The World Emperor System

The World Emperor System
Tradisi Aneh Kekaisaran Wei



Jangan lupa berikan like sebagai penyemangat author serta komentar untuk saling berinteraksi 😊😊😊...


Selamat membaca...


***


[Tuan, sepertinya orang yang sedang tuan cari juga berada di Kekaisaran ini, tetapi aku tidak bisa menemukan keberadaan nya. Ada aura yang menyamarkan keberadaan orang itu, dan aku tidak mendapatkan izin untuk menembus aura itu...]


Reinar hanya menganggukkan kepalanya dan kembali dia melanjutkan membersihkan diri. Selesai membersihkan diri dan memakai pakaian yang cukup mewah, Reinar segera berjalan keluar kamarnya.


Di luar kamar sudah ada Argust dan Alice yang menunggunya, dan tak lama setelah Reinar keluar kamar, Shania dan Ling Yue menyusul keluar dari kamar dengan penampilan yang begitu elegan dan menawan. Dengan cadar yang mereka gunakan, itu justru menambah keanggunan mereka.


“Apa ada sesuatu yang aneh saat aku berada di dalam kamar?...” Tanya Reinar pada Arguat yang sejak tadi bertugas menjaga kamarnya.


“Tidak ada sesuatu hal yang aneh, tapi sejak tadi ada beberapa pria yang mondar-mandir tak jauh dari kamar tuan. Mereka sepertinya sedang menunggu sesuatu yang keluar dari kamar tuan...” Kata Arguat dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.


“Hanya sekumpulan pria lemah yang bersembunyi di balik kekuatan yang ada di belang mereka...” Kata Reinar lalu dia segera menggandeng tangan kedua istrinya, dan mereka berjalan menuju aula Istana Kekaisaran Wei untuk mengikuti acara penjamuan yang diadakan Kaisar Wei Liang.


Ketiganya pun berjalan beriringan dengan Argust dan Alice berjalan tepat di belakang mereka, di tengah jalan mereka bertemu dengan Ling Feng dan Ling Zhe yang langsung berjalan di dekat pasangan mereka masing-masing.


“Kalian akhirnya datang juga. Kemari lah, inilah tempat untuk kita, dan seperti biasa mereka selalu memandang rendah pada Kekaisaran Ling kita...” Kata Kaisar Ling Mou sambil tersenyum sinis melihat orang-orang bod*h yang tak tahu kekuatan asli Kekaisarannya.


“Tempat ini jauh lebih baik, berada di tempat paling belakang tak akan membuat kita menjadi pusat perhatian banyak orang...” Kata Reinar yang terlihat cukup senang dengan penempatan kelompok yang berasal dari Kekaisaran Ling.


Sambil menunggu acara penjamuan besar di mulai, Reinar dengan begitu lahap menikmati buah-buahan segar yang disiapkan ke mulutnya secara bergantian oleh kedua istrinya.


“Adik ipar, aku dengar-dengar, acara ini bukan sekedar acara penjamuan, tapi acara ini juga ajang pencarian jodoh bagi Putra Mahkota Wei Ghuo dan para tuan muda yang hadir di tempat ini...” Kata Ling Feng yang cukup membuat Reinar tertarik.


Kedua istri Reinar tidak sedikitpun tertarik dengan apa yang dikatakan Ling Feng, mereka hanya ingin terus di dekat suaminya dan ber manja-manja dengannya.


Acara penjamuan besar akhirnya di mulai setelah Kaisar Wei Liang sampai di aula istana Kekaisarannya. Dengan penuh wibawa Kaisar Wei Liang memulai acara, dan dia mengucapkan terimakasih kepada para tamu yang datang dan memenuhi undangannya.


Di tengah acara penjamuan Kaisar Wei Liang bangkit dari singgasananya lalu dia mengumumkan pada semua tamu undangan jika hari ini dia akan mencari jodoh untuk Putra Mahkota Wei Ghuo. Selain Putra Mahkota Wei Ghuo, ada belasan tuan muda dari Sekte maupun tuan muda dari keluarga bangsawan yang juga akan mencari jodoh mereka di acara penjamuan yang diadakan Kekaisaran Wek.


“Kakak ipar dan kamu Argust, lebih baik kalian melindungi kedua wanita kalian, takutnya ada yang menginginkan mereka...” Kata Reinar pada dua pria yang mengapit tepat di depan dan belakangnya.


“Kalau mereka sudah bosan hidup, mereka bisa melakukannya...” Kata Ling Feng dengan menunjukkan senyum jahatnya.


“Benar yang saudara Ling Feng katakan, hanya kematian lah yang pantas mereka dapatkan kalau mereka menginginkan sesuatu yang sudah ada pemiliknya...” Kata Argust sambil memeluk pinggang Ling Yue yang terlihat agak malu.


“Baguslah kalau begitu...” Kata Reinar sambil tersenyum.


Di balik senyuman nya, Reinar sudah merencanakan sesuatu yang sangat indah jika ada yang mengusik ketenangannya, terutama untuk Putra Mahkota Wei Ghuo dan beberapa pria buruk rupa yang sedari tadi terus mencuri pandang kearah kedua istrinya.


“Sepertinya mereka sudah tidak ingin lagi melihat keindahan bintang malam...” Kata Reinar lalu dia kembali menikmati waktu kebersamaannya dengan kedua istrinya.


Reinar terus memakan makanan dan minuman yang di berikan kedua istrinya, tetapi sesekali dia membuang makanan dan minuman yang di dalamnya terdapat racun. “Apa hanya ini cara yang terpikirkan oleh otak dungu Putra Mahkota Wei Ghuo?... Sungguh kekanak-kanakan...” Kata Reinar membatin.


Putra Mahkota dari kejauhan tersenyum lebar saat melihat Reinar dengan lahap memakan makanan yang tersaji di atas mejanya.


Tetapi Putra Mahkota Wei Ghuo tiba-tiba mengeratkan genggaman tangannya saat melihat Reinar menyingkirkan semua makanan dan minuman yang telah dia beri serbuk racun mematikan.


“Sialan, sejak awal sepertinya dia sudah tahu jika minuman dan makanan itu ada racunnya, dan dia sengaja menunjukkan nafsu makan besarnya untuk membuatku senang, tapi pada akhirnya dia membuang seluruh makanan dan minuman yang ada racunnya...” Kata Putra Mahkota Wei Ghuo membatin.


“Adik ipar, sepertinya Putra Mahkota Wei Ghuo dan beberapa tuan muda tengah mengincar kedua istri mu...” Kata Ling Feng pada Reinar.


“Kakak ipar tenang saja, apapun rencana yang akan mereka gunakan, mereka bahkan tak akan dapat menyentuh ujung pakaian yang digunakan kedua istri ku...” Kata Reinar.


Sambil duduk di tempatnya dengan santai, Reinar mengirim pesan pada pria tua yang bersembunyi di balik bayang-bayang Kaisar Wei Liang. “Kakek tua, sepertinya aku akan mencongkel kedua bola mata Putra Mahkota Wei Ghuo karena dia masih saja menatap penuh nafsu pada kedua istri ku...”


Rasa takut segera menyelimuti seluruh tubuh pria tua yang bersembunyi di balik bayang-bayang Kaisar Wei Liang saat mendengar suara Raka di pikirannya. “Pemuda ini, bahkan dengan begitu mudah menemukan keberadaan ku yang bahkan tidak bisa dilakukan seorang ahli di tingkat Dewa Langit puncak. Putra Mahkota Wei Ghuo, dia memang sumber masalah...”


Pria tua itu hanya diam dan membiarkan Putra Mahkota Wei Ghuo menerima hukuman dari apa yang telah dia perbuat.


“Yang Mulia, sepertinya kita telah salah menaruh Kekaisaran Ling di tempat yang biasanya ditempati rakyat jelata...” Kata pria tua yang berbicara pada Kaisar Wei Liang.


Kaisar Wei Liang melihat kearah Kaisar Ling Mou dan orang-orang yang dia bawa. Kaisar Wei Liang melihat kebahagiaan di tempat itu seperti yang dulu sering dia lihat.


“Mereka sadar dengan posisi Kekaisarannya yang begitu lemah, dan lihatlah, mereka sudah bahagia berada di tempatnya..." Kata Kaisar Wei Liang lalu dia kembali mengabaikan keberadaan Kekaisaran Ling.


Tapi di dalam hatinya Kaisar Wei Liang selalu merasakan ketakutan saat melihat kearah Reinar, sosok pemuda yang akan dia singkirkan dalam acara yang diadakan di Kekaisarannya.


Di tempat para tuan muda berkumpul dimana di tempat itu juga ada Putra Mahkota Wei Ghuo. Mereka saat ini tengah melihat-lihat wanita yang mereka inginkan untuk dijadikan istri.


Di Benua Zhongjian berlaku sebuah tradisi boleh mengambil istri orang lain asal orang itu bisa mengalahkan suami si wanita. Karena tradisi itu juga banyak pria yang mengincar kedua istri Reinar, dan itu membuat senang hati Putra Mahkota Wei Ghuo.


“Kalian akan mempermudah jalanku. Sekalipun pria itu menang saat menghadapi mereka, dia pasti akan kelelahan dan saat itulah aku akan mengalahkannya...” Kata Putra Mahkota Wei Ghuo membatin.


Di dekat meja para tuan muda, di sana ada belasan pria tua dengan perut buncit yang selalu mencintai daun muda, tapi kali ini mereka justru tertarik dengan dua wanita bercadar yang terlihat sedang mengandung. Selain dua wanita bercadar, mereka juga tertarik pada dua wanita yang berada di tempat Kekaisaran Ling.


“Saudaraku, bagaimana kalau kita rebut mereka berempat dan setelahnya kita akan menikmati tubuh mereka secara bersama-sama?...”


“Mereka berasal dari Kekaisaran Ling, apa kamu yakin akan membuat masalah dengan mereka?...”


Kedua orang itu melihat keadaan Kaisar Ling Mou, dan kemudian tersenyum saat melihat kekuatan Kaisar Ling Mou yang hanya di tingkat Dewa Rendah menengah.


“Apa kamu takut dengan Kekaisaran Ling?... Aku saja tidak menempatkan kekuatan Kaisar mereka di daftar orang yang akan membuatku sedikit berhati-hati saat berhadapan dengannya...”


“Setelah melihat kekuatan Kaisar Ling Mou, bahkan aku ingin merebut istrinya yang lumayan cantik dan berisi di bagian yang aku suka...”


“Kalau kamu ingin, kamu tinggal melakukannya. Kalau kamu tidak mau turun tangan, biar aku yang menyeret Qin Xia ke hadapan mu, dan mungkin kita bisa membuat mulutnya menjadi lumbung cairan kenikmatan yang keluar dari milik kita...”


Kedua orang itu lalu tertawa lirih dengan pandangan buas menatap para wanita yang ada di tempat yang disediakan khusus untuk anggota keluarga Kekaisaran Ling.


“Teknik kabut ilusi sangat berguna, bahkan sekarang tidak ada yang tahu jika aku setidaknya jauh lebih kuat dari mereka...” Kata Kaisar Ling Mou membatin sambil diam-diam melihat dua pria yang terus melihat kearah gundukan daging segar di dada Permaisurinya yang terlihat begitu menantang.


Merasa tidak ada yang mengetahui kekuatan aslinya, Kaisar Ling Mou merasa jika itu jaub lebih baik. Tanpa adanya orang yang tahu kekuatan aslinya, dia bisa dengan mudah menghajar orang-orang yang mencari masalah dengannya.


Acara penjamuan besar telah selesai, dan sekarang acara yang telah di tunggu-tunggu para wanita akan segera dimulai. Banyak wanita yang berasal dari keluarga bangsawan segera mengambil posisi duduk yang begitu anggun dengan membusungkan dadanya. Mereka ingin menarik perhatian dari Putra Mahkota dan para tuan muda dengan kecantikan serta keindahan tubub yang mereka miliki.


“Putraku dan kalian para generasi muda silahkan maju, supaya aku bisa segera memulai acara khusus untuk kalian...” Kata Kaisar Wei Liang.


“Baik Yang Mulia...” Kata Putra Mahkota Wei Ghuo dan yang lainnya.


Mata Putra Mahkota dan seluruh tuan muda mulai mencari keberadaan wanita yang mereka inginkan. Putra Mahkota Wei Ghuo dan beberapa tuan muda yang menginginkan kedua istri Reinar, mereka tak tertarik dengan wanita lainnya. Mereka hanya fokus pada dua wanita yang terlihat begitu sempurna walau sebagian wajah mereka tertutup cadar.


Mereka bagaikan singa kelaparan yang siap menerkam mangsanya, tapi masih belum ada satupun dari mereka yang maju duluan untuk menantang Reinar.


“Bagaimana jika kita berdua langsung menyerangnya?...” Kata salah satu tuan muda.


“Dia memiliki dua orang istri. Menurut tradisi kita diperbolehkan menyerang dia secara bersamaan, dengan syarat kita sudah menentukan siapa yang kita inginkan dari kedua istrinya...” Kata tuan muda lainnya.


“Kalau begitu apa lagi yang kita tunggu?... Mari kita habisi pria lemah itu!...” Kata tuan muda pertama lalu dia dan tuan muda di dekatnya maju untuk mengajukan tantangan.


“Tuan yang ada di sana, kami menginginkan istrimu. Menyerah, atau bertarung sampai mati?..." Kata tuan muda yang merupakan putra salah satu Menteri di Kekaisaran Wei.


“Dua orang bod*h menunjukkan kebod*hannya...” Kata Ling Feng sambil melihat kearah Reinar.


Reinar hanya tersenyum dan dia bangkit dari tempat duduknya untuk menerima tantangan dari dua tuan muda yang begitu berambisi mendapatkan kedua istrinya.


“Kalau aku yang menang, apa yang akan aku dapatkan?...” Kata Reinar yang telah berdiri di depan dua tuan muda yang menantangnya...”


Kedua tuan muda itu tersenyum meremehkan. “Kalau kamu menang, kamu berhak membunuh kami, ya walaupun pada akhirnya kamu juga yang akan mati...” Kata salah satu tuan muda.


“Kalau begitu, aku akan mengambil nyawa kalian...”


Swusshh...


Reinar menghilang dari tempatnya dan detik berikutnya dia muncul di depan dua tuan muda yang menantangnya. “Katakan selamat tinggal pada dunia...”


BOOMMM... BOOMMM...


***


Bersambung...