
“Apa kamu yakin telah berhasil menemukannya?...” Tanya wanita paruh baya yang masih melakukan komunikasi jarak jauh dengan bawahannya yang tengah berada di Kekaisaran Dong Ma.
“Pemuda itu adalah sosok yang tepat sebagai pengganti Yang Mulia Kaisar. Namun sayangnya pemuda itu telah memiliki dua orang wanita di sisinya, dan mungkin kedua wanita itu telah resmi menjadi istrinya...” Ujar bawahan si wanita.
Si wanita paruh baya hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh bawahannya. “Soal kedua wanita yang ada hubungan dengan pemuda itu, dengan mudah aku bisa menyingkirkannya, dan lagi siapa pemuda di Dunia ini yang bisa bertahan dari persona putriku?... Sekarang menjadi tugasmu untuk memastikan kelayakan pemuda itu...” Kata wanita paruh baya.
“Baik Yang Mulia, dalam waktu dekat hamba akan memberikan kabar baik untuk anda...” Balas bawahan wanita paruh baya lalu dia mencoba mengakhiri komunikasi jarak jauhnya.
Sebelum komunikasi benar-benar berakhir, si wanita paruh baya kembali berkata kepada bawahannya. “Setelah kamu sudah memastikan kelayakan pemuda itu, kamu bisa membawanya langsung ke Istana. Kalau kedua wanitanya menghalangi pekerjaan mu, kamu mendapatkan izin dariku untuk membunuh mereka!...”
°°°
Di istana Kekaisaran Dong Ma setelah kematian Kaisar Dong Tao beserta orang-orangnya, datang puluhan petinggi dari keluarga Dong dan keluarga Ma yang selama ini selalu menentang kepemimpinan Kaisar Dong Tao.
Sekalipun Kaisar Dong Tao adalah Kaisar Kekaisaran Dong Ma sekaligus Patriak Keluarga Dong. Selama ini dia tak mendapatkan dukungan dari kedua keluarga besar yang ada di Kekaisaran Dong Ma, tetapi tak ada satupun petinggi dari dua keluarga besar yang berani menentangnya secara terang-terangan.
Kaisar Dong Tao kuat, dan dia juga dilindungi oleh orang-orang yang sama kuatnya dengan dirinya. Apalagi dengan keberadaan Jenderal Barnard yang memberikan perlindungan mutlak kepadanya, membuat tak ada satupun kekuatan di Benua Selatan yang mampu menggoyahkan posisi Kaisar Dong Tao dari singgasananya.
Tetapi sejak kematian Jenderal Barnard, banyak kekuatan besar di Benua Selatan yang mulai mencoba menggoyahkan posisi Kaisar Dong Tao, namun sekali lagi mereka harus menyerah saat di hadapkan dengan kekuatan seratus kultivator tingkat Dewa Sejati yang berada di bawah kepemimpinan Kaisar Dong Tao.
Kembali ke istana Kekaisaran Dong Ma, Ma Huan yang merupakan Patriak Keluarga Ma berjalan mendekat ke tempat Reinar. “Tuan, saya mengucapkan terimakasih karena tuan telah membantu kami melenyapkan orang-orang yang selama ini telah membuat jutaan penduduk Kekaisaran Dong Ma menderita...” Kata Ma Huan sambil berlutut di hadapan Reinar.
Sekalipun perbuatan Reinar adalah sebuah kesalahan dalam hukum yang berlaku di Kekaisaran Dong Ma, bukannya mendapat hukuman, dia justru mendapatkan ucapan terimakasih dari Patriak Keluarga Ma.
Reinar mengangguk lalu dia menggerakkan tangannya sebagai tanda supaya Ma Huan tak lagi berlutut di hadapannya. “Aku cuma melakukan apa yang seharusnya memang barus aku lakukan, dan untuk sisanya aku akan menyerahkan semuanya kepada kalian...”
Ma Huan telah kembali bangkit, dia lalu memberi penghormatan sejenak kepada Reinar sebelum pergi untuk membereskan kekacauan yang terjadi di Istana Kekaisaran Dong Ma.
“Ini adalah akibat dari orang yang memiliki niatan buruk kepadaku, semoga di masa depan kejadian seperti ini tak terjadi lagi di Kekaisaran Dong Ma...” Ujar Reinar yang tentu masih dapat di dengar oleh Ma Huan yang belum pergi terlalu jauh.
Reinar berjalan mendekat ke arah kedua istrinya setelah urusannya dengan Ma Huan selesai. Sedangkan Ma Huan dan beberapa tetua dari dua keluarga besar Kekaisaran Dong Ma, mereka bahu membahu membereskan kekacauan yang terjadi di Kekaisaran mereka.
Sementara itu, dari kejauhan seorang pria terus mengamati setiap pergerakan yang dilakukan oleh Reinar, dan dia sesekali mencari cara untuk memisahkan Reinar dengan kedua wanita yang selalu bersamanya.
Reinar sejak awal tahu akan keberadaan orang yang diam-diam terus mengawasinya, tetapi dia masih membiarkan keberadaan orang itu karena dia belum mengetahui apa tujuan dari orang itu terus mengawasinya.
“Suamiku, aku sangat risih dengan keberadaan orang yang selalu mengawasi setiap pergerakan kita...” Kata Yang Yifei dengan sorot mata tajam menatap seseorang yang langsung memalingkan wajah saat tengah ditatap olehnya.
Reinar hanya tersenyum melihat tingkah Yang Yifei, lalu dia mengajak Yang Yifei dan Qinyu untuk meninggalkan istana Kekaisaran. “Dia tak akan dapat menemukan lagi keberadaan kita...” Kata Reinar sebelum dia menggunakan teknik teleportasi untuk membawa kedua istrinya pergi meninggalkan istana Kekaisaran Dong Ma.
Yang Yifei dan Qinyu hanya mengangguk, lalu mereka memeluk masing-masing sebelah lengan Reinar, dan tak lama mereka telah sampai di kamar penginapan yang telah mereka sewa.
“Sial, kemana perginya mereka?...” Terlihat wajah kesal dari seorang pria yang terus memandangi area sekitarnya untuk mencari keberadaan tiga orang yang tiba-tiba lolos dari pengawasannya.
Pria itu terus bergerak ke tiap sudut istana Kekaisaran Dong Ma untuk mencari keberadaan Reinar dan kedua istrinya, sedangkan tiga orang yang tengah dia cari, saat ini mereka justru sedang melakukan hal gila di dalam kamar yang mereka tempati.
Dan setelah menghabiskan banyak waktu dengan permainan panas di dalam kamar, Reinar beserta kedua istrinya turun ke lantai satu penginapan untuk menikmati makan malam yang telah disiapkan oleh pemilik penginapan tempat mereka menginap.
“Tuan dan nyonya, apa yang anda inginkan sebagai menu makan malam?...” Tanya seorang pelayan.
Reinar segera saja memilih makanan apa yang ingin dia makan, begitu juga dengan kedua istrinya yang langsung memilih beberapa makanan, dan mereka memilih kue manis sebagai makanan penutup.
“Menarik, bawa dua wanita itu untuk bermalam denganku!...” Kata seorang pemuda yang merupakan tuan muda keluarga bangsawan yang kebetulan berada di tempat yang sama dengan Reinar dan kedua istrinya.
Lima orang prajurit yang merupakan pengawal si pemuda berjalan mendekati Yang Yifei dan Qinyu, dan tanpa berkata, mereka mencoba meraih pergelangan dua wanita yang diinginkan oleh tuan muda mereka.
“Apa yang ingin kalian lakukan?...” Kata Yang Yifei sambil menepis tangan yang hampir menyentuh pergelangan tangannya, namun suara jeritan terdengar di dekat Yang Yifei saat Qinyu memelintir tangan yang mencoba memegang pergelangan tangannya.
Ketiga prajurit yang belum sempat bergerak mencoba menbantu rekan mereka yang tangannya tengah di pelintir oleh Qinyu. “Lepaskan rekanku, dan ikut dengan kami secara baik-baik sebelum tuan kami menyuruh kami berlima untuk melenyapkan kalian berdua...” Kata prajurit yang sebelumnya mencoba memegang pergelangan tangan Yang Yifei.
Qinyu melepaskan tangan prajurit yang dia pelintir, lalu dia menatap prajurit yang baru saja mengatakan sesuatu kepada Yang Yifei. “Aku tidak kenal dengan tuan kalian, dan lagi kenapa juga aku harus menuruti kalian?...” Qinyu menatap sinis kearah pria yang terlihat geram setelah mendengar apa yang baru dia katakan.
Prajurit itu menggertakkan giginya lalu berkata. “Kalian sepertinya tidak mengenali siapa tuan kami, karena itu biarkan kami mengenalkan siapa tuan kami kepada kalian berdua...”
BOOMM...
Prajurit yang baru selesai berkata tiba-tiba meledak dengan darah menyembur ke segala arah, tetapi darah mereka tak ada yang sampai mengenai Yang Yifei ataupun Qinyu yang ada di dekatnya.
“Cih, rekan kalian terlalu berisik, jadi aku tidak akan meminta maaf karena telah membunuhnya!...” Kata Reinar tanpa rasa bersalah lalu dia mengajak kedua istrinya untuk menikmati makanan yang sebelumnya telah mereka pesan.
SWUSSHH...
Seorang pria muncul dan menghadang perjalanan Reinar yang tengah berjalan menuju tempat di mana dia akan menikmati makan malam bersama dengan kedua istrinya.
“Kau telah membunuh salah satu prajurit ku, dan kau begitu saja ingin lepas dari hukum yang akan menjeratmu!... Jangan berharap kau bisa lepas dari jeratan hukum, karena aku sendiri yang akan memasukkan kau ke dalam penjara Kekaisaran!...” Pria itu mengeluarkan token identitas yang menyatakan kalau dirinya merupakan anggota dari dewan keamanan Kekaisaran Dong Ma.
“Anggota Dewan Keamanan?... Cuma anggota, tapi berlagak sombong di depanku!...” Kata Reinar acuh sambil mencari jalan lain untuk menuju tempat yang ingin dia tuju.
“Aku memang cuma anggota, tetapi kau harus tahu kalau aku adalah putra dari pemimpin Dewan Keamanan Kekaisaran ini, dan karena kau mengabaikan hukuman, dengan senang hati aku menjatuhi mu dengan hukuman mati...” Pria itu memerintahkan empat prajuritnya yang tersisa untuk menangkap Reinar, sedangkan dia berniat menghabiskan malam panjang bersama dua wanita yang sejak kemunculannya telah membuatnya tertarik.
“Bagaimana kamu bisa memberi hukuman pada suamiku kalau kamu sendiri tak lagi sanggup bertahan hidup...” Kata Qinyu sambil menggerakkan tangannya, lalu secara tiba-tiba sebuah pedang yang terbuat dari elemen es muncul dan langsung menusuk jantung si pria.
Pria itu terjatuh bersamaan dengan empat prajuritnya yang juga terjatuh setelah puluhan pedang dari elemen angin yang dikeluarkan Yang Yifei memenggal kepala mereka.
Berjalan mendekati pria yang masih belum kehilangan kesadarannya, Reinar tiba-tiba saja jongkok di samping pria itu. ”Jangan mengatakan ingin membunuhku di saat ada dua wanita yang akan bertindak kejam kepada siapapun orang yang berniat buruk kepadaku!...” Kata Reinar lalu dia membantu mempercepat kematian pria yang telah mendengar apa yang baru dia katakan.
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...