
Setelah kekacauan di depan kamar Yang Yifei berhasil di atasi, dengan langkah pasti Reinar mulai memasuki kamar dengan dekorasi mewah. Terlihat seorang wanita berpakaian putih tengah terbaring di atas sebuah ranjang di ruangan yang Reinar masuki.
Ruangan yang Reinar masuki adalah kamar milik Yang Yifei, dan dia hanya seorang diri saat memasuki ruangan.
Pada umumnya sebuah pernikahan harus dihadiri kedua mempelai, tetapi baru saja Reinar melakukan pernikahan dengan Yang Yifei tanpa kehadiran sang mempelai wanita, dan saat ini Reinar harus menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami pada istri yang baru dia nikahi.
Reinar mencoba menyentuh tangan Yang Yifei. Dingin, itulah awalnya yang dirasakannya saat pertama kali menyentuh salah satu bagian tubub Yang Yifei. Tetapi tangan Yang Yifei perlahan menghangat saat Reinar merasakan adanya energi yang saling mengikat antara dirinya dengan Yang Yifei.
“Wajahnya sedikit terlihat lebih cerah dari sebelumnya dan suhu tubuhnya juga tak sedingin saat pertama kali aku memegang tangannya...” Kata Reinar yang merasa suhu badan Yang Yifei mulai mendekati suhu normal tubuh seorang manusia.
Walaupun sering melakukannya dengan para istrinya, Reinar masih butuh keberanian lebih untuk melakukannya dengan Yang Yifei, sosok wanita yang bahkan lebih cantik dari kesepuluh istrinya. Dalam keragu-raguan nya, Reinar melihat lembah diantara dua bukit kembar milik Yang Yifei yang membuatnya terus-menerus menelan ludah secara kasar.
Tak lama setelah merasa ragu dan kekurangan keberanian, hanya karena godaan sepasang bukit yang memiliki lembah, Reinar dengan berani naik keatas ranjang dan langsung saja mencium Yang Yifei. Merasakan rasa manis dari bibir Yang Yifei, membuat Reinar tak mau berhenti saat menciumnya.
Reinar langsung membuka pakaian Yang Yifei dan setelahnya dia membuka pakaiannya sendiri. Mata Reinar sangat mengagumi tubuh polos Yang Yifei, dia akui kalau tubuh Yang Yifei membuatnya tertarik, tetapi dia harus mengakui kalau tubub seluruh istrinya selalu membuatnya tertarik.
“Ini sudah kesekian kalinya aku melakukan ini, awalnya memang menyiksa, tetapi akhirnya aku ingin terus mengulanginya...” Kata Reinar yang tengah menindih tubuh Yang Yifei dan kembali dia mencium bibir wanita yang baru dia nikahi.
Tubuh Yang Yifei yang semula merespon apa yang dilakukan Reinar, tiba-tiba Reinar merasakan balasan dari ciuman yang tengah dia lakukan.
“Kondisinya sepertinya sudah semakin membaik. Dia sudah mulai berkeringat dan yang lebih penting miliknya sudah mulai basah...” Ucap Reinar yang tengah bersiap melakukan apa yang biasanya dilakukan oleh pasangan pengantin baru.
Saat darah mengalir dan terdengar erangan kecil dari mulut Yang Yifei, saat itulah Reinar telah melakukan tugas pertamanya sebagai seorang suami.
Setelah menyelesaikan bagian awal yang sulit, Reinar mulai menikmati kehangatan milik Yang Yifei, dan mulailah dia memacu tenaganya untuk mengarungi malam panjang yang diiringi suara-suara lirih yang keluar dari mulut Yang Yifei.
°°°
Kamar Yang Yifei.
Paginya Reinar bangun saat matahari sudah meninggi. Saat pertama kali dia membuka mata, dia melihat wajah cantik Yang Yifei yang tengah berada di atas tubuhnya. Yang Yifei tengah tersenyum dan wajahnya sangat dekat dengannya.
Napas Yang Yifei terasa menerpa wajahnya, begitu juga napasnya yang tengah menerpa wajah Yang Yifei. Walau semalam telah melihat wajah Yang Yifei, baru kali ini Reinar menyadari kalau wajah Yang Yifei sama dengan wajah wanita yang dulu pernah membuatnya merasakan indahnya sebuah pertemanan.
Saat dia ingin menanyakan sesuatu pada Yang Yifei, tiba-tiba Yang Yifei mencium singkat bibirnya lalu dia menganggukkan kepalanya. Anggukan kepala Yang Yifei merupakan jawaban apa yang ada di pikiran Reinar, dan setelah itu dia langsung memeluk tubuh Yang Yifei dengan erat.
Setelah Reinar melepas pelukannya, dengan usil Yang Yifei memegang milik Reinar yang mengeras di saat tertimpa pantatnya. “Ribuan tahun aku selalu berharap untuk kembali bertemu denganmu, dan hari ini harapan itu terkabulkan. Terimakasih karena kamu kembali menyelamatkan ku, sekarang izinkan aku sedikit memberikan hadiah!...”
Kepala Yang Yifei tepat berada di depan milik Reinar yang tengah mengeras dengan sempurna. Tanpa sedikitpun rasa jijik, Yang Yifei mulai menikmati menu sarapan paginya, dan sarapan paginya di tutup dengan cairan kental yang memenuhi mulutnya.
Reinar menyuruh Yang Yifei memuntahkan cairan itu, tetapi dia justru menelannya. “Aku sangat lapar, dan yang barusan adalah menu pembuka setelah cukup lama aku hanya bisa berbaring di atas tempat tidur...” Kata Yang Yifei sambil mengelap sisa cairan yang belepotan di sekitaran bibirnya.
“Hah, dia lebih mengerikan dari istriku yang lainnya...” Kata Reinar dalam hati, lalu dia menggendong Yang Yifei menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang terasa lengket karena keringat yang mengering setelah pertarungan mereka di malam pertama setelah mereka resmi menjadi sepasang suami istri.
Setelah mandi dan memakai pakaian yang terlihat masih baru, keduanya keluar dari kamar dengan Yang Yifei memeluk lengan tangan Reinar. Saat berada di luar kamar, wanita yang tak kalah cantik dengan Yang Yifei telah menyambut mereka, dan wanita itu langsung memeluk tangan kanan Reinar.
Reinar menunjukkan senyum lembutnya ke arah Qinyu, wanita cantik lainnya yang kini tengah memeluk lengan tangan kanan Reinar, dan dengan dua wanita cantik yang akan membuat iri para pria, Reinar berjalan kearah para petinggi Sekte Mawar Putih.
Di tempat itu Reinar juga dapat melihat Yang Zi dan Yang Mi yang terlihat bahagia saat melihat Yang Yifei telah pulih seperti sedia kala.
Semakin melangkah kedepan, Reinar dapat dengan jelas melihat ribuan murid Sekte Mawar Putih yang terlihat bahagia saat melihat Patriak Sekte mereka telah pulih dari racun yang selama ini terus menyiksanya.
“Selamat atas kesembuhan Patriak Sekte...” Kata seluruh tetua dan murid Sekte Mawar Putih sambil berlutut.
Yang Yifei mengangkat tangannya untuk membalas ucapan mereka, dan juga itu sebagai tanda agar mereka bangkit dan tak lagi berlutut di hadapannya.
Setelah semua orang telah bangkit, Yang Yifei mulai bersuara. “Sebagai Patrik Sekte Mawar Putih, aku mengucapkan terimakasih kepada kalian semua yang tengah berusaha mati-matian melindungi Sekte kita di saat aku dalam keadaan kritis. Kini aku telah pulih, dan aku pastikan tidak akan ada lagi yang dapat mengusik ketenangan Sekte kita. Aku secara khusus juga mengucapkan terimakasih pada kedua murid ku Yang Zi dan Yang Mi, berkat kalian aku bisa bertemu orang yang selama ini aku nantikan, dan orang itu juga lah yang talah menyembuhkan ku...”
Yang Yifei masih memeluk lengan kiri Reinar, seolah dia ingin menunjukkan kalau pria yang dia peluk adalah miliknya, walau dia tahu kalau bukan hanya dia satu-satunya wanita di kehidupan Reinar.
Di Dunia Immortal seorang pria memiliki lebih dari 10 wanita adalah sebuah kewajaran. Populasi pria jauh lebih sedikit dibandingkan dengan populasi wanita. Karena adanya perang yang terus-menerus terjadi, banyak pria yang mati di medan peperangan, dan itu membuat perbandingan jumlah pria dan wanita sangat jauh dari kata seimbang.
Setidaknya, satu pria akan berbanding dengan 20 wanita, dan jumlah itu mungkin akan terus meningkat seiring dengan perang yang sering terjadi.
Saat seluruh orang di Sekte Mawar Putih tengah merayakan kebahagiaan atas kesembuhan Patriak Sekte mereka, dari arah gerbang Sekte muncul Raja Tang Hei bersama Putra Mahkota Tang Yu.
“Apa yang kau inginkan?...” Tanya Yang Yifei yang tak sedikitpun menaruh hormat pada Raja Tang Hei.
“Melihatmu sudah sembuh, sepertinya acara pernikahan kita bisa segera dilakukan. Patriak Yang Yifei, aku harap kamu tidak mengingkari perjanjian yang sudah kita sepakati!...” Kata Raja Tang Hei sambil menunjukkan senyum liciknya.
“Janji?... Janji apa yang telah aku sepakati sampai harus membuatku menikahi orang licik sepertimu?...”
Raja Tang Hei mengeluarkan gulungan kertas dari balik lengan pakaiannya. “Sesuai perjanjian yang telah kita buat sebelum pertarungan 6 bulan yang lalu, kamu akan menjadi istriku kalau kalah dalam pertarungan, dan nyatanya kamu kalah, bahkan butuh waktu enam bulan lebih untuk membuatmu pulih dari luka...”
Yang Yifei membaca tulisan yang ada di gulungan kertas, lalu dia mengembalikan gulungan itu pada Raja Tang Hei. Yang Yifei tersenyum lalu berkata. “Raja Tang Hei yang terhormat, aku memang kalah, tetapi seharusnya kamu tahu apa yang membuatku kalah, dan aku heran apa yang membuatmu berani mendatangiku setelah mendengar kabar kesembuhan ku?...”
Raja Tang Hei berjalan mendekat kearah Yang Yifei yang tak lagi memeluk lengan Reinar, tetapi Reinar dan Qinyu tetap berada tepat di belakangnya.
Raja Tang Hei berhenti dua langkah di depan Yang Yifei. “Pertempuran waktu itu tidak melarang penggunaan racun. Ya, aku memang licik, tetapi kenyataannya akulah pemenangnya dan kamu sudah kalah...”
Yang Yifei menggertakkan rahangnya geram. Dia benar-benar tidak menyangka akan dipertemukan dengan orang yang sangat licik seperti Raja Tang Hei.
“Pernikahan kita akan dilangsungkan satu minggu dari sekarang. Rawat dengan baik tubuh mu, karena aku ingin menikmati keindagan tubuh mu di setiap aku membuka mata. Hahahaha....” Raja Tang Hei tertawa setelah memenangkan perdebatan singkatnya dengan Yang Yifei.
Yang Yifei tersenyum sinis melihat Raja Tang Hei yang kini tengah memunggunginya. “Maaf saja Raja Tang Hei yang terhormat, aku tetap tidak bisa menikah dengan mu, karena aku telah menjadi istri dari orang yang telah menyembuhkan racun yang kau berikan padaku...” Kata Yang Yifei bersamaan dengan dia yang kembali memeluk manja lengan tangan kiri milik Reinar.
Raja Tang Hei dan rombongannya kembali berbalik dan melihat kearah Yang Yifei, dan sesaat mereka semua terdiam saat melihat Yang Yifei tengah memeluk dengan mesra lengan seorang pria muda yang ketampanannya jauh diatas ketampanan milik Raja Tang Hei.
Kemarahan terlihat jelas di wajah Raja Tang Hei saat melihat wanita yang dia inginkan kini justru tengah memeluk pria lain di depan kedua matanya.
Berbeda dengan Raja Tang Hei yang tengah marah, Reinar justru menunjukkan senyum bahagianya saat ada dua wanita cantik tengah memeluk kedua lengannya.
“Hanya orang lemah sepertimu ingin mengambil sesuatu yang sudah menjadi milikku!... Apa kau sudah sebegitu nya merindukan alam kematian?...” Tanya Reinar dengan acuh.
Tapi bukannya memberi jawaban, Raja Tang Hei justru melirik Putra Mahkota, dan saat melihat Putra Mahkota Tang Yu menganggukkan kepalanya, Raja Tang Hei menatap tajam kearah Reinar sambil berkata. “Baiklah, kali ini aku tidak akan menagih janjimu, tetapi tunggu saja, aku pasti akan kembali dan membuatmu menjadi penghangat ranjang ku!...”
Di dalam hatinya Raja Tang Hei sangat geram dengan Reinar, tetapi dia sudah mendengar cerita dari putranya tentang kehebatan Reinar, dan hanya kematian yang akan mendatanginya kalau dia tetap melawan pria yang diakui oleh Yang Yifei sebagai suaminya.
Raja Tang Hei membawa rombongannya pergi meninggalkan Sekte Mawar Putih dengan rasa kecewa, tetapi dia masih punya banyak rencana untuk membuat Yang Yifei tunduk di bawah kakinya. “Berani berurusan denganku, makan dia akan kehilangan segalanya...” Gumam Raja Tang Hei yang diam-diam juga tertarik dengan Qinyu yang sama cantiknya dengan Yang Yifei.
Kembali ke Sekte Mawar Putih, Reinar membagikan satu kristal Spirit Beast tingkat Setengah Langkah menuju tingkat Dewa Surgawi pada seluruh tetua Sekte Mawar Putih supaya kekuatan mereka dapat segera meningkat sampai ke tahap puncak tingkat Dewa Penguasa.
“Aku sudah menjadi suami dari Patriak Sekte kalian, karena itu aku juga punya tanggung jawab untuk membantu meningkatkan kekuatan kalian dan kekuatan seluruh murid Sekte Mawar Putih...”
Reinar lalu mengeluarkan ribuan kristal Spirit Beast tingkat Raja Dewa puncak dan menyerahkan kristal-kristal itu pada para tetua Sekte untuk dibagikan kepada seluruh murid Sekte Mawar Putih.
Selain memberikan kristal Spirit Beast, Reinar juga memberikan ribuan pil pengumpul Qi dan ribuan pil penguat pondasi kultivasi untuk dibagikan kepada ribuan murid Sekte Mawar Putih.
“Ini adalah senjata tinggal Dewa, dan lagi ada bermacam-macam jenisnya. Bagikan senjata-senjata ini pada seluruh murid Sekte, dan jika masih ada yang dibutuhkan, kalian bisa langsung memintanya kepadaku...”
Semua tetua ternganga melihat apa yang ditunjukkan Reinar di hadapan mereka saat berkumpul di aula Sekte. Sejak kapan senjata tingkat Dewa berserakan seperti sampah?...
Seluruh tetua hampir mati karena serangan jantung saat Reinar memberikan mereka masing-masing sebuah senjata tingkat Surgawi yang jauh lebih kuat dari senjata tingkat Dewa.
Tidak diragukan lagi, kalau seluruh Dunia Immortal tahu akan keberadaan senjata tingkat Surgawi di Sekte Mawar Putih, mereka pasti akan melakukan serangan besar-besaran ke Sekte Mawar Putih, karena mengetahui itu, Reinar berencana akan meningkatkan kekuatan seluruh murid dan tetua Sekte Mawar Putih, dan hari ini juga dia telah resmi menjadi Tetua Agung Sekte Mawar Putih.
Yang Yifei yang penasaran dengan kekayaan Reinar, dengan suara lirih dia bertanya pada Reinar yang ada di sebelahnya. “Suamiku, darimana semua harta berharga itu kamu dapatkan?... Apa kamu menemukan harta karun setelah sampai di Dunia ini?...”
Mendengar itu Reinar tersenyum lalu menjawabnya. “Aku hanya beruntung karena menemukan tumpukan harta berharga saat masih berada di Dunia bawah...”
Yang Yifei tak sepenuhnya percaya pada jawaban Reinar, tetapi melihat wajah Reinar yang tidak terlihat kebohongan, mau tak mau akhirnya dia mempercayai jawaban Reinar.
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya...
Like dan komentar itu gratis, tapi bikin author senang saat mendapatkan keduanya 😊😊😊...