lawannya.
Kedua Spirit Beast yang melihat serangan mengarah pada tubub mereka, mereka segera bergerak ke berbagai arah untuk menghindari serangan itu. “Manusia lemah, serangan mu bahkan tak akan mampu menggores tubub kami...” Teriak ular berkepala tujuh.
Mendengar itu Reinar hanya tersenyum lalu dia membalas perkataan ular berkepala tujuh yang ditujukan kepadanya. “Cukup satu goresan untuk menaklukkan kalian!...” Kata Reinar lalu dia menghilang dari tempatnya dan tak lama dia kembali muncul di tempatnya semula.
Reinar menunjukkan darah mereka yang sudah tercampur di bilah pedangnya. Keduanya tahu apa yang akan dilakukan Reinar. Bukannya takut mereka justru tertawa keras dan menganggap Reinar adalah orang yang sangat bod*h.
“Kalau kau ingin melakukan kontrak darah dengan kami, cepat lakukan!... Tapi sayangnya setelah itu kau hanya akan mati dan menjadi santapan kami...” Ujar ular giok hijau.
Reinar yang sudah diberitahu oleh Lilia tentang persyaratan mengontrak Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi, dengan santai dia menyatukan kedua darah Spirit Beast dengan darahnya, dan selanjutnya kejadian aneh terjadi saat kedua tubuh Spirit Beast yang besar tiba-tiba mengeluarkan cahaya yang sangat terang.
Reinar tersenyum melihat tubuh mereka berdua yang mengeluarkan cahaya terang, dan karena kontrak darah telah berhasil di lakukan, dia tinggal menunggu jalannya proses kontrak hidup dan mati yang kini tengah berlangsung.
Waktu terus berlalu dan cahaya yang menutupi ular berkepala tujuh dan ular giok hijau perlahan mulai pudar. Saat cahaya sepenuhnya menghilang, semua orang tercengang dengan perubahan wujud keduanya yang kini telah menjadi Spirit Beast kontrak milik Reinar.
Reinar sendiri cukup terpukau dengan penampilan baru mereka. “Menerobos satu tingkat setelah menjalin kontrak denganku. Ternyata esensi darah ku sangat bermanfaat bagi kalian...”
“Tuan, maafkan kami yang tidak menyadari betapa agungnya sosok yang ada di depan kami...” Kata keduanya sambil menundukkan kepalanya kearah Reinar.
Reinar tersenyum melihat mereka, lalu dia menyuruh mereka berdua untuk bangkit dan setelahnya dia melarang mereka untuk menundukkan kepalanya. Reinar mengira mereka akan membantah perintahnya, tetapi semua tak seperti apa yang di perkirakan, mereka berdua sangat patuh, dan tak sedikitpun terlihat kalau mereka akan membantahnya.
Tetapi hal mengejutkan terjadi saat tiba-tiba ular berkepala tujuh merubah tubuhnya menjadi sebuah gelang. Sedangkan untuk ular giok hijau, dia merubah dirinya menjadi sebuah cincin, dan kedua benda itu kini berada di lengan dan jari Reinar.
“Ternyata kalian bisa melakukan perubahan wujud!... Ini lebih baik, dengan begini aku tidak akan merasa kesusahan saat membawa kalian bepergian...” Kata Reinar sambil melihat gelang dan cincin yang melingkar di lengan dan jari tangannya.
Bagaimana dia bisa mengontrak Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi, dan apa yang menyebabkan dia terhindar dari kematian?... Dua buah pertanyaan sudah dipersiapkan oleh kelima wanita yang sejak tadi melihat apa yang baru dilakukan Reinar, dan secepat mungkin kelimanya butuh jawaban dari pertanyaan yang ada di pikiran mereka.
Reinar melihat lima wanita yang menatapnya seolah sedang meminta penjelasan darinya. “Aku tahu apa yang ingin kalian tahu dariku. Duduklah kembali, aku akan menjelaskan semuanya kepada kalian...” Kata Reinar lalu dia mencari tempat yang nyaman untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana dia bisa mengontrak dua Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi.
Qinyu dan lainnya telah duduk kembali di tempat mereka dan menunggu penjelasan yang akan disampaikan oleh suaminya. Dia tahu kalau suaminya telah melakukan kontrak darah dan kontrak hidup dan mati dengan dua Spirit Beast, tetapi dia masih penasaran bagaimana bisa suaminya tidak menerima efek dari kontrak yang baru dia lakukan.
Reinar mulai menjelaskan pada mereka apa yang menyebabkan dia tidak menerima efek setelah mengontrak dua Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi.
Setelah mendengar penjelasan Reinar, Qinyu dan yang lainnya sedikit terkejut saat mendengar penjelasan Reinar. Kini mereka tahu, syarat untuk mengontrak Spirit Beast adalah dengan memiliki elemen yang sama dengan mereka ada, tetapi untuk Spirit Beast tingkat Dewa Surgawi, hanya Ras Immortal lah yang bisa melakukannya.
Reinar mengambil makanan yang masih tersisa lalu kembali memakannya. “Setiap kultivator dapat mengontrak setidaknya dua Spirit Beast untuk menambah kekuatannya. Tetapi ada juga kultivator yang bisa mengontrak lebih dari dua Spirit Beast, dan itu semua tergantung pada Ras dan kekuatan tubuh mereka. Misalnya kultivator dari Ras Manusia dengan pondasi tubuh berada di tingkat tertinggi, setidaknya orang itu dapat mengontrak lima Spirit Beast. Untuk kalian berlima, dengan mudah kalian bisa mengontrak setidaknya 5 Spirit Beast atau bahkan lebih dari itu...” Ujar Reinar.
Kelimanya menganggukkan kepala setelah mengerti bagaimana cara untuk menjalin kontra dengan Spirit Beast. “Sebelum pergi dari hutan ini, aku setidaknya ingin mengontrak satu atau dua Spirit Beast untuk menjadi tunggangan ku...” Kata Qinyu bersemangat.
°°°
Mereka akan langsung menuju Sekte Mawar Putih untuk menyembuhkan Yang Yifei. Dengan menyerap ingatan dari Yang Mi tentang keberadaan Sekte Mawar Putih, Reinar akan langsung menuju wilayah Sekte Mawar Putih dengan menggunakan skill teleportasi nya.
Tetapi skill teleportasi jarak jauh tidak bisa di gunakan di wilayah Hutan Roh karena adanya formasi yang membuat kacau portal teleportasi yang dibuat Reinar. Terpaksa mereka harus keluar dari wilayah Hutan Roh supaya bisa menggunakan skill teleportasi untuk langsung pergi ke wilayah Sekte Mawar Putih.
Reinar, Qinyu, dan empat orang lainnya menggunakan teknik meringankan tubuh untuk berlari keluar dari wilayah Hutan Roh. Sebenarnya mereka bisa saja terbang, tapi entah kenapa saat mereka terbang, dengan cepat mereka akan segera merasa kelelahan berbeda dengan saat mereka berlari. Berapapun jauhnya mereka berlari, sedikitpun mereka tidak ada yang merasa kelelahan.
Dua hari berlari dengan berhenti hanya di waktu malam, akhirnya mereka sudah sampai di wilayah terluar Hutan Roh, dan setidaknya butuh satu hari perjalanan tanpa berhenti untuk keluar dari wilayah Hutan Roh.
“Qinyu, dan kalian semua, tingkatkan kewaspadaan kalian!... Ada yang mengikuti kita, dan mereka semakin mendekat. Sepertinya mereka sudah cukup lama menunggu kedatangan kita!...” Kata Reinar yang merasakan pergerakan delapan sosok yang bergerak mendekat ke arahnya.
Qinyu menganggukkan kepalanya, begitu juga dengan empat wanita lainnya. Walau waspada, mereka tetap terlihat tenang dan tak sedikitpun terlihat kepanikan di wajah mereka. Berbagai macam senjata telah mereka persiapkan, dan akan siap digunakan saat dibutuhkan.
Saat Reinar, Qinyu, dan empat orang lainnya hampir keluar dari wilayah Hutan Roh, delapan sosok berjubah merah muncul dan menghadang perjalanan mereka. “Serahkan kedua wanita berpakaian hijau itu kepada kami, dan kalian akan kami bebaskan!...” Kata salah satu sosok berjubah merah dengan membocorkan aura kekuatannya seorang Dewa Penguasa tahap awal.
Reinar sama sekali tidak menganggap keberadaan mereka sebagai ancaman. Apa yang harus ditakuti dari delapan sosok yang hanya terdiri dari sekumpulan Dewa Penguasa tahap awal, di saat dia sendiri sudah berada di tahap puncak Dewa Penguasa. Jangan juga dilupakan keberadaan dua Spirit Beast miliknya yang kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Surgawi tahap puncak.
“Sekumpulan orang lemah berani mengancam kelompok ku?... Sepertinya kalian rindu akan kematian...” Kata Reinar lalu dia menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang salah satu sosok berjubah merah.
“Mati!...”
BOOMMM...
Suara ledakan terdengar saat salah satu tubuh sosok berjubah merah meledak setelah terkena pukulan Reinar.
Tujuh sosok berjubah merah terkejut melihat salah satu rekannya berubah menjadi kabut darah hanya dengan satu kali pukulan. Kekuatan mereka bisa dikatakan setara dengan kekuatan orang-orang kuat di Benua Selatan, tetapi sosok pemuda yang mereka remehkan dengan mudah membunuh salah satu dari mereka.
Tujuh sosok berjubah merah menganggap keberadaan Reinar adalah sebuah ancaman, dan mereka semua akan menyatukan kekuatan untuk lebih dulu mengalahkan sosok yang mereka anggap sebagai ancaman.
“Serang pemuda itu secara bersama-sama!... Dia memang kuat, tetapi kita jauh lebih kuat saat bersa...” Belum selesai dengan kata-katanya, sosok berjubah merah yang suaranya terdengar begitu berisik tiba-tiba terjatuh dengan kepala masih mengambang di udara.
“Kau terlalu berisik!...” Kata Yang Zi setelah dia memotong kepala sosok berjubah merah, dan kini kepala yang dia potong masih berada di atas pedangnya.
Merasakan kekuatan orang-orang yang mereka lawan lebih kuat dari kekuatan mereka, keenam sosok berjubah merah yang tersisa mencoba melarikan diri. Tetapi belum juga sempat mereka melarikan diri, hujan tombak petir muncul dan seketika membuat pergerakan mereka terkunci di satu tempat.
“Pesta belum juga di mulai, kenapa kalian ingin pergi?...” Kata Qinyu yang melayang di atas enam sosok berjubah merah yang kini tubuhnya sudah dibanjiri keringat dingin.
“Ka...kalian iblis!...”
Mendengar itu, Reinar tanpa sungkan menunjukkan senyum terindahnya, sebuh senyum indah yang selalu membawa hal buruk pada musuhnya. “Kami bukan iblis, tapi kami hanyalah Dewa Kematian yang datang untuk mengakhiri kehidupan kalian...” Kata Reinar dingin sambil melayang mendekati Qinyu.
“Matilah dengan damai...” Kata Reinar santai, dan tak lama terdengar rintihan dan teriakan menyayat hati dari enam orang yang tengah menuju akhir kehidupannya.
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya..
Like itu gratis, jadi jangan sungkan untuk memberikan like pada setiap episode yang telah dibaca, terimakasih 😊😊😊...