
Wei Kong bersiap mengantarkan Reinar ke Istana Penguasaan Dunia Immortal begitu dia tahu tujuan utama Reinar berkunjung ke Istana Kekaisarannya. Dirinya sudah menebak kalau itulah yang menjadi tujuan Reinar di saat tadi dia melihat kedatangannya. Walau belum sepenuhnya yakin kalau Reinar dapat menduduki kursi Penguasaan Dunia Immortal, dia dengan senang hati akan pergi mengantarkan Reinar, dan melihat apa Dunia Immortal akan memiliki seorang Penguasa baru.
Dengan tenang, Wei Kong berkata pada Reinar. “Aku sebenarnya belum sepenuhnya yakin kalau tuan dapan menduduki kursi itu, tetapi aku juga memiliki keyakinan kalau hanya tuan lah yang pantas menduduki kursi Penguasaan dunia ini....”
Reinar menganggukkan kepalanya pelan, lalu dia meminta Wei Kong untuk segera mengantarnya menuju tempat yang ingin dia datangi. Dia tidak terlalu punya banyak waktu, dan dia ingin segera menduduki kursi yang sudah di takdirkan untuknya. “Aku tidak butuh keyakinan dari orang lain, disaat aku sudah punya keyakinan kalau aku akan berhasil mendapatkan apa yang aku inginkan. Sekalipun saat ini ada yang mencoba menghentikan ku, aku akan tetap melakukan apa yang ingin aku lakukan karena aku sudah mempunyai keyakinan untuk melakukannya....” Ujar Reinar dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Wei Kong mengangguk mengerti setelah mendengar perkataan Reinar. Dia bisa melihat keyakinan yang terlihat jelas dari sorot mata Reinar. “Kalau itu memang keinginan tuan, aku akan segera mempersiapkan diri, bagaimanapun juga membutuhkan kekuatan yang prima untuk membuka gerbang yang akan membawa kita menuju tempat itu....” Kata Wei Kong.
Reinar menatap Wei Kong yang menundukkan kepalanya, lalu dia membalas perkataan Wei Kong. “Terima pil ini!.... Walau itu hanya sebuah pil, yakinlah kalau pil itu akan tetap membuatmu dalam kondisi prima untuk satu tahun kedepan....” Sebuah pil pemulih pemberian Reinar kini sudah berada di tangan Wei Kong.
Wei Kong tidak terlalu percaya dengan pil pemberian Reinar, tetapi setelah dia meminum pil itu, dia dapat merasakan kalau kondisi tubuhnya terasa jauh lebih baik dari sebelumnya. Dia bahkan dapat merasakan luka-luka lama di dalam tubuhnya begitu saja lenyap walau dia belum melakukan meditasi untuk mempercepat penyerapan efek dari pil yang baru dia minum.
Jika saja Wei Kong tahu kalau pil yang dia minum dapat digunakan untuk menghidupkan orang yang telah mati, mungkin dia tidak akan langsung mengkonsumsinya, dan dia akan lebih memilih untuk menyimpan pil itu untuk digunakan di saat benar-benar dibutuhkan.
°°°
Setelah meninggalkan Istana Kekaisaran Dewa Langit, dengan ditemani Wei Kong dan juga Lilia, kini dia telah sampai di depan sebuah gerbang yang terlibat sangat kokoh. Dibutuhkan energi Qi dan mana yang besar untuk membuka gerbang yang tak sembarangan orang bisa membukanya.
“Ini adalah gerbang menuju Istana Penguasaan Dunia Immortal. Tetapi aku butuh waktu dua hari untuk membuka gerbang ini, karena aku membutuhkan keberadaan seorang master penyihir untuk membantu ku membuka gerbang ini. Aku akan segera menghubungi master sihir itu untuk segera datang ke tempat ini....” Ujar Wei Kong.
Tetapi Wei Kong segera mengurungkan niatnya saat dia melihat dua energi besar keluar dari dalam tubuh Reinar dan energi itu perlahan mulai membuat gerbang di depannya terbuka. Perlahan gerbang itu terbuka dan tak butuh waktu lama akhirnya gerbang itu telah sepenuhnya terbuka. Istana yang megah dan mewah terlihat begitu gerbang telah sepenuhnya terbuka.
Mata Wei Kong terbuka lebar dengan sempurna begitu dia melihat kejadian yang baru terjadi di depan kedua matanya. Hanya dirinya dan sahabatnya yang seorang master penyihir lah yang selama ini dapat membuka gerbang menuju Istana Penguasa Dunia Immortal. Tetapi hari ini dengan kedua matanya dia dapat melihat seorang pemuda yang dapat dengan mudah membuka gerbang yang selama ini sangat sulit untuk di buka.
Reinar terkekeh geli melihat raut wajah keterkejutan yang ditunjukkan oleh Wei Kong. “Aku memiliki energi Qi dan mana yang berlimpah di dalam tubuhku, jadi wajar kalau aku dapat dengan mudah membuka gerbang Istana Penguasa Dunia Immortal. Bisa dikatakan kalau Istana ini memang berjodoh denganku, dari awal sudah terlalu banyak yang dapat membuktikan hal itu....” Ujar Reinar dengan senyuman yang manghiasi wajahnya.
Wei Kong tidak ingin mempercayai apa yang dikatakan Reinar, tetapi kenyataan yang ada di depannya sulit untuk membuatnya tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Reinar. “Sepertinya tempat ini sudah mengakui keberadaan pemilik barunya sejak kedatangan tuan....”
Reinar memimpin rombongan kecilnya untuk memasuki Istana Penguasa Dunia Immortal. Sementara itu, lima bawahan Reinar segera keluar dari persembunyiannya dan langsung menyebar untuk melihat keadaan Istana Penguasa Dunia Immortal yang terlihat bersih dan terawat sekalipun tak ditemui keberadaan satupun makhluk hidup yang menghuni Istana ini.
Terus berjalan, Reinar dan dua orang yang bersamanya akhirnya sampai di sebuah aula dengan singgasana megah yang berada di ketinggian. “Singgasana itu, kenapa aku merasa dia tengah menarik ku untuk segera mendudukinya?....” Gumam Reinar dalam hati.
Merasakan daya tarik dari singgasana yang begitu megah, Reinar menoleh dan melihat Lilia yang berada tepat di samping kanannya. Lalu dia bertanya kepadanya. “Apa kamu tahu sesuatu akan singgasana itu?.... Entah kenapa sejak pertama kali melihatnya, aku merasa singgasana itu seperti menarik ku untuk segera mendudukinya!....”
Apa yang dikatakan adalah sebuah kebenaran. Dulu Ayahnya lah yang menduduki singgasana itu, setelah Ayahnya diangkat menjadi Penguasa Dunia Surgawi, singgasana Dunia Immortal mengalami kekosongan, dan setelah sekian lama mengalami kekosongan, hari ini akhirnya singgasana itu telah menemukan sosok yang tepat untuk mendudukinya.
Dengan langkah pelan Reinar berjalan menaiki tangga menuju singgasana megah yang menanti kedatangannya. Saat Reinar hampir sampai di singgasana Istana Penguasa Dunia Immortal, sekumpulan cahaya berwarna kuning keemasan muncul di aula Istana, dan tak lama sekumpulan cahaya itu berubah menjadi sosok yang aura energinya terasa begitu agung dan mendominasi.
Ekspresi wajah Wei Kong berubah dan tubuhnya bergetar begitu dia melihat seluruh kejadian yang terjadi di depan kedua matanya. Bahkan dia merasakan harus saat melihat munculnya para penjaga Dunia Immortal yang selama ini keberadaannya sangat dirindukan oleh seluruh makhluk hidup yang ada di Dunia Immortal.
“Hahahaha.... Setelah sekian lama dunia ini tak memiliki seorang Penguasa, akhirnya hari ini seorang Penguasa baru telah lahir di dunia ini....” Ujar Wei Kong lalu dia menundukkan kepalanya hormat di hadapan Reinar yang masih menapaki tangga teratas sebelum dia menduduki kursi singgasana Penguasa Dunia Immortal.
Lilia yang berada di dekat hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Wei Kong. “Seandainya kau tahu seperti apa takdir yang sudah menanti tuan, mungkin saat ini kau akan berlutut penuh syukur karena berkesempatan untuk melihat sosoknya....” Kata Lilia dalam hati.
°°°
Reinar telah duduk di kursi singgasana Penguasa Dunia Immortal, dan kini dia tengah menjalani prosesi pelantikan dirinya yang akan diangkat sebagai seorang Penguasa baru Dunia Immortal.
Wei Kong menjadi satu-satunya orang luar yang menjadi saksi prosesi pelantikan Penguasa baru Dunia Immortal. Ini adalah sebuah kesempatan langka, dan belum tentu di masa depan nanti dia dapat melihat apa yang saat ini tengah dia lihat.
Banyak prajurit penjaga Dunia Immortal yang terus berlutut di sepanjang prosesi pelantikan Reinar yang kini telah resmi menjadi Penguasa Dunia Immortal.
Reinar yang sudah dilantik menjadi Penguasa Dunia Immortal, dia dapat merasakan dengan jelas halal apa saja yang tengah terjadi di Dunia Immortal. Mengetahui banyaknya kekacauan yang tengah terjadi di Dunia Immortal, Reinar langsung memberi perintah langsung kepada para Jenderal dan prajurit penjaga Dunia Immortal.
“Kalian pergilah dan selesaikan seluruh kekacauan yang tengah terjadi di dunia ini!....” Perintah Reinar.
“Baik Yang Mulia....” Empat Jenderal prajurit penjaga Dunia Immortal menjawab lalu dia segera undur diri dari aula Istana Penguasa Dunia Immortal, lalu para Jenderal itu segera membawa ribuan prajurit mereka untuk melakukan apa yang di perintahkan oleh Reinar.
“Dunia ini benar-benar kacau. Bukan hanya di Benua Selatan atau di Benua Tengah, tetapi kekacauan juga terjadi di tiga Benua lainnya....” Gumam Reinar lirih.
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....