
* Jangan lupa kasih like 👍 karena itu gratis 😊
* Rate ⭐ 5
* Vote / Kado seikhlasnya 😊
* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...
* Terimakasih.....😊😊
***
Kota tak bernama
Reinar yang telah keluar dari penginapan nya, dia pergi ke sebuah restoran yang cukup besar di kota yang dia singgahi. Reinar sampai di restoran bertepatan dengan jam makan siang, dan tentunya banyak orang-orang yang datang ke restoran untuk makan siang.
Tapi beruntung bagi Reinar. Dia masih menemukan tempat yang kosong dan tak perlu mengantre untuk mendapatkan tempat menikmati makan siangnya.
“Tuan ingin memesan apa?.” Kata pelayan wanita yang melayani Reinar.
“Aku pesan makanan terenak dan minuman terbaik yang ada di tempat ini.” Balas Reinar sambil memberikan 10 koin emas pada pelayan.
“Tuan ini terlalu banyak. Makanan dan minuman yang tuan pesan hanya seharga 4 koin emas.”
Reinar tersenyum melihat kejujuran si pelayan. “Ambil saja kelebihannya untuk mu.” Ujar Reinar.
Wajah si pelayan seketika menjadi cerah. Gaji kerjanya selama satu bulan hanya 30 koin perak, dan dia mendapatkan 6 koin emas yang setara 600 koin perak. Sebuah keberuntungan atas kejujuran nya.
“Tuan tunggu sebentar, saya akan mengambilkan pesanan tuan.”
Reinar tak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya dan membiarkan si pelayan menyelesaikan pekerjaannya. Sambil menunggu makanannya datang, Reinar mencoba mencari informasi dengan mendengar percakapan orang-orang yang ada di restoran.
Namun setelah beberapa saat mendengar, Reinar tak menemukan sesuatu yang menarik. Bahkan kebanyakan mereka membahas hal yang tidak ada penting-penting nya.
“Maaf tuan jika sedikit lama, silahkan tuan menikmati makanan dan minuman terbaik yang restoran kami miliki!.” Kata pelayan yang tadi mencatat pesanan Reinar, dan baru saja dia mengantar apa yang di pesan Reinar.
Reinar kembali hanya mengangguk dan dia segera memakan makanan yang sudah dia pesan dan sesekali menikmati minuman segar yang sangat cocok di sandingkan dengan makanan yang dia makan.
“Makanan yang lumayan berasa dan tak hambar seperti makanan di kota Glory.” Gumam Reinar setelah menghabiskan makanannya.
Selesai makan, Reinar pergi ke pusat kota, dan di sana dia melihat sesuatu yang menarik di papan pengumuman.
“Ternyata di dunia ini ada juga misi seperti berburu binatang buas, dan mengumpulkan tanaman herbal.” Kata Reinar dalam hati saat melihat berbagai misi yang tertera di papan pengumuman.
Terus melihat papan pengumuman, Reinar menemukan sesuatu yang sangat membuatnya tertarik.
[Misi membunuh dua ekor binatang buas pemimpin hutan kematian.]
[Hadiah misi, berhak atas kursi pemimpin kota, dan berhak memberi nama pada kota yang tak pernah memiliki nama]
“Misi yang sangat menggiurkan. Di saat aku ingin memiliki wilayah di perbatasan antara dua Kekaisaran, aku memiliki kesempatan itu dengan menjadi penguasa kota ini.” Gumam Reinar sambil tersenyum.
“Oi, apa kami tertarik dengan misi itu?.” Kata seorang pemuda yang tiba-tiba mendekati Reinar dan menunjuk misi yang ingin Reinar ambil.
Melihat kedatangan pemuda yang tiba-tiba, Reinar mencoba bersikap tenang dan lebih dulu dia ingin memastikan tujuan dari pemuda yang mendekatinya.
Kalau memiliki tujuan baik, mungkin Reinar akan mendengarkan apa yang akan di katakan pemuda yang mendatanginya.
“Oi, apa kamu mendengar ku?.” Teriak pemuda di samping Reinar.
“Ya aku mendengarmu, dan aku akan mengambil misi ini.” Jawab Reinar sekalian.
Melihat Reinar yang acuh dan cuek, pemuda itu justru tersenyum dan tertarik dengan Reinar. “Aku Lyon, dan aku juga akan mengambil misi itu.”
“Reinar....” Balasnya singkat.
“Karena kita akan mengambil misi yang sama, bagaimana kalau kita menjadi partner?.” Ujar Lyon.
“Apa untungnya memiliki partner kalau aku bisa menyelesaikan semuanya seorang diri?.” Kata Reinar acuh.
Lyon menggaruk kepalanya yang tidak gatal begitu melihat sifat Reinar yang benar-benar acuh pada dirinya.
“Setidaknya kamu tidak akan jalan sendirian, dan kamu boleh mengambil hadiah yang di janjikan, karena aku tidak membutuhkan itu.” Kata Lyon dengan menunjukkan sorot mata penuh dendam.
Melihat sorot mata Lyon, Reinar merasa ada kejadian kelam di masa lalu yang menimpa Lyon, dan sepertinya dia mencoba membalaskan dendam nya. Tapi melihat Lyon yang hanya memiliki level 3.000, Reinar berpikir jika Lyon hanya akan melakukan misi bunuh diri.
Lyon tersenyum bahagia, dan akhirnya dia mendapatkan rekan yang terlihat kuat. “Tenang saja, aku tidak akan membuatmu repot.” Balas Lyon sambil tersenyum memamerkan gigi nya yang berjajar rapi.
“Bersiaplah, sebelum malam kita akan berangkat, dan aku akan menunggumu di depan pintu gerbang kota.”
“Kau mau langsung berangkat?. Emangnya kamu tahu letak hutan kematian?.” Tanya Lyon.
“Aku tidak tahu, tapi kamu mengetahuinya. Jadi, kamu akan menjadi petunjuk jalan, dan jangan membuatku menunggu.” Kata Reinar yang tiba-tiba menghilang.
Lyon menoleh ke kiri ke kanan mencari keberadaan Reinar, tapi dia tidak menemukan pemuda yang akan menjadi rekannya. “Kuat, dia sangat kuat, dan semoga dia bisa membantuku.” Gumam Lyon yang segera meninggalkan papan pengumuman dan pergi mempersiapkan semua kebutuhan perjalanannya.
Setelah kepergian Reinar dan Lyon, datang dua orang pria dan tiga wanita melihat misi di papan pengumuman. Setelah lama melihat, akhirnya mereka memutuskan mengambil misi yang sama dengan yang di ambil Reinar dan Lyon.
***
Menjelang malam di kota tanpa nama.
Reinar dan Lyon sudah bertemu di gerbang kota tanpa nama, dan mereka bersiap memulai perjalanan.
Baru beberapa langkah meninggalkan kota dengan Lyon sebagai penunjuk jalan, mereka berdua bertemu dengan rombongan yang sepertinya sedang menuju arah yang sama dengan mereka.
Lyon dan Reinar begitu saja melewati rombongan yang tengah beristirahat dan sedang mengisi perut mereka.
Reinar dan Lyon sama-sama tak memiliki niat menyapa rombongan yang tak sengaja mereka temui. Karena itu, dengan tatapan acuh mereka berdua lewat begitu saja tanpa bertegur sapa.
“Kau lihat pemuda berambut hitam yang baru saja lewat?.” Kata salah satu wanita.
“Aku melihatnya, lalu ada apa?.” Tanya pemuda yang duduk di sebelah si wanita.
“Dia kuat, aku bahkan tidak bisa mengukur seberapa tinggi tingkat kekuatannya.” Balas si wanita pemiliki skill yang bisa melihat tingkat kekuatan seseorang asalkan tingkat kekuatan orang itu setara atau lebih lemah darinya.
[Tuan, salah satu dari tiga wanita yang baru kita lewati, dia memiliki skill yang menyerupai skill appraisal, tapi kualitas skill itu masih jauh dari kemampuan yang skill appraisal miliki.]
Reinar juga merasa jika baru saja ada yang mencoba mengukur seberapa tinggi tingkat kekuatannya, tapi saat mencapai tingkat tertentu, Reinar tak lagi merasakan sesuatu yang mengukur tingkat kekuatannya.
Tidak mau ambil pusing dengan informasi yang baru Lilia sampaikan, Reinar kembali fokus mengikuti Lyon yang saat ini menjadi penunjuk jalan.
***
Beberapa jam kemudian...
“Lyon, kita istirahat di depan!.” Ungkap Reinar yang melihat malam sudah semakin larut dan tentunya mereka berdua butuh istirahat.
“Baik partner, sepertinya kamu menemukan tempat yang layak untuk istirahat.” Kata Lyon yang melihat sebuah gua di depannya.
Saat bepergian sendiri dari kota tanpa nama ke hutan kematian untuk menguji kekuatannya, Lyon tak pernah melihat gua yang saat ini dia jumpai, tapi saat pergi bersama Reinar, dia bisa menjumpai gua ini.
Letak gua yang tersembunyi membutuhkan ketelitian untuk menemukannya, dan Reinar memiliki ketelitian dan insting yang sudah terlatih selama dia menjadi tentara.
“Hanya gua, semua orang juga bisa menemukannya.” Kata Reinar memasuki gua lebih dulu dan Lyon menyusul di belakangnya.
Lyon terus berjalan mengikuti Reinar, dan mereka baru berhenti saat Reinar menemukan bebatuan rata yang bisa dia gunakan sebagai alas tidur.
“Partner, apa kita tidak lebih dulu membuat api untuk menghalau binatang buas?.” Tanya Lyon.
“Aku akan membuatnya.” Jawab Reinar sambil membuat delapan bola api berwarna merah kekuningan, dan melemparkan semua bola api seukuran kepalan tangan itu ke tiap sudut gua. Seketika gua yang gelap menjadi terang benderang.
Lyon terkejut dengan cara Reinar mengontrol mana dan elemen yang sudah mencapai tahap sempurna. “Selain kuat, dia juga berbakat, dan tentunya sangat berbeda denganku yang memiliki banyak kekurangan.” Batin Lyon.
“Istirahatlah, karena besok akan menjadi hari yang berat untuk kita.” Kata Reinar yang sedang mencari tempat nyaman untuk merebahkan tubuhnya.
“Ternyata kau bisa juga peduli pada orang lain.” Ungkap Lyon.
“Bukannya kita partner?. Lalu siapa yang kamu maksud dengan orang lain?.”
“Ah itu?. Lupakan saja, lebih baik kita istirahat.” Kata Lyon setelah menemukan tempat yang nyaman untuk merebahkan tubuhnya.
Setelah memastikan Lyon sudah tidur, Reinar membuat dua tubuh bayangan untuk menjaga mulut gua, dan barulah setelah itu dia bisa tertidur dengan nyenyak.
***
**Lanjut?.... Besok lanjut.***