
Di ketinggian langit, Istana langit perlahan bergerak meninggalkan wilayah Kerajaan Yang setelah satu minggu lamanya istana itu berdiam diri di atas wilayah Ibukota Kerajaan Yang.
Zheng Shuang yang telah menemukan pendamping hidupnya, dia memutuskan untuk sementara waktu tinggal di Kerajaan Yang. “Aku akan mengawasi kalian dari tempat ini. Dengan adanya kristal komunikasi dan giok teleportasi di tanganku, kita masih dapat saling berhubungan dan sewaktu-waktu aku akan mengunjungi kalian di Istana langit. Dan selama kita berjauhan, kalian tidak perlu mengkhawatirkan keadaan ku, bagaimanapun juga Kerajaan Yang adalah tempat teraman di seluruh tempat yang ada di Dunia Immortal....”
Pria berjubah putih yang kini akan menggantikannya untuk sementara waktu memimpin keberadaan istana langit segera menganggukkan kepalanya setelah mendengar apa yang di katakan nya. “Hamba pasti menjaga dengan baik keberadaan Istana langit selama ketidak adaan Yang Mulia di Istana langit. Dengan seluruh kekuatan dan kemampuan yang hamba miliki, hamba pastikan tak ada satupun kekuatan asing yang dapat mengganggu kedamaian di Istana langit....”
Zheng Shuang menunjukkan senyumnya begitu mendengar balasan pria berjubah putih, dan pria berjubah putih beserta dua orang yang bersamanya segera pergi meninggalkan Istana Kerajaan Yang setelah memberikan hormat kepada Reinar dan Zheng Shuang.
Dan kini Zheng Shuang resmi akan tinggal di tempat yang sama dengan calon pendamping hidupnya, yang selama satu minggu ini sangat nyaman berada di dekapannya.
°°°
Satu hari setelah Istana langit pergi meninggalkan wilayah Ibukota Kerajaan Yang, Reinar telah bersiap menyambut kedatangan tamu lainnya. Kelompok yang berasal dari Kekaisaran Bintang seminggu yang lalu telah berada di wilayah Benua Selatan, dan mereka baru saja sampai ke Istana Kerajaan Yang.
Dia sudah cukup banyak tahu tentang seperti apa Kekaisaran Bintang dari informasi yang dia dapat dari Lilia, serta dari para bawahannya yang membantunya mencari tahu tentang Kekaisaran Bintang. Tetapi saat ini dia tengah dibuat bingung karena ketidak tahuhannya tentang tujuan dari Kekaisaran Bintang yang datang mengunjungi Kerajaannya.
Kedatangan Kekaisaran Bintang bisa saja menjadi berkah bagi kedua Kekuatan yang akan bertemu, atau bisa saja menjadi musibah untuk salah satu kekuatan.
Reinar memerintahkan kepada para pelayannya di Istana untuk menyiapkan jamuan sederhana untuk menyambut para tamunya yang baru saja datang. Walaupun dia tahu tamunya bukanlah tamu biasa, dia tak akan memberikan sambutan mewah untuk mereka. Setidaknya dia akan menyambut mereka seperti caranya menyambut kedatangan Zheng Shuang.
Reinar yang kini hanya ditemani oleh Rhea dan Shania, dia mengatakan sesuatu kepada mereka. “Kalian akan menemaniku menemui tamu kita dari Kekaisaran Bintang, tetapi apapun yang terjadi, cobalah untuk tetap tenang dan jangan terlalu menunjukkan kekuatan milik kalian!....”
Rhea dan Shania tersenyum menanggapi apa yang dikatakan oleh Reinar, lalu Rhea membalas. “Suamiku, kamu tenang saja. Kami akan melakukan apa yang suami katakan....”
Apa yang dikatakan Reinar adalah cara untuk menguji perwakilan Kekaisaran Bintang yang datang berkunjung ke Kerajaannya. Para pria di Kekaisaran Bintang terkenal akan keinginan mereka yang ingin memiliki seluruh wanita cantik di seluruh Dunia Immortal.
Reinar tentunya tahu berada di tingkat mana kecantikan para istrinya, bahkan calon wanita putranya juga tak kalah cantik dari para istrinya. Kalau para pria di Kekaisaran Bintang merasa telah memiliki banyak wanita cantik di sisi nya, apa mereka masih akan menganggap para wanita mereka cantik setelah melihat para istri Reinar yang kecantikannya bahkan mampu membuat iri ratusan ribu wanita yang tinggal di Istana Surgawi?....
“Sekarang lebih baik kita pergi ke aula Istana dan menyambut kedatangan mereka. Aku merasa akan ada sesuatu yang menarik dan itu sepertinya berhubungan dengan kedatangan mereka ke Kerajaan kita....” Kata Reinar lalu dia berjalan dengan diapit kedua istrinya menuju aula Istana Kerajaannya.
Di saat Reinar dan kedua istrinya sampai di aula Istana Kerajaannya, belasan prajurit pengawal rombongan dari Kekaisaran Bintang tengah berjaga di depan aula Istana Kerajaannya, dan tentunya itu membuatnya keheranan. Karena bagaimanapun juga tempat itu seharusnya dijaga oleh prajurit Kerajaannya.
Tetapi anehnya tempat itu kini justru dijaga oleh prajurit Kekaisaran Bintang yang terlihat begitu arogan, dan sikap yang mereka tunjukkan, menunjukkan seperti apa jatidiri Kekaisaran Bintang yang sebenarnya.
“Kenapa kalian berada di tempat ini?.... Bukannya kalian seharusnya berjaga di depan aula Istana?....” Kata Reinar kepada sekumpulan prajurit Kerajaannya yang biasa berjaga di depan aula Istana Kerajaannya.
Para prajurit itu segera berlutut saat melihat kedatangan Reinar bersama kedua istrinya, lalu sang pemimpin prajurit mulai mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Reinar.
Setelah mendengar apa yang dikatakan pemimpin prajurit penjaga, Reinar bersama kedua istrinya langsung pergi menuju aula Istana Kerajaannya. Para prajurit Kekaisaran Bintang yang tak tahu siapa identitas asli Reinar, mereka mencoba menghentikannya, namun pada akhirnya mereka hanya bisa jatuh berlutut setelah aura yang cukup kuat menekan tubuh mereka.
Xiao Zang dan Xiao Wu yang merupakan sosok Pangeran ke tiga dan ke empat Kekaisaran Bintang telah berada di dalam aula Istana Kerajaan Yang. Keduanya mengedarkan pandangannya ke arah pintu masuk aula Istana Kerajaan Yang saat seorang kasim meneriakkan kedatangan Raja dan Permaisurinya.
“Sangat menarik, setidaknya mereka berdua mulai malam ini dan seterusnya akan menjadi penghangat tempat tidurku....” Gumam lirih Xiao Zang sambil melihat kearah dua wanita yang berjalan mengapit Reinar.
“Apa yang membuat dua sosok Pangeran Kekaisaran Bintang sampai jauh-jauh datang mendatangi Kerajaan kecilku ini?....” Tanya Reinar yang telah duduk di kursi singgasananya.
Xiao Wu dengan enggan menjawab pertanyaan Reinar. “Kami bukan orang yang suka bertele-tele, kedatangan kami hanya memiliki satu tujuan yaitu menjadikan Kerajaan kecilmu ini menjadi bawahan dari Kekaisaran Bintang....” Ujarnya yang tak sedikitpun menaruh hormat kepada sosok Reinar.
Reinar mengerutkan keningnya begitu mendengar apa yang dikatakan Xiao Wu. “Menjadi bawahan Kekaisaran Bintang?.... Apa Kekaisaran kalian sekuat itu sampai ingin menjadikan Kerajaan ku menjadi bawahannya?....” Tanya Reinar yang semakin tak menyukai sifat kedua tamunya.
Kali ini Xiao Zang yang membalas dengan mengangkat suara. “Setelah kemunduran Kekaisaran Dewa Langit, saat ini Kekaisaran Bintang lah yang menjadi Kekaisaran terkuat di dunia ini, dan beruntung bagi Kerajaan kecilmu ini karena kami ingin menjadikan Kerajaan mu ini menjadi bawahan Kekaisaran kami....”
Dengan begitu menyombongkan kekuatan Kekaisarannya, Xiao Zang mejawab apa yang dipertanyakan Reinar. “Maaf tapi aku tidak tertarik untuk menjadikan Kerajaan ku sebagai bawahan dari Kekaisaran Bintang, sekalipun saat ini Kekaisaran Bintang telah menjadi Kekaisaran terkuat di seluruh dunia ini....”
Xiao Zang dan Xiao Wu sangat kesal setelah keinginan Kekaisaran mereka ditolak mentah-mentah oleh Reinar. Menolak keinginan Kekaisaran Bintang?.... Sejak jatuhnya kekuatan Kekaisaran Dewa Langit, tak ada lagi kekuatan di Dunia Immortal yang menolak keinginan Kekaisaran Bintang.
Jikalau ada yang menolak keinginan Kekaisaran Bintang, penolakan itu sama halnya seperti sebuah tantangan bagi Kekaisaran Bintang.
Dengan kesal Xiao Zang kembali berkata kepada Reinar. “Sepertinya kau tidak tahu seperti apa kekuatan Kekaisaran Bintang. Asal kau tahu, Kerajaan kecilmu ini akan dengan mudah kami hancurkan kalau kami menginginkannya....”
Seolah terkejut setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Zang, Reinar membalas. “Maaf, tapi aku memang tidak tahu sekuat apa Kekaisaran Bintang karena setahu ku Kekaisaran Dewa Langit lah yang terkuat di dunia ini....” Kata Reinar dengan tenang.
Saat Wei Zang ingin kembali membalas perkataan Reinar, dia melihat kedatangan wanita yang sama cantiknya dengan kedua wanita yang sejak tadi berada di dekat Reinar. Bahkan wanita itu lebih menariknya setelah dia melihat bagian tubuh dari wanita itu yang semakin membuatnya ingin menyeret si wanita menuju ranjangnya.
Bukan hanya Xiao Zang, tetapi Xiao Wu juga merasakan hal yang sama dengannya.
“Sepertinya putra kita benar-benar tak bisa dipisahkan dari wanitanya, dia cuma mengingatku di saat lapar dan mengantuk....” Keluhan Freya yang mengambil tempat duduk paling dekat dengan Reinar.
Reinar tersenyum lembut kepada Freya. “Biarkan saja, dengan begini bukannya kamu lebih mempunyai banyak waktu untuk menemani ku....”
Freya menunjukkan senyum genitnya setelah mendengar perkataan Reinar. “Segera selesaikan urusan di tempat ini, dan kita bisa melakukan itu berempat....” Kata lirih Freya yang hanya dapat didengar oleh Reinar, Rhea, dan Shania.
Reinar merasakan gairahnya naik setelah mendengar apa yang dikatakan Freya. “Kamu pikir hanya bertiga dapat membuatku puas?.... Setidaknya aku butuh empat orang lagi untuk bebar-benar membuatku puas, dan itupun aku bisa pastikan kalau kalian bertujuh keesokan harinya akan sedikit kesusahan saat berjalan....” Kata Reinar yang tentunya hanya dapat didengar oleh tiga wanita yang ada di dekatnya.
Xiao Zang dan Xiao Wu semakin kesal dengan perilaku Reinar yang tak sedikitpun menghargai keberadaan mereka yang merupakan seorang Pangeran Kekaisaran Bintang. “Berani-beraninya kau mengabaikan kami hanya karena wanita-wanita itu!.... Cih, aku bisa memaastikan kalau tak lama Kerajaan kecilmu ini pasti akan lenyap, dan begitu Kerajaan mu ini lenyap, kau akan melihat para wanita mu menjadi penghangat ranjang kami....”
Reinar tersenyum sinis begitu mereka terpancing dengan keberadaan para istrinya. “Jangan terlalu meremehkan apa yang tak kalian ketahui!....” Balas Reinar.
Balasan Reinar justru semakin membuat Xiao Zang dan Xiao Wu kesal, dan mereka memiliki keinginan kuat untuk menghancurkan Kerajaan Yang dan mengambil seluruh wanita yang berada di sisi Reinar.
“Tunggu saja, tak lama lagi kau akan melihat bagaimana kami menikmati tubuh para wanitamu!....” Kata Xiao Zang lalu tanpa permisi dia pergi meninggalkan aula Istana Kerajaan Yang.
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....