
Benteng perbatasan Kekaisaran Utara dan Kekaisaran Selatan.
Dua hari telah berlalu, dan Reinar serta Freya sudah cukup bosan menunggu kedatangan rombongan prajurit Kekaisaran Selatan.
“Akhirnya mereka datang juga.” Kata Reinar melihat ratusan ribu prajurit Kekaisaran Selatan berjalan dari kejauhan dan semakin mendekati benteng yang kini menjadi milik Reinar.
Reinar dan Freya sedikit merenggangkan tubuh yang dua hari ini jarang mereka gerak kan.
Kali ini Reinar memakai jubah untuk menyembunyikan identitasnya, begitu juga dengan Freya.
Setelah beberapa saat menanti, akhirnya prajurit Kekaisaran Selatan yang di pimpin oleh lima belas Jenderal sampai di depan benteng perbatasan Kekaisaran Utara, dan salah satu Jenderal berteriak menyuruh membuka gerbang benteng.
Reinar dan Freya hanya tersenyum melihat kebodohan seorang Jenderal yang tak sadar jika dia sedang diawasi.
Freya mengeluarkan pedang berwarna emasnya dari kantong penyimpanan miliknya, begitu juga dengan Reinar yang menarik keluar pedang kebesarannya.
“Saatnya menyingkirkan para pengganggu.” Kata Reinar tersenyum dan menatap Freya yang juga tengah tersenyum menatap Reinar.
Wusshh...
Wusshh...
Reinar dan Freya melesat ke bagian belakang prajurit Kekaisaran Selatan, dan langsung melakukan serangan mendadak yang sukses mengejutkan musuh mereka. “Serangan musuh, semua bersiap.” Teriak salah satu Jenderal yang memimpin prajurit baris belakang.
Sringh...
Krekk...
BOOMMM...
Reinar dan Freya terus menebas dan menghilangkan nyawa prajurit yang mendekatinya. Satu, dua, tiga.... dan dalam hitungan detik, sudah ratusan prajurit Kekaisaran yang mati di tangan Reinar dan Freya.
“Sialan, siapa dua orang berjubah itu?. Mereka kuat, aku harus cepat membunuh mereka.” Kata seorang Jenderal dan dia mengajak empat Jenderal lainnya untuk membunuh dua orang berjubah yang terus membantai prajuritnya.
Belum sempat kelima Jenderal bergerak mendekat, Reinar lebih dulu muncul di hadapan mereka. “Kalian tidak perlu repot-repot mendekati kami, karena kami yang akan mendekati kalian dan mengambil nyawa tak berharga yang kalian miliki.” Kata Reinar datar dan dingin.
Tubuh kelima Jenderal bergetar merasakan aura Reinar yang merembes keluar dari tubuhnya, tapi ego dan kesombongan telah menguasai mereka, dan bagi mereka tak ada makhluk yang lebih kuat selain Kaisar yang mereka layani.
“Aku tidak tahu kau itu sosok seperti apa, tapi kau sama sekali tidak pantas menyombongkan diri di depan kami, karena hanya kami yang pantas menyombongkan diri di depan makhluk rendahan seperti dirimu.” Kata salah satu Jenderal menatap sinis kearah Reinar.
Reinar tersenyum lalu berkata. “Aku sombong karena aku memang punya kemampuan, lalu apa yang bisa di sombong kan oleh calon mayat seperti kalian?.” Teriak Reinar yang langsung berteleportasi di belakang salah satu Jenderal dan langsung menebas lehernya.
Reinar kembali muncul di tempatnya semula. “Satu tumbang, dan kalian para makhluk lemah, aku pastikan kalian akan segera menyusul teman kalian yang sudah mati.” Kata Reinar mengejek dan lagi dia berteleportasi ke tempat kerumunan prajurit dan langsung membantai semua prajurit yang ada di dekatnya.
“Suamiku, sepertinya kau sedang bersenang-senang.” Kata Freya yang tanpa lelah membunuh ratusan prajurit hanya dengan satu kali ayunan pedang.
“Bukannya istri cantikku juga menikmatinya.” Balas Reinar sambil tersenyum dan terus mengayunkan pedangnya untuk membunuh prajurit Kekaisaran Selatan.
Lima Jenderal muncul di depan Freya dan langsung menyerangnya, tapi sayangnya mereka salah memilih lawan. Dengan mudah Freya menghindari serangan mereka, bahkan dia berhasil melukai tiga dari lima Jenderal yang menyerangnya.
Kelima Jenderal melompat menjauhi Freya, dan tiga Jenderal yang terluka mencoba memulihkan luka mereka.
“Kita terlalu meremehkannya, lebih baik kita menggunakan kekuatan penuh untuk membunuh salah satu dari mereka.” Kata salah satu Jenderal yang langsung mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membunuh Freya.
Wusshh...
Reinar tiba-tiba muncul di depan mereka berlima dan langsung menyerang tanpa memberikan kesempatan kabur pada mereka berlima.
Dengan pedang sebagai senjata, Reinar memberikan puluhan luka sayatan pada lima Jenderal yang menjadi lawannya.
Puas memberi luka yang cukup parah pada lawannya, Reinar kembali ketempat para prajurit dan kembali membantai sisa-sisa prajurit Kekaisaran Selatan.
Dalam satu jam, prajurit Kekaisaran Selatan telah kehilangan separuh dari jumlah mereka, dan tiga Jenderal telah tumbang serta tujuh lainnya mengalami luka parah.
“Berkumpul dan buat barisan pertahanan.” Teriak Jenderal terkuat yang memimpin sisa kekuatan Kekaisaran Selatan yang di kirim ke Kekaisaran Utara.
Setelah setengah hari pertempuran, hanya tersisa tiga ribuan prajurit dan tiga orang Jenderal yang terlihat masih dalam kondisi prima.
“Hehehe, apa sekarang diantara kalian ada yang masih mau meremehkan kekuatan kami?.” Tanya Reinar sinis dan dia mengirim 10 tubuh bayangannya untuk membantai sisa-sisa prajurit Kekaisaran Selatan.
[Tuan telah mencapai level 12.000, dengan level tuan yang sekarang, tuan dapat membuat 100 tubuh bayangan dengan mengorbankan 40% simpanan mana yang tuan miliki.]
Reinar tersenyum mendengar suara Lilia di pikirannya. “10 tubuh bayanganku sudah lebih dari cukup untuk membantai mereka semua.” Balas Reinar percaya diri.
[Tuan terlalu boros dan terlalu lama, bukannya tuan bisa membunuh mereka dengan sekali serang.]
“Itu tidak akan seru kalau aku membunuh mereka hanya dengan satu kali serangan. Setidaknya aku ingin bermain-main dan menguji seberapa kuat kekuatan fisik ku.”
[Kalau begitu, kenapa tuan tidak menyiksa tiga Jenderal itu sampai mereka mengemis kematian pada tuan?.]
“Itu ide yang bagus.” Kata Reinar dalam pikirannya.
BOOMMM...
BOOMMM...
BOOMMM...
Reinar melihat Freya dan tubuh bayangannya yang membunuh sisa-sisa prajurit Kekaisaran Selatan.
“Istriku sangat mengagumkan. Melihat dia bermandikan darah, entah kenapa aku justru semakin ingin memeluknya lagi.” Gumam lirih Reinar dan dia langsung melesat kearah tiga Jenderal yang mencoba kabur.
Bughh... Bughh... Bughh...
Reinar memukul dan menendang tiga Jenderal Kekaisaran Selatan yang mencoba melarikan diri.
“Uhuk... Uhuk...” Ketiga Jenderal memuntahkan seteguk darah saat Reinar terus memukuli mereka.
“Sialan, mereka berdua benar-benar kuat. Kekuatan mereka jauh dari jangkauan kekuatanku.” Batin salah satu Jenderal setelah dia bisa melompat dan menjaga jarak dengan Reinar.
Reinar menyeringai melihat ketiga Jenderal yang menjaga jarak darinya. “Itu baru permulaan, sekarang aku akan bersungguh-sungguh menyiksa kalian bertiga sampai kalian meminta kematian kalian sendiri padaku.” Kata Reinar yang kembali mengeluarkan pedangnya.
Dengan menggunakan skill penguasaan ruang dan waktu, Reinar dapat muncul dan menyerang ketiga Jenderal tanpa bisa di hindari oleh mereka.
“Aarrgghh...” Jenderal terkuat dari Kekaisaran Selatan berteriak saat kedua lengan dan kakinya dipotong Reinar.
“Itu masih belum cukup.” Kata Reinar yang kemudian membeli serbuk garam dari sistem dan menaburkannya pada luka di lengan dan kaki sang Jenderal.
Sang Jenderal meraung-raung menahan sakit, sedangkan dua Jenderal lainnya semakin ketakutan melihat kekejaman yang dilakukan Reinar.
“Sekarang giliran kalian.” Kata Reinar melihat dua Jenderal yang sudah bermandikan keringat.
“Arrrgghhhh...” Teriak kedua Jenderal bersamaan saat Reinar mencongkel kedua bola mata mereka.
Puas melihat penderitaan mereka, Reinar terus menyiksa mereka dengan brutal, dan tak lama mereka bertiga mati setelah tak sanggup menahan siksaan Reinar.
“Istriku, sisakan dua dari mereka, dan biarkan mereka kembali untuk melaporkan apa yang terjadi di tempat ini pada Kaisar Selatan.” Kata Reinar melihat dua prajurit terakhir yang belum sempat Freya bunuh.
Mendengar itu Freya hanya tersenyum dan membiarkan dua prajurit pergi seperti kemauan Reinar.
“Mari kita kembali dan melihat persiapan mereka.” Kata Reinar dan dia langsung merangkul pinggang Freya.
Dalam sekejap mata Reinar dan Freya menghilang, dan meninggalkan benteng perbatasan yang dipenuhi tubuh tak bernyawa prajurit serta Jenderal Kekaisaran Selatan.
***
***Bersambung...***