The World Emperor System

The World Emperor System
Lagi-lagi Keluarga Zhou



Suara Ling Zhe terdengar pelan namun ada nada keseriusan dalam kata-kata yang keluar dari mulutnya. Reinar sendiri hanya diam melihat Ling Zhe yang masih membungkukkan tubuhnya.


“Aku tidak bisa menjadikanmu murid, karena aku memang tidak ingin menjadi seorang guru, tapi kalau kami ingin memiliki seorang guru, kakak ipar ku akan cocok menjadi guru untuk mu.” Ungkap Reinar lalu dia mengarahkan Ling Zhe untuk di ajari langsung oleh Ling Feng.


Ling Zhe sejenak mengamati Ling Feng yang berada di sampingnya, semakin lama mengamati, dia merasa garis wajah Ling Feng mengingatkan nya akan seseorang yang sangat dia rindukan kehadirannya. Menatap kedua bola mata Ling Feng, jantung Ling Zhe berdetak kencang melihat mata Ling Feng terlihat sama dengan matanya.


“Siapa kau sebenarnya?. Aku seperti mengenalmu, dan kenapa kau memiliki ciri ras yang sama denganku?.” Tanya Ling Zhe dengan mata sedikit berkaca-kaca.


“Apa kamu benar-benar melupakan aku?. Itu wajar saja karena sudah begitu lama kita terpisah, benarkan Zhe kecil?.” Kata Ling Feng membalas tatapan mata Ling Zhe.


Mereka berdua saling menatap, lalu Ling Zhe dengan gerakan cepat dia melompat ke pelukan Ling Feng bagaikan anak kecil yang baru bertemu dengan kakaknya setelah sekian lama terpisah. Air mata Ling Zhe tak lagi bisa dibendung saat dia yakin siapa sosok yang kini sedang dia peluk.


Sambil mengelus punggung Ling Zhe, Ling Feng kembali mengatakan sesuatu padanya. “Maafkan kakak yang begitu lama pergi meninggalkan mu. Selama ini kakak dan Ling Yue terjebak di Benua Nebula karena dinding pembatas benua yang tak bisa kami tembus.”


Ling Zhe mempererat pelukannya. “Aku tidak peduli seberapa lama kakak pergi, yang terpenting kedua kakakku kembali dengan selamat.” Ujar Ling Zhe.


Ling Zhe tahu tugas kedua kakaknya dulu sangatlah berat, menjadi pelayan penguasa dua benua, mereka harus pergi kemanapun tuan mereka pergi, dan mereka juga harus melakukan apapun yang diperintahkan oleh tuannya.


Saat sang penguasa dua benua mengorbankan kehidupannya untuk melindungi seluruh dunia dari ancaman Dewa Iblis, muncul dinding pembatas yang membatasi kelima benua, dan sejak hari itu Ling Zhe harus berpisah dengan kedua kakaknya yang tak diketahui keberadaannya.


Tak lama setelah dinding pembatas benua muncul, saat itulah terjadi perang saudara antar ras manusia naga dan membuat kerugian besar bagi ras manusia naga. Pada akhirnya peperangan itu tidak menghasilkan seorang pemenang, peperangan hanya menghasilkan kehancuran dan kematian yang tak terhitung banyaknya.


Ras manusia naga hampir musnah dari daratan Benua Zhongjian, namun karena kebaikan keluarga Yu yang bahkan mereka rela merubah nama keluarga menjadi keluarga Ling, ras manusia naga terselamatkan, tapi kini jumlah mereka tak lebih dari 1000 orang, dan mereka menjadi kekuatan tersembunyi yang dimiliki Kekaisaran Ling.


Ling Zhe sendiri sudah di katakan kuat, tapi sudah puluhan tahun kultivasinya terhambat dan dia terhenti di tingkatan Raja Bumi puncak, yang sebenarnya hanya butuh sebuah pencerahan untuk membuatnya menerobos ke tingkatan Raja Langit.


Untuk sepuluh orang dari keluarga Zhou yang Reinar bunuh, mereka rata-rata berada di tingkat yang sama dengan Ling Zhe, tapi ada dua orang yang sudah berada di tingkatan Raja Langit awal.


Selama ini Ling Zhe terkenal akan kecantikannya di seluruh Kekaisaran Ling, apalagi setelah dia diangkat menjadi Putri Kekaisaran, kecantikannya bahkan tersebar sampai ke Kekaisaran tetangga, dan tuan muda pertama keluarga Zhou adalah orang yang sejak dulu ngotot ingin menjadikannya sebagai istri ke 10 di Haremnya.


Setelah beberapa lama berpelukan, akhirnya mereka berdua mengakhiri pelukan antara adik dan kakak yang sudah sangat lama terpisah, namun entah karena apa, tiba-tiba Ling Zhe kembali menangis saat melihat sekelilingnya. Ling Feng kebingungan melihat adiknya yang tiba-tiba menangis, begitu juga Reinar yang tak terlalu mengerti akan sifat wanita.


“Kenapa kamu kembali menangis?. Apa kamu menyesal setelah memukuli dan menghancurkan masa depan pria yang ada di sana?.” Tanya Ling Feng menunjuk pria yang menjadi korban kekejaman adiknya.


Ling Zhe menggelengkan kepalanya. “Kakak Feng sudah kembali, lalu dimana kakak Yue, bukannya kalian sudah berjanji akan kembali bersama-sama?. Kak Feng, dimana kakak Yue?.” Tanya Ling Zhe merengek seperti anak kecil.


Ling Feng dan Reinar tersenyum mengetahui alasan Ling Zhe menangis. “Kakakmu itu ada di Benua Nebula, dan dia dalam keadaan yang sangat baik. Kakakmu itu memang tak bisa kembali untuk saat ini karena dia tengah mengandung, dan pria itu adalah kakak ipar mu.” Ling Feng menunjuk Reinar.


Reinar hanya menganggukkan kepalanya saat Ling Zhe menatap ke arahnya, bagaimanapun kini dia telah menjadi suami Ling Yue, dan tentu dia juga menjadi kakak dari Ling Zhe yang usianya jauh di atasnya. “Jika di bumi, mereka mungkin sudah aku panggil nenek dan kakek buyut.” Batin Reinar.


Setelah suasana hatinya membaik dan dia tak lagi menangis, dengan memamerkan senyum lebarnya Ling Zhe mengajak Ling Feng dan Reinar pergi ke penginapan di kota Bulan Perak yang sudah dia sewa untuk beberapa hari ke depan.


Di sepanjang jalan menuju penginapan Ling Zhe menceritakan dirinya yang menjadi buronan keluarga Zhou setelah dia menolak lamaran tuan muda mereka. Ling Zhe juga menceritakan identitas pria yang dia hajar, pria itu adalah orang yang mengintipnya saat ingin mandi, dan tadi dia hanya sedikit memberinya pelajaran agar tidak mengulangi perbuatannya.


Ling Feng dan Reinar saling melirik dan menganggukkan kepalanya. “Wanita memang berbahaya.” Batin mereka.


Menjelang malam akhirnya mereka sampai di sebuah penginapan yang ada di kota Bulan Perak. Tidak ada penginapan mewah dengan banyaknya lantai yang menunjukkan tingkat kemewahannya, yang ada hanya penginapan dengan bangunan China kuno yang membuat nyaman siapapun orang yang menginap di sana.


Mereka masuk ke penginapan yang cukup ramai saat menjelang malam. Kedatangan wanita cantik dan dua orang pria tampan yang mengekor di belakangnya, membuat banyak tamu penginapan menatap kearah mereka. Reinar dan Ling Feng hanya acuh melihat para wanita yang menatap mereka, sedangkan Ling Zhe, dia merasa jijik pada para pria yang menatapnya.


“Aku ingin memesan dua kamar di dekat kamarku untuk mereka!.” Kata Ling Zhe pada pelayan penginapan yang bertugas melayani tamu penginapan.


Si pelayan menyerahkan dua kunci kamar pada Ling Zhe, dia tahu dimana kamar Ling Zhe, karena dia yang mengantarkan wanita itu ke kamarnya, dan kebetulan ada dua kamar kosong di samping kamar Ling Zhe.


Setelah membayar, Ling Zhe mengajak kedua pria yang mengikutinya ke kamar yang akan mereka tempati. Ling Feng kamarnya di sebelah kiri kamar Ling Zhe, sedangkan di sisi kanan ada kamar Reinar.


Ling Feng ysng telah masuk kamar dia segera menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dan beristirahat. Reinar yang belum bisa tidur, dia keluar dari penginapan melalui jendela kamarnya dan melompat ke atas atap penginapan.


Belum lama duduk sambil menikmati angin malam, tiba-tiba Reinar menyeringai saat merasakan aura membunuh dari beberapa orang yang mendekat kearahnya. “Lagi-lagi keluarga Zhou.” Gumam Reinar.


“Lebih baik aku menguji kekuatan baruku pada mereka” Batin Reinar bersemangat, lalu dia menghubungi Lilia. “Lilia, apa kau bisa menyegel separuh mana dan kekuatan sihir ku?.” Tanya Reinar di pikirannya.


[Itu sangat mudah, aku bisa melakukan itu kapanpun tuan menginginkannya.]


“Lakukan sekarang!.” Kata Reinar.


[Setengah mana dan kekuatan sihir milik tuan telah tersegel. Segel dapat tuan buka kapanpun tuan menginginkannya.]


Selesai mendengar suara Lilia, Reinar merasakan kekuatannya menurun tapi fisiknya tetaplah kuat tak seperti saat di Benua Nebula.


Lima sosok muncul mengepung Reinar dengan aura membunuh kuat yang mereka keluarkan, Reinar hanya berdiri santai dan menatap mereka tanpa terpengaruh aura yang mereka keluarkan.


“Tidak banyak orang yang berani menyinggung keluargaku, dan semua orang yang berani menyinggung keluargaku, tak satupun dari mereka yang hari ini masih bernafas.” Kata salah satu sosok manusia yang berdiri tepat di hadapan Reinar.


Dengan tenang Reinar membalas perkataan orang di depannya. “Apa kalian sekelompok penghibur yang dikirim seseorang untuk menghibur ku?. Tapi maaf, kalian sangat tidak menghibur.”


Aura kematian yang sangat kuat keluar dari tubuh lima sosok di sekitar Reinar saat mereka mendengar balasan yang keluar dari mulut Reinar. Ekspresi wajah mereka tak terlihat, tapi Reinar tahu jika mereka sedang marah, dan itu memang yang dia inginkan.


“Kemarahan hanya akan membuat kalian menjadi orang yang bid*h.” Batin Reinar.


“Biar aku yang membunuhnya, dan setelah itu aku akan mengambil wanita Ling itu untuk menjadikan dia pelayan para pria yang kita perbudak, tentunya setelah kita puas menikmati tubuhnya.”


Reinar melihat kearah sosok manusia yang ada di sampingnya, seorang pria tua dengan jubah berwarna merah baru selesai berkata. Reinar bisa merasakan seberapa kuat pria tua itu hanya dari merasakan aura yang dia keluarkan, dan dari lima orang yang mengepungnya, hanya pria tua di sampingnya yang tak memakai topeng.


Pria tua itu adalah Zhou Jiang, tetua pertama keluarga Zhou yang mana putranya Zhou Jim mati di tangan Reinar bersama sembilan orang anggota keluarga Zhou lainnya.


Zhou Jiang tahu putranya terbunuh saat kristal jiwa milik putra hancur, dan saat dia pergi ke tempat kematian putranya, dia merasakan aura pembunuh putranya yang tak lain aura itu adalah milik Reinar. Dari sisa aura itulah dia berhasil menemukan keberadaan Reinar di kota Bulan Perak.


“Maju saja, jangan terlalu banyak mengeluarkan kata-kata yang tak ada artinya.” Kata Reinar dengan tenang, tapi dia sudah menentukan kematian seperti apa untuk orang yang telah berniat buruk pada adik iparnya.


Zhou Jiang menatap penuh keheranan pada Reinar, dia dan orang-orang yang bersamanya sudah mengeluarkan setengah aura membunuhnya, tapi pemuda di depannya masih terlihat tenang, bahkan dia merasa aura yang dia keluarkan seperti angin lalu bagi si pemuda.


Di saat sedang diperhatikan, Reinar perlahan mengeluarkan aura kultivasinya yang telah mencapai tingkatan Kaisar Bumi menengah. “Karena kalian tidak ingin memulainya, biarkan aku yang memulai.”


***


Bersambung...