
Sekte Gagak Perak.
Huang Dan menggebrak meja kerjanya saat orang kepercayaannya menunjukkan giok jiwa milik delapan sosok berjubah merah yang telah hancur. Dia tidak menyangka harus kehilangan orang-orang kepercayaannya hanya karena dua wanita yang sebenarnya dapat di anggap sebagai sampah.
Delapan sosok berjubah merah merupakan orang-orang yang dia latih sendiri, dan mereka telah membuatnya mengeluarkan banyak uang untuk membeli berbagai sumberdaya yang berguna dalam peningkatan kekuatan mereka. Tetapi delapan orang itu kini telah mati, dan tentu Huang Dan mengalami kerugian yang tak sedikit.
Huang Dan memanggil dua sosok yang kekuatannya berada satu tingkat di atasnya. “Guru, rencana kita sepertinya telah gagal. Kedua wanita itu berhasil melarikan diri, dan aku harus kehilangan delapan orang kepercayaan ku hanya karena dua wanita yang belum tentu berguna bagi kita...”
“Dasar bod*h!... Menjaga dua wanita lemah saja kamu tidak mampu, dan sekarang kamu begitu saja melepaskannya?... Murid tidak berguna, sekalipun lemah, kedua wanita itu tetaplah berharga. Aku sudah berkali-kali memberitahu mu, kalau kau bisa menghamili mereka, kelak keturunan mereka akan membuat kita menjadi penguasa tunggal di dunia ini, dan kau melepaskan mereka?... Betapa bod*hnya orang seperti mu!...”
Segera saja Huang Dan berlutut di depan kedua gurunya saat dia merasakan aura yang mencekiknya keluar dari tubuh kedua gurunya.
Sedangkan dua orang yang Huang Dan panggil guru, mereka saat ini tengah marah dengan kebod*han Huang Dan yang telah membuang harta yang begitu berharga.
“Cari dan dapatkan kembali kedua wanita itu bagaimana pun caranya, dan ingat!... Jangan pernah membuat kedua wanita itu kembali menghilang setelah kamu kembali mendapatkannya...” Ujar guru Huang Dan tentu dia tujukan kepada satu-satunya murid yang dia miliki.
Huang Dan mengangguk paham, dan tak lama dia merasakan aura gurunya menghilang bersamaan dengan dua orang berjubah merah yang kini berdiri tepat di depan Huang Dan.
Huang Dan melihat kedua orang itu lalu dia memberikan perintah. “Siapkan pasukan pemburuan, dan kalian berdua yang akan memimpin mereka!... Aku akan menyusul kalian setelah semua pekerjaan ku selesai...”
Kedua orang berjubah merah mengangguk dan hanya dalam satu kedipan mata mereka telah menghilang dari ruang kerja Huang Dan.
“Siapapun yang mengganggu rencanaku, dia harus mati!...” Kata Huang Dan lalu kembali dia berkutat dengan pekerjaannya sebagai Tetua Agung Sekte Gagak Perak.
°°°
Wilayah luar Hutan Roh.
Reinar, Qinyu, dan empat orang lainnya telah berada di luar wilayah Hutan Roh. Reinar tidak terburu-buru membuat portal dan langsung membawa mereka ke wilayah Sekte Mawar Putih. Saat ini mereka berenam justru tengah menikmati waktu istirahat setelah berhari-hari terus bergerak dan kurang waktu untuk istirahat.
Menjelang sore akhirnya Reinar membuat portal yang akan membawa mereka langsung menuju wilayah Sekte Mawar Putih.
Dalam waktu beberapa detik setelah memasuki portal teleportasi, mereka telah sampai di Kota Bulu Angsa, Kota tempat berdirinya Sekte Mawar Putih.
Tembok yang menjulang tinggi dan kokoh dapat di lihat oleh Reinar dan Qinyu yang merupakan pendatang baru di Dunia Immortal. Kota Bulu Angsa termasuk kota besar, jadi sangat wajar jika keadaan kota lebih ramai dari kota Sungai Bambu hanya hanya kota tingkat menengah.
Kota Bulu Angsa bisa di katakan satu dari 20 kota besar dan kota terkaya di Benua Selatan, tetapi kekayaan kota Bulu Angsa tak akan sebanding dengan kekayaan kota-kota besar yang ada di benua lainnya. Benua Selatan adalah Benua terlemah, jadi sangat wajar kekayaan yang ada di Benua Selatan tak sebanyak Kekayaan di empat Benua lainnya.
Tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan Benua Selatan terlihat berbeda dari Benua yang lainnya walau seluruh Benua berada di Dunia yang sama. Yang orang-orang tahu, keadaan Benua Selatan sudah seperti sekarang sejak Dunia Immortal terbentuk.
Yang Zi dan Yang Mi kali ini akan menjadi pemimpin rombongan saat memasuki Kota Bulu Angsa. Bagaimanapun juga mereka adalah tuan rumah dan lebih mengerti keadaan Kota Bulu Angsa dibandingkan dengan Reinar, Qinyu ataupun dua wanita lainnya.
Setelah memasuki kota, Yang Zi dan Yang Mi membawa Reinar, Qinyu, dan dua orang lainnya menuju pintu rahasia yang hanya diketahui oleh mereka dan guru mereka.
Pintu itu akan langsung membawa mereka ke kamar yang ditempati oleh Yang Zi dan Yang Mi, tetapi ada jalaur rahasia yang akan membawa mereka langsung menuju kamar tempat dirawatnya Yang Yifei.
Saat berjalan menuju pintu rahasia yang letaknya sangat tersembunyi, Reinar mengamati apa saja yang dapat dia lihat di sepanjang jalan yang dia lalui. Di kota Bulu Angsa banyak kultivator dan penyihir tang saling berinteraksi dengan sangat baik, dan itu membuat Reinar merasa senang saat melihat keakraban mereka.
Tujuan utama Reinar mendatangi kota Bulu Angsa adalah untuk pergi ke Sekte Mawar Putih dan menyembuhkan Yang Yifei. Karena tujuannya hanya itu, dia tidak akan berlama-lama berada di kota Bulu Angsa. Dia secepatnya harus pergi ke wilayah kekuasaan Ras Malaikat, karena di tempat itulah rencana besarnya akan dimulai.
Terus berjalan, Reinar melihat sebuah bangunan tua yang terlihat tak berpenghuni tapi bangunan itu sangat terawat. Yang Zi dan Yang Mi berjalan menuju tempat itu, dan tentunya Reinar serta tiga orang lainnya juga menuju tempat yang mereka tuju.
“Tuan, kami harap tuan segera melakukan penyembuhan kepada guru!...” Kata Yang Zi dan Yang Mi bersamaan sebelum dia memasuki pintu yang benar-benar tersembunyi.
Qinyu yang mendengar itu, memberi usul yang menarik sebelum Reinar melakukan penyembuhan kepada Yang Yifei. “Bagaimana kalau kita adakan acara pernikahan sebelum suamiku menyembuhkan guru kalian?... Dengan sebuah ikatan, hubungan mereka tentu tidak akan menjadi aib dan tentunya tidak akan merugikan guru kalian...”
Yang Zi dan Yang Mi tentu menyetujuinya, dan Reinar hanya bisa menyetujuinya setelah Qinyu terus-menerus memaksanya.
Akhirnya mereka mulai berjalan menyusuri jalan yang ada di bawah tanah untuk menuju kamar Yang Zi dan Yang Mi. Sebenarnya Reinar bisa saja berteleportasi langsung ke bagian dalam Sekte Mawar Putih, tetapi dia tidak melakukan itu karena rasa penasarannya dengan jalan rahasia yang saat ini tengah di lalui nya.
Reinar, Qinyu, Jasmin, dan Rose, mereka tidak tahu kapan jalan yang mereka lalui akan berakhir, namun ada satu hal yang membuat mereka kagum. Jalan yang mereka lalui ternyata memiliki banyak cabang, dan untuk orang awam pastinya akan tersesat saat melalui jalan yang mereka lalui.
Yang Zi dan Yang Mi menyuruh Reinar dan yang lainnya tetap berada di kamarnya sementara mereka akan melihat apa yang tengah terjadi di luar.
Reinar hanya mengangguk lalu dia mengajak Qinyu, Jasmin, dan Rose untuk duduk di tempat bersantai yang ada di kamar Yang Zi dan Yang Mi.
Di luar kamar, Yang Zi dan Yang Mi melihat beberapa Pria tengah berdebat dengan beberapa saudarinya. Mereka tahu siapa Pria itu, dan ini sudah terjadi untuk kesekian kalinya. “Putra Mahkota, dan para Pangeran, aku harap kalian tidak membuat keributan di depan kamar Patriak Sekte!... Suara kalian akan mengganggu ketenangan Patriak Sekte yang tengah dalam pemulihan...” Kata Yang Zi tegas tanpa memandang tinggi sosok Putra Mahkota dan para Pangeran yang membuat keributan di depan kamar Yang Yifei.
Walaupun mereka seorang Putra Mahkota dan Pangeran sebuah Kerajaan, mereka bukanlah orang yang perlu dihormati ataupun ditakuti oleh Yang Zi dan Yang Mi. Kerajaan Tang di Dunia Immortal sangatlah lemah, bahkan cukup dengan kekuatan Yang Zi dan Yang Mi, Kerajaan itu dalam sekejap akan rata dengan tanah.
Putra Mahkota Tang Yu menatap Yang Zi dan Yang Mi sambil menyeringai. “Kalian dua wanita jal*ng lebih baik diam!... Kedatangan ku ke tempat kalian hanya sebagai pengantar...” Kata Tang Yu.
Setelah Tang Yu menutup mulutnya, muncul seorang pria yang terlihat cukup berwibawa muncul dari kekosongan dan membuat terkejut semua orang.
“Beliau adalah tuan Diablo, pemimpin tertinggi Ras Malaikat. Kedatangannya ke tempat ini hanya untuk menjemput calon istrinya, dan aku harap kalian tidak menghalangi apa yang menjadi tujuannya!...” Kata Tang Yu yang terlihat begitu menghormati Diablo, sosok pemimpin tertinggi Ras Malaikat.
“Siapa yang kau maksud dengan calon istrinya?...” Tanya Yang Mi dengan menunjukkan wajah tidak ramahnya.
Tang Yu dengan senyum meremehkan menjawab pertanyaan Yang Mi. “Patriak Yang Yifei lah yang aku maksud dengan calon istrinya, dan aku harap kalian segera menyingkir dari jalan kami!...”
Yang Mi sejenak memperhatikan secara teliti apa yang melekat pada tubuh Diablo, Tak lama Yang Mi menggelengkan kepalanya saat dia merasakan adanya niatan buruk pada diri Diablo. Niatan itu sangat buruk, dan dia yakin itu akan berdampak buruk pada Yang Yifei.
“Apanya yang menjemput calon istri?... Kau pria busuk, kau pikir kami tidak tahu apa yang ada di pikiran mu, dan kau berharap kami begitu saja membiarkan mu membawa Patriak Sekte kami?... Dalam mimpi sekalipun kami tidak akan mengizinkan mu membawa Patriak Sekte kami!...” Kata Yang Mi tegas.
Esensi darah yang dimiliki Yang Yifei tentu manjadi tujuan mereka, dan artinya mereka tahu Ras dari Yang Yifei. Untuk itu Yang Zi dan Yang Mi akan mati-matian melindungi Yang Yifei dari orang-orang yang berniat buruk padanya.
Dilihat dari niat yang ditunjukkan Diablo, Yang Mi merasa kalau Diablo bukanlah seorang yang berasal dari Ras Malaikat. Aura tubub Diablo sangat gelap, bahkan lebih gelap dari aura Iblis.
Yang Zi dan Yang Mi secara bersamaan mengerutkan keningnya dan keduanya bersikap waspada saat samar-samar mereka melihat sepasang sayap berwarna hitam pekat di bagian punggung Diablo.
Ras Malaikat memang memiliki sepasang sayap, tetapi sayap mereka hanya memiliki dua warna yaitu putih atau kuning keemasan. Sedangkan sepasang sayap berwarna hitam hanya dimiliki oleh sebuah Ras yang jauh lebih buruk dari Ras Iblis. “Kau berasal dari Ras Malaikat Jatuh, ras terkutuk yang lebih buruk dari Ras Iblis!...” Kata Yang Mi menatap tajam kearah Diablo.
Tiba-tiba saja aura gelap yang mencekam keluar dari tubuh Diablo dan membuat bergetar tubuh seluruh murid Sekte Mawar Putih, tetapi aura itu tidak berpengaruh pada Yang Zi, Yang Mi, dan para tetua yang berdiri di depan pintu kamar Yang Yifei. “Aku memang berasal dari Ras Malaikat Jatuh, tetapi akulah yang akan menjadi penguasa di Dunia ini!...” Kata Diablo lalu dia menerjang kearah para tetua Sekte Mawar Putih yang melindungi kamar Yang Yifei.
Yang Zi dan Yang Mi segera melesat membantu para tetua. “Kau hanya makhluk terkutuk, jangan berharap kau bisa menyentuh Patriak Sekte kami!...” Teriak Yang Zi sambil mengedarkan aura kekuatannya yang telah mencapai tahap puncak tingkat Dewa Penguasa.
Diablo melirik kearah Yang Zi dan Yang Mi yang tengah menghadang serangannya. Sepintas dia dapat merasakan esensi darah Ras Setengah Immortal di dalam tubuh mereka berdua.
Dan di lihat dari kekuatan mereka yang hanya satu tingkat dibawah dirinya, Diego meyakini kalau keduanya akan berguna bagi Ras nya kalau dia berhasil menangkap mereka berdua. Bukan hanya esensi darah Ras Immortal, esensi darah Ras Setengah Immortal juga akan berguna untuk meningkatkan kekuatan Ras nya.
Diablo berhasil memukul mundur Yang Zi dan Yang Mi, lalu dia menjilat bibirnya membayangkan kenikmatan saat dia meminum darah mereka. “Kalian juga berguna untuk Ras ku...”
Tubuh Yang Zi dan Yang Mi terpental dan terluka saat Diablo tiba-tiba muncul di depan mereka dengan tinju serta tendangan yang mengarah ke tubuh mereka.
Yang Zi mengelap darah di bibirnya dan kembali bangkit berdiri. “Lebih baik aku mati daripada dimanfaatkan oleh Ras mu!...”
Mendengar itu Diablo tertawa keras sambil melambaikan tangannya. “Karena wajahmu cukup cantik, aku akan lebih dulu menikmati tubun mu sebelum aku memeras esensi darah yang kamu miliki...”
Yang Zi dan Yang Mi tidak bisa menggerakkan tubuhnya saat rantai berwarna hitam keluar dari tanah dan mengikat tubuh mereka. Selain mengikat, rantai itu juga menyerap energi di dalam tubuh mereka.
Melihat dua murid Patriak Sekte mereka dalam keadaan bahaya, tujuh tetua Sekte Mawar Putih secara bersamaan menyerang Diablo, tetapi hanya butuh sedikit usaha dari Diablo untuk mengalahkan mereka. “Kalian hanya semut bagiku, dan sekarang aku akan mengambil apa yang menjadi hak ku setelah aku berhasil mengalahkan kalian...” Kata Diablo sambil berjalan kearah pintu kamar Yang Yifei.
Namun sebelum dia menyentuh pintu kamar Yang Yifei, tubuh Diablo tiba-tiba terdorong mundur beberapa langkah bersamaan dengan kemunculan seorang pemuda dengan aura yang seketika melenyapkan pengaruh aura yang dikeluarkan Diablo.
“Makhluk terkutuk seperti mu ingin menyentuh Istriku?... Lebih baik kau MATI!...”
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya...
Ingat, like dan komentar itu gratis tapi bikin seneng Author 😊😊😊😊, makasih....