
Jangan lupa biasakan like sebelum baca, dan tinggalkan komentar setelah selesai membaca.
satu saja like dan komentar kalian, itu adalah penyemangat tambahan untuk author.
***
***
Ledakan dahsyat menggetarkan tanah dan langit saat pukulan Reinar menghantam dengan telak wajah Naga Bumi.
Suasana seketika menjadi hening saat tubuh besar Naga Bumi terlempar hingga menghantam sebuah bukit yang tak jauh dari tempatnya bertemu dengan Reinar.
“Uh, lumayan.” Kata Naga Bumi lalu dia bangkit berdiri.
“Apa itu sakit?.” Tanya Reinar melihat luka bekas pukulannya di wajah Naga Bumi.
“Apa, sakit?. Ini tidak ada rasanya.” Ungkap Naga Bumi.
Swusshh.... Reinar muncul di dekatnya lalu dia kembali memukul wajah Naga Bumi dengan kekuatan petir 100 kali lebih besar dari serangan pertamanya.
Baaammm...
BOOMMM...
Sekali lagi tubuh Naga Bumi terlempar dan membentur pepohonan. Mata Naga Bumi yang semula berwarna biru berubah menjadi merah setelah dia terkena dua pukulan Reinar. Pukulan kedua Reinar membuat separuh wajah Naga Bumi mati rasa, dan membuatnya semakin marah.
Swusshh.... Naga Bumi melesat ke arah Reinar untuk melakukan serangan balasan. Tubun Naga Bumi yang tinggi besar bahkan tak menjadi penghambat gerakannya yang sangatlah cepat.
Naga Bumi menggunakan cakarnya untuk mencabik-cabik dan menghancurkan tubuh Reinar, tapi dengan pedang di genggaman tangannya Reinar mampu menahan serangan Naga Bumi.
BOOMMM...
Tubuh Reinar dan tubuh Naga Bumi sama-sama terpental mundur saat mereka saling beradu kekuatan.
Swusshh... Mereka berdua kembali saling bertukar serangan dan saling mencari titik lemah lawannya.
“Kau lumayan kuat untuk ras yang keberadaannya tak pernah aku anggap.” Kata Naga Bumi mengejek.
“Apa kau yakin kalau aku adalah ras yang kamu maksud?. Sedangkan saat ini aku merasa ras ku jauh lebih unggul daripada ras binatang buas seperti dirimu.” Kata Reinar mengejek balik Naga Bumi.
Naga Bumi diam mendengar apa yang di katakan Reinar. Tampilan Reinar memang tak ada bedanya dengan tampilan ras manusia, tapi Naga Bumi merasa aura Reinar sama sekali bukanlah aura seorang manusia.
“Auranya mirip dengan aura orang yang dulu mampu mengalahkan ku hanya dengan sentilan jarinya. Tapi kekuatannya tak sampai menyamai setengah kekuatan orang itu.” Batin Naga Bumi mengingat sosok pemuda yang dulu pernah mengalahksnnya.
“Aku akan serius menghadapi mu.” Kata Naga Bumi lalu dia memejamkan mata dan tak lama duri-duri tajam keluar dari kulit tubuhnya, dan menambah seram penampilannya.
“Hahahaha.... Sekarang kau justru mirip dengan kadal berduri.” Reinar menertawai penampilan baru Naga Bumi, tapi dia tahu jika lawannya itu sudah masuk mode serius.
“Tertawa lah sebelum aku menertawakan kematian mu.”
“Kemarin lh, dan buktikan kata-kata besar mu!.” Kata Reinar yang telah memegang pedang genggaman tangannya. Terlihat bilah pedang Reinar terdapat derak petir yang merupakan kelemahan elemen tanah milik naga bumi.
“Aku akan membuktikannya dan menutup mulut sombong mu.” Kata Naga Bumi sambil menembakkan duri-duri tajam kearah Reinar.
BOOMMM...
BOOMMM...
Ledakan terjadi saat pedang Reinar menghancurkan duri-duri tajam yang melesat ke arahnya.
Swusshh... Reinar muncul di samping Naga Bumi dan mengayunkan pedangnya untuk memotong langsung duri-duri tajam di tubuh Naga Bumi.
BOOMMM...
BOOMMM...
Ratusan duri di tubuh Naga Bumi berhasil Reinar hancurkan, dan itu membuat Naga Bumi sedikit terluka.
“Sialan!. Kekuatan elemen petir nya sangat menyulitkan ku.” Gumam Naga Bumi terbang menjaga jarak dengan Reinar.
“Kau memang kuat, tapi aku sudah tahu kelemahan mu, dan terima ini....”
“Tarian pedang petir langit....” Teriak Reinar lalu dia berteleportasi di depan tubuh Naga Bumi.
Swusshh... Swusshh... Reinar menggunakan pedangnya untuk menyerang Naga Bumi. Gerakannya yang cepat dan kelincahan berpedang nya, membuat Reinar terlihat seperti menari di atas langit dengan seekor naga yang kondisinya semakin memburuk.
Baammm...
Baammm...
BOOMMM...
Suara rentetan ledakan terdengar saat Reinar menghancurkan seluruh duri yang ada di tubuh Naga Bumi, dan suara ledakan menggema saat Reinar menendang tubuh Naga Bumi dan membuat tubuh besar itu melesat jatuh menghantam tanah.
“Kau tidak mengecewakanku, tapi sepertinya tubuhmu sudah mencapai batasnya” Kata Naga Bumi.
“Kau juga tak lebih baik dariku. Lihatlah, bahkan kaki mu bergetar hanya untuk menompang berat tubuhmu.” Balas Reinar.
“Haaahhh.... Sepertinya harus ada yang mati diantara kita untuk mengakhiri pertarungan kita.”
Reinar menggelengkan kepalanya. “Dari awal aku tidak punya niatan untuk bertarung sampai mati denganmu. Kau tahu, aku hanya ingin menguji kekuatanku, dan ini tidak membuatku kecewa.” Kata Reinar lalu dia turun di dekat Naga Bumi.
Naga Bumi melihat keseriusan di mata Reinar. “Entah kenapa mata mu tidak asing bagiku, dan aku merasa kita memiliki sifat yang sama. Sama-sama menyukai pertempuran dan tantangan.” Kata Naga Bumi lalu jatuh terduduk karena kakinya tak lagi sanggup menopang berat tubuhnya.
“Hei naga bod*h, apa kamu mau berteman denganku?.” Tanya Reinar yang tanpa takut membaringkan tubuhnya di samping Naga Bumi.
“Bocah sialan, siapa yang kau panggil naga bod*h?.” Teriak Naga Bumi tapi dia tak lagi mengumbar amarahnya.
“Tentu saja kamu, memangnya ada naga lain di sekitar sini selain dirimu?.”
“Dari awal kau memang menyebalkan, dasar ras rendahan!.”
Swusshh.... Reinar menembakkan setetes darah ke kening Naga Bumi dan seketika membuatnya terdiam.
“Sekarang apa kamu sudah mengerti?.” Tanya Reinar.
Naga Bumi masih terdiam. Dalam diamnya dia mencoba menyerap darah murni seorang immortal yang diberikan Reinar padanya.
Dalam waktu singkat Naga Bumi berhasil menyerap kekuatan darah yang diberikan Reinar, dan tak lama dia merasa luka di tubuhnya telah sembuh serta kekuatannya sedikit meningkat.
“Tuanku, terima lah hormatku.” Naha Bumi menundukkan kepalanya setelah tahu jika Reinar berasal dari ras tertinggi, ras immortal.
Reinar tersenyum. “Aku tidak butuh hormatmu, aku cuma butuh kesetiaan mu.” Kata Reinar.
“Tuan, aku Ling Long akan setia dan mengabdi pada tuan.” Kata Ling Long, Naga Bumi yang kini menganggap tuan sebagai tuannya. “Sahabatku, aku sudah bertemu dengan putramu, dan seperti janjiku, aku akan mengabdikan hidupku padanya.” Batin Ling Long mengingat sosok sahabatnya di masa lalu.
“Putraku di masa depan mungkin akan mendatangi tempatmu. Ingatlah, selain aku, hanya dialah ras immortal di dunia ini.” Kata pemuda yang telah merawat Ling Long saat dia terluka, dan sejak hari itu mereka menjalin hubungan baik sebagai seorang sahabat.
Reinar terpikir akan sesuatu setelah mendengar nama Naga Bumi. “Kakak Long, apa kamu masih memiliki hubungan dengan Kekaisaran Ling dan keluarga Ling?.” Tanya Reinar.
Swusshh.... Ling Long merubah wujudnya menjadi manusia yang penampilannya sangat mirip dengan Ling Feng.
“Tuan, aku adalah leluhur keluarga Ling dan aku adalah Kaisar pertama Kekaisaran Ling, tapi karena sebuah misi yang aku buat, aku dan beberapa pengikut ku harus menetap di hutan ini.” Kata Ling Long membuat Reinar terkejut.
Wusshh... Wusshh...
Belum hilang keterkejutan Reinar, Ling Feng dan Ling Zhe datang dan langsung berlutut di depan Ling Long.
“Salam leluhur....” Kata Ling Feng dan Ling Zhe bersamaan.
“Kau pasti Ling Feng dan Ling Zhe putra dan putri dari cucuku, Ling Yuan.” Kata Ling Long yang pernah bertemu dengan Ling Feng dan Ling Zhe beberapa ratus tahun yang lalu.
Ling Feng dan Ling Zhe menganggukkan kepalanya. “Aku tidak menyangka jika leluhur masih mengingat kami.” Ungkap Ling Feng.
“Aku adalah kakek buyut kalian. Bangunlah dan panggil aku kakek buyut sepertu dulu kalian memanggilku.”
Ling Feng dan Ling Zhe bangun dan menatap wajah Ling Long yang tak sedikitpun mengalami perubahan sejak terakhir kali mereka bertemu.
Wushhh.... tiba-tiba Reinar muncul di belakang Ling Feng dan Ling Zhe, dan dengan kejam dia menarik telinga mereka berdua.
“Awwa.... Adik ipar, apa yang kamu lakukan?.” Tanya Ling Feng.
“Kakak ipar, itu sakit.” Kata Ling Zhe.
Reinar menatap mereka bergantian. “Kenapa kalian tidak mengatakan padaku kalau kalian tahu akan siapa itu sosok Naga Bumi?. Dan kenapa kalian baru muncul setelah kami selesai bertarung?.” Tanya Reinar masih menarik telinga mereka berdua.
“Oh itu, karena kalian berdua suka bertarung, jadi aku pikir kalian akan bahagia saat bertarung.” Jawab Ling Feng.
“Pertarungan kalian sangat seru, mana mungkin kami menghentikannya.” Kata Ling Zhe sambil.
“Huuuuh....” Reinar melepaskan telinga mereka berdua. “Lain kali aku pasti akan menghukum kalian jika menutupi informasi yang begitu penting.” Kata Reinar lalu duduk kembali dengan beralaskan tanah.
“Kakak Long, mulai sekarang aku akan memanggilmu kakek buyut seperti cara mereka berdua memanggilmu, karena aku adalah suami dari putri cucumu.” Kata Reinar.
“Tapi tuan, buka....
“Jangan membantah, karena aku tidak suka di bantah, dan lebih baik kalian bersiap karena ada banyak tamu yang segera datang.” Ungkap Reinar merasakan aura dari binatang buas tingkat Abadi Bumi sampai tingkat Dewa Rendah Puncak dengan jumlah lebih dari seribu ekor.
***
Bersambung...
42 K. lagi menuju 1 M.