The World Emperor System

The World Emperor System
Melawan 40.000 Prajurit Ras Malaikat Jatuh



Meskipun dihadapkan pada puluhan ribu prajurit Ras Malaikat Jatuh, tak sedikitpun dia merasa gentar. Dengan kekuatan yang di milikinya dia mempunyai keyakinan untuk mengalahkan mereka semua.


Semua prajurit Ras Malaikat Jatuh telah mengeluarkan senjata mereka, dan mereka menggunakan aura elemen yang mereka miliki untuk melawan tekanan kekuatan Reinar. Walau masih merasakan tekanan, setidaknya mereka dapat bergerak untuk menyerang musuh mereka.


Dengan dipimpin dua wakil pemimpin yang tersisa, mereka mulai maju mengepung Reinar dari berbagai arah, dan menempatkan Reinar di tengah-tengah lingkaran yang mereka buat.


Oscar dengan wajah angkuhnya melihat Reinar yang sedikit pun tidak bergerak dari tempatnya. “Jangankan untuk bergerak, kau bahkan akan mati sebelum sempat melihat apa yang sudah membunuh mu!...” Kata Oscar dengan senyum sinis yang menghiasi wajahnya.


Dengan aura kematian yang mulai merembes keluar dari tubuhnya, Reinar membalas perkataan Oscar. “Hahahaha... Hanya sekumpulan semut, jangan pernah berharap bisa mengalahkan ku!... Keluarkan seluruh kekuatan kalian supaya kalian tidak mati dalam penyesalan karena telah meremehkan kekuatan musuh!...”


Segera saja aura kematian meledak dari tubuh Reinar dan semakin menambah tekanan yang dia berikan pada prajurit Ras Malaikat Jatuh. Seluruh prajurit Ras Malaikat Jatuh di tingkat Sorcerer [Jenderal Dewa] mati sia-sia setelah merasakan aura kematian yang dikeluarkan Reinar, dan banyak prajurit di tingkat Grand Sorcerer [Raja Dewa] kehilangan kesadarannya saat mencoba menahan aura Reinar.


Suara prajurit yang terus berjatuhan terdengar sampai ke telinga Oscar, dan hanya dengan kekuatan auranya, Oscar dapat melihat hampir lima ribu prajuritnya tumbang, dan ada beberapa yang jatuh tak berdaya karena tak mampu melawan aura kematian yang dikeluarkan Reinar.


“Darimana sebenarnya datangnya orang ini?... Aku tidak pernah mendengar adanya orang sekuat dia di Kota Bulu Angsa ataupun di Sekte Mawar Putih...”


Sosok wanita keluar dari bayang-bayang Oscar lalu memeluk lengan kekar milik Oskar. “Dari lambang yang ada di pakaiannya, itu adalah lambang dari Sekte Mawar Putih, tetapi aku sendiri juga belum pernah mendengar adanya sosok kuat lainnya di Sekte itu selain Patriak Sekte mereka, dan lagi aku merasa dia tidak sendirian...”


“Apa kamu tahu sekuat apa orang yang bersamanya?... Setidaknya kekuatan pria itu berada di tingkat Dewa Surgawi tahap menengah, kalau ada satu orang lagi sekuat dirinya, saat itu juga aku mungkin akan pergi jauh dari tempat ini...” Menyadari kekuatan musuh yang satu tingkat lebih kuat darinya, Oscar tahu kapan waktunya untuk dia melarikan diri.


Wanita yang tengah memeluk lengan Oscar menunjukkan ekspresi wajah jeleknya saat merasakan aura semua yang ada di sekitarnya. “Ini buruk, setidaknya orang yang tengah menyembunyikan kekuatannya, hanya sedikit lebih lemah dari pria itu, tetapi mereka berada di tingkat yang sama...”


Wajah Oscar seketika menjadi panik saat mendengar apa yang disampaikan wanita yang tengah memeluk lengannya. Dengan berteriak, dia meminta kedua wakilnya mundur dengan membawa seluruh prajurit yang mereka pimpin.


Reinar menunjukkan ekspresi kejamnya saat mendengar suara teriakan Oscar. “Nasib kalian sudah ditentukan saat kalian mengangkat senjata untuk melawanku. Sekarang tidak ada jalan mundur untuk kalian, yang ada hanya jalan menuju ke alam kematian!...”


Reinar langsung menyerang prajurit Ras Malaikat yang bergerak mundur, dia juga telah membuat dua tubuh bayangan untuk memburu dua wakil Oscar yang lari di tengah ribuan prajurit yang sebelumnya mereka pimpin.


“Sial, seharusnya kita menurutinya sejak awal. Dengan kekuatannya, bukan suatu hal yang mustahil kalau dia bisa membunuh kita semua...” Banyak prajurit yang menyesal dengan keputusan yang mereka ambil, tetapi penyesalan memang selalu datang terlambat dan kini mereka harus menanggung apa yang menjadi keputusan awal mereka.


Melihat Reinar terus membunuh prajuritnya yang bergerak mundur, ekspresi wajah Oscar terlihat semakin jelek. Dia benar-benar tidak pernah menyangka akan bertemu sosok manusia yang akan menepati semua yang sudah dia katakan.


“Manusia sialan, kau pasti akan mati di tanganku!...” Oscar berniat ingin langsung menyerang Reinar, tetapi niatnya di hentikan oleh wanita berjakun yang masih memeluk erat lengannya.


Wanita itu membawa pergi Oscar dari tempat itu dan membiarkan seluruh prajurit Oscar mati di tangan Reinar beserta dua orang wakil Oscar yang kini tengah menjadi bulan-bulanan dua sosok tubuh bayangan Reinar.


Reinar menyadari menghilang Oscar bersama wanita yang bersamanya, tetapi dia membiarkan keduanya pergi karena dia tak lagi dapat merasakan hawa keberadaan baik hawa keberadaan Oscar atau wanita yang bersamanya. Saat ini Reinar lebih berfokus pada prajurit Ras Malaikat Jatuh yang kalang kabut menerima segala jenis serang yang dilakukan olehnya.


Melihat beberapa prajurit hampir lolos dari pengawasan Reinar, Qinyu akhirnya menunjukkan dirinya dan bergerak membunuh prajurit Ras Malaikat Jatuh yang hampir lolos dari kematian yang sudah ditetapkan oleh suaminya.


Dalam waktu kurang dari setengah hari, Reinar dan Qinyu telah berhasil membunuh empat puluh ribu prajurit Ras Malaikat Jatuh, bahkan saat Yang Yifei dan para petinggi Sekte Mawar Putih datang untuk membantu, mereka hanya menemukan tumpukan mayat yang tengah dibakar oleh Reinar.


Saat Yang Yifei berada di dekat Reinar, dia dapat melihat dua orang dalam kondisi babak belur yang tengah diseret oleh Qinyu menuju ke arahnya. Qinyu tersenyum saat melihat Yang Yifei, tetapi senyumnya begitu saja menghilang saat dia kembali melihat dua sosok yang tengah dia seret.


Setelah membakar habis seluruh prajurit Ras Malaikat Jatuh. Reinar, Qinyu, dan Yang Yifei kembali ke wilayah Sekte Mawar Putih. Begitu sudah berada di wilayah Sekte Mawar Putih, Yang Yifei memberi pengumuman kalau keadaan bahaya telah berakhir dan mereka semua bisa beraktivitas seperti biasa.


°°°


Keesokan harinya keadaan Sekte Mawar Putih berjalan seperti biasa, namun terlihat jelas perkembangan kekuatan Sekte yang setiap harinya terus berkembang, setidaknya kini di Sekte Mawar Putih tak ada murid yang kekuatannya berada di bawah tingkat Raja Dewa.


Dan lagi pagi ini kabar baik datang dari empat orang yang tengah melakukan ujian. Keempatnya saat ini telah menyelesaikan lantai kelima dan tengah berusaha menyelesaikan ujian di lantai keenam. Kemungkinan dua atau tiga hari lagi mereka berempat akan sampai di lantai ketujuh.


Sementara itu di sebuah gua, seorang pria baru saja memuaskan hasratnya dengan satu-satunya wanita yang bisa membuatnya puas walau wanita itu belum seutuhnya menjadi seorang wanita.


“Sayang, saat ini aku telah kehilangan semuanya, bahkan mungkin aku sudah tidak akan diterima lagi oleh Ras ku. Semua rencanaku telah gagal, dan ini semua gara-gara pria dari Sekte Mawar Putih. Sial.. kalau saja pria itu tidak ada, saat ini aku pasti sudah berhasil menguasai Kota Bulu Angsa beserta Sekte Mawar Putih...” Kata Oscar sambil menutupi miliknya yang kembali menegang saat melihat dada besar milik Mei Lin, wanita berjakun yang sudah lama menjadi kekasih hatinya.


Mei Lin memakai kain tipis untuk menutupi tubuhnya, tetapi kain itu sulit untuk menutupi benda menjengkelkan di tubuhnya yang ingin segera dia hilangkan. “Aku harus segera menyelesaikan ritual perubah raga untuk membuat tubuhku terlihat layaknya seorang wanita yang benar-benar wanita...” Mei Lin membatin sambil merangkak kemudian dia memeluk Reinar dari belakang.


“Sayang, kamu tenang saja!... Setelah aku menyelesaikan ritual dan menikmati malam pertama denganmu, hari itu juga kita akan bergerak untuk menguasai seluruh daratan Benua Selatan...” Kata Mei Lin sambil menjilati leher Oscar.


Mei Lin adalah pemimpin Ras Iblis. Sebenarnya dia adalah seorang Raja, tapi karena rasa cintanya pada Oscar, dia telah beberapa kali melakukan ritual perubahan wujud pada raganya, dan setidaknya butuh satu kali ritual untuk merubah raganya menjadi wanita seutuhnya.


Ras Iblis memiliki lebih dari dua juta prajurit terdiri dari satu juta prajurit penyihir, dan satu juta lebih merupakan kultivator yang kekuatannya rata-rata berada di tingkat Jenderal Dewa sampai tingkat Kaisar Dewa.


Jutaan prajurit Ras Iblis dipimpin oleh 10 Jenderal yang kekuatannya setara dengan ahli di tingkat Dewa Surgawi tahap awal, dan lagi ada 1.000 wakil Jenderal yang kekuatannya berada di tingkat Dewa Penguasa tahap menengah.


Dengan kekuatan yang dimiliki Ras Iblis, bukan suatu hal yang mustahil bagi mereka untuk menguasai seluruh daratan Benua Selatan, apalagi kekuatan di Benua Selatan sulit untuk bersatu karena sifat sombong dan angkuh yang dimiliki oleh masing-masing pemegang kekuasaan tertinggi.


Di dalam gua setelah Oscar dan Mei Lin telah berpakaian rapi layaknya seorang Raja dan Permaisurinya, seorang prajurit yang berjaga di luar gua masuk untuk memberikan laporan kepada Mei Lin.


“Yang Mulia, seluruh persiapan ritual terakhir telah selesai. Kapanpun Yang Mulia menginginkan dimulainya ritual itu, kami sudah siap menyiapkan semuanya!...” Kata prajurit wanita yang juga merupakan tangan kanan Mei Lin.


“Kalau yang kamu katakan benar, dua malam lagi aku akan melakukan ritual itu di tempat ini. Persiapkan semuanya dengan baik, dan jangan sampai ada yang terlewatkan!...” Kata Mei Lin tegas dengan sorot mata tajam menatap prajurit wanita yang hanya mengangguk lalu dia menghilang dari tempatnya.


Meilin tersenyum membayangkan dirinya yang akan segera menjadi wanita seutuhnya, dan lagi ritual itu juga akan membuat kekuatannya meningkat, sehingga setelah ritual itu berhasil kekuatannya akan setara dengan seorang ahli di tingkat Dewa Surgawi tahap puncak.


Dengan kekuatan di tahap puncak tingkat Dewa Surgawi, Mei Lin yakin dapat menguasai seluruh daratan Benua Selatan, apalagi dengan bantuan Oscar yang sedikit lagi kekuatannya akan setara dengan tahap puncak tingkat Dewa Surgawi, Mei Lin semakin yakin dengan keinginannya yang ingin menjadi Ratu di seluruh daratan Benua Selatan.


Milik Oscar tiba-tiba kembali terbangun saat melihat senyum Mei Lin yang begitu menggoda, dan tanpa membuka seluruh pakaian meilin, Oscar kembali menggoyang tubuh Mei Lin dengan benda tumpul miliknya yang ukurannya cukup besar.


Mei Lin hanya bisa menahan rasa nikmat saat Oscar memasukkan miliknya ke tempat yang bukan seharusnya dia masuki. Tetapi karena sudah terbiasa, Mei Lin sangat menikmati apa yang di lakukan oleh sang kekasih hatinya.


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya...


Like dan komentar itu gratis, tapi author sangat menyukainya, jadi jangan sungkan untuk memberikannya kepada author, terimakasih...