The World Emperor System

The World Emperor System
Kedatangan Para Pengganggu



Reinar dan Qinyu berjalan mengelilingi pusat Kota Sungai Bambu sambil mencari penginapan terbaik yang bisa mereka tempati untuk beberapa hari kedepan.


Langkah kaki mereka akhirnya membawa keduanya ke penginapan sederhana bernama penginapan Bunga Persik. Penginapan tiga lantai yang bisa dikatakan cukup sederhana jika dibandingkan dengan beberapa penginapan mewah yang sebelumnya telah mereka lewati.


Sesaat sebelum Reinar dan Qinyu memasuki penginapan, langkah kaki mereka diberhentikan secara paksa oleh pemuda yang tak asing bagi mereka berdua. Pemuda itu tak lain adalah Huang Chen, Putra Walikota Huang Kiang yang tadi sempat mereka lihat saat masih berada di dalam hutan.


Niatnya mereka berdua ingin segera menyewa kamar dan sejenak bersantai di hari pertama mereka berada di Dunia Immortal. Tetapi kemunculan pemuda yang terus menatap kearah Qinyu, sepertinya akan sedikit mengusik ketenangan mereka berdua. Dengan banyaknya pasang mata yang melihat kearah mereka, sedikitpun mereka tak merasa risih.


Tanpa mengeluarkan sepatah katapun Reinar yang masih memegang tangan Qinyu memilih memutar arah dan melanjutkan perjalanan mereka berkeliling Kota Sungai Bambu, dan mereka mungkin akan kembali ke penginapan Bunga Persik saat hari menjelang malam.


Banyak orang yang melontarkan kata-kata kasar saat mereka melihat betapa sombongnya sifat Reinar di hadapan Huang Chen, tetapi Reinar dan Qinyu sama sekali tidak mempedulikan apa yang di katakan oleh mereka. Reinar dan Qinyu justru lebih peduli pada Huang Chen dan pengawalnya yang diam-diam terus mengikuti mereka.


Saat Reinar dan Qinyu akan memasuki sebuah restoran, tiba-tiba dari arah belakang mereka Huang Chen dan tiga pengawalnya kembali menghentikan mereka. “Nona, aku ucapkan selamat datang di Kota Sungai Bambu, apa nona ingin aku temani berkeliling?..."


Qinyu dengan cepat menggelengkan kepalanya dan semakin erat memeluk lengan Reinar. “Aku tidak butuh siapapun untuk menemani ku. Apa kamu tidak melihat keberadaan suamiku yang selalu ada di dekat ku?...”


Mendengar itu Huang Chen sedikit menunjukkan senyum sinis nya, tetapi dari sorot matanya, terlihat jelas kalau dia tidak menyukai keberadaan Reinar. “Tuan, mari kita selesaikan ini dengan baik-baik!... Aku punya seratus koin emas, asalkan kamu menyerahkan istri mu padaku, seratus koin emas ini akan menjadi milikmu...”


Reinar ingin langsung mematahkan leher Huang Chen saat mendengar apa yang dia katakan, tetapi dia tidak melakukannya karena masih ada rencana lain untuk membuat mulut Huang Chen terdiam. Namun tak akan ada hari esok bagi Huang Chen kalau dia kembali mencari masalah dengannya.


Reinar melambaikan tangannya dan muncullah kantong besar yang berisi ribuan koin emas. “Aku tidak sedang kekurangan uang dan lagi aku bukan orang miskin. Walaupun aku miskin, aku juga tak akan menjual wanita yang aku cintai. Lebih baik kamu pergi dan jangan suka mengganggu orang yang belum kamu kenal...” Ucap Reinar dengan sedikit membocorkan aura kematian yang dia miliki.


Wajah Huang Chen seketika terlihat jelek saat dia merasakan aura kematian Reinar yang sanggup membuat tubuhnya gemetaran. “Ini adalah Kota milikku, menggertak ku di Kota ini sama saja kau telah menghina seluruh penduduk Kota, dan tak ada hukuman yang pantas kau terima selain hukuman mati!...”


Mendengar perkataan Huang Chen, bukannya takut Reinar justru tersenyum simpul sambil bertepuk tangan. Dia benar-benar tidak berharap akan langsung menghabisi banyak nyawa di saat dia belum genap sehari menginjakkan kaki di Dunia Immortal.


Reinar mengeluarkan setengah aura kematian dan aura kekuatannya yang telah mencapai puncak tingkat Kaisar Dewa. Aura dan kekuatannya membuat tanah yang ada di sekitarnya bergetar dan orang-orang yang semula menonton, dalam hitungan detik mereka sudah lari tunggang-langgang.


Qinyu juga mengeluarkan kekuatan yang setara dengan Reinar. Mereka tak menyembunyikan tingkat kekuatannya, tetapi mereka tak menunjukkan kekuatan penuh yang dimiliki.


Huang Chen dan ketiga pengawalnya jatub berlutut saat merasakan tekanan dari kekuatan Reinar dan Qinyu. Huang Chen benar-benar tidak menyangka kalau pemuda yang dia anggap lemah ternyata jauh lebih kuat darinya, bahkan wanita yang dia inginkan juga bukan lawan yang setara dengan kekuatannya.


Setelah melihat Huang Chen dan ketiga pengawalnya jatub berlutut, Reinar dan Qinyu menarik seluruh aura kekuatan mereka, tetapi Reinar masih mengedarkan aura kematian dari tubuhnya untuk menunjukkan pada semua orang kalau dirinya bukanlah orang sembarangan yang bisa di singgung.


Huang Chen sudah beberapa kali memuntahkan darah dari tubuhnya saat seluruh aura kematian yang dikeluarkan Reinar hanya tertuju padanya. Namun secara tiba-tiba aura kematian Reinar menghilang sesaat sebelum Huang Chen mencapai batasan kekuatannya.


Reinar mendekati Huang Chen yang tak lagi berdaya di hadapannya. “Kau masih sangat lemah walau sudah di tingkat Kaisar Dewa, tetapi kamu cukup lumayan untuk ukuran pemuda manja...” Kata Reinar lalu dia kembali ke tempatnya dan sekali lagi Qinyu memeluk lengannya, dan kembali mereka melanjutkan perjalanan.


Qinyu akan ikut kemanapun Reinar akan membawanya, sekalipun itu ke neraka, dia akan tetap mengikutinya. Tetapi saat Reinar berjalan, tiba-tiba Qinyu mengajukan sebuah pertanyaan kepadanya. “Kenapa sayang ku tidak langsung menghabisi mereka?... Padahal mereka sudah menghina kita, bahkan dia ingin membeli ku dengan harga yang sangat menjijikkan, dan lagi aku merasakan hawa membunuh dari pemuda tadi...”


Mendengar itu Reinar hanya membelai lembut rambut Qinyu sambil tersenyum, tetapi tak sedikitpun keluar kata-kata dari mulutnya. Qinyu adalah satu-satunya sosok Ras Qilin yang masih hidup di seluruh alam semesta. Membuat keributan di saat dirinya masih lemah bukan pilihan terbaik yang bisa diambil Reinar, dia tidak ingin memancing datangnya banyak orang dan tak menutup kemungkinan salah satu dari mereka tahu akan identitas asli Qinyu.


“Aku harus jauh lebih kuat untuk bisa melindunginya!...” Kata Reinar membatin.


Di saat berjalan-jalan menikmati pemandangan Kota Sungai Bambu, Reinar dan Qinyu melihat banyak orang berkumpul di depan sebuah gerbang bangunan yang sangat mewah. Kebanyakan orang-orang itu adalah para pemuda dan pemudi yang usianya masih dibawah 20 tahun.


Dari tempatnya berdiri Reinar dapat melihat selebaran yang dibagikan oleh beberapa orang yang berada di balik pagar yang menjadi pembatas antara mereka dan orang-orang yang berada di luar pagar. Berjalan mendekati pagar, akhirnya Reinar dan Qinyu mendapatkan kertas selebaran yang tengah di bagi-bagikan pada orang-orang yang berkerumun di depan pagar.


Setelah mendapatkan informasi dari kertas selebaran yang baru dia baca, Reinar mengajak Qinyu untuk pergi mendaftar ke tempat pendaftaran calon murid baru Sekte Harimau Putih. Mereka berdua harus membayar satu koin emas untuk mendaftar dan setelahnya mereka langsung pergi.


Reinar dan Qinyu sudah berada di penginapan. Bunga Persik, dan mereka masuk kedalamnya tanpa ada yang berani menghalangi langkah kaki mereka. Reinar memilik kamar terbaik dan memberikan 10 koin emas pada pelayan yang baru saja memberikan pelayanan kepadanya.


“Kamar ini cukup lumayan untuk ukuran sebuah kamar di penginapan sederhana yang berada di pusat Kota Sungai Bambu...”


Reinar merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, begitu juga dengan Qinyu yang telah menemukan tempat yang pas untuk menghabiskan waktu berdua bersama suaminya.


Terdengar suara dua pelayan dari arah luar pintu kamar yang disewa Reinar. Dengan langkah perlahan Reinar berjalan ke arah pintu kamarnya dan langsung membukanya. Dua pelayan terkejut dengan kemunculan Reinar yang tiba-tiba.


Reinar menatap dua pelayan yang terlihat terkejut dengan kemunculannya yang tiba-tiba. Tak hanya terkejut, dalam diamnya sebenarnya mereka juga terpukau dengan ketampanan yang dimiliki Reinar.


“Ehem, ada perlu apa kalian mendatangi kamar ku?...” Kata Reinar.


“Ah, maafkan kami!... Itu di depan penginapan ada Walikota yang datang untuk mencari tuan dan nona. Walikota mengatakan akan menghancurkan penginapan tempat kami bekerja kalau tuan dan nona tidak segera menemuinya...” Ujar salah datu pelayan membalas perkataan Reinar.


Reinar menggelengkan kepalanya saat dia tahu ada orang bod*h yang ingin mencari masalah dengannya. Setelah putranya, kini Ayahnya yang mendatanginya, dan kali ini mereka tak akan dapat kembali tanpa memberi kompensasi yang sepadan karena telah mengganggu waktu bersantai nya.


Dengan enggan Reinar mengajak Qinyu untuk menemui Walikota Kota Sungai Bambu yang menunggu kedatangannya di depan bangunan penginapan. “Istriku, apa menurutmu aku perlu memberi mereka hadiah yang sangat luar biasa karena telah mengganggu waktu bersantai kita?...” Kata Reinar bertanya kepada Qinyu.


Qinyu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia tahu apa yang dimaksud Reinar dengan hadiah luar biasa yang akan dia berikan, dan tentunya dia sangat menyetujuinya. “Karena mereka benar-benar mengganggu waktu kita, maka izinkan aku juga memberikan hadiah untuk mereka!... Bagaimanapun juga mereka telah membuatku kesal...” Kata Qinyu sambil memeluk lengan tangannya Reinar.


Mendengar itu Reinar tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Lilia sudah memberitahunya tentang kekuatan Walikota dan orang-orang yang bersamanya, jadi dia tidak perlu khawatir akan keselamatan Qinyu. “Mereka sepertinya sudah menanti kedatangan kita, bagaimana kalau kita sedikit memberi kejutan untuk mereka?...” Kata Reinar saat melihat orang-orang yang berada di depan penginapan Bunga Persik.


Kedua pelayan yang mengikuti Reinar dan Qinyu terkejut saat melihat betapa santainya dua orang yang mereka ikuti saat mereka melihat Walikota dan puluhan prajurit yang mengawalnya. Mereka bukan sepasang kekasih biasa, isi pikiran dua pelayan yang mengikuti Reinar dan Qinyu.


“Tuan, yang ada di depan dengan memakai pakaian mewah adalah Walikota Huang Kiang, dan yang lainnya adalah prajurit pengawal Walikota...”


Reinar melirik orang yang di tunjuk oleh pelayan, dia melirik sekilas orang itu lalu tersenyum. “Hanya orang bod*h yang sangat lemah, dan lagi dia juga di kelilingi oleh orang-orang yang lebih bodoh dan lebih lemah dari dirinya. Bukan hanya bodoh dan lemah, sepertinya mereka juga sekumpulan orang yang sudah merindukan alan kematian...” Kata Reinar sambil terus melangkahkan kakinya.


Kedua pelayan semakin terkejut setelah mendengar perkataan Reinar yang jelas-jelas meremehkan kekuatan Walikota dan para pengawalnya.


Namu saat mereka melihat ketenangan yang ditunjukkan Reinar dan Qinyu, mereka yakin jika kedua orang itu kuat dan mereka merasa iba dengan Walikota yang sepertinya telah menyinggung orang yang tak seharusnya dia singgung.


“Tuan, kalau terjadi keributan, sebisa mungkin tuan jangan melibatkan penginapan Bunga Persik. Kami hanya mengandalkan penginapan ini untuk mencari uang, kalau ada apa-apa dengan penginapan ini tentunya kami akan kehilangan pekerjaan...”


Mendengar itu Reinar langsung menganggukkan kepalanya. “Kalian tenang saja, dan kalian cukup melihat apa yang akan terjadi pada mereka!...”


°°°


Jangan Lupa Like dan Komentarnya, di kasih hadiah author juga gak nolak.


UP pertama...