The World Emperor System

The World Emperor System
Penguasa Seribu Dunia



Di sebuah kediaman yang berada di wilayah bagian dalam Istana Kekaisaran Dong Ma, seorang pria berjubah hitam dengan motif tulang kepala naga berwarna emas yang ada di bagian belakang jubahnya tengah menatap geram dua sosok berjubah hitam yang tengah berlutut di hadapannya.


Pria itu adalah Barnard, salah satu Jenderal Ras Iblis Kuno yang menyamarkan identitasnya, dan kini dia menjabat sebagai Jenderal tertinggi di Kekaisaran Dong Ma. Namun hari ini Barnard terlihat berbeda, wajah yang biasa dipenuhi dengan kesenangan, kini wajah itu di penuhi urat-urat kemarahan.


“Bukannya kedua wanita itu hanyalah prajurit biasa, bagaimana bisa delapan orang bawahan kalian begitu saja lenyap saat pergi menjemput mereka?... Apa kalian tidak bisa menjelaskan padaku, bagaimana bisa delapan orang itu lenyap dan kalian berdua tidak bisa menemukannya?... Kalian berdua bisa dikatakan orang terkuat ke dua di Benua ini setelah diriku, tetapi membawa dua wanita saja kalian tidak bisa, dan lagi kita haruslah kehilangan delapan orang-orang kita...” Teriak Barnard yang membuat bergetar tubuh dua sosok berjubah hitam yang masih berlutut di depannya.


“Kalian berdua bawa lebih banyak orang, dan seret kedua wanita itu ke hadapanku!...” Perintah Barnard pada dua sosok berjubah hitam yang berlutut di depannya.


“Baik tuanku...”


Dua sosok itu pergi meninggalkan ruang pertemuan yang ada di kediaman Jenderal Barnard, lalu dengan membawa tiga puluh prajurit yang tingkat kultivasinya berada di tingkat Dewa Penguasa tahap awal, kedua orang itu pergi untuk melakukan perintah dari Jenderal Barnard.


Qinyu dan Reinar yang tengah bersantai menikmati indahnya pemandangan air danau yang berkilauan saat terkena sinar matahari, mereka dikejutkan dengan kedatangan puluhan orang dengan niat buruk yang menyertai kedatangan mereka. Reinar dan Qinyu lalu menatap sosok berjubah hitam yang tengah melayang di udara, dan setidaknya ada puluhan prajurit yang berdiri gagah di belakang mereka berdua.


“Kalian berdua, suruh keluar dua orang wanita yang telah membunuh beberapa anggota kami!..." Salah satu sosok berjubah hitam memberi perintah pada Reinar sambil berteriak.


Reinar melihat orang yang baru meneriakinya, lalu dia tertawa sesaat setelah dia selesai mengukur kekuatan orang itu, serta orang-orang lainnya yang berada di sekitarnya. “Aku paling tidak suka kalau ada orang yang meneriaki ku, apa lagi orang itu jauh lebih lemah dariku. Berani meneriaki ku, sama saja mencari mati!...”


Dua sosok berjubah hitam menatap tajam Reinar dengan kedua mata tersembunyi di balik topeng yang mereka gunakan. “Cih, hanya orang lemah berlagak sok kuat di depanku!... Bukan aku yang mencari mati, tapi kau lah yang akan segera mati!...”


Reinar hanya tersenyum sinis setelah mendengar kata-kata dari salah satu sosok berjubah hitam. “Kau bukanlah utusan Dewa Kematian, lalu bagaimana mungkin kau bisa membunuh ku yang merupakan utusan Dewa Kematian?...” Balas Reinar sedikit membocorkan aura kekuatannya.


Reinar bisa saja langsung membunuh sosok berjubah hitam beserta orang-orang yang bersama mereka, hanya saja saat ini dia lebih memilih memainkan drama, dan siapa tahu dia dapat memancing datangnya pemimpin dari kelompok berjubah hitam yang kini ada di hadapannya.


Dengan tingkat kultivasi yang sudah berada di tahap puncak tingkat Dewa Sejati, menghabisi dua sosok di tingkat yang sama dengannya, tentunya bukan perkara sulit. Sekalipun berada di tingkat yang sama, mereka tetap tidak akan bisa mengalahkan Reinar yang merupakan Ras Immortal.


Dua sosok berjubah hitam mengeluarkan aura kekuatannya setelah mereka merasa diremehkan oleh kata-kata yang baru dikatakan Reinar. “Kenapa juga kami harus menjadi utusan Dewa Kematian, kalau kami saja bisa melenyapkan sosok yang kau katakan sebagai Dewa Kematian...”


Reinar dan Qinyu melapisi tubuh mereka dengan aura yang sama kuatnya dari yang dikeluarkan oleh dua sosok berjubah hitam. “Dengan mengeluarkan aura kekuatan yang kalian miliki, apa kalian pikir kami ketakutan dengan aura yang kalian keluarkan?... Kalian hanyalah sekumpulan orang lemah, dan lagi orang dengan aura seburuk kalian tidak pantas hidup di dunia ini...” Kata Reinar bersamaan dengan ledakan aura kuat yang keluar dari dalam tubuhnya.


Aura berbentuk naga dengan sembilan kepala muncul di belakang Reinar, aura yang sangat kuat itu sanggup membuat bergetar seluruh wilayah Istana Kekaisaran Dong Ma, dan aura kuat itu dia arahkan ke arah dua sosok berjubah hitam yang langsung saja jatuh menghantam tanah saat aura itu menekan mereka.


Kedua orang berjubah hitam itu tidak tidak pernah mengira kalau ada sosok yang lebih kuat dari mereka di Kekaisaran Dong Ma. Pria yang mereka lihat masihlah sangat muda, tetapi mereka benar-benar tidak menyangka kalau kekuatan pemuda itu lebih kuat dari kekuatan yang mereka miliki.


“Sial, bagaimana bisa ada orang sekuat itu di Kekaisaran ini, dan lagi dia masih terlalu muda. Padahal aku sudah mengeluarkan seluruh aura kekuatanku, tetapi tetap saja aku tertekan oleh aura kekuatannya...” Gumam lirih salah satu sosok berjubah hitam yang mencoba melawan tekanan aura yang dikeluarkan Reinar.


Saat kedua sosok berjubah hitam masih mencoba melawan tekanan aura yang dikeluarkan Reinar, tiga puluh prajurit yang ikut bersama mereka tiba-tiba jatuh di sekitaran mereka setelah aura yang lebih kuat muncul bersamaan dengan munculnya tiga sosok wanita yang entah datang dari mana, tetapi kini ketiga wanita itu telah berada di belakang dan samping Reinar.


“Hanya makhluk rendahan, beraninya kalian datang ke tempatku!...” Terdengar suara dari salah satu wanita yang ada di belakang Reinar.


Reinar tersenyum saat mendengar suara wanita yang ada di belakangnya. “Kakak Zhia, apa kamu sudah menemukan tempat tinggal pemimpin mereka?...” Tanya Reinar pada Chu Zhia, sosok satu dari dua wanita yang ada di belakangnya.


“Kami sudah menemukan orang itu, dan mungkin saat ini dia tengah putus asa karena tidak bisa keluar dari formasi arai yang aku pasang...” Kata Chu Zhia menjawab pertanyaan Reinar.


Kedua sosok berjubah hitam tiba-tiba merasakan firasat buruk saat mendengar apa yang dikatakan Chu Zhia. “Menemukan orang yang dia cari?... Jangan-jangan mereka berlima adalah orang-orang dari Istana Surgawi, dan orang yang berhasil mereka temukan adalah tuan!...” Salah satu sosok berjubah hitam mencoba menghubungi Jenderal Barnard dengan menggunakan kristal komunikasi jarak jauh.


Tetapi beberapa kali pun dia mencobanya, dia tetap tidak bisa menghubungi tuannya.


Seharusnya kristal komunikasi miliknya dapat menghubungkan dirinya dengan Jenderal Barnard selagi sang Jenderal masih berada di Dunia Immortal, tetapi kali ini dia tidak dapat menghubungi sang Jenderal walau dia masih dapat merasakan aura sang Jenderal di Dunia Immortal.


Jenderal Barnard telah terkurung di dalam arai formasi yang memenjarakannya. Selain tidak bisa keluar dari arai yang memenjarakannya, Jenderal Barnard juga tidak bisa menghubungi orang-orangnya yang berada di luar arai formasi, dan orang-orangnya yang berada di luar arai formasi juga tidak bisa menghubunginya.


Merasakan khawatir akan keadaan tuan mereka, dua sosok berjubah hitam menyatukan kekuatan mereka lalu mereka mencoba membebaskan diri dari aura kekuatan Reinar yang masih memberi tekanan kepada mereka.


Bola mata kedua sosok berjubah hitam kini sepenuhnya berwarna hitam pekat setelah mereka menyerap seluruh kekuatan dari tiga puluh prajurit yang kini telah berubah menjadi abu.


Dengan kekuatan baru yang dimiliki oleh keduanya, mereka dapat dengan mudah melepaskan diri dari tekanan aura kekuatan Reinar, tetapi mereka berdua masih belum bisa melepaskan diri dari orang-orang yang menjadi musuh mereka.


Melihat perbedaan aura yang keluar dari tubuh dua sosok berjubah hitam, Reinar dan yang lainnya tahu kalau kekuatan mereka telah meningkat, dan setidaknya saat ini kekuatan mereka setara dengan ahli di tahap Setengah Langkah tingkat Dewa Pencipta. Walau kuat untuk ukuran kekuatan di Dunia Immortal, tetapi mereka tetap terlihat lemah bagi Reinar dan empat orang lainnya.


“Kalian berani melawan kami, apa kalian sudah tahu apa konsekuensi yang akan dihadapi dunia ini?... Kami adalah pengawal pribadi Jenderal Barnard, membunuh kami atau melukai Jenderal kami, kalian semua serta seluruh orang di dunia ini akan menjadi musuh Ras Iblis Kuno, dan saat itu terjadi, itu adalah akhir dari kalian beserta dunia ini...” Kata salah satu sosok berjubah hitam memberi ancaman.


Namun sayangnya mereka salah dalam mengancam orang. Bagaimana mungkin seorang Pangeran Istana Surgawi dan dua kakaknya takut dengan ancaman kekuatan yang dapat dilenyapkan dengan sangat mudah oleh kekuatan yang dimiliki Istana Surgawi.


Reinar menarik ke atas salah satu sudut bibirnya, lalu dia memamerkan senyum sini di wajahnya kepada dua sosok berjubah hitam sambil memakai cincin pemberian Ayahnya. “Apa seorang Pangeran Istana Surgawi harua takut pada ancaman kalian?... Aku rasa tidak!...” Reinar merasakan aura kuat di keluarkan cincin yang kini ada di jari tangannya, dan masuk ke dalam tubuh dan terus memperlebar luas Dantian serta menguatkan aliran mana yang ada di tubuhnya.


Boommm...


Boommm...


Boommm...


Hanya dalam hitungan detik Reinar telah berhasil menerobos tiga tahap, dan kini kekuatannya telah mencapai tingkat Dewa Pencipta tahap menengah.


“Ka.. kau Pangeran Istana Surgawi?.., dan lagi barusan kau melakukan terobosan tiga kali berturut-turut dalam beberapa detik setelah memakai cincin Penguasa Galaksi!...”


Tubuh kedua sosok berjubah hitam bergetar mengetahui fakta yang ada di hadapan mereka. Mereka bertemu dengan sosok Pangeran Istana Surgawi yang kekuatannya jauh di atas mereka, dan lagi yang mereka melihat sosok Pangeran itu memiliki kecocokan dengan cincin Galaksi, cincin yang menunjukkan kalau pemiliknya akan memiliki takdir sebagai penguasa seribu Dunia.


Menghadapi sosok Penguasa tiga dunia saja dapat membuat Ras Iblis Kuno musnah dalam hitungan detik. Apa jadinya kalau mereka harus melawan sosok seorang pemilik takdir besar cincin Galaksi?... Mereka berdua benar-benar tidak sanggup untuk membayangkannya.


“Ini?... Bagaimana bisa aku menerobos tiga tingkatan sekaligus hanya dengan menyerap energi asing yang di keluarkan cincin jelek ini?... Dan lagi kenapa cincin jelek ini tidak bisa dilepaskan dari jari tanganku?...” Reinar terus mengoceh tanpa melihat ekspresi orang-orang yang ada di sekitarnya.


Chu Zhia benar-benar kehabisan kata-kata untuk menggambarkan seberapa polos adik kecilnya. Awalnya dia akan mengira cincin Galaksi akan menolak keberadaan pemilik barunya, dan dia hanya akan terlihat seperti cincin penyimpanan biasa. Tetapi perkiraannya salah, cincin Galaksi telah menerima adik kecilnya sebagai tuan barunya, dan seharusnya saat ini dia harus berlutut di hadapan sosok yang di masa depan akan mendapatkan gelar Maha Dewa, sosok yang hanya lebih rendah dari sosok yang ada tetapi tidak pernah menunjukkan wujudnya.


Tidak, Chu Zhia tidak ingin berlutut di hadapan adik bod*hnya yang bahkan tidak menyadari kekuatan cincin yang ada di tangannya. Satu-satunya yang ingin dilakukan Chu Zhia saat ini adalah memukul kepala adiknya, dan kebetulan itu juha yang ingin dilakukan oleh tiga wanita lainnya.


Bugh... Bugh... Bugh... Bugh...


Tiga pukulan dengan sukses mendarat di kepala Reinar.


“Kenapa kalian memukulku?...” Tanya Reinar sambil mengelus benjolan di kepalanya.


Para wanita itu tidak menjawab, tetapi mereka justru pergi meninggalkan Reinar dan melesat ke arah dua sosok berjubah hitam yang kini dapat melihat akhir dari hidup mereka.


“Maaf, kalian berdua akan menjadi pelampiasan kekesalan kami kepada pria bod*h yang ada di sana!...” Kata Chu Zhu, lalu dia mulai memukuli kedua sosok berjubah hitam, begitu juga dengan tiga wanita lainnya.


Reinar yang di tinggal sendirian hanya bingung menatap ke arah empat wanita yang baru memukul kepalanya. “Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka?...” Tanyanya kebingungan.


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...


Maaf!!...


Hari ini cuma bisa satu episode karena ada kesibukan yang tak bisa di tinggalkan...