
Hari, minggu, dan bulan terus berlalu, kini sudah hampir satu tahun Reinar menjadi pemimpin Akademi Surgawi. Untuk 400 murid Akademi Surgawi, kini kekuatan mereka telah berada di tingkat Grand Wizard, dan ada 50 murid yang kekuatannya sudah berada di tingkat Sorcerer.
Setelah genap satu tahun dan setidaknya ada diantara murid Akademi Surgawi yang kekuatannya telah mencapai tingkat Grand Sorcerer, Reinar akan membuka pendaftaran murid baru untuk Akademi nya, dan di hari itu juga dia akan pergi ke Dunia Bawah untuk menjemput keluarga dan kesembilan istrinya.
Untuk Sekte Mawar Putih sendiri, saat ini mereka memiliki 30 tetua Sekte yang tingkat kultivasinya telah berada tingkat Dewa Surgawi tahap awal, selain itu ada juga 5 tetua yang tingkat kultivasinya sudah berada di tingkat Dewa Surgawi tahap menengah. Sedangkan Qinyu dan Yang Yifei, tingkat kultivasi mereka telah berada di tingkat Dewa Surgawi tahap puncak setelah mendapatkan sumberdaya yang Reinar beli dari toko sistem.
Kekuatan murid Sekte Mawar Putih juga telah meningkat, dan kini ada sekitar tujuh puluh ribu murid yang menjadi bagian dari Sekte Mawar Putih dengan tingkat kultivasi terendah berada di tingkat Raja Dewa tahap puncak.
Perkembangan besar yang terjadi di Sekte Mawar Putih maupun di Akademi Surgawi, semua itu tidak lepas dari bantuan Reinar yang selalu memberikan yang terbaik untuk memperkokoh pondasi yang tengah dia bangun.
Selain Sekte Mawar Putih dan Akademi Surgawi yang terus berkembang, Kota Bulu Angsa juga mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Pertahanan kota semakin kokoh, dan kesejahteraan penduduk Kota semakin terjamin, bahkan kini ada dua Kota kecil di sekitaran Kota Bulu Angsa yang tunduk dibawah pemimpin Kota Bulu Angsa.
Pembangunan berbagai bangunan yang akan di gunakan oleh Reinar sebagai lahan bisnisnya juga hampir selesai diwujudkan, dan dia juga telah melatih lebih dari seribu kultivator dan penyihir yang kelak akan menjadi penjaga di tempat usaha yang dia dirikan.
°°°
“Suasana damai sebelum badai besar datang melanda...” Gumam Reinar yang tengah melihat kedamaian di Kota Bulu Angsa, tetapi di balik kedamaian yang di lihatnya, dia dapat melihat sesuatu yang buruk akan segera terjadi, dan karena itulah dia terus meningkatkan kekuatan orang-orang yang ada di sisinya.
“Dalam segi kekuatan, banyak orang-orang kuat yang aku miliki. Tetapi dalam jumlah, aku hanya kalah dalam hal itu. Sekalipun membeli prajurit dari toko sistem, jumlah orang-orang ku tak akan menyentuh angka satu juta...” Reinar terus berpikir tentang kelemahan dari kekuatan yang dimilikinya. Bekerjasama dengan kekuatan lain itu sangat tidak mungkin dilakukan, karena mereka sangat tidak bisa dipercaya.
Bukannya menjadi bala bantuan yang berguna, mereka justru bisa menjadi musuh yang akan menusuk dari belakang di saat dia dan orang-orangnya lengah.
Setidaknya Reinar butuh satu juta kultivator ataupun penyihir untuk menjamin keamanan di Benua Selatan, tetapi saat ini dia hanya memiliki kekuatan yang tak lebih dari dua ratus ribu orang, dan itu masih sangat jauh dari jumlah yang diinginkan oleh Reinar.
Kalau saja kedamaian yang saat ini dilihat olehnya memiliki umur yang panjang. Dia cukup yakin dapat mengumpulkan satu juta orang dalam waktu lima sampai sepuluh tahun. Tetapi sayangnya dia tidak tahu sampai kapan kedamain ini akan bertahan, dan bisa saja hari-hari ini menjadi akhir dari kedamaian yang dirinya lihat.
“Apa yang membuat tuan bingung?... Tuan punya toko sistem yang menjual segalanya, dan setelah kekuatan tuan meningkat, jumlah prajurit yang dapat tuan beli juga mengalami peningkatan, dan tuan bisa melakukan pembelian setiap satu bulan sekali...” Kata Lilia yang muncul di dekat Reinar dengan wujud manusianya.
Mendengar itu Reinar seperti mendapat pencerahan, dan bod*hnya dia tidak melakukan pengecekan pada toko sistem setelah tingkat kultivasinya meningkat ke tingkat Dewa Surgawi tahap puncak. “Ternyata aku terlalu jauh mencari jalan keluar sampai tidak melihat jalan keluar yang ada di depan mata...”
Lilia tersenyum mendengar perkataan Reinar. “Kadang terlalu keras berpikir justru akan menjauhkan tuan dari jawaban yang tengah tuan cari...”
Reinar melihat Lilia lalu sebuah senyuman terlihat menghiasi wajahnya. “Entah kenapa terkadang kamu lebih mengerti tentang ku daripada para istriku...”
“Aku adalah bagian dari diri tuan, dan sudah tentu aku akan lebih mengerti tentang diri tuan dibandingkan dengan siapapun, sekalipun iti istri atau keluarga tuan...” Ujar Lilia yang dengan riang berjalan di samping Reinar.
Ditengah percakapan mereka, suara ledakan besar terdengar dari gerbang masuk Kota Bulu Angsa. Merasakan adanya sesuatu yang buruk tengah terjadi, dengan teknik teleportasi nya, dia pergi melihat keadaan gerbang Kota Bulu Angsa sementara Lilia telah kembali masuk kedalam tubuhnya.
Bendera berwarna putih dengan gambar gagak berwarna perak di tengahnya, terlihat berkibar di tengah reruntuhan gerbang Kota Bulu Angsa saat Reinar sampai di tempat itu. “Setelah sekian lama tidak merenggangkan otot, kedatangan mereka cukup untuk sedikit melemaskan otot-otot tubuh ku...” Kata Reinar saat melihat lautan manusia yang berdiri di luar gerbang Kota Bulu Angsa.
Bai Zhong mengerahkan hampir seluruh kekuatannya untuk melakukan penyerangan ke wilayah Kota Bulu Angsa. Dengan 200 tetua di tingkat Dewa Surgawi tahap awal, dan juga dirinya serta Tetua Agung Sekte yang tingkat kultivasinya sudah berada di tingkat Dewa Surgawi tahap menengah. Bai Zhong yakin dapat dengan mudah meratakan wilayah Kota Bulu Angsa sekalipun Sekte Mawar Putih membantu pertahanan Kota.
Dalam barisan Sekte Gagak Perak, ada juga Sekte Pedang Angin, dan Sekte Teratai Hitam yang ikut membantu penyerangan yang dilakukan oleh Sekte Gagak Perak. Dengan ratusan kultivator tingkat Dewa Penguasa tahap menengah yang dimiliki kedua Sekte, mereka yakin akan mendapatkan keuntungan saat berhasil menaklukkan Sekte Mawar Putih.
Sedangkan saat ini, di belakang Reinar muncul seratus ribu prajurit penjaga Kota Bulu Angsa, dan ada lima puluh ribu murid Sekte Mawar Putih yang melayang di udara. Yang Yifei dan Qinyu muncul di dekat Reinar bersama delapan orang tetua yang kini berdiri di belakang mereka bertiga.
“Apa kiranya yang membuat kalian berani membuat keributan di Kota yang berada di bawah perlindungan Sekte ku?...” Kata Yang Yifei yang tak menganggap penting banyaknya murid yang dibawa Sekte Gagak Perak, ataupun dua Sekte lainnya.
Bai Zhong, Huang Dan, dan seluruh petinggi Sekte lainnya dengan sangat jelas mendengar apa yang dikatakan Yang Yifei. Seketika mereka tertawa saat mendengar perkataan Yang Yifei yang bagi mereka hanya terdengar seperti suara gertakan orang yang sebentar lagi akan tunduk dibawah kaki mereka.
“Cih, kau terlalu berisik untuk ukuran wanita jal*ng!... Lihat jumlah orang-orang yang berdiri di sisiku, dan bandingkan dengan jumlah kalian. Dengan lebih dari satu juta orang yang ada di sisiku, cukup dengan satu kata aku dapat menghancurkan kalian!...” Kata Bai Zhong dengan suara lantangnya.
Mendengar itu Reinar hanya menggelengkan kepalanya. “Jumlah kalian memang banyak, tetapi kalian juga harus melihat kekuatan musuh yang akan kalian hadapi. Sekalipun jumlah kalian banyak, tetapi kalian hanya sekumpulan orang lemah...”
Bersamaan dengan Reinar yang menyelesaikan kata-katanya, di atas tempat Reinar berdiri muncul secara berturut-turut dimulai dari sepuluh ribu kultivator tingkat Kaisar Dewa tahap puncak, lima ribu kultivator tingkat Dewa Penguasa tahap menengah, tiga ribu kultivator tingkat Dewa Penguasa tahap puncak, seribu kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap awal, dan di barisan terdepan ada lima ratus kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap menengah yang aura kekuatannya langsung membuat pingsan ratusan ribu murid yang berdiri di sisi Patriak Bai Zhong.
Sebagai pemilik mereka, Reinar reinar cukup mengagumi aura kekuatan yang mereka miliki, dan lagi sebenarnya Reinar masih mempunyai dua puluh ribu kultivator tingkat Raja Dewa tahap puncak. Tetapi dia tidak meletakkan mereka di medan perang, karena mereka saat ini tengah mengemban misi menjaga pertahanan di gerbang belakang Kota Bulu Angsa, bersama lima ratus kultivator tingkat Kaisar Dewa tahap puncak yang merupakan murid Reinar.
Saat melihat di sisi musuh memiliki lebih dari seribu kultivator di tingkat Dewa Surgawi, Bai Zhong, Huang Dan, beserta para petinggi sekte lainnya, menatap musuh mereka dengan ketidak percayaan yang menyelimuti pikiran mereka.
“Sial, sepertinya banyak yang dilewatkan mata-mata kita!... Mereka hanya melaporkan kurang dari dua puluh orang di Sekte Mawar Putih yang kekuatan kultivasinya sudah berada di tingkat Dewa Surgawi, tetapi nyatanya jumlah mereka lebih dari seribu orang...” Kata Bai Zhong.
“Bahkan lima ratus dari mereka tingkat kultivasinya sudah berada di tingkat Dewa Surgawi tahap menengah. Aku curiga kalau tiga orang itu memiliki tingkat kultivasi di atas mereka...” Kata Huang Dan sambil melihat Reinar, Qinyu, dan Yang Yifei.
“Bagaimana bisa mereka memiliki kekuatan sebesar ini kurang dari satu tahun?... Sebanyak apapun jumlah murid yang kita bawa, kekuatan kita hanya akan tetap menjadi lelucon di hadapan mereka...” Kata Bai Zhong yang tiba-tiba merasakan dingin di belakang punggungnya.
Di saat sisi musuh dilanda ketakutan, di sisi Reinar justru dilanda kebingungan dengan kekuatan besar yang tiba-tiba muncul dan berdiri di sisi mereka.
Qinyu dan Yang Yifei secara bersamaan melihat kearah Reinar, karena dia yakin hanya suaminya itu yang sanggup membuat kejutan yang dapat membuat gempar semua orang. “Jangan katakan mereka adalah pasukan yang keberadaannya selama ini kau sembunyikan dari kami?...” Kata Yang Yifei, sedang Qinyu hanya terus menatap kearah Reinar.
Reinar menghela nafas panjang lalu dia mulai menjawab. “Bisa dikatakan mereka adalah kekuatan yang selama ini aku sembunyikan, tetapi mereka bukanlah orang-orang yang aku latih secara langsung. Tetapi percayalah, mereka dengan mudah dapat mengalahkan mereka...”
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...