
Pria berjubah merah berdiri di atas puncak sebuah bukit dengan aura mencekam yang keluar dari tubuhnya. Dengan aura yang keluar dari tubuhnya, membuat seluruh binatang pergi menjauhi tempatnya berdiri, bahkan para ahli yang berdekatan dengan tempatnya, mereka memilih pergi menjauhinya daripada berurusan dengannya.
Pria itu hanya sendirian menatap langit senja yang mulai menghitam. Suasana hening dan sepi menemani saat malam mulai menyapanya. Aura mencekam yang keluar dari dalam tubuhnya seketika menghilang saat angin malam menerpa wajahnya yang mulai menua.
Dengan mata yang perlahan terpejam, pria berjubah merah itu mencoba melihat kejadian yang telah menimpa kedua orang kepercayaannya sampai menyebabkan kematian pada keduanya. “Mati dengan melawan musuh yang sama, dan lagi mereka berdua terlalu ceroboh!...”
Pria itu mencoba melihat sekuat apa musuh yang dilawan kedua orang kepercayaannya. Lama melihat sekuat apa musuh yang dihadapi kedua orang kepercayaannya, wajah pria berjubah itu seketika menggelap dan aura mencekam kembali keluar dari dalam tubuhnya, dan kali ini auranya lebih mencekam dari sebelumnya. “Wanita itu ternyata telah menyerahkan kesuciannya ke pria yang menjadi musuh kedua orang kepercayaan ku...”
Sebuah ingatan tentang seorang wanita muncul di ingatan pria berjubah merah, tetapi ingatan itu menunjukkan tentang seorang wanita yang selalu menolak semua yang dia inginkan. Wanita dalam ingatan pria itu adalah Yang Yifei, wanita yang sejak kecil sudah dia rawat namun pada akhirnya dia justru jatuh cinta kepadanya.
Tetapi cintanya tak pernah terbalaskan, bahkan dia harus kehilangan setengah kekuatannya saat dia dengan paksa ingin mengambil kesucian Yang Yifei yang merupakan Ras Immortal, Ras yang tak akan pernah bisa disatukan dengan dirinya yang berasal dari Ras Iblis Kuno.
Di Dunia Immortal seharusnya tidak ada Ras Immortal selain Yang Yifei, tetapi saat merasakan aura tubuh Yang Yifei ada di tubuh pria yang telah menjadi musuh kedua orang kepercayaannya, pria berjubah merah itu punya keyakinan kalau pria yang telah membunuh kedua orang kepercayaannya merupakan salah satu dari Ras Immortal yang entah sejak kapan berada di Dunia Immortal.
“Aku pastikan dia mati di tanganku, dan aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku!...” Kata pria berjubah merah dengan sorot mata tajam menatap arah selatan tempat dimana Kerajaan Yang berada.
°°°
Istana Kerajaan Yang.
Wei Kong dan rombongannya telah memutuskan untuk bermalam di kediaman tamu yang berada di dalam kawasan Istana Kerajaan Yang. Dua belas prajurit yang ikut dalam rombongan Wei Kong, saat ini tengah menjaga kediaman yang di tempati oleh Wei Kong dan Wei Luaning.
Malam ini Wei Luaning tengah menikmati suasana malam Kerajaan Yang bersama para istri dan putra putri Reinar. Sedangkan Wei Kong, dia tengah menikmati waktu bersantai dengan Reinar sambil membahas beberapa hal ringan yang berhubungan dengan kerjasama yang akan mereka lakukan.
Sambil menyesap teh untuk menemani dinginnya malam, Reinar mengatakan sesuatu kepada Wei Kong. “Kemana perginya Penguasa Dunia Immortal?... Dunia ini setiap harinya semaki kacau. Tanpa adanya sosok Penguasa, perang berebut kekuasaan bisa terjadi sewaktu-waktu, dan tentu perang itu akan merugikan orang-orang yang lemah. Orang-orang lemah akan hidup ditengah peperangan besar kalau Penguasa dunia ini tak segera ditemukan!...”
Yang dikatakan Reinar adalah sebuah kenyataan yang dia sendiri telah mengalaminya. Dengan adanya seorang Penguasa dunia, tidak akan mungkin sebuah Kekaisaran tiba-tiba menyerang Kerajaan tanpa alasan yang jelas. Perang bisa terjadi saat ada alasan jelas yang bisa mendasari terjadinya sebuah peperangan, dan siapapun yang berperang tanpa menunjukkan alasan yang jelas, dia akan menjadi musuh bersama seluruh kekuatan yang ada di dunia tempat dia tinggal.
Reinar mengambil kristal memori dari dalam cincin penyimpanannya, lalu dia menunjukkan berbagai kekacauan yang tengah terjadi di setiap wilayah yang ada di Dunia Immortal kepada Wei Kong.
Kedua mata Wei Kong terbuka lebar saat dia menyaksikan seluruh kejadian yang ditayangkan oleh kristal memori yang berada di tangan Reinar. Dia tidak pernah menyangka, walau terlihat tenang, Dunia Immortal ternyata tengah dilanda kekacauan, dan itu semua dikarenakan kekosongan kursi Penguasa dunia yang sudah sejak lama ditinggalkan oleh pemiliknya.
Bukannya selama ini tidak ada yang mencoba untuk menduduki kursi Penguasa Dunia Immortal. Banyak ahli kuat yang mencoba menduduki kursi itu, tetapi seluruh ahli itu seketika berubah menjadi abu saat mereka baru memakai mahkota penguasa yang merupakan simbol seorang Penguasa dunia.
Putra Wei Kong yang merupakan Kaisar terakhir Kekaisaran Dewa Langit juga harus menemui kematiannya saat mencoba menduduki kursi Penguasa Dunia Immortal. Ratu Wei Luan setelah menjadi penguasa tertinggi Kekaisaran Dewa Langit juga pernah ingin menduduki kursi itu, tetapi dia segera mengurungkan niatnya saat sebuah aura kuat melemparnya ratusan meter saat dia mencoba memasuki Istana Penguasa Dunia Immortal.
“Apa tuan tidak tertarik untuk menduduki kursi itu dan menggantikan posisi Penguasa Dunia yang telah pergi ke Dunia Surgawi?...” Tanya Wei Kong setelah dia menjelaskan apa yang terjadi dengan Penguasa Dunia Immortal yang sebelumnya.
“Tujuanku memang menjadi Penguasa Dunia Immortal, tetapi mungkin di masa depan posisi itu akan dimiliki oleh salah satu putra atau putriku...” Kata Reinar menjawab pertanyaan Wei Kong.
Reinar tersenyum mendengar itu. “Kursi itu memang sudah di takdirkan untuk aku duduki, dan kamu yang akan menjadi orang pertama yang melihat aku menjadi seorang Penguasa Dunia Immortal...”
Reinar telah mendapatkan informasi tentang kursi dan mahkota Penguasa Dunia dari Lilia. Dia yakin kalau dirinya mampu menjadi seorang Penguasa Dunia Immortal karena hanya Ras Immortal lah yang bisa menjadi Penguasa di Dunia Immortal.
Sementara itu di taman yang berada di kediaman Reinar, Wei Luaning tengah membicarakan sesuatu berdua dengan Yang Yifei. “Yang Mulia, apa aku bisa menjadi seorang murid di Sekte Mawar Putih?... Selama ini aku tidak pernah belajar di sebuah Sekte, dan mungkin itu penyebab dari lambannya perkembangan kekuatanku...”
Wei Luaning telah akrab dengan seluruh istri Reinar, terlebih dengan Yang Yifei yang terlihat paling muda diantara yang lainnya walau usianya telah lebih dari seribu tahun. Meski telah akrab, Wei Luaning tetap memanggil mereka Yang Mulia untuk menghormati posisi mereka di Kerajaan Yang.
Yang Yifei tersenyum saat mendengar apa yang dikatakan Wei Luaning. “Usiamu belum genap tiga puluh tahun, dan dengan bakat yang kamu miliki, kamu memang masih berhak menjadi bagian dari Sekte Mawar Putih. Tetapi kamu harus tahu, Sekte Mawar Putih tidak membeda-bedakan status murid yang menjadi bagian dari Sekte, dan kamu wajib melepaskan seluruh gelar yang kamu miliki di saat kamu menjadi bagian dari murid Sekte Mawar Putih...”
Wei Luaning tidak keberatan dengan persyaratan yang harus di lakukan kalau dirinya ingin menjadi bagian dari Sekte Mawar Putih. Namun sekarang bagian tersulit nya adalah dia harus terlebih dahulu meminta izin dari kakek dan kakaknya.
°°°
Di saat keadaan di Kerajaan Yang terlihat aman tanpa adanya suatu mara bahaya yang dapat mengancam keselamatan penduduk Kerajaan, sesuatu yang berlawanan dengan keadaan di Kerajaan Yang kini justru terlihat tengah terjadi di beberapa wilayah yang ada di Benua Tengah.
Kekaisaran Dewa Langit yang baru kehilangan setengah kekuatannya, juga tak lepas dari kekacauan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang identitasnya belum di ketahui, tetapi dapat dipastikan kalau sekelompok orang itu adalah orang-orang yang dikirim oleh Kerajaan yang ingin mengambil alih kekuasaan Kekaisaran Dewa Langit secara perlahan.
Mendapatkan pesan bahaya yang dikirim oleh Wei Jian, Wei Kong memutuskan untuk segera kembali ke Kekaisaran Dewa Langit, dan membiarkan Wei Luaning tetap tinggal di Kerajaan Yang tanpa mengatakan apa yang tengah menimpa Kekaisaran Dewa Langit. Wei Kong juga menyetujui keinginan Wei Luaning yang ingin menjadi murid Sekte Mawar Putih.
“Lebih baik dia memang dia berada di tempat ini!... Dengan banyaknya orang kuat yang bahkan lebih kuat dariku, aku yakin dia akan lebih aman di tempat ini daripada ikut kembali denganku ke Kekaisaran...” Kata Wei Kong dalam hati saat dia pamit meninggalkan Kerajaan Yang.
Bersama dengan belasan prajurit yang ikut dengannya, Wei Kong melesat dengan kecepatan tinggi menuju arah Benua Tengah, dan dia akan menggunakan artefak yang dapat membuatnya berpindah tempat dengan cepat disaat dia dan prajurit yang bersamanya telah sampai di ujung utara wilayah Benua Selatan.
“Wei Kong, kau terlalu lama!... Aku sudah hampir bosan menunggu kedatangan mu...” Kata Reinar yang secara tiba-tiba muncul dan bergerak cepat bersebelahan dengan Wei Kong.
Reinar tak sendirian, ada lima bawahannya yang ikut dengannya, dan dari lima orang bawahannya, ada salah satu yang pernah pergi ke istana Kekaisaran Dewa Langit. “Bergerak seperti ini akan terlalu banyak memakan waktu, lebih baik kita langsung pergi ke Istana Kekaisaran mu!...” Reinar lalu menyuruh salah satu bawahannya untuk membuat portal teleportasi.
Wei Kong yang masih terbengong dengan kemunculan Reinar yang begitu tiba-tiba, kini dia dibuat terkejut dengan teknik teleportasi yang dimiliki oleh salah satu bawahan Reinar. Bagaimanapun juga keberadaan teknik teleportasi sudah lama hilang dari Dunia Immortal. Melihat seseorang memiliki teknik itu, Wei Kong serasa tengah melihat seorang Dewa penghuni Dunia Surgawi yang tengah turun ke Dunia Immortal.
Perlahan portal teleportasi terbentuk, dan begitu portal terbentuk sempurna, Reinar berkata kepada Wei Kong. “Aku tahu permasalahan Kekaisaran mu, karena itu aku akan memberikan sedikit bantuan kepada mu. Nanti saja aku jelaskan semuanya, lebih baik sekarang kita segera pergi ke Kekaisaran mu!...”
Wei Kong menganggukkan kepalanya, dan tanpa ragu dia mengajak seluruh prajuritnya memasuki portal yang dibuat oleh salah satu bawahan Reinar. “Dengan begini, aku akan memulai petualangan ku di Benua Tengah...” Kata Reinar lalu dia memasuki portal dan diikuti oleh kelima bawahannya sebelum portal teleportasi itu menghilang.
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...