
* Jangan lupa kasih 👍
* Rate ⭐ 5
* Vote / Kado seikhlasnya 😊
* Jika ada yang salah atau kurang, mohon di infokan!...
* Terimakasih.....😊😊
***
Sudah hampir satu minggu Reinar menjelajahi hutan berburu exp untuk meningkatkan levelnya. Ribuan binatang buas berbagai level berhasil dia bunuh. Dia juga sudah berhasil level up sebanyak 345x, dan levelnya semakin mendekati level 10.000.
Setelah meninggalkan kota Avalon, Reinar memang akan langsung pergi ke Kekaisaran Gloria, tapi melihat hutan yang di penuhi binatang buas, dia memutuskan untuk lebih dulu berburu dan meningkatkan levelnya, dan terbukti levelnya meningkat dengan cepat.
Seminggu kembali berlalu. Setelah membunuh lebih dari 10.000 binatang buas, dan menempuh perjalanan panjang selama beberapa hari, akhirnya Reinar hampir sampai di kota Glory, ibukota Kekaisaran Gloria.
Sepuluh kilometer dari gerbang kota Glory, Reinar mendengar suara dentingan pedang yang saling beradu. Tanpa berpikir panjang, Reinar melesat mendekati sumber suara.
“Hahahaha, Pangeran Kekaisaran Gloria sangatlah lemah, menghadapi ku saja kamu sudah kewalahan, apalagi menghadapi tuanku, dalam satu kali serangan kamu akan selesai.” Kata seorang pria paruh baya dengan rambut berwarna putih sepanjang bahu.
“Aku belum kalah, terima ini kakek tua Vezel.” Teriak pemuda dengan tubuh bermandikan darah akibat luka di tubuhnya.
“Lightning dragon strike....” Teriak si pemuda mengeluarkan skill terkuatnya.
Awan hitam mulai muncul di atas langit, dan petir berbentuk naga muncul dari balik awan.
“Aku harus cepat, jika terlalu lama prajurit Kekaisaran akan datang ke tempat ini.” Gumam kakek Vezel. “Pangeran Lucius, terima saja kematian mu, death hammer...” Kakek Vezel mengeluarkan skill terkuatnya untuk menyelesaikan semua dengan cepat.
Kakek Vezel mulai memutar-mutar senjata bentuk palu di tangannya sampai aliran listrik mulai muncul di tiap putaran palu di tangannya.
“Mati....” Teriak Kakek Vezel dan Pangeran Lucius secara bersamaan, dan mereka saling beradu skill terkuat yang mereka miliki.
Naga petir melesat kearah kakek Vezel, sedangkan di sisi yang di tuju naga petir, kakek Vezel melemparkan palu yang di penuhi kekuatan listrik kearah naga petir yang mengarah kepadanya.
“Kalaupun tidak mati, kau akan terluka parah karena serangan ku.” Gumam lirih kakek Vezel.
Dua kekuatan besar melesat satu garis lurus yang saling berlawanan.
BOOMMM....
Ledakan besar terjadi saat kedua kekuatan itu saling beradu, tapi naga petir Pangeran Lucius segera lenyap setelah bertabrakan dengan palu milik kakek Vezel.
Palu yang terus bergerak lurus melesat menuju Pangeran Lucius yang sudah pasrah menerima kematiannya.
Tapi saat palu kakek Vezel hampir mengenai Pangeran Lucius, ada sekelebat bayangan yang menyelamatkan si Pangeran.
***
[Tuan selamatkan Pangeran Lucius, karena dia satu-satunya pangeran dengan sifat lurus di Kekaisaran Gloria.]
Mendengar apa yang di katakan Lilia, Reinar yang semula cuma ingin menikmati pertarungan, dia akhirnya turun tangan dan menyelamatkan Pangeran Lucius di detik-detik terakhir.
“Kurang ajar, siapa yang berani ikut campur dengan urusanku?." Teriak kake Vezel melihat ada seseorang yang menyelamatkan Pangeran Lucius.
Tak ingin berlama-lama, dan mengurusi kakek Vezel, Reinar melemparkan sebuah bola api kearah kake Vezel.
BOOMMM....
Ledakan kembali terdengar saat bola api menghantam tanah dan membuat tanah berlubang dengan diameter lebih dari 10 meter.
Kakek Vezel sedikit terengah-engah setelah menghindari serangan Reinar yang begitu tiba-tiba. “Dia kuat, setidaknya aku akan mati jika dia menginginkan kematian ku.” Gumam kakek Vezel, dan dia segera pergi setelah menggenggam kembali senjata palunya.
***
Setelah menyelamatkan Pangeran Lucius, Reinar mebawa Pangeran ke tempat yang sedikit jauh dari tempat pertarungan tapi cukup dekat dengan pintu gerbang kota Glory.
Begitu kondisi Pangeran Lucius sudah membaik dan mulai membuka mata, Reinar pergi meninggalkan si Pangeran dan dengan menggunakan skill teleportasi nya.
Sebelum Reinar benar-benar pergi, Pangeran Lucius yang setengah sadar, dia sempat melihat wajah Reinar dan karena daya ingatnya yang tinggi, dia dengan mudah dapat mengingat wajah Reinar. “Siapapun dia, aku akan mbalas perbuatannya saat kita nanti bertemu kembali.” Ujar Pangeran Lucius yang merasa tubuhnya mulai pulih seperti sedia kala.
***
Kota Glory
Seperti namanya, kota ini adalah simbol kemenangan Kekaisaran Gloria atas kekuatan besar di masa lalu yang menjadi musuh mereka.
Kota Glory memiliko luas hampir menyamai luas Ibukota Kekaisaran Arkana, bagaimanapun juga Kekaisaran Gloria adalah Kekaisaran terkuat kedua setelah Kekaisaran Arkana, jadi wajar wilayah mereka hanya sedikit lebih sempit dibandingkan wilayah Kekaisaran Arkana.
Di tengah-tengah kota Glory, saat ini ada pemuda tampan berambut hitam keperakan yang sedang berjalan mengelilingi kota. Pemuda itu tak lain ialah Reinar, yang baru saja memasuki kota Glory.
“Kota ini benar-benar besar dan megah, biarpun masih kalah dari Ibukota Kekaisaran Arkana.” Kata Reinar.
[Kota ini sebenarnya dulu adalah sarang jutaan bintang buas. Setelah pertempuran besar-besaran selama puluhan tahun, Kekaisaran Gloria memenangkan pertempuran dengan menumbangkan jutaan binatang buas, dan sejak hari itu kota ini di bangun dan do jadikan Ibukota Kekaisaran Gloria.]
“Sarang jutaan binatang buas. Membayangkannya saja sudah membuatku ketakutan, tapi aku pasti bisa menaikkan levelku dengan cepat kalau aku bisa mengalahkan jutaan bintang buas itu.” Kata Reinar dalam pikirannya.
[Dengan kekuatan tuan yang sekarang, tuan hanya akan bertahan selama beberapa jam saat berhadapan dengan jutaan binatang buas.]
“Sekuat itukah binatang buas yang mereka hadapi di masa itu?.” Tanya Reinar penasaran.
[Setidaknya ada jutaan binatang buas dengan level 8.000+, dan ada ratusan ribu binatang buas dengan level di atas 10.000. Dalam pertempuran itu juga Kekaisaran Gloria harua kehilangan jutaan prajurit, dan menyebabkan mereka mengalami kemunduran kekuatan sampai sekarang.]
Reinar yang mendengar penjelasan Lilia, dia merasa jika dirinya masih lemah dan dia ingin secepatnya kembali meningkatkan kekuatannya.
Setengah jam berjalan, Reinar sampai di sebuah penginapan mewah yang ada di pinggiran kota Glory.
“Padahal ini di pinggiran kota, tapi ada penginapan sebesar dan semegah ini!.” Kata Reinar kagum.
[Tuan hanya perlu mengupgrade kota kecil Babylon menjadi kota besar jika ingin memiliki bangunan seperti yang ada di kota ini.]
Alis mata Reinar berkedut mendengar apa yang baru di katakan Lilia. “Kenapa dari awal kamu tidak mengatakannya kalau kota itu bisa di upgrade?. Kalau bisa di upgrade, aku tidak akan bersusah payah menyuruh semua orang untuk membangun kota itu.” Kata Reinar kesal.
[Tuan tidak pernah bertanya, bagaimana aku memberitahukannya pada tuan?.]
Ekspresi wajah Reinar semakin jelek mendengar apa yang barusan di katakan Lilia.
“Bukannya kami bisa langsung memberitahuku tanpa aku harus bertanya lebih dulu!.” Kata Reinar yang tak mendapatkan balasan dari Lilia.
***
Setelah berpikir lama, Reinar akhirnya memutuskan untuk menyewa kamar di penginapan yang dia datangi. Begitu menyewa kamar, Reinar tak langsung beristirahat, dia justru kembali berjalan mengelilingi kota Glory karena siang hari masihlah sangat panjang.
Berjalan menuju alun-alun kota, Reinar melihat banyak orang berkumpul di alun-alun kota. Merasa ada sesuatu yang akan membuatnya tertarik, Reinar menanyakan apa yang sedang di ke rumuni orang-orang dari seseorang yang baru keluar dari kerumunan di depannya.
“Maaf tuan, sebenarnya ada apa di depan sana?.” Tanya Reinar begitu sopan.
Pria yang sedikit lebih dewasa dari Reinar melihat kearah Reinar. “Kau pasti pendatang baru jadi tidak tahu acara tahunan di kota ino.” Ujar pria di depan Reinar yang di balas Reinar dengan anggukan kepala. “Setahun sekali di kota ini akan diadakan kompetisi untuk menyambut hari ulangtahun Kaisar. Selain kompetisi berburu, dan kompetisi untuk para wanita, akan ada kompetisi pertarungan yang akan menarik minat banyak orang.” Si pria sedikit menjeda ceritanya.
“Dengan hadiah jutaan coin emas, skill tingkat tinggi, serta jika beruntung mungkin si pemenang bisa mendapatkan satu dari sepuluh putri Kaisar, atau bisa saja si pemenang di angkat menjadi Jenderal Kekaisaran.” Lanjut pria yang Reinar tanya.
Mendengar informasi dari pria yang dia tanyain, Reinar merasa tertarik dengan kompetisi yang diadakan di kota Glory. “Jika tuan berkenan memberitahu, kapan dan dimana tempat pendaftaran untuk ikut dalam kompetisi itu?.” Tanya Reinar penasaran.
“Kau bisa mendaftar di bagian depan sana dengan membayar biaya pendaftaran sebesar satu koin emas, dan kompetisi sendiri akan di mulai dalam waktu dua hari lagi.” Jawab kembali pria yang Reinar tanyai.
Reinar yang mengerti segera berterimakasih pada pria di depannya. “Terimakasih tuan atas informasinya.” Kata Reinar dengan sedikit menundukkan kepalanya.
Pria itu segera pergi dengan senyuman melihat pemuda seperti Reinar masih memiliki rasa sopan santun pada orang yang lebih dewasa.
***
*TBC*