The World Emperor System

The World Emperor System
Sekawanan Bandit Di Dalam Kota



Reinar dan kedua istrinya telah sampai di Kota Batu Putih. Dengan menunjukkan tanda pengenal miliki mereka yang merupakan tanda pengenal Sekte Mawar Putih, dengan mudah mereka bertiga mendapatkan izin memasuki Kota Batu Putih.


Namun berselang beberapa saat setelah memasuki kota, lima orang dengan aura kultivator di tingkat Kaisar Dewa tahap puncak yang cukup mendominasi langsung menghadang perjalanan mereka bertiga. “Masing-masing sepuluh koin emas kalau kalian ingin memasuki Kota Batu Putih!...” Kata salah satu dari mereka berlima.


Reinar dan kedua istrinya berhenti, lalu melihat wajah-wajah orang yang menghadang perjalanan mereka. Wajah orang-orang itu tidak mencerminkan wajah penduduk kota, lalu aura gelap yang keluar dari tubuh mereka, membuat Reinar dan kedua istrinya yakin kalau mereka hanyalah sekawanan bandit yang entah bagaimana caranya bisa melakukan tindak kejahatan di dalam Kota yang dijaga ketat oleh prajurit keamanan.


“Kami sudah berada di dalam Kota, lalu untuk apa kami harus membayar kepada kalian?... Kalaupun kami tidak diizinkan masuk kedalam Kota, dengan senang hati kami akan pergi meninggalkan Kota ini...” Kata Reinar lalu di dan kedua istrinya membalikkan badan untuk pergi meninggalkan Kota Batu Putih.


Melihat calon korbannya ingin pergi meninggalkan mereka, secara tiba-tiba kelima orang itu bergerak cepat dan kembali berada di depan tiga orang calon korban mereka. Dengan mengeluarkan pedang mereka, kelima orang itu mencoba menggertak calon korban mereka.


“Kalian sudah berada di dalam Kota ini, itu artinya kalian wajib membayar sekalipun kalian ingin pergi meninggalkan Kota ini!...” Kata salah satu dari mereka berlima sambil mengarahkan pedang di tangannya ke arah wajah Reinar.


Reinar menatap tajam ke arah orang yang berani mengarahkan pedangnya ke arah wajahnya. “Apa orang-orang ini sangat menginginkan kematian?...” Kata Reinar dalam hati.


Qinyu yang sudah geram karena perjalanannya terus diganggu, dia sedikit membocorkan aura kekuatannya lalu dia berkata kepada lima orang yang menghadang perjalanannya. “Menyingkir secara sukarela, atau kami akan membuat kalian menyingkir dengan sesuatu yang kedepannya akan membuat kalian menyesal?...”


Mendapatkan tekanan aura yang kuat dari salah satu wanita yang ada di depan mereka, membuat kelima orang itu ketakutan dan mereka merasa terintimidasi oleh aura kuat yang terus menekan tubuh mereka. Namun mereka segera menggabungkan aura kekuatan mereka untuk menekan balik aura yang menekan mereka.


“Kalian hanya kultivator rendahan, beraninya kalian menggunakan sebuah artefak untuk menekan kami?... Serahkan koin emas sesuai permintaan kami, dan serahkan juga artefak yang kalian gunakan untuk menekan kami!...”


Kelima orang itu bersiap menyerang Reinar dan kedua istrinya, namun detik berikutnya mereka jatuh tersungkur saat aura yang jauh lebih kuat tiba-tiba menekan tubuh mereka, dan melahap gabungan aura kekuatan yang mereka lakukan.


“Aku sebelumnya sudah meminta kalian untuk menyingkir secara sukarela, tetapi sepertinya kalian lebih memilih sesuatu yang akan membuat kalian menyesalinya. Karena itu dengan senang hati aku akan membuat kalian menyesal, tetapi lakukan penyesalan itu di alam kematian!...” Qinyu tiba-tiba menghilang dari tempatnya, dan beberapa detik kemudian dia kembali muncul di tempatnya bersamaan dengan empat orang yang telah dia rubah menjadi kabut darah.


Satu orang yang tersisa wajahnya seketika menjadi pucat karena ketakutan setelah melihat keempat rekannya mati tanpa meninggalkan jasad mereka. “Sial!... Kali ini aku telah berurusan dengan orang yang salah, empat kultivator tingkat Kaisar Dewa puncak bahkan tak membuat satu dari mereka merasa kesulitan...” Kata satu orang tersisa dalam hati.


Dia menyesal telah menyinggung tiga orang yang ada di depannya, tetapi penyesalan tak akan dapat merubah apa yang sudah terjadi. Kini dia hanya menanti kematian yang setiap saat akan mendatanginya.


Reinar mengangkat kedua sudur bibirnya, dan membuat senyuman menawan yang dapat terlihat di wajah tampannya. “Karena malam ini aku sedang terburu-buru, aku akan membiarkanmu pergi dengan cepat, tetapi pergi dengan cepat ke alam kematian!...”


Hanya dalam satu kedipan mata, orang terakhir dari lima orang yang sebelumnya menghadang perjalanan Reinar beserta kedua istrinya telah berubah menjadi kabut darah cukup dengan lambaian tangan yang dilakukan oleh Reinar. “Hanya kultivator tingkat Kaisar Dewa tahap puncak, tapi sudah berlagak seperti Dewa Kematian di hadapan orang yang mereka anggap lemah...”


Reinar dan ketiga istrinya kembali melanjutkan perjalanan, dan karena Yang Yifei pernah singgah di Kota Batu Putih, dengan mudah mereka bertiga menemukan penginapan untuk mereka bermalam sebelum kembali melanjutkan perjalanan setelah terbitnya matahari.


°°°


Seorang pria dan dua orang wanita tengah menikmati sarapan pagi mereka di sebuah restoran. Wajah mereka terlihat berseri-seri saat teringat akan apa yang semalam telah mereka lakukan.


Ketiga orang itu adalah Reinar dan kedua istrinya, mereka bertiga terus memasukkan makanan ke dalam mulut, tetapi terkadang mereka tertawa lirih saat teringat apa yang semalam telah mereka lakukan di kamar penginapan.


“Aku tidak menyangka kalau suami kita bisa melakukan itu semua kepada kita...” Ujar Qinyu dengan suara lirih.


“Kita berdua bahkan hampir pingsan karena kekuatan fisik dan ketangguhan benda besar tumpul miliknya...” Kata Yang Yifei yang hampir membuat Reinar tersedak makanan


di dalam mulutnya.


Mereka bertiga terus menikmati acara sarapan pagi dengan tenang dan riang. Namun ketenangan mereka sedikit terganggu saat segerombolan prajurit masuk kedalam restoran dengan diikuti dua sosok berpakaian mewah yang tengah mereka kawal.


Salah satu dari dua sosok berpakaian mewah memanggil prajurit pengawalnya, lalu dengan suara lirih dia berbisik sambil menunjuk tempat duduk yang ditempati Reinar dan kedua istrinya.


Setelah mendengar bisikan tuannya, prajurit itu berjalan mendekat ke tempat Reinar. “Tuan ku ingin menempati tempat ini!... Percaya atau tidak aku akan membunuhmu kalau kamu tidak segera pergi meninggalkan tempat ini!...” Prajurit itu menatap tajam kearah Reinar sambil mengedarkan aura kekuatannya.


Kebetulan Reinar dan kedua istrinya telah menyelesaikan acara sarapan mereka, karena itu mereka setuju saja untuk meninggalkan tempat yang mereka duduki. Tetapi baru juga Reinar dan kedua istrinya ingin melangkah pergi, kembali langkah mereka dihadang oleh prajurit yang sebelumnya telah mengusir dan mengancam Reinar.


“Nona, tuan kami meminta kalian berdua menemaninya makan!... Aku berharap nona berdua bersedia meluangkan banyak waktu untuk menemani kedua tuanku!...” Prajurit itu berkata pada Qinyu dan Yang Yifei tanpa menganggap keberadaan Reinar yang berada di tengah-tengah mereka.


“Kami akan pergi kemanapun suami kami pergi, dan jangan menghalangi jalan kami!...” Kata Yang Yifei.


“Sekalipun mereka adalah Putra Mahkota dan Pangeran kedua Kerajaan Yun, aku tidak peduli!... Bagiku, hanya suamiku lah yang layak aku temani saat makan!...” Kata tegas Qinyu sambil menatap tajam prajurit yang ada di depannya.


Mendengar perkataan Qinyu dan Yang Yifei, wajah Putra Mahkota dan Pangeran kedua terlihat menggelap. Baru kali ini niat baik mereka ditolak oleh wanita, dan bagi keduanya itu adalah sebuah penghinaan yang tidak dibenarkan oleh hukum yang ada di Kerajaan Yun. Menghina anggota Kerajaan, artinya orang itu harus dihukum mati.


Andai saja kedua orang itu tahu sedang berurusan dengan siapa, mungkin mereka saat ini akan kecing sambil berdiri dan membuat kotor pakaian yang mereka gunakan.


Yun Ning maju mendekat ke arah prajurit yang mengawalnya, yang kini sedang berada di depan Qinyu, lalu dia memegang punggung prajurit itu, dan setelahnya dia meminta prajurit itu untuk kembali ke tempatnya. “Jarang wanita yang akan mendapatkan kesempatan baik untuk menemani kami makan, tetapi kalian justru menolak kesempatan itu. Apa kalian tahu, menolak keinginan kami sama saja kalian telah menghina pihak Kerajaan, dan menghina pihak Kerajaan sama dengan mencari kematian karena kalian akan diberikan hukuman mati!...”


Baru juga menyelesaikan kata-katanya, tiga orang yang ada di depannya telah menghilang tanpa meninggalkan jejak aura, tetapi dia mendengar sebuah suara yang menggema di pikirannya. “Belum saatnya aku merobek mulut mu. Di pertemuan selanjutnya, mungkin aku akan membuatmu benar-benar menderita...”


Mendengar suara di pikirannya, tiba-tiba saja keringat dingin mengucur deras dari seluruh bagian tubuhnya, dan dia mulai kesulitan menelan ludah. “Sial, kenapa aku kembali menyinggung orang yang sama...” Kata Yun Ning dalam hati dengan tubuh yang tiba-tiba terasa lemas.


°°°


Meninggalkan Kota Batu Putih, Reinar dan kedua istrinya kembali melanjutkan perjalanan menuju Kekaisaran Dong Ma. Saat malam tiba, mereka tak lagi bermalam di sebuah kota. Reinar memilih mengeluarkan artefak berbentuk rumah yang telah di upgrade, dan membuat artefak itu kini berada di tingkat artefak Dewa Surgawi.


Reinar mengajak kedua istrinya masuk kedalam rumah yang terbuat dari artefak miliknya, dia tahu kalau hutan tempatnya bermalam sangat berbahaya, karena itulah dia meningkatkan tingkat artefak berbentuk rumah miliknya.


Saat masuk kedalam rumah dan menemukan sebuah tempat tidur yang jauh lebih nyaman dari yang ada di kediaman mereka yang ada di Sekte Mawar Putih, Qinyu dan Yang Yifei langsung melompat keatas tempat tidur itu dan merebahkan tubuh mereka.


Sementara kedua istrinya pergi merebahkan diri, Reinar pergi ke dapur untuk mempersiapkan makanan untuk makan malam mereka. Sekalipun kultivator tidak membutuhkan asupan makanan karena mereka tetap dapat kenyang setelah menyerap energi Qi, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan, mereka tetap melakukan rutinitas makan dua atau tiga kali sehari.


Selesai Reinar mengolah berbagai jenis makanan, dia memanggil kedua istrinya untuk menikmati makan malam mereka.


Keduanya sangat menikmati makanan yang dimasak langsung oleh suami mereka. Walau ini kali pertama mereka melihat suami mereka memasak, tetapi harus mereka akui kalau masakan suaminya jauh lebih nikmat dari masakan mereka berdua.


Begitu acara makan malam selesai, Qinyu dan Yang Yifei langsung menarik Reinar ke dalam kamar, dan kembali mereka memuaskan suami mereka itu dengan semua yang mereka miliki.


Suara jeritan dan rintihan manja dari kedua wanita memenuhi kamar yang mereka tempati bersama dengan sang suami, lalu perlahan suara itu menghilang saat ketiganya mulai tertidur dengan tubuh basah oleh keringat setelah pertarungan sengit yang baru saja selesai.


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...