The World Emperor System

The World Emperor System
Sekte Gagak Merah



Kota Gunung Batu, kota kecil milik Kekaisaran Han yang berada di ujung wilayah Kekaisaran dan berbatasan langsung dengan wilayah Kekaisaran Ling.


“Kota ini hanya kota kecil, tetapi aku merasa penduduk kota ini terlihat sombong dan menatap rendah pada para pendatang.” Kata Reinar yang kini tengah berada di Kota Batu setelah lebih dari satu minggu mengelilingi wilayah Kekaisaran Ling.


“Sangat wajar mereka memandang rendah para pendatang. Dengan status Kekaisaran Han yang merupakan Kekaisaran terbesar dan terkuat kedua di Benua Zhongjian, mereka akan selalu merendahkan pendatang dari Kekaisaran lain yang lebih rendah statusnya dibandingkan dengan status Kekaisaran mereka.” Balas Ling Zhe.


“Pada akhirnya mereka tak akan ada bedanya dengan keluarga Zhou.” Kata Reinar.


Ling Feng dan Ling Zhe mengangguk mendengar perkataan Reinar, lalu mereka memutuskan untuk menyewa penginapan untuk menjadi tempat istirahat selama mereka berada di kota Gunung Batu.


Setelah cukup lama berjalan mengelilingi kota Gunung Batu, Reinar tertarik dengan sebuah penginapan yang memiliki empat tingkatan lantai.


“Penginapan di depan terlihat cukup menarik, bagaimana kalau kita menginap di penginapan itu?.” Tanya Reinar.


“Ehm, tapi aku merasa ada yang aneh dengan penginapan itu.” Kata Ling Zhe yang sering melihat sepasang pria dan wanita keluar dan masuk penginapan yang Reinar maksud.


Sesekali Ling Zhe juga melihat seorang wanita masuk ke penginapan bersama dengan dua pria yang bersamanya.


Ling Feng tahu tetap tipe penginapan yang di tuju Reinar, tapi dia juga penasaran akan niat utama Reinar mengajaknya menginap di tempat yang dulunya sering dia kunjungi untuk memuaskan keinginan seorang pria.


Tanpa banyak berpikir, Reinar mengajak Ling Feng dan Ling Zhe masuk ke penginapan dan memesan tiga kamar untuk mereka.


Selesai memesan kamar, mereka bertiga bermaksud untuk pergi ke kamar yang telah mereka pesan, tapi langkah mereka dihentikan seorang wanita dan lima orang pria yang menatap penuh minat kearah mereka bertiga.


“Kalian dua pria tampan bisa ikut denganku, dan biarkan kelima kakakku menemani wanita yang bersama kalian.” Kata wanita dengan makeup tebal yang membuatnya terlihat seperti memakai topeng.


Tubuh wanita itu sedikit memiliki lipatan lemak, dan itu membuatnya sedikit tidak menarik. Dibandingkan dengan Ling Zhe, tentu wanita itu tak ada apa-apanya, dan hanya pria bodoh yang mau menukar wanita secantik Ling Zhe dengan wanita buruk rupa seperti wanita yang terus menebar pesona di hadapan Reinar.


[Tuan, apa aku boleh keluar dan menendang wajah wanita itu?. Aku sudah mual melihat wajah buruknya.]


Kata Lilia yang bisa melihat apapun yang Reinar lihat, dan tidak biasanya dia berkata terus terang tentang ketidaksukaannya pada orang yang ada di sekitar Reinar.


“Biar aku sendiri yang mengurusnya.” Kata Reinar membalas apa yang dikatakan Lilia.


Dengan malas Reinar menghindari wanita di depannya, begitu juga dengan Ling Feng, bahkan Ling Zhe sudah sangat jijik dengan lima pria yang menatapnya dengan air liur yang keluar dari dalam mulut mereka.


Melihat Reinar dan dua orang lainnya mengacuhkan mereka, kelima pria dengan cepat mencegat Reinar dan mengeluarkan aura kekuatan mereka yang sudah pada tingkatan Raja Bumi menengah.


Beberapa tamu penginapan menyingkir setelah merasakan aura lima pria yang sedang menghadang perjalanan Reinar, tapi ada juga tamu penginapan yang sengaja mencari tempat yang pas untuk melihat apa yang akan terjadi.


“Lebih baik kalian turuti keinginan adik ku, dan berikan wanita yang bersama kalian pada kami. Kalian tenang saja, besok pagi kami akan mengembalikan wanita kalian, tapi setelah kami puas menikmati tubuhnya.” Kata salah satu pria sambil menjilati bibirnya sendiri.


“Kenapa juga kami harus menuruti keinginan adik kalian?. Sedangkan kami tidak mengenal kalian.” Kata Reinar yang menatap remeh pada lima pria di depannya.


Melihat tatapan meremehkan dari Reinar pada mereka, wajah kelima pemuda itu menggelap dan urat wajah mereka keluar sebagai tanda jika mereka sedang marah.


“Adikku sudah berbaik hati menyerahkan tubuhnya untuk melayani kalian, tapi kalian ternyata memilih mati. Sepertinya malam ini kami akan berpesta dengan dua wanita sekaligus.” Kata pria lainnya, tapi dia masih bagian dari lima pria yang menghadang Reinar.


“Lakukan jika kamu mampu, tapi jangan menyesali apa yang akan terjadi pada kalian, dan jangan mengatakan kalau aku tidak pernah menginginkan kalian untuk tidak mencari masalah denganku.” Kata Reinar menatap tajam lima pria menjijikkan yang menghadang jalannya.


Ling Zhe yang ada di belakang Reinar sebenarnya sudah tidak tahan ingin menghajar pria-pria menjijikkan yang terus menatap aset berharga yang dia miliki, tapi Ling Zhe masih menahan keinginan dan dia menunggu apa yang akan dilakukan Reinar pada mereka.


“Kalian hanya dua gumpalan sampah yang akan mati secara mengenaskan.” Salah satu pria sangat marah saat Reinar justru mengancam balik dan meremehkan mereka.


Pelanggan penginapan yang melihat perdebatan antara Reinar dan lima pria lainnya, mereka sangat yakin akan terjadinya pertarungan antara Reinar dan lima pria yang menghadang jalannya. “Menurutmu siapa yang menang, pemuda tampan itu atau lima pria pengganggu?.” Tanya salah satu pelanggan penginapan pada rekannya.


“Pertanyaan mu sangat tidak berguna, pemuda itu bukanlah lawan sepadan untuk mereka berlima, dan dari pakaian mereka, aku tahu jika mereka berasal dari sekte Gagak Merah, sekte besar aliran hitam yang kekuatannya menempati urutan kedua.” Kata rekan si pelanggan menjawab pertanyaan yang ditujukan padanya.


Mendengar jawaban rekannya, pelanggan penginapan yang juga tertarik pada kecantikan Ling Zhe, dia hanya bisa menatap iba pada wanita cantik yang begitu menarik untuk dijadikan pendamping hidup. “Sekte itu, mereka menggunakan teknik kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan anggotanya. Sudah sering mereka menculik kultivator wanita untuk membantu mereka meningkatkan kekuatan, dan memuaskan kebutuhan mereka sebagai seorang pria.” Kata si pelanggan penginapan sambil menggelengkan kepalanya.


Kelima pria langsung bergerak menyerang Reinar, sedangkan wanita yang bersama mereka justru tengah menggoda pria lainnya.


“Kami akan menyiksa kalian, dan kematian kalian akan datang setelah kami menikmati wanita itu di depan mata kalian.” Kata salah satu pria yang langsung menyerang Reinar, dan empat pria lainnya juga langsung melakukan hal yang sama.


Gerakan mereka berlima sangatlah cepat, tapi itu masihlah pelan di mata Reinar, bahkan tak butuh waktu lama kelima pria itu terpental dan menghantam dinding penginapan setelah Reinar menghadiahi masing-masing dari mereka sebuah pukulan tepat di area terlarang milik seorang pria.


Ling Feng merasa ngilu melihat tindakan Reinar, berbeda dengan Ling Zhe yang tersenyum lebar melihat apa yang dilakukan Reinar pada lima hama pengganggu yang membuatnya jijik.


“Itu pasti menyakitkan.” Batin Ling Feng melihat lima pemuda yang meringkuk kesakitan setelah terkena pukulan Reinar.


“Kakak ipar memang yang terbaik.” Kata Ling Zhe mengacungkan jari jempol kearah Reinar.


Si wanita tidak percaya kelima saudaranya tumbang hanya dalam satu kali serangan. Dia mencoba lari tapi dia di hentikan Ling Zhe yang tiba-tiba muncul di hadapannya.


“Bukannya tadi kau menginginkan kedua kakakku, lalu kenapa sekarang kamu ingin lari dari tempat ini?.” Tanya Ling Zhe sambil mengeluarkan auranya yang telah meningkat ke tingkatan Raja Langit rendah.


Si wanita jatuh terduduk merasakan tekanan yang Ling Zhe arahkan ke padanya, dia tidak menyangka jika kelompok kecil yang dia singgung ternyata jauh lebih kuat dari kelompoknya.


“Berani memukulku, kau akan menerima balasan dari Ayahku yang merupakan tetua ketujuh di sekte Gagak Merah. Satu pukulan saja, akan membuat kamu dan seluruh keluargamu....”


BOOMMM...


Ling Zhe memukul wajah wanita dari sekte Gagak Merah, dan membuat separuh wajah si wanita hancur setelah menghantam lantai penginapan.


“Jangan mengancam ku dengan nama besar sekte Gagak Merah!. Sekte Gagak Merah memang besar, tapi seharusnya mereka lebih takut akan dua kekuatan besar di belakangku.” Kata Ling Zhe menoleh dan melihat kedua kakaknya yang hanya duduk dan menonton apa yang tengah dia lakukan.


Semua orang bisa mendengar apa yang dikatakan Ling Zhe, dan mereka penasaran akan dua kekuatan besar yang ada di belakangnya sampai dia tidak menganggap keberadaan sekte Gagak Merah di matanya.


“Kau akan mati biarpun ada kekuatan besar yang melindungimu. Ingat baik-baik, sekte Gagak Merah adalah bagian dari Kekaisaran Han, dan kau telah menyinggung kedua kekuatan yang sama kuatnya....”


“Dan aku tidak peduli....”


BOOMMM....


Lagi dan lagi Ling Zhe terus memukul wajah wanita yang terlalu berisik dan mengganggu pendengarannya.


“Sekarang wajahmu lebih baik dari sebelumnya.” Kata Ling Zhe, lalu sebagai penutup dia menendang si wanita dan membuatnya berkumpul dengan lima pria yang tadi bersamanya.


Melihat wajah wanita yang hancur dan sulit di kenali, membuat beberapa orang merinding melihat kekejaman Ling Zhe yang tanpa ampun memberi pelajaran pada wanita yang mengganggunya.


“Wanita itu sangat bahaya, selain cantik, dia juga sangat kejam.” Kata wanita yang bekerja di penginapan dan dia tak lagi berani mengangkat kepalanya di hadapan Ling Zhe.


“Maaf membuat keributan, dan ini sebagai biaya ganti rugi.” Kata Reinar menyerahkan beberapa koin emas pada resepsionis penginapan.


Setelah itu dengan santai Reinar mengajak kakak dan adik iparnya menuju kamar yang telah di pesan tanpa membereskan kekacauan yang melibatkan mereka.


“Katakan pada Kaisar Han Liong jika di kota Gunung Batu ada beberapa orang kuat yang mungkin bisa dia angkat menjadi pilar Kekaisaran.” Kata pria tua pada bawahannya setelah dari awal melihat pertarungan yang terjadi di tempat dia dan para wanitanya menginap.


“Baik tuan....” Kata sosok bayangan yang kemudian pergi meninggalkan penginapan.


“Wanita yang bersama mereka, aku harus bisa mencicipinya, walau itu hanya sekali.” Batin pria tua menatap tubuh indah Ling Zhe dari belakang.


***


Bersambung...