The World Emperor System

The World Emperor System
Ras Imortal



Empat wanita pergi mengambil jarak dengan dua pemuda yang menatap bingung kearah mereka berempat, dan mereka terlibat percakapan yang sangat akrab.


Reinar yang melihat mereka berempat merasa aneh karena sebelumnya mereka terlihat bermusuhan, tapi kini justru mulai akur dan bercanda bersama.


Di sisi lain, Pangeran Lucius merasa ada yang salah dengan adiknya. Ini kali pertama si Pangeran melihat adiknya cepat akrab dengan orang lain hanya dalam hitungan menit.


Pangeran Lucius menatap Reinar yang dia rasa juga merasakan keanehan pada mereka berempat, dan saat mereka saling menatap, mereka hanya tersenyum dan bersama menggelengkan kepala.


“Wanita memang susah di mengerti.” Kata Reinar.


“Apalagi kalau mereka sedang jatuh cinta, mereka akan menjadi sosok yang paling aneh.” Timpal Pangeran Lucius.


Reinar mengangguk setuju. “Sekarang Pangeran bisa mengatakan padaku maksud tujuan Pangeran mau repot-repot menemui ku di tempat ini?.” Tanya Reinar mengubah topik pembicaraan.


Pangeran Lucius yang tahu bagaimana sifat Reinar setelah beberapa kali bertemu, dia langsung menjawab pertanyaan Reinar. “Aku cuma mau meminta satu hal pada tuan.” Katanya serius. “Jika kelak aku menjadi Kaisar di Kekaisaran ini, mari kita menjalin kerjasama.” Lanjut Pangeran Lucius.


Reinar tersenyum mendengarnya. “Kita lihat saja nanti.” Balas Reinar.


Obrolan mereka sangatlah singkat, tapi itu sudah lebih dari cukup mewakili apa yang ingin mereka bicarakan.


Selesai dengan apa yang ingin dia sampaikan pada Reinar, Pangeran Lucius pamit undur diri, tentunya di juga mengajak adiknya.


Setelah kepergian Pangeran dan putri Kekaisaran Gloria, ketiga wanita berjalan mendekati Reinar karena ingin menyampaikan sesuatu padanya, dan Freya menjadi wakil mereka.


“Tuan, tolong segera jemput putri Shania, kami sudah merasa cocok dengan putri.” Kata Freya dan setelahnya mereka pergi tanpa menunggu jawaban dari Reinar.


Reinar yang di tinggalkan begitu saja, hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Apa coba maunya mereka?. Padahal aku ingin menanyakan, kenapa mereka tiba-tiba mengaku sebagai kekasihku?. Ya Dewa, bantu makhluk yang lemah ini.” Keluh Reinar lalu pergi menuju kamarnya.


***


Pagi hari hutan di sekitaran kota Glory.


“Tuan, apa kita tidak lebih dulu memberitahukan kepergian kita pada Pangeran Lucius dan putri Shania?.” Tanya Helena.


“Tidak ada alasan aku harus pamit dengan mereka, dan lagi cepat atau lambat kita juga akan kembali ke Kekaisaran Gloria untuk melihat pengangkatan Putra Mahkota yang baru. Bukannya kalian juga menyuruhku menjemput putri Shania?. Jadi pasti kita akan kembali ke Kekaisaran Gloria.” Jawab Reinar yang membuat Helena dan dua wanita lainnya tersenyum.


“Lalu sekarang kita akan kemana?.” Tanya Freya.


Belum sempat Reinar menjawab, dia lebih dulu mendengar suara Lilia di pikirannya.


[Dua level lagi tuan akan sampai pada level 10.000, untuk itu aku sarankan tuan lebih baik segera ke hutan kematian dan berburu binatang buas di sana.]


Reinar mengangguk dan kemudian dia menggerakkan tangannya untuk merobek ruang hampa di dekatnya. “Kita akan ke hutan kematian dan berburu binatang buas di sana.” Kata Reinar menjawab pertanyaan Freya.


“Baik tuan....” Balas ketiganya bersamaan.


Mereka kemudian memasuki robekan ruang yang Reinar ciptakan, dan terakhir giliran Reinar yang masuk sekalian menutup robekan ruang yang berbentuk seperti retakan kaca dengan lubang besar di tengahnya.


“Wushh... Wushh... Wushh...” Reinar dan ketiga wanita yang bersamanya keluar dari kekosongan, dan mendarat di tanah dengan pohon besar yang mengelilingi mereka.


“Tuan, apa ini hutan kematian?.” Tanya Rhea setelah sekian lama terdiam.


“Ini memang hutan kematian, dan hutan ini memiliki aura kematian yang lebih pekat dari hutan yang pernah aku datangi.” Jawab Reinar menjelaskan.


Mereka bertiga merasakan apa yang Reinar katakan, tapi mereka sama sekali tidak merasakan adanya bahaya di hutan kematian. Dengan level mereka bertiga yang telah meningkat dari sejak pertama di panggil, binatang buas ataupun monster di hutan kematian bukanlah lawan sepadan untuk mereka.


[Tuan, di arah barat ada ratusan binatang buas tingkat SSS dengan level lebih dari 8.000. Dengan membunuh mereka semua, aku yakin tuan akan menembus level 10.000]


Lilia menjelaskan sekaligus memberikan petunjuk pada Reinar tentang keberadaan beberapa binatang buas yang tengah berkerumun.


“Kalian ikutlah denganku, kita akan berpesta.” Kata Reinar sambil memakai perlengkapan tempurnya. “Entah apa yang akan terjadi setelah aku mencapai level 10.000...” Kata Reinar dalam hati.


Dengan kecepatan penuh, Reinar dan tiga wanita yang mengikutinya melesat ke tempat yang diberitahu oleh Lilia.


Diatas sebuah pohon, Reinar melihat ratusan dan itu hampir seribu ekor binatang buas tingkat SSS.


“Tuan, apa kami boleh membunuh mereka semua?.” Tanya Freya.


“Mereka sangat cocok untuk melemaskan otot-otot tubuh kami.” Timpal Helena.


“Tidak-tidak, kalian tidak boleh melawan mereka!. Biarkan aku saja yang membereskan mereka.” Kata Rhea sambil tersenyum kecil.


Reinar menggelengkan kepalanya, dan berkata. “Kalian kali ini cukup jadi penonton, tapi kalau kalian mau, kalian bisa berburu binatang buas di sekitar tempat ini.”


“Baik jika itu keinginan tuan.” Jawab mereka bertiga dengan wajah sedikit kecewa, tapi mereka juga sadar jika tuan mereka butuh para binatang buas itu untuk meningkatkan level yang masih tertinggal dari mereka.


“Kalian bebas berburu di hutan ini, tapi mereka adalah milikku, dan ingat, kembalilah setelah aku selesai!.” Kata Reinar santai.


Setelah melihat Freya dan lainnya pergi, Reinar pun melompat dari atas pohon dan langsung di sambut tatapan membunuh dari ratusan binatang buas yang sudah mengelilinginya.


“Bagus, kalian terlihat bersemangat, dan aku tidak sabar untuk mengambil nyawa kalian.” Ujar Reinar sambil memyeringai dan bersiap menyerang.


“Kita mulai...” Teriak Reinar mengerahkan seluruh kekuatannya.


BOOMMM...


BOOMMM...


Ledakan keras bergema hasil dari skill yang Reinar keluarkan.


Dengan cepat Reinar bergerak kesana kemari dan menyerang semua binatang buas yang ada di sekitarnya.


Setiap Reinar mengayunkan pedang dan setiap dia mengeluarkan skill, saat itu juga akan ada puluhan binatang buas yang hancur menjadi debu, dan membuat puluhan lainnya terluka.


Tanpa memberi jeda, Reinar terus menyerang dan melenyapkan semua binatang buas yang masuk dalam jangkauan serangannya. Cakar, tinju, gigitan, serta ada beberapa binatang buas dengan elemen sihir, mereka silih berganti menyerang, tapi akhirnya mereka juga yang mati di tangan Reinar.


Ada beberapa binatang buas yang mencoba kabur, namun dengan menggunakan skill tubuh bayangan, Reinar membuat tiga tubuh bayangan dan menyerang binatang buas yang mencoba kabur.


Reinar tersenyum saat melihat beberapa binatang buas dengan level lebih tinggi mulai memasuki medan pembantaian nya. “Aku tidak meminta, tapi kalian sendiri yang datang mencari kematian.”


Binatang buas tingkat SSS dengan kisaran level 10.000 terus berdatangan dan menyerang Reinar beserta tiga tubuh bayangan nya.


Jumlah musuh semakin banyak, tapi dalam waktu singkat Reinar hampir memusnahkan mereka semua, dan dia membiarkan beberapa binatang buas kabur setelah dia menerima pesan dari Lilia.


[Selamat tuan telah mencapai level 10.000]


Reinar merasakan kebahagiaan tersendiri saat levelnya menyentuh angka 10.000. “Sekarang aku mau melihat, akan berevolusi menjadi apa ras ku.” Ungkap Reinar penasaran.


[Tuan akan memulai proses evolusi. Tinggalkan tubuh bayangan untuk menjaga proses Evolusi tuan. Proses Evolusi akan berlangsung selama satu jam.]


Tubuh Reinar tiba-tiba lemas dan tak lama dia kehilangan kesadarannya.


[Selain berevolusi, tuan juga akan mendapatkan kekuatan yang selama ini aku sembunyikan.]


Kata terakhir yang bisa Reinar dengar sebelum dia benar-benar kehilangan kesadarannya.


Ketiga tubuh bayangan Reinar menjaga tubuh aslinya yang sedang berevolusi, sedangkan tiga wanita bawahan Reinar, mereka masih asik memburu binatang buas sampai lupa waktu.


***


Satu jam kemudian.


Reinar perlahan membuka mata, dan merasakan kekuatan yang sangat besar dari dalam tubuhnya.


[Proses Evolusi tuan telah selesai. Ras tuan telah meningkat dari ras manusia unggulan [high human], menjadi ras Imortal, ras terkuat yang hanya satu tingkat di bawah sang pencipta.]


“Ras Imortal?.” Tanya Reinar yang terkejut akan ras barunya.


[Tuan telah menjadi satu-satunya pemilik ras Imortal, dan tuan akan segera menerima hukuman dari langit karena telah mengalami Evolusi.]


[Dalam hitungan 1 menit petir surgawi akan menyambar tubuh tuan.]


“Hei Lilia, kau belum terlalu jelas menjelaskan padaku tentang ras baruku, dan apa-apaan dengan petir surgawi?. Bukannya sebelumnya hanya petir kehidupan.” Teriak Reinar.


Bukannya mendapat jawaban, Reinar hanya mendengar hitungan mundur yang akan segera menyentuh angka 1.


[5... 4... 3... 2... 1... 0..., Petir surgawi akan segera menyambar tuan. Bersiaplah kalau tuan tidak ingin mengalami kematian.]


“Woi, sialan....” Reinar tak melanjutkan kata-katanya, dia lebih memilih bersiap, dan saat awan berwarna merah dengan cahaya keemasan berkumpul di atasnya, Reinar dapat merasakan kekuatan besar sedang mengawasinya dari suatu tempat.


“Siapa it.....” belum sempat menuntaskan gumamannya, sebuah kilatan petir berwarna merah keemasan melesat dari langit dan mengarah padanya.


BOOMMM....


Ledakan besar terjadi, menghancurkan hutan, dan bahkan tiga tubuh bayangan Reinar ikut hancur.


Di atas langit sebuah sosok melihat semua peristiwa yang terjadi dan tersenyum.


“Putra yang aku titipkan telah menemukan takdirnya.” Kata sosok itu yang kemudian menghilang tanpa jejak.


***


***Lanjut?...***