The World Emperor System

The World Emperor System
Pelayanan Spesial



* Jangan lupa kasih 👍


* Rate ⭐ 5


* Vote / Kado seikhlasnya 😊


* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...


* Terimakasih.....😊😊


***


Reinar yang telah membaca isi gulungan kertas yang diberikan oleh orang bertopeng, dia segera menuju ke salah satu restoran di kota Glory untuk menemui orang yang mengirimkan gulungan kertas padanya.


Sampai di Restoran yang dia tuju, Reinar dapat merasakan keberadaan beberapa orang yang tengah mengawasi dirinya.


[Mereka tidak punya niatan buruk, jadi tuan bisa tenang.]


Reinar menggangguk begitu mendengar suara Lilia karena dia juga merasakan hal yang sama.


Melihat kedatangan Reinar, seorang pria berdiri dan menyambut Reinar.


“Maaf karena sudah membuat Pangeran Lucius menunggu!.” Kata Reinar.


“Tidak apa, seharusnya aku yang meminta maaf karena tuan harus datang menemui ku, sedangkan di sini aku yang membutuhkan bantuan tuan.” Kata Pangeran Lucius, orang yang mengirimkan gulungan kertas pada Reinar.


“Sudahlah, lebih baik kita membahas apa yang menjadi permasalahan Pangeran sampai-sampai ada sosok pembunuh bayaran yang mengincar nyawa Pangeran.”


Reinar sebenarnya sudah tahu garis besar masalah yang di hadapi Pangeran Lucius melalui gulungan kertas yang di kirim padanya, tapi dia ingin tahu lebih banyak lagi.


Pangeran Lucius mengajaknya duduk di tempat yang sudah dia sewa. Di dalam ruangan yang Pangeran Lucius sewa hanya ada dirinya dan Reinar, tapi Reinar bisa merasakan keberadaan seseorang dengan level cukup tinggi berjaga di salah satu sudut ruangan.


Saat mereka berdua telah duduk dan menikmati secangkir teh dan cemilan ringan yang di sediakan pihak restoran, Pangeran Lucius mulai menyampaikan maksud dari tujuannya mengundang Reinar.


Sesaat Pangeran Lucius menarik nafas dan setelahnya dia berlutut di hadapan Reinar. “Tuan, terimakasih karena saat itu tuan sudi menyelamatkan Pangeran lemah ini dari kematian. Jika tuan tak datang, aku yakin saat itu adalah hari kematian ku.” Kata Pangeran Lucius.


“Apa yang Pangeran lakukan?. Tak semestinya Pangeran berlutut di hadapanku yang hanya penduduk biasa. Bangkitlah dan aku menerima ucapan terimakasih mu.”


“Sekali lagi aku ucapkan terimakasih pada tuan, dan aku berjanji akan membalas kebaikan tuan.” Kata Pangeran Lucius sambil bangkit dan kembali duduk di tempatnya semula.


“Sekarang katakan, apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu, dan apa keuntungan yang akan aku dapatkan?.” Kata Reinar.


Pangeran Lucius menyodorkan sebuah gulungan kertas pada Reinar. “Aku hanya ingin tuan menbantuku mengungkap pemberontakan yang akan segera di lakukan Putra Mahkota, dan setelah itu selesai, apa yang tertulis di gulungan itu akan menjadi milik tuan.” Ujar Pangeran Lucius.


Reinar mengangguk dan mulai membaca tulisan di gulungan kertas pemberian Pangeran Lucius. “Kota Galia dan dua kota kecil di sekitarnya akan menjadi milik ku.” Kata Reinar dalam hati.


“Sulit menolak apa yang Pangeran tawarkan, tapi apa benar kota Galia akan menjadi milikku jika aku membantu mengungkap pemberontakan yang akan di lakukan Putra Mahkota?.”


“Kota Galia akan di lepas pihak Kekaisaran cepat atau lambat. Daripada jatuh ke tangan orang yang salah, lebih baik aku menyerahkannya pada tuan.”


“Hahahaha.... Memberikan kota yang menuju kehancuran kepadaku, aku merasa sedang di bodohi, tapi aku akan tetap membantu mu, dan mengambil hadiahku.” Kata Reinar.


“Pangeran, dari mana aku bisa memulai mencari bukti untuk mengungkap pemberontakan yang akan di lakukan Putra Mahkota, sedangkan aku belum mengenal yang mana Putra Mahkota Kekaisaran Gloria?.” Tanya Reinar.


Pangeran Lucius memberikan lukisan wajah Putra Mahkota kepada Reinar. Kedua mata Reinar langsung menatap lukisan Putra Mahkota yang wajahnya sekilas mirip dengan Kaisar Octavius, dan yang membedakan cuma warna rambut mereka.


Putra Mahkota memiliki warna rambut hitam, sedangkan Kaisar Octavius memilik rambut berwarna biru, sama persis dengan warna rambut Pangeran Lucius.


“Tuan, Putra Mahkota setiap malam selalu mengunjungi penginapan Black Rose setiap malam, tapi orang-orang ku selalu gagal mengetahui apa yang Putra Mahkota lakukan di dalam penginapan Black Rose. Setidaknya aku sudah kehilangan 10 orang assasin kepercayaan ku saat menyelidiki apa yang dilakukan Putra Mahkota di penginapan Black Rose.” Kata Pangeran Lucius.


“Selain Pangeran, siapa lagi orang yang mengetahui kalau Putra Mahkota akan melakukan pemberontakan?.” Tanya Reinar penasaran.


“Selain aku, sebenarnya Yang Mulia Kaisar juga telah mengetahuinya, tapi Yang Mulia menyuruhku untuk mencari bukti nyata jika Putra Mahkota akan melakukan pemberontakan. Yang Mulia ingin menilai kelayakan ku yang kelak di masa depan akan menjadi penerusnya.” Jawab Pangeran Lucius.


Reinar terkejut mendengar jawaban Pangeran Lucius, tapi setelahnya dia tersenyum karena dia merasa apa yang di lakukan Kaisar Octavius sangat baik untuk perkembangan Pangeran Lucius.


Menempatkan orang dalam bahaya adalah cara pembelajaran paling baik, walaupun memiliki resiko yang sangat besar.


“Kalau begitu malam ini aku akan langsung bekerja, dan aku harap Pangeran tidak ikut campur dalam pekerjaan ku. Pangeran hanya cukup melihat dan menunggu hasilnya.” Ujar Reinar.


Pangeran Lucius mengangguk dan sedikit pun dia tak ingin membantah apa yang dikatakan Reinar.


Setelah menyimpan lukisan wajah Putra Mahkota dan gulungan kertas pemberian Pangeran Lucius, Reinar pamit dan pergi dari Restoran.


“Aish.... Aku lupa menanyakan namanya!.” Kata Pangeran Lucius kecewa. “Lain kali aku akan menanyakannya.” Gumam Pangeran Lucius yang segera meninggalkan Restoran tempatnya bertemu dengan Reinar.


***


Setelah meninggalkan Restoran, Reinar kembali berkeliling kota untuk mencari keberadaan penginapan Black Rose.


Tak butuh waktu lama untuk mencari penginapan yang Reinar cari, karena letak penginapan itu tak terlalu jauh dari Restoran yang baru dia datangi.


“Sebelum menyelidiki Putra Mahkota, lebih baik aku menyelidiki penginapan ini.” Kata Reinar.


Saat Reinar masuk ke dalam penginapan, semua tatapan mata mengarah padanya. “Bukannya dia pemuda yang kemarin telah memenangkan kompetisi beladiri?.” Kata salah satu pengunjung yang kemarin sempat melihat kompetisi di colosseum.


Resepsionis yang biasa menyambut kedatangan tamu penginapan, memandang Reinar dengan penuh selidik. “Apa tuan membutuhkan sesuatu?.”


“Aku ingin menyewa salah satu kamar di penginapan ini.” Kata Reinar sambil menyerahkan satu kantong berisi seribu coint emas.


Resepsionis menerima kantong berisi emas pemberian Reinar. “Tuan bisa menginap di kamar yang ada di lantai dua selama 10 hari, tapi jika tuan ingin mendapatkan pelayanan spesial, tuan hanya bisa menginap selama 5 hari” Kata resepsionis sambil menyerahkan kunci kamar bertuliskan angka 10 pada Reinar.


“Berikan aku pelayanan yang paling spesial, dan aku hanya akan menginap selama dua hari di tempat ini.” Kata Reinar menerima kunci yang disodorkan resepsionis padanya, dan pergi berlalu begitu saja.


Para tamu lannya yang sedang menikmati makanan di restoran yang ada di lantai satu penginapan, mereka sulit percaya akan apa yang baru di katakan Reinar. “Anak muda itu memiliki jiwa petualang yang begitu liar.” Kata salah satu pelanggan penginapan.


Reinar yang tak tahu menahu tentang pelayanan spesial yang dirinya pesan, dia terlihat begiti santai dan langsung saja masuk ke kamarnya dan bersiap untuk melakukan penyelidikan tentang penginapan yang dia tempati.


***


***Lanjut***